
Arga menusap wajahnya kasar. Ruang kerjanya yang selalu rapi berubah menjadi kapal pecah! Arga mengamuk sampai menghancurkan ruang kerjanya.
Setelah kepergian Leyna, Arga masuk kedalam ruang kerjanya dengan membanting pintu sangat keras. Dari luar ruangan terdengar suara teriakan serta barang jatuh disusul dengan suara pecah yang saling bersahutan. ruang kerja Arga memiliki kedap suara, namun hal itu tidak bisa menutupi suara keras dari Arga yang mengamuk. Emosinya tak terkendali.
Hatinya hancur. Dia tidak pernah tahu apa yang dirasakan adiknya. Bahkan selama mereka kembali kedunia manusia adimnya sangat pandai menutupi rasa sakit yang dialami adiknya karena sakit yang dialami kaisar. Ternyata selama ini Arga hidup dengan adiknya dengan ketidak tahuannya tentang sang adik.
Kaisar yang sudah menghidupkan adiknya menggunakan separuh nyawanya yang dipertaruhkan! Bahkan kaisar menahan diri agar tidak melewati batas terhadap adiknya. Sebesar itukah cinta kaisar terhadap adiknya? Arga sungguh tak menyangka cinta kaisar begitu besar terhadap adiknya.
Selama ini Arga hidup dalam ketidak tahuan terhadap adiknya. Ternyata selama ini Arga sudah salah paham terhadap kaisar. Ia mengira kaisar memang bersikao kejam dan arogan tanpa pandang bulu.
Arga duduk termenung selama dua jam. memikirkan segala yang menjadi beban dipikirannya. Ternyata sikap kaisar yang seperti tidak peduli pada adiknya adalah maksud memberikan secuil perhatian kaisar agar membiarkan adiknya bisa hidup bersama dengannya selama beberapa tahun. Jika dihitung di dunia immortal mungkin sudah 10 tahun berlalu. Kaisar menahan diri selama itu. Bukankah itu luar biasa bagi seorang kaisar yang bisa menahan diri?.
Arga berdiri lalu berjalan keluar ruangan yang sudah hancur. Dibukanya pintu ruangannya dan terlihat istrinya tengah menunggunya dengan cemas.
"Sayang" panggil Liora pelan.
grep
Arga memeluk istrinya. "Selama ini aku tidak memahami sikap adikku dan kaisar. Aku sangat bodoh Ira" ucap Arga pelan.
"Tidak sayang. Jangan menyalahkan diri seperti itu. Semuanya sudah direncanakan oleh tuhan. Kita hanya menjalankan kehidupan saja" ucap Liora menenangkan sambil menepuk-nepuk punggung suaminya pelan.
"Apa aku harus memberikan izin pada mereka agar mereka menikah?" tanya Arga.
"Mengapa tidak? Bukankah kalian makhluk immortal sudah diberikan takdir masing-masing? sebenarnya kalian sama dengan manusia. kita sama-sama diberikan pasangan. Hanya saja kalian lebih istimewa untuk mengetahui seseorang itu pasangannya atau bukan. Kalian juga diberikan umur yang sangat panjang karena kalian tidak tahu kapan kalian akan bertemu dengan pasangan kalian. Sedangkan kami manusia diberikan umur pendek karena kami bertemu dengan pasangan kami sangat cepat"
"Apa papa tidak merasa bahwa pengorbanan kaisar sangat besar terhadap Leyna? Bahkan dia sampai mengorbankan separuh nyawanya demi Leyna. Kaisar juga menahan diri agar Leyna bisa bersama dengan kita selama beberapa tahun. Bukankah cinta kaisar pada Leyna begitu besar?" sambung Liora.
"Baiklah. Aku akan menemui Leyna. Aku akan bicara padanya jika aku sudah setuju dia menikah dengan kaisar." ucap Arga melepaskan pelukannya.
Liora menggelwng pelan "Tidak suamiku. jangan sekarang. Biarkan dia menenangkan diri dulu. Jika emosinya masih ada itu sangat tidak baik jika ditemui sekarang. Besok temui dia. Setelah tidur emosi seseorang akan reda."
Arga menangguk patuh. Mereka berjalan menuju kamar mereka setelah memintah pelayan untuk membersihkan ruang kerjanya. Arga masih memikirkan bagaimana keadaan adiknya saat ini.
»---♡---«
Sean berjalan kekamarnya dengan wajah murung. para prajurit dan pelayan yang berlalu lalang menunduk takut.
Langkah Sean terhenti didepan pintu kamarnya ketika dirinya menyadari bahwa saat dirinya lewat semua orang menunduk bukan karena hormat, tapi takut terhadapnya!.
"Mengapa kalian menunduk seperti itu?" suara tegas Sean mengagetkan semua orang.
"Kalian takut padaku yang tidak menyakiti bahkan menyentuh kalian?"
Sean tertawa sumbang "Apa aku begitu ditakuti? sampai kalian begitu takut padaku?"
"Bukankah seorang kaisar harus bersikap tegas dan kejam pada musuh dan penghianat? Kaisar juga tidak boleh pandang bulu terhadap siapapun. kalian tenang saja, aku tidak akan menyentuh siapapun jika kalian tidak membuat kesalahan besar. Jika kalian berbuat salah, akan ada sendiri yang menghukumnya" Setelahnya Sean masuk kedalam kamarnya meninggalkan para prajurit dan para pelayan yang masih menunduk tercengang.
