
Selesai.
Apa yang ada dipikiran Richard sudah ditampilkan semuanya! Tak ada yang tersisa.
Yang paling terpukul adalah Arion, Gavin dan Damian. Mereka tak percaya, jika Richard bukan paman mereka, melainkan ayah sedarah mereka!
"Pembunuh!" Desis Arion dengan perasaan benci.
"Psikopat!" Desis Gavin dengan pandangan benci.
"Kau benar-benar perwujudan dari seorang iblis! Hatimu begitu keji!" ujar Damian dengan dingin, kedua matanya berbeda warna menatap Richard ingin membunuh.
"Aku tidak menyangka jika sosok yang aku kagumi begitu keji! Apa jadinya jika waktu itu kau yang naik tahta?! Dunia ini hanya akan ada kehancuran!" Kenzie angkat bicara, ia menatap Richard dengan perasaan kecewa yang mendalam.
Kenzie pergi meninggalkan dengan perasaan kecewa dan marah. Ingin sekali ia menghukum pria kejam itu. Tapi dia tak boleh gegabah. Biar Sean yang memutuskan apa yang akan Sean lakukan pada penjahat itu.
Richard terkekeh geli kemudian tertawa dengan sangat keras. "Memangnya kenapa jika aku seperti itu? Yang aku lakukan hanya ingin membalas perlakuan klan kalian pada klanku!. Kaisar sebelumnya! Dia yang sudah mengutukku dan klanku dari awal! Karenanya perjanjian itu berlangsung. Siapapun yang menginjakkan kakinya didaerah klan iblis maka kami boleh membunuhnya! Kami tidak bisa membalas dendam diluar daerah klan kami semua itu karena kaisar sebelumnya!" teriak Richard tidak terima dengan menatap Sean menantang.
Tubuh Sean bergetar menahan amarah. "Penjahat tapi mengaku sebagai korban! Apa kau tak merasa malu?!" ucap Sean dengan pandangan merendahkan.
"Ya! Urat maluku sudah diputus oleh kaisar sebelumnya! Karena dia, semua klan mendiskriminasi klan Lucifer-Ku! Aku akan menghancurkan kalian semua!"
Tiba-tiba tubuh Richard terhantam dan menabrak salah satu pilar diruangan itu. Seteguk darah keluar dari mulutnya.
"Anakku... Berani sekali kau menghajar ayahmu sendiri" ujar Richard sinis diakhiri dengan kekehan.
"Aku tidak sudi memiliki ayah seperti mu! Cih!" seru Damian penuh kebencian.
Tiba-tiba tubuh Richard tersambar petir yang entah dari mana asalnya. Untuk kedua kalinya Richard memuntahkan darah. Ia memegang dadanya yang terasa sesak.
"Anggap saja itu balasan untuk ibu kami!" kata Arion dengan dingin.
Sulur berduri merambat dan melilit tubuh Richard diikuti teriakan kesakitan yang terdengar mengerikan ditelinga. Richard kembali mengeluarkan darah, kali ini darah keluar dari kulit disekujur tubuhnya hingga tampilannya sangat mengenaskan.
"Ingin sekali aku membunuhmu agar ketiga ibu kami tenang dialam sana!" desis Gavin sambil mengendalikan sulur berduri.
"Cukup! Tubuh bayangannya akan mati jika sampai kehabisan darah!" Sean menghentikan perbuatan mereka yang sepertinya masih ingin dilanjutkan sampai pria yang merupakan ayah sedarah mereka bertiga mati ditangan mereka.
"Tubuh bayangan?" Tanya Kean tidak mengerti.
"Dia bisa menjadikan dirinya menjadi dua bagian. Jika tubuh bayangannya mati, maka tubuh aslinya masih bisa membuat tubuh bayangan yang baru. Sebelum Tubuh aslinya ditemukan dan disatukan dengan tubuh bayangannya, tubuh itu tidak boleh mati!" jelas Sean.
Sean tersenyum sinis "Lihat baik-baik!"
Sean memejamkan matanya dan tubuh bayangannya berdiri disampingnya.
Tidak ada yang tahu yang mana tubuh asli Sean dan tubuh tiruannya.
Richard terbelalak "Ba-bagaimana mungkin?!"
Kedua tubuh Sean berjalan bersamaan "Apa kau lupa jika aku memiliki darah seluruh klan? Hanya trik kecil ini aku bisa menirukan dengan mudah!" kata salah satu tubuh Sean.
"Aku juga bisa mengubah wajah disetiap tubuhku!" kata tubuh Sean yang satunya.
Mereka yang berada diaula menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana Sean bisa memainkan trik yang dimainkan Richard.
"Jika kau hanya bisa membuat satu tubuh palsumu, maka aku bisa membuat tubuh palsuku sesuai dengan keinginanku!"
"Perhatikan dengan matamu itu!" sinis Sean.
