
Pagi itu di dalam kastil, Vano keluar dari kamar kakaknya sambil tertawa geli lalu dengan cepat dia berlari dan bersembunyi.
Kean yang melihat tingkah Vano dari kejauhan terheran.
Tak lama kemudian terdengar suara Alvian yang membahana membuat burung-burung yang ada dihutan berterbangan. "Vano... dasar adik durhaka"
Kean hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah saudara kembar itu.
Kenzie dan Naira yang masih tidur lantas terbangun ketika Alvian berteriak.
Naira mendongak kan kepalanya menatap Kenzie yang juga sama tengah menatap nya. "Syukurlah dia tetap Vano yang sama" ujar Naira yang langsung dibalas dengan senyuman manis milik Kenzie.
Ditempat lain
Seorang pemuda berbadan tegap dengan wajah dingin nya berjalan menuju singgasana nya.
"Hormat kami yang mulia" ujar para prajurit serentak setelah pemuda itu duduk diatas singgasana.
"Bangunlah" titahnya.
"Apa yang terjadi selama aku tidak ada?!" tanya nya.
"Semua baik - baik saja selama yang mulia tidak ada disini" ujar salah satu prajurit.
Hening sejenak kemudian ada salah satu prajurit bertanya "Ampun yang mulia, apakah benar jika yang mulia ratu Naira sudah kembali?"
Rafael Louis Efron atau di dunia immortal dikenal sebagai Rafael Beckham Devender, raja kaum Fairy menatap prajurit itu dengan dingin. "Ya. Dia sudah kembali"
Semua orang tersenyum bahagia ketika lord mereka mengatakan jika yang mulia ratu mereka telah kembali.
"Adikku sudah kembali" bisiknya pelan namun bisa di dengar semua orang yang berada di ruangan itu.
Rafael mendongak kan kepalanya kemudian tanpa mereka sangka sang lord tersenyum manis dengan lebarnya dan juga memperlihatkan mata sipit berbentuk bulan sabit dengan manik sehitam malam menghias di matanya yang biasanya terlihat tajam dan dingin.
Perlahan rambutnya yang berwarna coklat berubah menjadi warna putih keperakan. Warna rambut kaum Fairy.
Rafael Beckham Devender dia juga sudah kembali menjadi diri nya yang dulu sebelum insiden itu terjadi. Menjadi raja yang ramah, murah senyum kepada rakyatnya. Rafael berubah menjadi dingin tak tersentuh setelah kepergian adiknya, keluarga kandung satu-satunya. Dan sekarang adiknya sudah kembali.
Hari itu klan Fairy bersuka cita atas kembali nya putri kerajaan Fairy dan juga kembalinya raja mereka yang dulu.
...»---♡---«...
Semua yang ada di meja makan terus menahan tawanya melihat wajah Alvian yang penuh dengan coretan kecuali Richard yang hanya tersenyum sangat tipis.
"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Kean sambil tersenyum geli.
Alvian hanya mendengus lalu menatap adiknya dengan tatapan membunuh.
Yang ditatap malah tidak merasa bersalah sedikit pun dan itu membuat Alvian makin kesal pada adiknya.
"Apa?" tanya Vano dengan polosnya.
"Hapus coretan ini dari wajahku. Apa kamu gila pakai spidol permanen diwajahku. Dasar adik durhaka kamu" sungut Alvian membuat semua orang tertawa.
"Oh itu permanen ya? Aku kira bukan" jelas Vano dengan polosnya.
"Kau..." Alvian tidak bisa berkata lagi saat semua orang menertawakan kepolosan Vano yang di buat buat. Kalau Rafael berada disana, dialah yang akan tertawa paling keras jika Alvian berhasil dijahili.
"Sudah! ayo kita makan dulu sebelum makanannya dingin" ujar Naira memberhentikan tawa mereka dan mereka pun makan dalam diam.
Setelah kejadian Alvian dan Vano itu. Dua hari kemudian Kenzie dan Naira melangsungkan pernikahan mereka secara besar-besaran dan tentunya dengan pengamanan yang sangat ketat.
Satu bulan kemudian mereka juga mengadakan pernikahan ulang didunia manusia dengan pernikahan tak kalah mewahnya seperti di dunia immortal.
...»---♡---«...
Saat ini Kenzie sedang duduk berhadapan dengan Richard di ruang kerja nya. "Kenapa kau bisa tertidur sebegitu lamanya?" tanya Kenzie.
Richard memandang Kenzie sebentar lalu kembali pada buku dipangkuannya. "Setelah pelantikan mu, aku memutuskan untuk tidur panjang. Aku ingin memastikan bahwa kau mamang layak disebut sebagai seorang Lord" ujar Richard berhenti sejenak dan menutup buku nya lalu meletakkan buku itu di meja.
"Tapi kau telah gagal" lanjut Richard sambil menatap tajam Kenzie. "Kau lebih mementingkan mate mu dari pada rakyatmu! Kau lebih memilih untuk membiarkan dirimu tersiksa demi mate mu dari pada berusaha untuk melindungi rakyat mu!" sejenak Richard berhenti bicara. Kenzie hanya diam menatap Richard, kenzie membenarkan perkataan Richard.
"Tapi kau bisa melindungi rakyat dan keluarga mu meski kau sedang tersiksa. Kau juga telah menyelamatkan mateku!?" bisik Richard di akhir kalimat nya.
Kenzie tersenyum tipis "Aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan. Aku lebih memilih diriku yang tersiksa dari pada menyiksa mateku, karena dia adalah kekuatanku yang sesungguhnya. Dia adalah pemilik jiwaku. Jika sampai kekuatan ku kenapa-kenapa, aku bukanlah aku yang sekarang, tanpanya aku tidak akan bisa bertahan sampai detik ini. Dia lah hidupku, jiwaku. Tanpanya aku akan mati bersama dengan nya"
"Kau masih ingat tentang ramalan itu?" tanya Richard setelah hening sejenak.
