Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Kaisar Pilihan Alam



Dibawanya tubuh Leyna kepangkuannya dan dielusnya wajah yang sudah terlelap itu dengan lembut menggunakan tangannya yang berlumuran darah setelah menghabisi orang yang sudah berani menyentuh miliknya bahkan sampai merebut miliknya selamanya.


Kedua mata itu berwarna merah darah dan berwarna Emas menandakan jika tubuh itu dikuasai oleh dua jiwa, jiwa milik Sean dan Jiwa Alex.


malam yang sangat mencekam bagi seluruh makhluk. Bahkan para hewan yang berada disekitar tempat Sean berdiri lari tunggang langgang karena tekanan aura yang sangat kuat. Jika mereka tidak pergi menjauh maka nyawa mereka taruhannya.


"Diulang tahunku yang hampir ke 25 tahun, aku bertemu denganmu sebagai hadiah dari alam untuk mendampingiku berdiri melindungi alam ini. tapi, mengapa alam seakan tidak rela jika kau berdiri bersamaku. Alam kembali mengambilmu dariku dimalam ulang tahunku malam ini" bisiknya yang masih mampu didengar.


"Kamu tahu sayang? Aku berusaha mencari cara agar aku tidak lepas kendali malam ini, tapi seakan takdir tidak mengizinkan semua itu. Takdir merenggut mu dari ku dan membuatku lepas kendali. Jika saja Alex tidak berontak menghentikan ku, bisa kamu bayangkan aku bisa meratakan semuanya dengan sekali jentikan jari haha" lanjutnya sambil tersenyum miris.


"Bila aku tak menghentikan Sean tepat waktu, semuanya pasti akan berakhir dan alam pasti akan mengutuk kami berdua hahahaha" Timpal Alex.


Kedua mata itu menyala terang. Diangkatnya tubuh Leyna dalam dekapannya.


"Aku Sean Alexis Maximus siap mengemban menjadi Raja dari segala Raja diseluruh alam dan memerintahkan pada seluruh alam untuk mengembalikan belahan jiwaku melalui Reinkarnasi dengan darah seluruh klan immortal untuk mengalir ditubuhnya. Dengan bayaran membagi energi kehidupanku untuk menghidupkan kembali kekasih jiwaku yang telah kau renggut" Setelah Sean dan Alex mengucapkan kata-kata itu bersamaan, mereka memberikan darah yang sebelumnya mereka kumpulkan didalam mulut dan secara perlahan wajah itu mendekat dan menyentuh bibir pucat pasi milik Leyna untuk meminumkan darahnya.


Suara gemuruh petir menyahut bergantian seakan menerima perintah dari Raja baru yang dipilih oleh alam sendiri.


Bagai sihir, penampilan Sean berubah. Rambutnya berwarna perak memanjang dan bermata abu muda. Dengan simbol naga dikeningnya. Ia juga memakai pakaian kebesaran seorang raja berwana hitam dan ikat pinggang berbentuk naga dengan jubah bermotif naga berwarna hitam berkibar dengan angkuhnya.


...


...


Perlahan Sean menoleh kearah tubuh adik bungsunya. "Aku Sean Alexis Maximus Ku perintahkan kau Eshal Victoria Maximus untuk membuka matamu kembali" Ucapnya yang langsung disahuti oleh langit.


Alam seakan patuh pada Kaisar yang dipilihnya.


Ditatapnya wajah kekasihnya itu seketika wajah yang kotor penuh noda darah menghilang berganti wajah cantik pucat pasi. "Ku izinkan kau Leyna Jeslyn untuk membuka mata dan berdiri mendampingiku" Perintahnya lagi. Secara perlahan kedua mata itu kembali terbuka dan menunjukkan manik indah itu.


Sean tersenyum bahagia saat melihat mata itu kembali terbuka. Ia tidak peduli jika ia berbagi nyawa untuk belahan jiwa nya nyawanya akan terpakai duakali lipat. Yang ia inginkan hanyalah bisa hidup bersama dengan gadisnya. Hanya itu.


"Selamat datang kembali sayang" Sapanya sambil tersenyum konyol.


kening Leyna berkerut saat melihat wajah Sean di atasnya. "Tuan?!" ucapnya pelan.


