Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
Pria Idaman



Budayakan vote sebelum membaca. Ok😊


***


Setelah kejadian Naira yang hampir di lecehkan oleh para preman itu. Naira jadi tahu siapa Kenzie sebenarnya. Meskipun begitu Naira tetap merasa nyaman dan aman bila di dekat Kenzie bukannya merasa takut.


"Ku mohon jangan lakukan sesuatu pada nya. Dia hanya merasa iri pada ku. Kamu tahu kan alasannya?"


"Baiklah aku tidak akan macam macam padanya" putus Kenzie menuruti permintaan Naira agar tidak melakukan hal yang sama seperti para preman waktu itu.


Naira tersenyum manis ke Kenzie "terimakasih" ucapnya tulus.


Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain sampai akhirnya Naira sadar kalau mereka menjadi bahan tontonan.


"Aku pergi dulu" pamit Naira langsung meninggalkan Kenzie yang terus menatap Naira yang mulai menjauh.


...»---♡---«...


Di tempat lain.


Sesosok bayangan hitam sedang mengamati Naira dari kejauhan dengan senyum misterius nya.


Sosok itu menghilang sepeninggal Naira yang pergi meninggalkan taman untuk melapor pada raja nya.


Sosok tadi yang mengamati Naira melapor kalau Queen Immortal sudah di temukan.


Sang raja pun tersenyum penuh misteri. "Kerja bagus. Aku ingin kau segera membawa gadis itu pada ku" perintah nya.


"Baik tuan" jawab sosok tadi yang sebagai tangan kanan tuannya lalu menghilang menjalakan perintah raja nya.


"Kita akan bertemu lagi, Queen" gumamnya dengan senyum sinis.


...»---♡---«...


Naira sekarang berada di toilet guru untuk menenangkan emosinya yang siap meledak karena ucapan dari guru Clara.


Dalam diam nya Naira, ada seorang guru wanita paruh baya masuk kedalam toilet. Menghampiri Naira lalu menepuk pelan pundak Naira seraya berkata "Jangan dengarkan ucapan Ms. Clara, Ms. Efron"


"Dia memang orang nya begitu, suka mencari masalah dengan orang lain" lanjutnya


Naira hanya tersenyum "Entahlah bu. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi agar Ms Clara berhenti mengganggu saya" ucap Naira lemas.


"Apa saya berhenti saja. Agar dia tidak mengganggu saya?" Lanjutnya lesu.


"Jangan begitu! Justru jika kamu memilih berhenti dia akan merasa menang dengan apa yang di lakukan nya berhasil!"


"Benar juga. saya hanya akan berhenti mengajar jika saya sudah menikah nanti" katanya dengan wajah merona.


"Benarkah? Ngomong ngomong pria seperti apa yang menjadi kriteria pria kamu idamkan?" Tanya guru itu.


Siapa tahu kriteria pria yang di inginkan Naira sama dengan putra nya.


Dengan malu malu Naira mengatakan pria idamannya seperti apa "Dia harus tinggi dari ku, berambut hitam legam, bermata tajam dengan manik yang indah, hidungnya mancung, rahangnya tegas, suaranya berat, menerima ku dan keluarga ku apa ada nya, setia, sangat mencintai ku, selalu disisi ku untuk selalu menjaga ku, tidak pelit, tidak suka tebar pesona, baik, sopan, pekerjaan keras, bisa memasak,...." sampai terus begitulah Naira mengutarakan seperti apa pria idaman nya yang membuat guru paruh baya itu menganga dengan kriteria yang disebut kan oleh nya. Dan yang membuat guru paruh baya itu lebih menganga lagi "yang aku harapkan adalah pria yang selalu datang menghampiri ku di dalam mimpiku setiap harinya" membuat nya bingung.


Kriteria macam apa itu?! Gagal deh dapet mantu cantik, baik, plus cerdas ini. Batin guru itu kecewa karena putranya itu jauh dari kriteria pria idaman Naira.


"Mmm seperti nya saya ada jam. Saya duluan ya" pamit guru itu. Sebenarnya ia tidak ingin terlihat kecewa di hadapan Naira yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri. Ia kecewa karena kriteria pria idaman Naira tidak sama pada putranya yang akan ia jodohkan nanti. Bukan tidak sama tapi sedikit....entahlah.


Naira hanya diam melihat kepergian guru paruh baya itu. Naira melihat rasa kecewa di wajah yang keriput itu. Tapi Naira diam saja.


...»---♡---«...


Naira sedang menunggu Rafael kakak keduanya untuk menjemput Naira.


Kean? Dia sedang ada meeting jadi dia tidak bisa menjemput Naira.


