
Seorang pria menggunakan sebuah kacamata baca sedang menatap video yang diputar dilaptopnya.
Beberapa bulan yang lalu dikota lain terjadi berita besar yang menghebohkan satu negara.
Seorang pengusaha muda dari perusahaan F Group sudah menemukan adik kandung yang sudah dicari selama puluhan tahun. Keduanya dipertemukan pada sebuah acara wisuda disalah satu kampus dikota itu.
Bibir tipisnya mengembang dengan indah. Akhirnya dia sudah menemukan gadisnya! Presdir perusahaan F Group atau Frederick Group adalah Arga Frederick yang berhubungan baik dengan pemilik kampus Devender yang tak lain adalah pamannya sendiri, Rafael. Ternyata selama ini yang menyembunyikan gadisnya adalah Rafael Beckham Devender! Benar saja dia tidak bisa menemukan gadisnya dengan mudah selama bertahun-tahun. Ia melupakan fakta bahwa hanya raja fairy saja yang bisa melindungi seseorang dari kejauhan! Bukan ayahnya maupun Arthur yang menyembunyikan gadisnya. Tapi sikap mereka bertiga terlihat biasa saja. Apa lagi Rafael memang sedikit tertutup membuat pria itu mencurigai Rafael sebagai orang terakhir yang ia curigai.
"Aku akan membawamu kembali sayangku!" bisiknya dengan tatapan penuh kerinduan yang mendalam pada sosok gadis didalam video yang ia tonton.
"Ternyata kamu bukanlah seorang gadis biasa. Latar belakangmu sungguh tak terduga!"
Tok tok...
Pintu dibuka dari luar. Seorang pemuda berjalan masuk dan berhenti tak jauh dari pria tersebut. "Aku sudah menyiapkan mobilnya dan membawa beberapa hadiah yang kakak katakan tadi" ucapnya.
"Terimakasih Damian" kata pria itu. Ia melepas kacamata baca yang hanya sebagai hiasan saja diwajahnya yang tampan.
Saat Sean hendak memasang jas nya Damian berkata "Kak Sean ada yang ingin aku bicarakan"
"Katakan" balas Sean sambil memasang satu kancing jasnya bagian atas.
Sejenak Damian merasa ragu dan Sean bisa melihatnya.
"Apa yang kau ragukan? Sumpah kaisar tak bisa ditarik kembali! Jika kau meminta agar aku membiarkan pria itu tetap hidup, aku bisa dengan senang hati mengantarmu untuk menemaninya! Kecuali jika dia tidak bertindak diluar batas lagi, mungkin kaisar bisa mengampuninya."
"Jangan bicarakan mengenai masalah itu jika sedang berada dikantor. Tugasmu sekarang sebagai sekretaris pribadiku." kata Sean dengan dingin kemudian berjalan keluar meninggalkan Damian yang masih memikirkan kata-kata Sean.
Setelah Damian lulus sekolah, Sean mengangkat Damian sebagai sekretaris pribadinya. Mungkin Sean menaruh sedikit kepercayaan pada pemuda itu. Untuk Arion dan Gavin, mereka sudah memiliki bisnis masing-masing. Tanpa bantuan siapapun keduanya sudah bisa memimpin perusahaan Alcander. Sedangkan Damian lebih memilih bekerja ditempat lain. Ia tidak sudi bekerja ditempat orang yang sudah menyiksa dan membunuh ibunya. Meskipun dia juga salah satu pewaris keluarga Alcander.
"Semoga saja dia tidak akan bertindak lebih. Meskipun aku membenci mu, aku juga tidak bisa melihatmu mati mengenaskan ditangan kaisar" gumamnya. Damian pun langsung menyusul Sean.
Tanpa mereka sadari kejadian dari ramalan itu akan segera terjadi! Kehancuran akan segera dimulai!.
Mobil yang ditumpangi Sean dengan Damian sebagai supirnya melaju membelah jalanan yang tak terlalu ramai karena pada jam seperti ini orang-orang pasti sudah terlelap dialam mimpi.
»---♡---«
Leyna berjalan seorang diri menuju taman. Entah mengapa hati nya tidak merasa tenang. Ia seperti sedang menantikan dua hal, rasa bahagia dan ketakutan menjadi satu. Itu sebabnya Leyna memutuskan untuk keluar. Menunggu kakaknya yang belum juga kembali dari kantor.
