Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Pertarungan Arga dan Richard!



Peringatan!


Terdapat bahasa kasar dan sedikit kekerasan!


Harap bijak dan jangan ditiru!


Terimakasih!


...»---♡---«...


Arga mengayunkan tangannya kedepan dengan cepat, seketika kekuatan angin keluar dan menerjang pria itu.


"Berani sekali kau menampakkan wajahmu padaku!" Desis Arga.


Pria tersebut bukannya kesakitan malah tertawa terbahak-bahak. "Aku tak menyangka kau masih kuat seperti dulu meskipun kekuatanmu berbeda. Tapi kau masih lebih lemah dariku!" ejeknya.


Arga hanya menatap dingin.


"Kenapa diam? Apa yang aku katakan memang benar?" lanjutnya diakhiri kekehan mengejek.


"Aku yang sekarang tidak lebih lemah darimu!"


Mendengar penuturan Arga, pria itu kembali tertawa dengan keras. "Hahahaha... Akhirnya kau mengakui jika dirimu lemah!"


"Apa kau tuli! Aku mengatakan jika diriku sekarang tidak lebih lemah darimu! Mungkin dulu aku lebih lemah darimu! Tapi dengan separuh kekuatanmu yang sudah diambil oleh kaisar, kau tidak lagi kuat seperti dulu Richard!"


Richard menggertakkan giginya karena mantan kakaknya dimasa lalu berani mengingatkan akan kekuatannya yang sudah dirampas secara paksa oleh kaisar.


Arga tersenyum miring dengan tatapan meremehkan.


Secara cepat Arga mengayunkan tangannya dan muncul angin kencang yang sangat panas menerpa tubuh Richard. "Aku tidak ingin berbicara omong kosong lagi dengan iblis sepertimu!"


Richard menghindar dari serangan Arga. Ia juga memberikan serangan balasan dengan melontarkan bola api berwarna biru menuju belakang Arga yakni dimana Leyna berdiri.


Muncul sebuah perisai yang terbuat dari tumbuhan. Api itu membakar perisai tersebut.


Melihat itu Richard kembali tertawa dengan keras "Hahaha... Kau lihat! Apiku bisa membakar perisaimu! Apiku lebih kuat dari tumbuhan milikmu, Derick!" ejeknya.


Wusss...


Arga mengarahkan tangannya kearah depan. Muncul sulur dari tangannya dengan cepat disertai angin yang sangat dingin mengelilingi sulur itu.


Richard mengeluarkan apinya kembali membalas.


Bumm...


Suara ledakan terdengar sangat keras hingga mengagetkan para penghuni hutan bahkan sampai ke kota.


"Arga!" gumam Rafael yang merasakan kekuatan milik Arga meledak. Segera ia mencari tahu dimana keberadaannya.


Uhuk...


"Aku pasti akan membunuhmu!" Desis Arga setelah memuntahkan seteguk darah segar.


Mansion yang berdiri dengan kokoh kini sudah hancur. Untung saja sebelum ledakan terjadi, Arga memberikan barrir untuk adiknya agar tetap terlindungi.


Sama halnya dengan yang dialami Arga, Richard juga muntah darah. Ia harus memakan lebih banyak energi agar kekuatan yang ia keluarkan berefek besar. Jika saja kaisar si*lan itu tidak mengambil kekuatan yang dimiliki tubuh bayangannya, ia bisa dengan mudah melenyapkan pria yang melindungi permaisuri.


Pertarungan mereka semakin sengit. Bagian hutan sudah hancur dan ada yang terbakar. Untung saja para hewan segera pergi dari area mansion agar mereka tetap selamat.


Bak buk bak buk..


Pukulan, hantaman juga tak luput dari pertarungan keduanya.


Tubuh Richard melayang diudara karena pukulan Arga yang sangat kuat kemudian dihantam Arga dari atas dengan cepat.


Brakk bummm...


Debu berhamburan menutupi area pertempuran.


Leyna hanya diam menyaksikan pertarungan itu.


Krak..


Suara patahan tulang terdengar mengerikan ditelinga disusul suara jeritan kesakitan.


"Br3ngs3k! Beraninya kau mematahkan tanganku si*lan!" Amuk Richard tak terima tangannya dipatahkan oleh Arga.


Jleb


Sebuah tanaman yang memiliki batang runcing yang keras muncul dari dalam tanah menembus lengan kanan Richard hingga terputus. Ia kembali berteriak.


"Tangan itu yang sudah membunuh ayahanda dan ibunda! Harus lenyap!" Desis Arga setelah itu ia melompat kebelakang.


"Aku akan membunuhmu!" Teriak Richard kemudian dengan secepat kilat ia menerjang Arga disertai dengan api yang menyelimuti tangannya.


Namun, sebelum Richard sampai didepan Arga, tubuhnya kembali terhempas.


Blar.. 


Api biru mengelilingi tubuh Richard. Ia kembali mengumpulkan kekuatannya ditangan kirinya, karena tangan kanannya sudah diputus oleh Arga. Setelah kekuatan itu besar dan kuat, ia lontarkan kearah Leyna.


Wussh....


Bagai ditiup angin, kekuatan yang dilontarkan Richard ke Leyna lenyap seketika sebelum menyentuhnya.


"Kau kira barrir yang kubuat hanya sebuah mainan?! Panas lawannya dingin! Barrir itu memiliki kekuatan panas yang setara dengan api milikmu, sehingga jika berbenturan tidak akan meledak seperti tadi! Kekuatanmu akan terserap pada barrir yang kubuat!" ejek Arga merendahkan.