Sean menggeleng pelan "Jangan panggil aku seperti itu sayang. Sekarang kamu milikku dan aku milikmu" koreksinya membuat Leyna mengernyit bingung.


"Kita akan segera menikah! Aku tidak menerima penolakan!" Tegasnya.


Mata Leyna membulat "Me-menikah?" baru saja ia terbangun dari tidurnya, apakah ia masih berada dialam mimpi?!.


Sean mengangguk mantap dengan senyum manisnya.


Sedangkan yang lain hanya diam menatap interaksi Sean kepada Leyna yang berbeda jauh dengan Sean sebelumnya. Bahkan Richard juga tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Sayang ada yang ingin aku katakan padamu"


"Aku bukan manusia" ujar Seansambil membelai wajah gadisnya.


Mata lentik itu berkedip lucu kemudian disusul dengan tawa renyah. "Hahaha bercanda kamu renyah" tawanya yang tidak lama karena Sean menatap tajam Leyna.


"Lalu jika kamu bukan manusia, lantas kamu siapa? hantu? hahahahaha" tawanya kembali meledak karena ia sangka bahwa pria itu sedang bercanda.


"Aku seorang immortal" potong Sean disela tawa Leyna.


Seketika tawa Leyna langsung hilang. Mata lentiknya berbinar takjub "Immortal? Apa kamu Vampir? Werewolf? Fairy? atau merman? Seperti yang aku baca di cerita novel yang aku pinjam? " tanya Leyna antusias ketika ia sadar bahwa penampilan Sean berubah drastis.


Sean bernafas lega kalau gadisnya tidak merasa takut terhadapnya. Ia kira Leyna akan berteriak histeris ketakutan dan akan menjauhinya. Tapi ternyata malah sebaliknya.


"Semuanya" Jawab Sean.


"Semua? aku tidak mengerti " Leyna mengernyit bingung.


Sean tersenyum kecil lalu ia menjelaskan semuanya tanpa ada yang ia sembunyikan. "Jadi aku mate kamu? Dan sekarang aku hidup kembali karena kamu membagi nyawamu kepadaku? " Tanya Leyna dengan mata berkaca-kaca.


"Mari kita pulang dan menyiapkan acara pernikahan kita"


"Apa aku sekarang bukan manusia lagi?" lirih Leyna sedikit sedih jika apa yang dipikirkannya benar.


"Maafkan aku yang egois ini. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu" balas Sean sendu.


Leyna memeluk leher Sean erat dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang calon suaminya itu. "Aku justru merasa bahagia karena aku tidak akan sendiri lagi" bisiknya yang masih didengar oleh Sean.


Sean tersenyum lembut lalu ia menatap keluarganya yang belum disadari oleh Leyna. "Mari pulang" setelah mengatakan hal itu Sean yang masih menggendong Leyna pun menghilang meninggalkan mereka.


"Aku tidak menyangka kak Kenzie akan memiliki menantu secepat ini" gumam Kean lalu menghilang diikuti Alvian kecuali Richard dan Eshal yang masih berdiri mematung.


Eshal menatap Richard dengan seksama. ia merasa tidak pernah bertemu dengan pria itu, tapi mengapa pria itu bisa mengenal keluarganya dan lagi yang membuatnya tidak menyangka bahwa pria itu adalah matenya!. diusianya yang terbilang masih sangat mudah sudah menemukan mate nya.


"Pulanglah" ujar Richard menyuruh Eshal.


"Nikmati masa sendirimu bersama dengan keluargamu sepuasmu. Setelah itu aku akan datang menjemput mu untuk pulang bersamaku. Sekarang pulanglah terlebih dahulu"


"Kamu tidak ingin membuat bundamu bersedih dengan tidak kembalinya dirimu, bukan? aku bisa saja langsung membawamu ke mansionku sekarang, tapi tidak aku lakukan karena aku tahu bahwa keluargamu masih membutuhkanmu dan segera temui kakak laki-laki mu" setelah selesai berbicara, Richard mengirim Eshal pulang menggunakan kekuatannya.


"Sabarlah sayang, aku akan segera menjemput mu setelah usiamu sudah cukup untuk bersanding denganku. Sekarang nikmatilah waktu yang masih ada untuk bersama dengan keluargamu" bisiknya kemudian menghilang.


...»---♡---«...


...T.B.C...