
Sean membawa Leyna kedalam kamarnya. Diletakkan tubuh Leyna diatas ranjang king size nya. Setelah itu Sean membaringkan tubuhnya disamping Leyna. Sean terus memperhatikan wajah imut Leyna sambil mengelus lembut wajah Leyna. Kemudian Sean terlelap menyusul Leyna ke alam mimpi setelah menghubungi Arthur.
Ditempat Arthur sendiri sekarang sedang mengomel lantaran dua jam lagi akan ada meeting penting dengan klien. "Jika dia bukan putra Lord sudah kuhabisi dia" gerutunya tapi apa boleh buat, dia hanya seorang bawahan.
Hari sudah semakin siang mata lentik dari gadis mungil itu terbuka. Ia merasa haus dan lapar karena Leyna memang belum sarapan.
Saat Leyna sudah sadar sepenuhnya ia merasakan berat dipinggangnya. Diliriknya tempat dimana yang membuatnya merasa berat, terlihat sebuah tangan kekar yang tengah memeluknya membuatnya tersipu. Dengan perlahan Leyna membalikkan tubuhnya agar tidak membangunkan seseorang yang tengah memeluk dirinya hingga ia bisa melihat wajah tampan yang masih terlelap membuat ketampanannya bertambah layaknya seorang dewa dari negeri yunani.
Diusapnya dengan pelan wajah itu mulai dari mata, pipi, hidung dan turun kebibir. Saat hendak menarik tangannya, tangan Leyna dipegang oleh Sean yang memang sudah terbangun dari pergerakan pertama yang Leyna buat saat baru bangun tapi Sean ingin melihat seberapa beraninya Leyna padanya. Ternyata gadis didepannya cukup berani. Batin Sean.
Leyna yang tertangkap basah lantas menyembunyikan wajah merona nya didada bidang Sean.
Sean terkekeh geli "Ada apa sayang? Mengapa kamu sembunyikan wajah meronamu itu hem" godanya sambil mendongakkan dagu Leyna agar bisa melihatnya.
"Maaf karena aku sudah berbuat lancang"
"Tidak perlu minta maaf. Tak lama lagi kamu akan memiliki semuanya yang ada pada diriku" ucap Sean menatap mata Leyna lekat.
"Matamu begitu indah sayang. Jika orang lain menyadari warna matamu mereka pasti akan iri padamu" puji Sean. Tak dapat dipungkiri warna mata Leyna memang sangat cantik. Berwarna hijau zamrud dan juga emas. Mengapa bisa begitu? Bahkan Leyna sendiri terlahir sebagai manusia biasa.
"Mata kakak juga indah" puji Leyna balik sehingga Sean tersenyum lembut.
Hanyut akan perasaan membuat mereka lupa jika Leyna lupa belum sarapan sampai suara perut Leyna berbunyi membuat Sean tersenyum geli. "Sepertinya gadis kecilku sudah lapar" godanya membuat Leyna semakin malu.
"Ayo kita makan sekarang" ajak Sean lalu bangun dari tidurnya begitupun dengan Leyna. Sebelum mereka keluar mereka terlebih dahulu mencuci wajah mereka dikamar mandi milik Sean secara bergantian setelah itu mereka keluar menuju meja makan.
Saat melewati ruang keluarga terdapat Richard sedang duduk menikmati kopi dengan menonton acara yang menurut nya semua acara sangat membosankan.
"Paman sedang apa?" sapa Sean dan Richard pun menjawab.
"Sedang berenang" jawabnya ketus.
"Ketus amat. Lagi datang bulan ya?" Goda sean membuat Richard menatap tajam dirinya.
"Heh bocah. Aku menunggumu dimeja makan untuk sarapan tapi kau tidak keluar juga" serunya dengan kesal.
Sean terkekeh geli "Bocah ini nantinya akan menjadi kakak iparmu, paman" ujarnya diakhiri dengan seringaian.
Richard mendengus kesal.
"Ayo sayang kita tinggalkan calon adik ipar ku" seru Sean diakhiri dengan tawa lepasnya sambil menggandeng Leyna kemeja makan.
Richard jangan ditanya lagi. Ia sangat jengkel pada Sean apa lagi saat ia melihat Sean seperti sedang memamerkan kemesraannya pada Richard.
"Kak udah jangan goda om Richard terus" kata Leyna yang melihat Richard berjalan ke meja makan untuk bergabung makan siang.