"Aku pasti akan membunuhmu lagi!"


"Berhenti bicara omong kosong! Lakukan dengan segera! Aku tidak ingin meladeni iblis sepertimu!"


Dengan penuh amarah yang meluap, Richard menerjang Arga dengan cepat tapi dia kembali terlempar.


"Lagi!" seru Arga.


"Lagi!"


"Lagi!"


"Lagi!" kata Arga berulang seakan tengah mengejek Richard.


Berulang kali Richard berusaha menerjang tubuh Arga, tapi tetap saja ia kembali terpental.


"Kau tidak layak untuk menyentuhku!"


Richard menggertakkan giginya menahan sakit. "Aku mungkin tidak bisa menyentuhmu. Tapi pedangku bisa!" desisnya.


Tangan kirinya muncul sebilah pedang yang panjang dan besar. Ia arahkan pedang itu kearah Arga lalu pedang itu meluncur dengan kecepatan penuh.


"Kakak!" Teriak Leyna keluar dari barir yang dibuat Arga.


Jleb


Darah segar keluar dari luka dan bibir Leyna. "Kakak" bisiknya kemudian matanya tertutup rapat.


Begitu pulah dengan Arga yang mengeluarkan dari luka dan bibirnya. Ia tak percaya jika adiknya nekat maju untuk melindunginya. Tapi sayangnya, pedang itu juga menembus tubuhnya. Dalam posisi mereka, Leyna memeluk Arga dari depan sehingga pedang itu menembus  tepat dijantungnya dan pedang tersebut juga menghunus tubuh Arga.


"Nana" bisik Arga dengan air mata kesedihan yang mengalir. Arga memeluk tubuh adiknya yang sudah tidak bernapas lagi. Untuk yang kedua kalinya, dia merasa gagal untuk menjaga adiknya.


Arga tetap berusaha untuk mempertahankan kesadarannya agar tubuh mereka tidak ambruk menghantam tanah.


Richard yang melihat pemandangan didepannya merasa senang dan ia pun tertawa dengan sangat keras. "Hahahahaha.... Akhirnya! Akhirnya aku bisa membunuh permaisuri tanpa bertarung dengannya! Hahaha...."


Disaat Richard tengah tertawa ia tidak menyadari bahwa Arga menyerangnya secara diam-diam.


Boommm....


Suara ledakan terdengar sangat keras. Kini tubuh Richard terbaring tak berdaya diatas cekungan tanah yang disebabkan oleh ledakan barusan. Richard pingsan karena serangan terakhir Arga dan juga kehabisan energi.


Sulur muncul dari dalam tanah. Melilit tubuh Arga dan Leyna yang saling berpelukan dengan sebilah pedang yang menancap ditubuh mereka berdua. Sulur itu mengelilingi tubuh keduanya sebagai penyangga agar tubuh mereka tetap berdiri ketika Arga pingsan nanti.


"Nana" bisik Arga kemudian hilang kesadarannya. Tubuh mereka tetap berdiri. Jika kedua tubuh itu abruk, maka akan sangat berbahaya bagi keduanya, meskipun tubuh Leyna sudah tak bernyawa tapi akan sangat berbahaya bagi tubuh Arga yang kemungkinan kecil bisa terselamatkan nyawanya.


Rafael muncul di depan Arga dan Leyna. Ia menatap sedih dengan keadaan keduanya.


Tak lama Sean, Kenzie, Arthur dan lainnya muncul.


"Leyna!" Teriak Naira terbelalak.


"Kakak ipar!" teriak Zeline dan Eshal bersamaan


"Arga!" Seru Arthur terkejut melihat keadaan didepannya. Ia juga merasa sedih dan kasihan.


Begitupun dengan Kenzie, ia tak percaya, ternyata kasih sayang Arga sangat besar pada adiknya. Terbukti dari berapa energi yang ia habiskan untuk melindungi sang adik tercinta. Kenzie merasa terharu dengan kasih sayang seorang Arga Frederick. Begitupun dengan Leyna yang lebih mengorbankan nyawanya agar sang kakak selamat. Sungguh pemandangan yang mengharukan serta menyedihkan.


Sean melangkah mendekati tubuh Richard yang terbaring di cekungan. Ia menatap dingin pada tubuh itu.


Sean menutup kedua matanya.


Penampilan Sean berubah. Rambutnya berwarna putih keperakan dan memakai pakaian kebesarannya yang memiliki lambang naga. Ia kembali membuka matanya yang menampakkan pupil mata berwarna merah darah dan Emas bercampur menjadi satu.


Semua orang berlutut dihadapan kaisar agung, termasuk Li sang naga agung. Hanya Kenzie dan Naira yang tetap berdiri.


Sean melirik Arion, Gavin dan Damian kemudian berkata "Aku sudah pernah mengatakan pada kalian. Kaisar ini mungkin bisa mengampuni pria itu jika dia tidak melakukan tindakan lebih lagi! Tapi sayangnya, dia tetap keras kepala!" ia berhenti sejenak dan menatap kebawah tempat Richard pingsan.


"Kaisar ini akan tetap menjalankan sumpahnya! Kaisar akan menghukum Richard Alcander Lucifer dengan tangan kaisar sendiri!" lanjutnya dengan tegas dan penuh wibawa.


...»---♡---«...


...T. B. C...