"Ya aku masih mengingatnya. Sangat mengingatnya" jawab Kenzie.
"Terimakasih karena masih mengingat ramalan itu" Kenzie diam menatap Richard yang tersenyum hangat padanya. "Aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri" ujar Kenzie.
"Aku sudah lelah dengan posisiku sekarang. Aku ingin kau segera mengambil kembali apa yang menjadi milikmu!?"
"Kau sudah tahu bukan, alasan kenapa aku memilih mu untuk menduduki tahta itu dan alasan kenapa aku memilih untuk tidur?!"
"Karena aku lahir dengan tidak sempurna, aku adalah sesosok Lucifer yang cacat! Karena kekuatanku tak terbangkitkan sepenuhnya! Dan aku tidak akan bisa mengendalikan dunia immortal agar tetap damai dengan kekuatan yang tidak sempurna itu dan lagi, kau memiliki beberapa darah dari setiap klan yang mengalir ditubuhmu kecuali darah klan Fairy."
"Itu sebabnya aku menunjukmu untuk menggantikan tempat ku sampai aku bersatu dengan mate ku nanti dan kekuatanku terbangkitkan sepenuhnya."
"Tapi jika kau ingin tetap disinggasana itu aku juga tak masalah, aku berkata dengan jujur kalau tahta itu sangat merepotkan bagiku hahahahaha"
"Tapi jika kau ingin mengembalikan tahta itu, kembalikan pada putra ku nanti" lanjut Richard.
"Ah tidak tidak. Aku juga tidak ingin membuat putraku sibuk mengurus kerajaan kuno yang sudah ketinggalan jaman ini. Aku ingin agar putraku nanti hidup normal seperti manusia biasa."
"Aku tidak percaya bahwa kau sekarang banyak bicara di banding kan kau yang dulu sebelum tertidur! Apa saja yang kau lakukan dalam tidurmu? Aku yakin kau benar benar tidak sepenuhnya tidur. Mungkin tubuhmu tertidur tapi tidak dengan jiwamu" ujar Kenzie setelah mendengarkan perkataan Richard yang seperti tidak ada habisnya.
"Hahaha kau benar kawan, aku tidak tidur sepenuhnya. Aku mengawasi kalian dan dunia manusia. Aku tidak mengerti jalan pikiran mu, kenapa kau lebih memilih bertindak konyol seperti itu. Aku beritahu padamu. Kau bisa mendapatkan matemu setelah dia baru dilahirkan kembali!?"
"Apa maksudmu?!" tanya Kenzie tidak mengerti.
"Hah... Ternyata kau tidak berkunjung ke mansion ku sama sekali setelah aku tertidur." ujar Richard pura pura sedih.
Richard memandang Kenzie dingin "Kau terlalu sibuk dengan urusan kerajaan sehingga melupakan temanmu ini" Kenzie hanya diam tak berniat untuk membalas sekata pun.
"Sebelum aku tidur aku meninggalkan pesan untukmu yang sudah aku ketahui masalah apa yang akan kau hadapi di masa depan"
"Bahkan aku juga sudah memberikan solusi bagaimana caranya agar kau bisa mengatasi masalah itu"
Richard menyeringai "Tapi karena kau terlalu fokus pada urusan kerajaan sampai kau tidak pernah datang ke mansion ku dan membuat dirimu repot sendiri"
"Apa isi surat itu?" tanya Kenzie.
"Datanglah ke mansion ku dan cari gulungan dengan tulisan tinta merah dari darahku disana. Aku akan pergi ke dunia manusia mempersiapkan segalanya agar aku bisa hidup selayaknya manusia biasa nanti bersama keluarga kecil ku" selesai mengatakan itu Richard pun menghilang dalam sekejap meninggalkan Kenzie dengan berbagai pertanyaan di kepala nya itu.
"Aku bukan tidak berkunjung ke mansion mu. Setelah kau memilih tidur, aku harus menghadapi berbagai peperangan yang terjadi, aku bertemu dengan seorang gadis yang sedang sekarat karena dia ikut berperang untuk membuktikan bahwa aku memang layak menggantikan mu yang saat itu kau sudah menghilang seperti ditelan bumi. Gadis itu putri kerajaan Fairy, mate ku sendiri. Dia di ambang kematian dan aku harus segera menyelamatkan mateku dengan mencari obat seorang diri. Setelah dia selamat, berbagai pemberontakan sana sini membuat fokusku terpecah karena aku juga harus melindungi mateku. Aku ingin mengunjungi mu tapi ada saja yang membuat ku tak bisa mengunjungi mu. Sampai saat salah satu orang kepercayaan ku membunuh mate ku dan aku di sibukkan lagi dengan melindungi rakyat ku dengan menghabisi para pemberontak." gumam Kenzie pelan kemudian ia menutup matanya. Mengenang masa lalunya yang penuh dengan rintangan membuat dirinya lelah. Semua rintangan yang dia alami membuat sesosok Kenzie yang polos menjadi kejam dan bengis demi membuktikan bahwa dirinya layak menjadi seorang raja dari seluruh raja didunia immortal.
Kenzie membuka matanya yang sudah bermanik merah darah dan sekelam malam. Rambutnya perlahan berubah menjadi coklat kemerahan. Jiwa kepemimpinan nya sedang mengombinasi sekarang.
"Tak ada gunanya aku mencari surat itu, karena sekarang semua nya sudah selesai. Tapi bukan masalah jika aku mencari surat itu sekarang, mungkin suatu hari nanti isi surat itu akan membantu"
...TBC...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ;)