Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
Mulai Terbangkitkan



Disebuah istanah yang megah tapi sangat menyeramkan. Duduklah seorang jendral besar di kursi kebesarannya. Menatap tajam pada pengawalnyanya, lebih tepatnya mata mata yang ia kirim untuk memastikan ibu dari calon mate tuannya baik baik saja.


"Jadi...si bodoh itu masih berusaha untuk membunuhnya?!" desisnya menggeram marah saat mata matanya selesai menyampaikan informasi yang ia dapat.


"Tapi dia tidak menyakiti Queen sama sekali, tuan. Dia bahkan memberikan Queen makan"


"Apa rencananya sebenarnya"


"Kami masih mencari tahu apa rencana nya tuan"


"Kapan red full moon terjadi?" tanyanya datar.


Mata-matanya menunduk hormat "Red full moon akan terjadi Besok, tuan ku" katanya. Lalu dia keluar setelah mendapat perintah untuk terus mengawasi pria yang mengincar ibu dari calon nyonyanya dimasa depan.


"Akan aku habisi kau jika sampai membunuhnya bahkan sedikit saja kau menyakitinya akan aku lenyapkan kau saat itu juga" desisnya setelah mata-matanya keluar dari ruangan tempatnya bekerja.


...»---♡---«...


"Apa Kenzie baik-baik saja?" pertanyaan Naira barusan seperti sebuah bom yang baru terlontar kearah mereka.


"Nai, apa kamu sudah mengetahui semuanya?" tanya Louis hati-hati.


Naira menoleh kearah ayahnya "Aku tidak begitu tahu ayah. Waktu aku diculik, penculik itu mengatakan hal yang sangat mustahil bagi manusia. Dunia immortal, raja immortal, vampire, Lucifer, dan yang lainnya telah ia katakan padaku. Dan bahkan jika seorang immortal yang telah menemukan mate nya tapi tidak melakukan penyatuan darah dan penyatuan mate, maka dia akan menerima hukuman yaitu tubuhnya akan tersiksa. Dan dia bilang kalau aku adalah mate dari king Immortal yang sekarang tengah sekarat selama setahun lebih karena ia tidak ingin menyakitiku. Dan orang itu adalah Kenzie" ujar Naira panjang lebar, menceritakan apa yang Vano ceritakan padanya diakhiri suara yang menyerupai sebuah bisikan.


Air mata Naira kembali menetes saat membayangkan Kenzie yang menahan siksaan ditubuhnya


Naira menatap Rafael "Katakan kalau itu bukan Kenzie kakak! Katakan kalau itu bukan DIA !" Teriak Naira sambil memukul dada bidang Rafael.


Rafael membawa Naira kepelukannya, berusaha menenangkan adik kesayangannya itu. Rafael yakin kalau Naira sudah percaya apa yang dikatakan Vano tentang makhluk immortal setelah ia melakukan kesalahan dengan membuat Naira langsung dalam gendongannya tanpa menghampirinya terlebih dahulu, karena Rafael tidak ingin sisi gelapnya menghabisi Vano saat itu juga.Rafael menahan sisi gelapnya sekuat mungkin agar Naira tidak terluka. Tapi bukannya itu bagus? Ia tidak perlu menjelaskan apa-apa ke Naira.


"Ssttt... Jangan menangis, kakak mohon" Rafael semakin mendekap Naira erat "Kenapa kakak tidak mengatakan kalau aku mate Kenzie! Kenapa kakak tidak mengatakan padaku kalau Kenzie itu sedang menahan siksa ditubuhnya selama itu! bukan malah mengatakan kalau Kenzie pindah keluar negri karena ada urusan. Kenapa kakak berbohong! Kenapa?!" ucap Naira lirih dipelukan Rafael dengan air mata yang masih mengalir.


"Maafin kakak Nai. Kakak tidak berdaya. Kakak tidak tahu, kakak ingin mengatakannya padamu, tapi Kak Kenzie, Lord meminta sendiri ke kakak agar tidak mengatakannya padamu atau dia akan menghancurkan seluruh klan jika kakak memberitahumu" sesal Rafael.


...»---♡---«...


Naira diam merenung dibalkon kamarnya memikirkan semua yang di katakan oleh kakaknya, Rafael.


Jadi selama ini, mimpi yang ia alami adalah masa lalunya?!.Batin Naira.


Ya! Naira harus berusaha mengingat!.batinnya lagi.


Kenapa Naira langsung percaya begitu saja, kalau makhluk seperti itu ada?


Karena Naira sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ia tiba-tiba ada digendongan Rafael. Dan yang paling penting, Naira mengikuti kata hatinya bukan otaknya. Karena saat mendengar perkataan pria itu, hatinya serasa diremas sesuatu.