"Sayang aku tidak menggodanya. Aku hanya berbicara sesuai fakta. Sebentar lagi bujang lapuk itu akan segera laku. Itu kata Alex hahaha"
Leyna menggeleng pelan dan Richard hanya mendengus sebal sedangkan Alex yang dibawa-bawa namanya menggerutu didalam sana.
Sean tertawa puas melihat Richard terihat begitu kesal padanya.
"Kita makan dulu nanti makanannya keburu dingin" sela Leyna menghentikan tawa Sean. Makan siang pun di mulai dengan Sean yang selalu bersikap manis pada Leyna untuk memanas-manasi Richard.
Disela mereka makan, Arthur datang dengan wajah kusutnya.
"Kak Arthur sudah pulang" sapa Leyna ketika melihat kedatangan Arthur. yang disapa hanya mengangguk lesu.
"Ayo kak makan dulu" ajak nya dan mereka pun makan dengan hening sampai makanan dipiring mereka habis.
Saat Leyna hendak pamit untuk kembali kekamarnya Sean melarang jika Leyna kembali kesana dan meminta agar Leyna tidur di kediaman utama saja biar seatap dengannya dan Leyna hanya pasrah saja dengan paksaan Sean.
"Leyna bagaimana dengan pendidikan mu?" tanya Richard saat mereka berkumpul diruang keluarga.
Leyna diam saja ia takut jika Sean tidak akan mengizinkan ia melanjutkan pendidikannya.
"Tenang saja. Sean tidak akan melarangmu untuk melanjutkan pendidikanmu" seru Richard sambil menatap tajam Sean.
"Tidak. Setelah pengangkatan ku menjadi Lord, kami akan menikah" ujar Sean datar.
"Aku mengerti kau pernah kehilangan dia. Tapi, tidak seharusnya kau menjadi penghalang untuk nya melanjutkan pendidikannya Sean" seru Richard, ia mengerti kekhawatiran Sean dan Richard juga tidak ingin membuat gadis kecil itu kecewa pada Sean dan yang paling penting karena Richard sudah memberikan harapan pada gadis kecil itu.
"Tapi...."
"Apa kau tega dengannya? Biarkan dia bersekolah di Sma Devender. Aku juga akan meminta izin pada Kenzie untuk mengizinkan Eshal sekolah ditempat yang sama agar Leyna memiliki teman disana. Bukankah pendidikan itu penting? biarkan ia melanjutkan pendidikannya agar ketika dia berdampingan denganmu didunia manusia Leyna akan percaya diri" jelas Richard memberi saran.
"Baiklah. Tapi itu setelah pengangkatan ku" pasrah Sean pada akhirnya membuat Leyna tersenyum bahagia. "Terimakasih banyak kak Sean, om Richard" ujarnya dengan senyum manis.
Lihatlah perasaan dia sekarang. apa kau tega menghancurkan impian kecilnya dengan melarangnya untuk bersekolah?! bukankah dia selama berada disini selalu keluar masuk perpustakaan dan bahkan sampai ketiduran saat membaca buku. mindlink Richard ke Sean.
"Tapi bagaimana dengan pernikahannya?" Tanya Sean.
"Leyna masih dibawah umur. Apa kau tidak kasihan padanya? biarkan saja dia menikmati masa remajanya dulu" jawab Richard membuat Sean bungkam.
"Hahhh baiklah saat Leyna sudah berusia 17 tahun aku akan menikahinya" putus Sean tak ingin dibantah setelah itu Sean beranjak ke kamarnya.
"Om tak apa jika aku tidak melanjutkan pendidikanku. Aku akan menerima pernikahan itu"
"Jangan buat usahaku sia-sia dalam membujuk bocah keras kepala itu Leyna. Dan aku juga ingin mengenalkan dunia manusia pada Eshal, karena nantinya kami akan lebih banyak tinggal didunia manusia. Jadi, dia harus terbiasa dengan dunia manusia"
Ayah ibu mungkinkah ini jawaban dari doa Leyna selama ini? Akhirnya keinginan Leyna untuk melanjutkan pendidikan Leyna akan terwujud. Leyna bahagia bertemu dengan mereka apa lagi kak Sean. Meskipun dia bukanlah manusia. batin Leyna yang bisa didengar Richard dan Sean yang berada didalam kamarnya membuat mereka sedih sekaligus bahagia.
...»---♡---«...
...T.B.C ...