Tubuh palsu Sean menghilang dan hanya tersisa tubuh asli. "Kau yang hanya seekor semut berani mau menggigit langit? Sombong sekali kau! Bahkan diatas langit masih ada langit, kekuatanmu yang kecil itu sudah bisa kau sombongkan heh!" ucap Sean merendahkan.
Dengan sekali jentikan jari, Sean membawa dirinya serta Richard keruang rahasia penyiksaan yang hanya diketahui oleh kaisar.
Richard menatap sekitarnya, ruangan yang berbeda! Terlihat mewah tapi mengandung aura mematikan! Richard bisa merasakannya!.
"Dimana ini?!" ujar Richard waspada.
Dilihatnya Sean tengah duduk disebuah kursi yang mirip dengan kursi singgasananya. Sean duduk diam memperhatikan dirinya. "Lepaskan aku! Apa kau lupa jika aku yang membesarkanmu?!"
"Aku tidak lupa, jika kau selalu menggunakan darahku untuk percobaanmu! Apakah kau sudah berhasil membuat darahku berguna ditubuhmu?! Sebelum aku memberi perintah, darah milikku tidak akan bereaksi padamu! Darahku akan hilang dengan sendirinya! Kau tidak akan pernah mendapatkan kekuatan yang aku miliki!" skakmat! Richard terdiam mendengar perkataan Sean.
"Aku bisa saja langsung menemukan tubuh aslimu dengan menggunakan tubuh palsumu itu dan langsung membunuhmu! Tapi aku masih berbaik hati padamu, mengingat kau yang sudah merawatku sampai aku dewasa" wajah dingin Sean berubah sendu. "Aku tak mengira bahwa orang yang kukasihi merupakan iblis berhati keji. Jika paman berhenti melakukan tindakan bodohmu itu, aku pasti akan mengampunimu."
Sesaat Richard tertegun. Ia juga melihat ketulusan dimata Sean. "Sungguh kau akan mengampuniku?"
"Apa yang paman lihat? Kematianmu dimasa depan?" tanya Sean tepat sasaran.
Sean menghela napas lelah "Jika paman bisa melihat masa depa, mengapa paman melakukan itu semua? Jika paman berubah menjadi baik, pasti akan ada pengampunan untuk paman. Ayah pasti akan memaafkan perbuatan paman, dan paman pasti akan mendapatkan Anak-anak paman. Bukan malah mendapat kebencian dari mereka"
Richard tertawa sinis "Bukankah penyebab mereka membenciku adalah... "
"Kesalahan paman sendiri!" potong Sean.
"Kau!"
"Bertobatlah! Aku akan mengampuni dan bahkan akan melindungi paman"
"Aku tidak percaya! Kau yang menghancurkanku! Dan kau bilang akan mengampuniku serta melindungiku? Omong kosong!"
Wajah Sean yang tadinya menghangat berubah menjadi dingin. "Aku sudah memberikan paman kesempatan. Sekali lagi paman berbuat kesalahan, paman akan tahu akibatnya"
"Kau mengancamku?!"
"Aku tidak mengancam paman, jangan buat kesabaranku habis sehingga tidak menghormati paman lagi" Ucap Sean masih berusaha untuk tetap sabar.
"Li, dimana kau?!" panggil Sean dan tak lama kemudian Li datang dengan wujud manusianya.
"Li memberi hormat pada tuan" ucap Li memberi hormat sambil membungkuk.
"Bangunlah"
"Terimakasih tuan"
"Aku akan pergi kedunia manusia untuk mencari tubuh asli paman Richard! Kau berjagalah disini! Jangan biarkan tubuh tiruan paman Richard kabur! Jika dia mencoba untuk kabur, kau tahu harus lakukan apa" perintah Sean yang disanggupi oleh Li.
Setelah Sean pergi, Li mengubah wujudnya kebentuk tubuh naganya.
Li menatap Richard dingin "Sebaiknya kau bersikap tenang. Jika kau mencoba kabur, aku tidak akan segan seperti tuan yang masih memiliki belas kasihan padamu!"
Richard berdecih "Kau hanya seekor naga. Untuk apa aku takut pada ular seperti mu!" sinis Richard mencoba untuk membuat Li emosi dan dia bisa menggunakan kesempatan untuk kabur.
Bukannya marah, Li malah tertawa "Aku memang seekor naga! Tapi aku adalah naga agung, naga yang dimiliki Yang Mulia Kaisar Agung dengan kekuatan hampir setara dengan beliau!"
Li berubah menjadi tubuh manusianya. Ia mendekati Richard dengan tatapan predator. "Usaha mu sia-sia saja jika ingin memprovokasiku agar aku marah dan hilang kendali! Pengalamanku lebih tinggi dari pada pengalamanmu!" usai berkata seperti itu, Li kembali mengubah wujudnya menjadi naga lalu mencari tempat yang nyaman untuk tidur. Meskipun sedang tidur tapi Li tatap waspada.
...T. B. C...