Kenapa lama sekali? Apa kak Rafa tidak jadi menjemputku? Batin Naira.


Naira sudah mulai bosan menunggu kakaknya itu.


Awas saja nanti kalau tidak jadi menjemput Naira, ancam Naira dalam hati.


Pasalnya Naira sudah menghubungi Rafa dari tadi, tapi tidak di angkat. Kalau ngasih kabar sih gak papa tapi ini? Tidak bisa di hubungi sama sekali. Jengkel Naira.


"Lama sekali sih" gumam Naira.


Saat Naira ingin melangkah pulang sebuah mobil sport hitam legam berhenti di hadapan Naira yang membuat nya mengurungkan niatnya.


"Kenapa masih belum pulang?" Tanya Kenzie basa basi. Padahal dia sudah tahu apa yang ada di pikiran Naira.


Kenzie ingin terlihat seperti manusia pada umumnya. Jadi dia basa basi sedikit.


"Kak Rafa dari tadi nggak datang datang. Aku sudah menunggu nya dari tadi" ujar Naira kesal.


Kenzie tersenyum saat melihat Naira cemberut yang seperti ingin dicium saja.


"Kenapa tertawa"


"Tidak" kilah Kenzie.


"Bagaimana kalau aku mengantar mu pulang?" Tawar Kenzie.


"Tapi, kalau kakak nanti datang gimana?"


Kenzie menghela nafas "Akan ku hubungi dulu"


"Tidak akan di angkat"


Kenzie menaikkan alis nya sebelah "benarkah?" Tanya Kenzie.


Naira mengangguk "Aku sudah menghubungi dia puluhan kali tapi tidak di angkat"


Kenzie mulai kesal karena telfon nya tidak juga diangkat.


Sekali lagi kau tidak mengangkat telfon ku, siap-siap kepala mu yang ku penggal!. Ancam Kenzie pada Rafael melalui mindlink.


Dan yah...telfon nya langsung di angkat.


Kenzie melirik Naira dengan senyum menjengkelkan menurut Naira.


"Ada apa kak?" Tanya Rafael di seberang telfon.


"Kau ada di mana?" Ujar Kenzie pada intinya.


"Aku lagi meeting di restoran milikmu" jawab Rafa santai.


"Dan melupakan adik mu?" Lanjut Kenzie dingin.


Bisa bisa nya kau menjawab telfon ku se santai itu dasar adik durhaka! Minta di bunuh kau! Telah menelantarkan ratuku. Lanjut Kenzie lewat mindlink.


"Maaf. Aku benar benar lupa kak. Aku lupa kalau ada rapat." ujar Rafa. Dan aku juga lupa untuk memberitahu adik manis ku itu. Lanjut Rafael dalam hati.


'aku bisa mendengar nya!' timpal Kenzie.


"Ayo. Aku yang akan mengantarmu pulang" ujar Kenzie ke Naira setelah memutus telfon secara sepihak.


"Tapi..."


"Dia bilang sedang rapat sekarang, dan dia memintaku untuk mengantarmu pulang" potong Kenzie saat Naira mau menolak ajakannya.


Naira tahu kalau Kenzie bukan manusia. Saat Naira tanya ke Kenzie, apa Vampire dan makhluk semacamnya bisa membaca pikiran orang lain?. Dan Kenzie hanya menjawab dengan senyum menawan penuh misteri menurut Naira.


Naira menganggap kalau Kenzie tidak bisa membaca pikiran orang lain dan itu seperti apa yang Kenzie inginkan. Kenzie tidak ingin Naira tahu kalau ia bisa membaca pikiran dan bahkan bisa bicara melalui pikiran atau yang biasa makhluk immortal sebut mindlink.


"Ayo" ujar Kenzie lalu menarik tangan Naira dan membawa Naira memasuki mobil mewahnya.


Setelah memastikan Naira memakai sabuk pengaman dengan benar Kenzie berlari memutari mobil menuju kursi kemudi dan melajukan mobilnya ke rumah keluarga Efron.


Tanpa mereka sadari. Ralat, hanya Naira karena kenzie sudah menyadari nya.


Raihan menatap Kenzie dari kejauhan dengan tajam yang sedang menggandeng tangan Naira dan menuntunnya untuk masuk ke mobilnya.


"Aku akan mendapatkan mu Nai" gumamnya lirih tapi masih di dengar oleh Kenzie meskipun jarak mereka jauh.


Kau salah mencari musuh, bocah!. Pikir Kenzie dengan segala rencana jahatnya.


...»---♡---«...


...T.B.C...


...Jangan lupa Vote and Comment! ...


...Terimakasih :)...