Niat hati ingin mengejutkan sang pujaan hati dengan kedatangannya, yang ada dirinya yang dikejutkan dengan pertengkaran kakak beradik itu. Sejujurnya Sean bahagia karena kekasihnya membela dirinya. Tapi dia juga sedih karena tidak bisa menghibur sang kekasih.
Sean memejamkan matanya lelah. Ia langsung terlelap karena merasa sangat lelah.
Pagi harinya Sean bergegas untuk kedunia manusia. Tujuannya datang ke dunia manusia bukan untuk bertemu sang pujaan hati, melainkan untuk mengurus perusahaan Kenzie yang sudah beralih padanya.
Ditengah perjalanan hendak keluar dari istana, langkah kaki Sean terhenti karena Kenzie datang menghampirinya. "Sean mau kemana kamu?" tanya kenzie heran melihat pakaian Sean yang biasa digunakan untuk bekerja didunia manusia.
"Aku akan ke perusahaan, ayah" kata Sean datar.
Ya, hari ini sebenarnya Sean dan kedua orangtua nya akan datang kedunia manusia untuk melamar mate Sean. tapi mengapa Sean malah pergi ke perusahaan.
Perlahan mata Sean menyendu, ia kembali mengingat pertengkaran matenya dengan sang kakak. "Sean sudah ditolak ayah" adunya pada sang ayah yang menatapnya kaget melihat sikap putranya barusan.
"Kamu ditolak? sama gadis itu?"
Sean menggeleng lesu "Arga yang menolakku"
Kenzie menepuk pundak putranya pelan "Ayah akan bicara perlahan dengannya. Arga pasti akan mengerti" ucap Kenzie mengerti maksud perkataan putranya.
Bagaimana mungkin Arga tidak menolak Sean karena pria itu sudah tahu jika Sean sudah menyakiti adiknya. Sebagai seorang kakak, pasti tidak rela jika adiknya terluka apa lagi disakiti.
"Kamu tetaplah disini. Ayah akan menemui Arga dan menjelaskan padanya"
"Tidak ayah. Sean akan tetap ikut" kata Sean dengan menatap penuh permohonan.
Kenzie menghela napas pelan "Baiklah jika kamu mau ikut. Apa kamu yakin bisa menahan diri?"
Sean menatap ayahnya serius "Sean pasti bisa menahan diri"
Keduanya pun ke dunia manusia untuk bertemu dengan Arga.
Didunia manusia
Saat ini Kenzie dan Sean sudah duduk diruang tamu kediaman Frederick, menunggu tuan rumah yang masih bersiap untuk berangkat bekerja.
"Selamat pagi tuan Kenzie" ucap Arga menyapa Kenzie seorang tanpa repot-repot melirik orang disamping Kenzie. Arga baru turun setelah siap. Pria itu buru-buru bersiap karena kedatangan tamu terhormat, yakni tuan Kenzie.
"Selamat pagi juga nak Arga" Balas Kenzie berdiri dari duduknya di ikuti Sean yang ikut berdiri juga. Kenzie dan Arga berjabat tangan. lagi-lagi Sean tidak dipedulikan keberadaannya.
"Silahkan duduk tuan" Arga mempersilahkan Kenzie duduk.
"Terimakasih" ucap Kenzie lalu melirik putranya yang masih tetap berdiri karena dia tidak dipersilahkan untuk duduk oleh pemilik rumah.
"Maaf tuan. Ada keperluan apa anda bertemu dengan saya?" tanya Arga sekedar basa-basi saja. Karena sesungguhnya dia sudah tahu maksud kedatangan ayah dan anak itu.
Kenzie berdehem sebelum bicara "Kedatangan kami kemari sebenarnya... " belum selesai Kenzie berkata, Arga sudah memotongnya.
"Maaf tuan. Ada keperluan apa anda bertemu dengan saya" ulang Arga menekan disetiap katanya.
Sepertinya dia benar-benar tidak menganggap seseorang disampingnya ini. Batin Kenzie melirik Sean sebentar.
"Kedatangan saya kesini untuk melamar adikmu, Leyna" kata Kenzie menatap Arga tajam. Dalam hati Arga meringis mendapat tatapan tajam dari Kenzie, karena Arga sangat menghormati Kenzie sebagai Lord terdahulu.
"Melamar adik saya?" alis Arga menukik tajam, tidak suka dengan arah pembicaraan yang dibahas Kenzie.
"Benar Arga" Kenzie membenarkan.
"Saya tidak mengizinkan jika adik saya menjadi istri kedua anda!" ucap Arga langsung menolak.
"Bukan sebagai istri ke dua ku. Aku tidak akan menduakan istriku, Arga. Aku melamar adikmu bukan untukku, melainkan untuk...," Kesabaran Kenzie sepertinya sedang diuji kali ini. pria kecil itu benar-benar menguji kesabaran nya!.
"Maaf tuan. Sepertinya saya harus ke kantor sekarang. Silahkan datang lagi lain waktu" potong Arga sambil melihat jam tangan yang melingkar ditangan kirinya.