
"TIDAK" teriak Alvian tiba-tiba.
Jlep
Uhuk
Semua orang yang ada disana menahan napas dengan mata terbelalak. Mareka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
...»---♡---«...
Sebuah tangan menancap pada tubuh itu diperut.
Uhuk
Darah terus keluar entah itu dari luka diperutnya maupun dari mulut dan hidungnya.
Di atas dari tempat ritual diadakan.
Seorang pria dan bawahannya menatap datar pada apa yang di lakukan pria itu.
"Va-vano" ucapnya terbata sambil memegangi tangan yang menembus kedalam tubuhnya itu.
Vano yang sadar akan kesalahannya terbelalak tak percaya.
"Kakak" ucap vano lirih bahkan hampir menyamai dengan bisikan.
"M-maaf...uhuk" ujar Alvian penuh penyesalan.
Ya orang yang terkena tusukan itu adalah Alvian. Kakak kembar Vano.
Saat semua orang tidak sadar dengan kilatan cahaya yang cepat itu, Vian langsung menyadari kalau cahaya tadi adalah adiknya vano yang mengincar Ratunya.
Sebelum cahaya itu sampai dan melukai sang Ratu yang baru terbangkitkan, Alvian langsung menjadikan tubuhnya sebagai tameng.
Semua orang diam tak bersuara sama sekali menyaksikan apa yang terjadi didepan mereka.
"Ma-maaf kan... Ka-kak... Vano" Tangan Vian yang satunya mengelus wajah adiknya. Di usapnya air mata itu dengan ibu jari yang bergetar.
Vano memegang tangan kakak nya yang berada di wajahnya. Air matanya terus keluar "Kakak... Kakak maafin Vano"
"Maafin Vano" ujar Vano menyesal.
Vian menggelengkan kepala nya pelan. "Tidak...Vano"
"Kamu... Tidak... Bersalah... Vano... Uhuk.. Kamu... Hanya sa-salah paham"
"Apa maksud kakak?" Tanya Vano tak paham.
Ugghhh... Haa.. Haa.. Haa
Vano mengeluarkan tangannya yang berada ditubuh kakaknya. Dengan cepat, Vano menahan tubuh kakak nya agar tidak terjatuh.
Naira yang menyaksikan apa yang terjadi pada Vian hanya menangis didekapan Kenzie.
Kenzie menuntun istrinya mendekat ke arah kakak beradik yang kembar namun tak identik.
Bruk
Alvian berlutut dihadapan Raja dan Ratu nya.
"Hamba Alvian Hemsworth, meminta maaf kepada My Lord dan My Queen, atas kesalahan yang hamba lakukan dimasa lalu. Terimakasih karena sudah memaafkan bawahan yang lancang ini. Tolong maafkan adik hamba. Dia hanya salah paham, yang bersalah dan membuat kekacauan disini adalah hamba. Hamba yang sudah melenyapkan Evelyn, mate adik hamba. Hamba digelapkan oleh obsesi untuk memiliki nya. Hamba sangat menyesal, selama hamba hidup, hamba hidup dalam penyasalan yang teramat dalam." ucap Vian sambil sedikit terbata, dia mengatakan semuanya sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
Naira menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Air matanya terus mengalir mendengar pengakuan Alvian Hemsworth yang merupakan tangan kanan suaminya yang selalu setia bersama suaminya.
"Kak Vian" Lirih Naira lalu memeluk Alvian yang masih setia berlutut.
Kenzie, Rafael dan Kean juga melakukan hal yang sama. Mereka bertiga ikut memeluk Alvian. Mereka sudah menganggap Alvian seperti keluarga mereka sendiri. Orang lain yang melihat pangeran, raja dan ratu yang memeluk seorang bawahan pasti merasa iri.
Air mata Alvian yang sedari tadi ia tahan, akhirnya keluar juga. "Aku berjanji, jika aku terlahir kembali, aku akan melindungi keturunan anda Lord, Queen dengan nyawaku sendiri. Aku janji" bisik Alvian.
"Kakak" lirih Vano yang tersadar dari rasa kagetnya. Jadi yang membunuh matenya bukanlah Lord?! Melainkan kakaknya sendiri?!
Mereka berempat melepaskan pelukannya. Dengan cepat Vano memeluk kakaknya.
"Maafkan kakak adikku. Aku sangat menyayangimu. Kembalilah pada mereka. Pada keluarga kita" lirih Alvian yang seperti bisikan. Setelah mengatakan itu, mata Alvian perlahan tertutup dengan rapat, dan hembusan napas Alvian perlahan berhenti.
Alvian Hemsworth, dia tertidur. Entah untuk selamanya atau hanya tertidur entah sampai kapan. Tak ada yang tahu.
Vano terus meraung dengan keras menyebut kakaknya. Dia meminta maaf dan terus mengguncang tubuh itu, seolah kakaknya akan membuka matanya lagi dan mengatakan kalau semua hanya candaan. Namun sayangnya, itu bukanlah candaan. Alvian Hemsworth, kakaknya benar-benar tertidur.
Naira menangis dipelukan Kenzie.
Kenzie terus memeluk istri nya dan pandangan matanya terus ter-arah pada saudara kembar itu yang tengah bersedih. Dia hanya menatap Alvian yang menutup mata dengan pandangan datar.
