Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Kediaman Frederick



"TIDAK MUNGKIN! DIA TIDAK MUNGKIN TERLAHIR KEMBALI! KAU PASTI BERBOHONG! KAU MENGAKU-AKU SAJA!" teriak Richard.


"Tidak peduli jika kau percaya atau tidak. Bukankah sosok yang kubuat sama persis dengan yang kubuat dulu meskipun dengan kekuatan yang berbeda." setelah itu Arga membawa Leyna ke kediaman Frederick dengan menggunakan teleportasi.


"TIDAK! SI*LAN! MUSUH TERBESARKU BERTAMBAH SATU LAGI. AKU HARUS MEMBUNUHNYA SEBELUM IA BERTAMBAH KUAT" teriak Richard frustasi kemudian menghilang.


»---♡---«


Mata mungil itu mengerjap. Ia sadar jika dirinya sudah berpindah tempat.


"Pelayan!" panggil Arga dan dengan segera kepala pelayan seorang pria paruh baya menghampirinya.


"Selamat datang kembali tuan" kepala pelayan memberi hormat sembari membungkukkan badannya.


Tanpa melihat kearah kepala pelayan Arga berkata "Siapkan kamar disebelah kamarku dan panggil semua pelayan untuk berkumpul, nanti malam aku akan mengenalkan seseorang pada kalian."


"Baik tuan"


"Pergilah." setelah mendapat perintah, kepala pelayan segera meaksanakan tugasnya karena kamar disamping kamar tuannya itu adalah kamar milik adiknya yang sudah disiapkan oleh kedua orangtua mereka.


Sembari membersihkan kamar tersebut, kepala pelayan tersenyum kecil. Dalam hati ia menebak, apakah gadis yang dibawa tuannya adalah nona dari keluarga Frederick yang sudah menghilang puluhan tahun itu?!.


Kepala pelayan kembali menghadap kepada tuan mudanya setelah selesai melaksanakan tugasnya.


"Tuan, kamar sudah siap"


Arga berdiri dari duduknya. "Nana ayo kita lihat kamarmu" ajaknya pada sang adik.


Leyna berdiri dan menghampiri kakaknya.


Keduanya menaiki lift bersama, tak lupa kepala pelayan juga ikut. Lift sampai dilantai tiga. Mereka keluar dari lift kemudian berjalan bersama diikuti kepala pelayan. Berjalan mengikuti lorong disayap sebelah kanan yang lumayan panjang.


Disayap sebelah kanan terdapat tiga kamar dengan ukuran kamar yang sangat luas. Tapi yang paling luas adalah kamar utama yang berada diujung lorong. Didepan kamar utama terdapat dua kamar. Pintu kedua kamar itu saling berhadapan. Kamar kedua adalah kamar Arga dulu saat masih kecil yang tentunya ketika kedua orangtuanya nasih hidup. Dua tahun kemudian setelah orangtuanya meninggal, Arga memutuskan untuk pindah kamar, menempati kamar kedua orangtuanya. Lalu memberikan kamarnya untuk ditempati Rafael, jika pria itu menginap dikediaman Frederick dan kamar yang satunya merupakan kamar yang pernah ditinggali oleh kedua orangtuanya saat kakek dan neneknya masih hidup. Kamar itu tentunya sudah sedikit dirubah menjadi lebih ceria dan anggun.


"Bagaimana? Kamu suka kamar ini Nana?" tanya Arga sesampainya dikamar yang ditempati.


Leyna melihat seluruh ruang kamar yang akan ia tempati. "Suka. Apakah papa dan mama yang menyiapkan kamar yang indah ini?"


"Benar. Sewaktu kamu masih didalam kandungan, papa dan mama sudah menyiapkan kamar ini untukmu, hanya saja mereka masih belum menentukan tema apa yang menjadi penghias kamar ini. Setelah mereka mengetahui jenis kelaminmu, papa dan mama melanjutkan merenovasi kamar ini menjadi seperti ini" Jelas Arga sambil mengingat kenangan ketika ia juga ikut membantu menghias kamar yang akan ditempati adik perempuannya.


Leyna menoleh kearah Arga "Apa aku boleh tinggal dikamar ini?"


