
Tubuh serigala itu berubah menjadi tubuh manusia.
Dengan cepat tubuh Sean yang masih dikuasai oleh Alex langsung melesat ke arah Richard yang tak bisa mengelak. Alex mencekik Richard dengan erat.
"Apa kau puas hah?" Desis Alex dengan suara Alpha sang pemimpin sejati.
"Seharusnya aku sendiri yang mencegahmu, bukan si bodoh itu!" Teriak Alex sambil mengeratkan cekikannya di leher jenjang milik Richard.
"Kau ttidak bi-sa mem-bunuhku!" Ucap Richard terbata.
"Mengapa aku tidak bisa membunuhmu huh?!" geram Alex menatap nyalang Richard.
Richard menyeringai "Jika aku mati, maka semua akan musnah! Mereka akan mengincarmu dan juga keluargamu! Mereka menginginkan darahmu! Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, kau dan keluargamu akan lenyap ditangan mereka" jelasnya.
"Jangan bertele-tele!" Alex semakin geram lantaran Richard tidak langsung bicara ke intinya.
"Segelmu akan terbuka jika aku sendiri yang membukanya dan segel itu juga akan terbuka dengan sendirinya jika aku mati ditanganmu!"
Alex melepaskan cekikannya kasar. "Kali ini aku akan mengampunimu. Tapi tidak dengan lain kali!"
Alex berbalik berjalan kearah tubuh Leyna yang sudah tidak bernyawa itu.
Mata emasnya menatap sendu. Dibawanya tubuh mungil itu ke pelukannya. "Leyna" ucapnya sedih dan tanpa ia sadari, setetes air matanya mengalir bercampur dengan darah diwajahnya.
Alex berteriak keras, ia menangis karena sudah kehilangan belahan jiwanya. "LEYNA!" Teriaknya pilu.
Didalam sana, Sean melampiaskan amarahnya. Kemarahan Sean lebih menakutkan dan mengerikan dari pada Alex. Itu sebabnya Sean membiarkan Alex mengambil alih.
"Dia bukan Tuan Sean" ujar Arthur yang baru sampai. Saat ini portal antara dunia immortal dengan dunia manusia terbuka karena Sean merusak segel itu karena mengamuk.
"Dia Alex, wolf nya" lanjutnya.
Richard melirik kearah Arthur "Kau benar. Alex meskipun terlihat kejam tapi dia masih bisa mengampuni. Berbeda dengan Sean yang akan menghancurkan semua disekitarnya tanpa sisa. Sean pasti akan membantai semua makhluk disini. Tapi tidak dengan Alex"
Arthur yang melihat kaum nya yang sudah dihabisi oleh Alex hanya tersenyum masam. Setidaknya kaumnya tidak dibunuh semuanya oleh Alex, hanya mereka yang bersalah saja yang mati ditangan Alex.
"Saya bisa memutar waktu dengan menggunakan sihir, semuanya akan kembali kesemula sebelum semua ini terjadi. Hanya saja, mereka yang mati akan hidup kembali dan ingatan yang didapat akan diambil kembali. Hanya tuan Sean saja yang dapat mengingat semua kejadian yang diulang kembali, tuan" ucap Arthur setelah ia mengingat salah satu mantra sihir yang bisa memutar waktu.
"Kenapa aku tidak dapat mengingat nya!" Geram Alex.
"Karena jiwa anda adalah serigala. Berbeda dengan tuan Sean yang jiwanya memiliki semua darah dari setiap klan" jelasnya.
"Aku dan Sean memiliki satu tubuh! Mengapa aku juga tidak dapat mengingatnya!" protes Alex tidak terima.
"Pangeran Sean ditakdirkan untuk menjadi wadah dari darah semua klan, tidak ada kekuatan yang bisa melukainya kecuali beberapa hal. Itu sebabnya pangeran Sean akan tetap mengingatnya"
"Saya juga akan mengalami perputaran waktu, hanya pangeran Sean saja yang tidak mengalaminya. Saya akan melupakan sihir perputaran waktu setelah saya memberikan sihir itu kepada tuan Sean, jadi hanya dia saja yang akan mengingat semuanya" jelas Arthur.
Alex terdiam mendengar penjelasan dari Arthur.
"Apakah Eshal akan hidup kembali?" Tanya Kenzie.
"Benar Lord"
"Pangeran Alex, sekarang biarkan pangeran Sean mengambil alih tubuhnya lagi. Karena semakin cepat sihir ini dilakukan, maka semakin baik juga sihir itu bekerja"
Kenzie berjongkok di samping Sean lalu menepuk bahu Sean yang saat ini tubuh nya lagi di ambil alih oleh wolf milik Sean.
"Nama kamu Alex?" Tanya Kenzie yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Alex.
Kenzie tersenyum tipis "Sean adalah putraku..-"
Alex menatap tajam Kenzie karena hanya Sean saja yang di akui oleh Kenzie sebagai putranya.
"Meskipun kita berbeda, kamu juga putraku" lanjut Kenzie.