Sedangkan Rafael dan Kean, mereka hanya menundukkan kepalanya. Mereka tak menyangka, orang yang selalu mendampingi Kenzie telah pergi.
Hari yang seharusnya menjadi kebahagiaan mereka malah berganti menjadi hari kesedihan yang teramat dalam.
Tap
Pria yang terus menyaksikan kejadian sedih itu memutuskan untuk turun di ikuti bawahannya, Gerald.
Merasa ada orang asing, mereka yang ada di sana langsung terkesiap dan berjaga-jaga takutnya ke dua orang itu musuh dari raja dan ratu mereka.
Kenzie menatap pria itu, kemudian salah satu tangannya dia angkat keatas menandakan kalau mereka berdua bukan musuh.
Kenzie melepas pelukan istrinya perlahan karena istrinya sudah berhenti menangis.
Kenzie dan pria itu saling menatap tajam. Kenzie mendekati pria itu dan apa yang dia lakukan membuat semua orang terkejut. Kenzie berlutut dihadapan pria itu sambil menunduk hormat.
"Tuan?!" ujarnya pada pria itu. Dan perkataan Kenzie barusan lagi-lagi membuat semua orang terkejut.
Pria itu tersenyum saat Kenzie berlutut dihadapan dirinya. Dia membawa Kenzie berdiri kembali.
"Bagaimana keadaanmu? Aku baru saja terbangun?!" ucap pria itu.
"Aku baik-baik saja" jawab Kenzie dengan senyum tipis yang bahkan tak terlihat sama sekali jika tak di perhatikan lebih dekat.
Pria itu menatap semua orang yang ada disana dengan mata tajamnya.
"Aku Richard Alcander Lucifer, sahabat dari Kenzie Alexis Maximus " ucap nya memperkenalkan diri pada semuanya.
Lagi, mereka terkejut bukan main. Jika ada keturunan Lucifer yang masih hidup. Seharusnya keturunan murni klan Lucifer yang menjadi lord mereka, karena kekuatan dari keturunan Lucifer yang murni sangatlah kuat. Tapi kenapa dia baru saja terbangun dari tidur panjangnya? Entahlah, mereka tidak tau kenapa. Tertidurnya Richard masih menjadi misteri.
"Apa yang kalian pikirkan benar adanya. Seharusnya dia yang menjadi Lord kaum immortal, bukannya aku" ujar Kenzie dengan tegas saat mendengar apa yang mereka pikirkan.
Richard mendengus kasar saat Kenzie mengatakan itu. "Aku tidak menginginkan tahta itu, merepotkan" aku nya yang membuat semua orang menatap tak percaya. Merepotkan katanya?! Justru jika mereka menjadi Richard, mereka akan dengan senang hati menerima tahta itu.
Kenzie kembali berjalan menghampiri Naira.
Richard menatap ke bawah tepatnya pada saudara kembar itu lalu berkata dengan datar "Dia hanya pingsan bukan nya mati"
Vano yang mendengar itu lantas mendongakkan kepalanya. Vano menunduk lagi menatap wajah kakaknya yang masih terpejam. Di arahkan jari telunjuknya ke hidung kakaknya untuk memastikan apakah kakaknya masih bernapas apa tidak.
Vano memandang wajah kakaknya datar, lalu dengan cepat dia berdiri hingga membuat kepala Vian membentur lantai dengan keras. Sial aku ditipu. Batin Vano kesal.
Duk. "Aduh" adu Alvian saat kepalanya membentur lantai dengan keras.
Alvian lantas berdiri dengan senyum polos tanpa dosanya. Membuat semua orang melongo memandang Alvian yang baik-baik saja dihadapan mereka.
"Hehe april mop" katanya dengan senyum tanpa dosanya.
Semua orang memandang Alvian datar dan ingin sekali menghajar senyum tanpa dosanya itu.
Richard terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alvian kepada kembarannya Vano yang masih sama seperti dulu.
Vano berlutut dihadapan Kenzie dan Naira lalu dia berkata "Lord, Queen maafkan atas kesalahan hamba dulu. Seharusnya hamba mendengarkan penjelasan dari Lord terlebih dahulu dan izinkan hamba untuk membunuh kakak hamba"
Rafael dan Kean melakukan hal sama dengan yang di lakukan Vano "Yang Mulia izinkan kami untuk mencingcang tubuh nya" ucap mereka bersama membuat Alvian bergidik ngeri.
"Ku izinkan" jawab kenzie membuat Alvian melebarkan matanya tak percaya.
"Ampun yang mulia, maaf kan hamba. Hambaaahahahahahaha" ucapan Vian terpotong dengan tawanya.
Vano, Rafael dan Kean menggelitiki Alvian, hingga membuatnya geli dan tertawa sambil berguling agar mereka menghentikan aksinya. Kelakuan empat orang ini dilihat oleh beberapa orang yang ada disana yang beberapa adalah raja dari setiap klan.
Kenzie menatap istrinya lalu memeluk pinggangnya. Mereka bertatapan sejenak lalu tersenyum, setelah itu mengalihkan pandangan mereka yang tengah melakukan aksi konyol mereka
...T.B.C...
Vote, comment and follow me!
Thank you ^^