Mendengar pertanyaan adiknya, Arga antas terkekeh gemas "Tentu saja sayang. Kamar ini disiapkan hanya untuk kamu" katanya sambil menyentuh pipi Leyna dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Tatapan yang diberikan Arga membuat hati Leyna bahagia. Keluarga satu-satunya menerima dia dengan terbuka, itu membuatnya terharu. Lantas Leyna memeluk pria jangkung itu "Terimakasih kakak. Aku menyayangi mu"


"Itu... Aku juga sangat menyayangi mu adikku" balas Arga juga membalas pelukan sang adik.


Kepala pelayan tersenyum tipis melihat pemandangan haru didepannya. Tebakannya ternyata benar. Beruntung sekali ia bisa melihat dan menyaksikan secara langsung dan yang pertama tahu identitas gadis itu.


Membungkukkan badannya memberi hormat kemudian kepala pelayan meninggalkan kamar itu, memberi kesempatan pada keduanya untk melepas rindu.


"Sedangkan disayap kiri. Di depan tangga terdapat ruang kerja lalu disampingnya sampai ujung lorong merupakan untuk bersantai. Ada tempat Spa, Salon, bioskop, Gym dan arena permainan. Dilantai dua hanya berisi kamar tamu dengan total ada sepuluh kamar tamu. Dilantai dasar terdapat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur serta kamar mandi. Lalu dibelakang mansion terdapat dua rumah untuk para pelayan dan para penjaga. Masih banyak lagi dikediaman ini. Kamu bisa berkeliling melihat lihat dengan kepala pelayan, pria yang tadi"


"Luas sekali"


"Ya. Keluarga Frederick dulunya keluarga terkaya nomor dua dikota ini sebelum keluarga Alcander muncul dan merebut posisi kedua. Tapi sepertinya keluarga kita akan kembali pada posisi kesemula lagi nantinya."


...»---♡---«...


Malam harinya Leyna sudah siap dengan gaun yang diberikan Arga. Dilemarinya penuh dengan pakaian yang akan dipakai Leyna. Bukan hanya pakaian saja. Berbagai macam sepatu, jam tangan, tas dan aksesoris lainnya menghias diruang ganti berlantai dua yang luas.


Tak lupa Leyna juga merias sedikit agar terlihat segar.


"Dek, kamu udah selesai? Kita makan yuk" Ajak Arga dari luar kamar.


Ceklek


"Aku sudah selesai. Aku juga sudah lapar" jawab Leyna sambil tersenyum manis.


"Wah... Adik kakak yang satu ini setiap hari terlihat sangat cantik! Sama seperti mama!" puji Arga yang melihat kecantikan alami adiknya itu.


Leyna terseyum sampai terlihat giginya yang rapi berwarna putih "Benarkah? Apa mama sangat cantik dulu?"


Arga mengangguk "Aku akan menunjukkan foto keluarga kita setelah makan" ucapnya sambil menggandeng tangan Leyna menuju lift.


Ting


Pintu lift terbuka. Terlihat kepala pelayan didalamnya. Melihat majikannya diluar lift kepala pelayan lantas keluar dari lift kemudian membungkuk hormat "Selamat malam tuan muda dan nona muda. Maaf saya terlambat datang, tadi dilantai bawah ada sedikit kekacauan"


Dahi Arga mengeryit "Kekacauan?"


"Benar tuan muda. Tapi saya sudah menyelesaikannya seperti biasa"


Mereka memasuki Lift bersama menuju lantai dasar.


Ting


Sesampainya dilantai dasar ketiganya berjalan menuju ruang makan. Di ruangan itu terdapat meja makan yang panjang dengan kursi sebanyak dua belas buah. Diruangan itu juga terdapat beberapa furniture mewah seperti lemari yang yang bisa berputar tiga ratus enam puluh derajat yang langsung menuju ruangan rahasia yang berisi tangga yang membawa ke ruang bawah tanah yang hanya diketahui anggota keluarga dan beberapa pekerja yang bisa dipercaya. Diruangan itu juga terdapat tempat bar kecil yang langsung terhubung ke dapur. Disamping bar terdapat pintu menuju dapur.


Arga duduk diujung meja makan, sedangkan Leyna duduj disebelah kiri. Di atas meja terdapat beberapa masakan mewah yang menggugah selera.


"Kenapa banyak sekali makanannya?"


"Kita makan yang kita inginkan, sedangkan nanti sisanya dimakan yang lainnya. Tenang saja, sisa makanan yang ku maksud adalah makanan yang masih belum disentuh. Sedangkan yang sudah dimakan akan diberikan ke ternak."


...»---♡---«...


...T. B. C...