Sesampainya ditaman, seperti biasa dirinya akan duduk digajebo ditengah taman bunga milik ibunya. Tak berapa lama ia mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya. Ia mendongakkan kepalanya, terlihat kakaknya sudah pulang.
Arga berjalan mendekati adiknya dengan tersenyum hangat "Apa yang kamu lakukan malam-malam disini Nana?" tanyanya ketika sudah sampai didepan adiknya.
"Aku menunggu kakak. Aku merasa akan ada kejadian buruk kak" ungkap Leyna sembari memeluk kakaknya. Arga pun membalas pelukan adiknya.
"Kakak akan menjagamu. Kamu jangan khawatir sayang"
"Sudah, ayo kita masuk. Angin malam tidak baik untuk kesehatan" kata Arga melepas pelukannya dan menggandeng tangan Leyna membawa adiknya masuk.
Saat mereka berjalan dengan Leyna berjalan dibelakang Arga, muncul seseorang berpakaian serba hitam. Dengan cepat sosok itu membawa Leyna menghilang.
"Nana! Kamu dimana? Jangan membuat kakak khawatir!" Teriak Damian.
"Kakak aku disini!" seru seorang gadis yang tiba-tiba muncul dibelakangnya dengan wajah nyengir tanpa merasa bersalah.
Melihat adiknya didepan matanya, Arga langsung memeluk adiknya dengan erat. "Kamu dari mana? Kenapa tiba-tiba menghilang? Kakak sangat mencemaskan kamu Nana!"
"Maaf kak. Tadi aku melihat kupu-kupu yang cantik! Aku ingin melihat kupu-kupu itu dari dekat, tapi kakak menggenggam terlalu erat. Makanya aku menggunakan teleport, tapi saat aku ditempat kupu-kupu itu, kupu-kupu nya sudah pergi" jelas Leyna.
"Lain kali jangan seperti itu! Kakak sangat mencemaskan kamu Nana! Kakak tidak ingin kehilangan kamu lagi!" tegur Arga yang diangguki oleh Leyna.
"Baik kak. Aku tidak akan melakukannya lagi"
Arga melepaskan pelukannya dan menatap Leyna "Janji?"
"Janji" balas Leyna sambil tersenyum manis.
Arga menghela napas lega. Mereka pun masuk kedalam.
Kembali pada Sean. Setelah mendapat kabar dimana keberadaan orang yang dicarinya, dengan segera ia memutar haluan. Mengejar pria itu lebih penting sekarang. Ia bisa menemui gadisnya lain kali.
...»---♡---«...
Paginya Arga membawa Leyna ketempat yang diinginkan adiknya itu. Meskipun ia enggan membawa adiknya ketempat itu, Arga terpaksa harus membawanya, jika tidak gadis itu akan mengganggunya setiap waktu.
"Kita pulang saja ya" Ajak Arga namun ditolak langsung. "Aku ingin berkunjung dulu kak. Kita suda sampai, tinggal masuk kedalam."
Arga menatap adiknya lamat. "Apa kamu merindukannya?" tanyanya dengan hati-hati.
"Tidak. Aku hanya ingin mengenang sedikit tentangnya ditempat ini sebelum aku pergi"
"Apa yang kamu ucapkan Nana! Kamu tidak akan pergi kemanapun! Kakak akan menjagamu! Kamu percaya sama kakak kan?!" tanpa sadar Arga berkata dengan keras. Ia tidak ingin kehilangan adiknya untuk yang kedua kali!.
Leyna tercengang dengan nada suara kakaknya. Ia tersenyum tipis, kakaknya sangat menjaganya. Ia sangat bersyukur memiliki keluarga seperti kakaknya itu.
"Ayo kita masuk" ajak Leyna memasuki mansion milik Kenzie.
Terlihat didalam tidak ada penerangan sama sekali. Mansion itu seperti terbengkalai.
"Akhirnya kalian datang juga!" Sebuah suara mengagetkan keduanya. Mereka berdua memiliki penglihatan dan pendengaran yang tajam, tapi mengapa mereka tidak menyadari jika dimansion itu ada orang lain.
Terlihat pria itu berdiri dilantai dua dengan menampilkan sebuah senyum menyeringai.
Dengan sekejab pria itu berada didepan Arga dan Leyna. Arga dengan cepat membawa adiknya kebelakang tubuhnya.
...»---♡---«...
...Tbc...