"Aku pernah kehilangan ibumu dan harus menunggunya selama ratusan tahun, apakah dia akan terlahir kembali atau aku hanya akan menua sendirian tanpa dia disampingku. Waktu itu hanya ada penyesalan karena aku gagal menjaganya meskipun dia berada di istanaku dan kujaga dengan ketat, tapi tetap saja aku gagal dalam menjaganya" kata Kenzie menceritakan masa lalu nya.
"Baiklah, jika itu yang terbaik untuk mate kami. Aku akan membiarkan Sean mengambil alih" putus Alex pasrah. Alex tidak mungkin egois. jika dia melupakan kejadian ini, maka ia bisa menanyakannya pada Sean.
"Tapi setelah dia tenang" lanjut Alex bergumam.
"Maksudnya?" Tanya Kenzie tidak mengerti.
"Ada yang mendekat" ujar Richard tiba-tiba saat Alex akan menjelaskan.
"Kita pindah dari sini ketempat yang lebih aman" lanjut Richard sambil menggendong tubuh Eshal yang sudah tak bernyawa.
"Ke-mansionku lebih aman! Sean dan Alex harus disembunyikan!"
"Alex bawa mate mu. Untuk kita kesana, kalian bergandengan saja lalu aku akan memegang salah satu tangan kalian" jelas Richard lalu mereka melakukan apa yang dikatakan oleh Richard.
"Aku tidak bisa ikut. Aku harus kembali ke mansion. Aku tidak bisa meninggalkan istri dan Putriku di mansion. Disana hanya ada Vano yang menjaga mereka, aku takut jika Vano akan kualahan jika ia bertemu dengan banyak musuh"
"Aku akan ikut dengannya. Naira adikku, aku tidak ingin kehilangan dia lagi" sahut Rafael.
"Kalian berdua ikutlah bersamanya" ujar Kenzie pada Kean dan Vian.
"Baik kak" jawab Kean.
"Baik Lord" jawab Vian.
Alex berdiri dengan Leyna digendongannya.
"Kean, kau berdiri di tengah aku dan Alex. Pegang lengannya dan lenganku. Vian pegang lenganku juga dan pangeran Arthur berpegangan pada Vian. Kita harus segera pergi" setelah itu mereka menghilang menuju ke istana kaum Lucifer. Istana miliknya.
"Kita pergi juga" ujar Kenzie yang di angguki sama Rafael.
Tak berapa lama sekumpulan klan werewolf dan vampire datang ke tempat kejadian itu yang sekarang sudah bersih. Karena Richard sudah membersihkannya sebelum mereka menghilang.
"Kenapa disini bersih? Seakan tidak ada perkelahian di sini?" Ujar salah satu dari mereka.
"Bukankah asal suara itu berasal dari sini?" Timpal yang lain.
"Kau benar. Tapi sepertinya mereka sudah pergi. Aku merasakan kekuatan yang besar saat suara ledakan itu terjadi. Dan sepertinya portal antara dunia immortal dengan dunia manusia terbuka kembali. Ada yang berani membobol portal penghubungnya"
...»---♡---«...
Richard menurunkan Eshal diatas ranjang yang berukuran king size itu. Begitupun dengan Alex yang meletakkan tubuh Leyna diranjang King size yang satunya.
"Apa Sean masih mengamuk?" Tanya Richard.
"Mengamuk?" Tanya Kean bingung.
"Aku tahu jika sekarang ini Sean tengah mengamuk didalam sana" jelas Richard.
"Dia masih belum tenang. Jika aku memaksanya untuk mengambil alih tubuhnya kembali itu akan sangat berbahaya. Aura yang di keluarkan Sean akan lebih besar lagi dari aura yang menguar saat ini" ujar Alex menjelaskan.
"Kau benar. Anak itu pasti sedang menggila disana. Kekuatanmu dengannya sama saja Al. Hanya saja, kekuatanmu terbatas karena segel yang menyegel kekuatan Sean. Setelah usianya dua puluh lima tahun segel itu akan terbuka dengan sendirinya" jelas Richard lalu ia menghela napas pelan. Percuma dia menjelaskan jika orang yang di jelaskan sedang tidak mendengar nya.
Saat ini Alex sedang menatap kosong ke arah Leyna. Tidak, melainkan ia tengah berusaha menenangkan Sean didalam sana.
'Hentikan bodoh! Apa kau tidak mendengar apa yang mereka jelaskan tadi!' maki Alex.
Sean yang dimaki lantas menatap tajam Alex. 'Beraninya kau memakiku' balasnya dingin.
'Kau memang bodoh. Pertama sudah membiarkan mate kita pergi! kedua kau menggila yang menyebabkan kekuatanmu keluar sangat besar! apa kau lupa jika sampai mereka tahu keberadaan kita, mereka pasti akan mengejar kita! jika aku tidak memaksa mengambil alih tubuhmu mereka pa..- Dan sekarang kau masih tetap menggila seperti ini!' kata Alex. Alex tidak bisa berkata-kata lagi.
...»---♡---«...
...T.B.C...
...Selamat HUT RI! Semoga Indonesia semakin Jaya! Merdeka! ...