Naira terus memaksakan otaknya untuk mengingat sampai Rafael dan Kean yang memang sedang memantau Naira meminta untuk berhenti mengingat. Karena akan berdampak besar pada tubuhnya sebelum bulan purnama merah besok. "Naira hentikan! Jangan memaksakan dirimu untuk mengingatnya. Kakak mohon Naira! berhenti mengingat! Kakak tidak ingin terjadi sesuatu padamu!" panik Rafael sambil menggoncang tubuh Naira. Tapi sama sekali tidak ada respon dari Naira.


Digendong nya Naira lalu diletakkan diatas tempat tidur.


Rafael menatap Kean sejenak lalu berujar "Kean bagaimana cara menyadarkan dia?!" teriaknya karena Naira sudah tidak sadarkan diri.


Kean yang ingin melakukan sesuatu pada Naira ia urungkan. Matanya membelalak lalu kepalanya menggeleng keras "TIDAK NAIRA! SADARLAH KEMBALI! JANGAN PAKSAKAN DIRIMU!" teriak Kean yang ikut mengguncang tubuh Naira pelan.


Rafael merasa kakinya seakan tidak tidak sanggup menahan beban tubuhnya. Tanpa ia sadari, air matanya keluar. Rafael tidak tahu bagaimana ia menyadarkan Naira yang saat ini sudah tidak sadarkan diri.


Mata indah itu tertutup rapat dan napas nya mulai melemah.


"Ada apa dengan Naira?" tanya Louis khawatir.


Sheila yang melihat putrinya terpejam dengan wajah yang berubah menjadi pucat pasi diam membeku.


Naira seperti mengalami kematian, tapi dia masih hidup. Atau bisa di bilang jika kaum manusia menganggap itu dengan sebutan koma.


Namun ini jauh lebih menyakitkan. Darah Fairy nya terus menekan darah manusianya sampai darah manusia itu hilang tak berbekas. Dan itu sangat menyakitkan.


Itu adalah efek bila kaum immortal yang terlahir kembali dan memaksakan untuk mengingat masa kehidupan sebelumnya sebelum waktunya.


Darah manusianya akan hilang dengan sendiri nya jika Naira sudah melakukan penyatuan darah dengan mate nya. Kenzie.


Louis memandang putrinya kaku, sedangkan Sheila menangis histeris melihat keadaan putrinya. Ia terus berteriak pada Kean dan Rafael, tapi mereka berdua tetap bungkam.


Mereka ber dua tidak tau harus berbuat apa, itu sebabnya mereka memilih bungkam.


...»---♡---«...


Semakin lama tubuh itu semakin lemah. Ia terus berteriak menahan sakit yang amat menyiksa ditubuhnya. Rasa sakit yang dialaminya berkali-kali lipat lebih menyakitkan dari biasanya.


Vian menatap tuannya sedih serta sesal yang nampak kentara dimatanya.


"Yang mulia harap bersabar karena besok gerhana bulan merah terjadi" ujarnya pada tuannya yang diikat dengan rantai.


Kenzie mendongakkan kepalanya menatap Alvian dengan sendu "Aku tahu. Dan besok malam setelah red full moon dan setelah melakukan ritual pertukaran darah selesai, semuanya akan berakhir?!!" katanya.


"Saya yakin King Rafa dan pangeran Kean akan membawa yang Queen tepat waktu, Lord" Vian tahu arti dari kata berakhir. Berakhir karena telah menyelesaikan ritual penyatuan darah, atau berakhir kerena gagal menyelesaikan ritual penyatuan darah. Jika Kezie sampai kenapa-napa, Vian tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri! Itu sumpah dari Alvian Hemsworth.


Kenzie yang mendengar penuturan tangan kanannya serta sahabatnya itu hanya tersenyum tipis dan bahkan tak terlihat jika ia sedang tersenyum. Kenzie menghela napas pelan lalu menutup kelopak matanya, menyembunyikan netra hitam kelam yang indah itu.


Alvian yang mengetahui tuannya menutup mata, ia memutuskan untuk keluar dan memberi ruang untuk Kenzie istirahat walau itu bukan istirahat yang sesungguhnya.


Alvian menunduk hormat pada Kenzie "Hamba permisi, My Lord" pamitnya lalu ia berjalan mundur dan membalik badannya ketika didepan pintu besi itu.


Namun, saat ia akan melangkah keluar tanpa sadar Kenzie menggumamkan sesuatu yang membuatnya merasa sangat bersalah dan menyesal dengan tindakan bodohnya dimasa lalu.


"Aku yakin, bahwa besok akan baik-baik saja. Dan aku akan mendapatkan Ratuku kembali. Bersabarlah sedikit lagi My Queen kita akan segera bersama lagi"


Setelah mendengar gumaman Kenzie, Alvian pun keluar dengan perasaan bersalah.


Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Naira di dunia manusia.


...»---♡---«...


...T.B.C...