
Didunia manusia.
Sudah enam tahun Leyna menjalani hidup seorang diri. Saat ini usia Leyna berjalan dua puluh satu tahun. Diumur yang ke dua puluh satu Leyna akan melangsungkan acara kelulusan S1 nya. Karena otak Leyna yang genius ia lebih cepat lompat kelas dan akhirnya lulus lebih cepat pula dan dia mengenyam pendidikan sampai setinggi itu dengan mendapat beasiswa menggunakan otaknya
Leyna sudah siap dengan gaun berwarna abu muda. Tak lupa wajahnya yang cantik alami ia rias sedemikian rupa hingga menampilkan sosok seperti seorang dewi yang turun kebumi, sangat cantik dan mempesona. Siapa pun yang menatapnya pasti akan terpesona dan jatuh hati padanya. Ia juga mengenakan anting yang sesuai dengan gaunnya dan mengenakan kalung berbandul kupu-kupu yang berhias dua berlian berwarna putih disetiap sayapnya. Tak lupa sebuah gelang dengan berbandul huruf A berwarna perak. Rambutnya ia gerai bergelombang dengan berhias bunga-bunga kecil yang masih segar dan yang pasti hidup berwarna putih, disertai beberapa mutiara berwarna putih juga. Dibalik liontin itu terdapat nama lengkapnya.
Segera Leyna menghilang dengan menggunakan teleportasi agar cepat sampai dikampusnya. Tepat dikamar mandi, seperti sebelum-sebelumnya ia akan langsung teleportasi ke dalam toilet wanita. Leyna keluar dari bilik toilet kemudian bercermin. Satu kata untuknya, Cantik!.
Segera ia melangkahkan kakinya yang memakai hils setinggi delapan senti menuju tempat wisudanya diadakan.
Acara kelulusan akan segera dimulai. Seluruh mahasiswa tingkat akhir sudah duduk ditempat yang sudah diatur sebelumnya. Begitupun dengan kursi untuk para orangtua atau wali. Semua teman-temannya membawa keluarganya, berbeda dengan Leyna yang hanya bisa menikmati acara kelulusannya seorang diri.
Telinganya yang tajam mendengar salah satu mahasiswi berkata "Katanya nanti akan ada tamu penting! Beliau merupakan pemilik kampus ternama dan presdir disalah satu perusahaan terbesar didunia akan menghadiri acara kelulusan kali ini!"
"Benarkah? Kira-kira pemimpin kampus dan presdir perusahaan mana yang akan datang?"
"Aku tidak tahu. Tapi dengar-dengar pemilik kampus dan tuan presdir masih sangat muda!"
Mendengar gosip itu, Leyna hanya acuh. Ia berdoa pada sang pencipta agar mendapat nilai sempurna dan yang pasti tertinggi! Karena dengan mendapatkan nilai tertinggi, ia pasti akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S2.
Yang ditunggu akhirnya sudah dimulai. Acara berjalan dengan lancar dan hikmat. Leyna berhasil mendapatkan nilai sempurna. Tetapi ketika pemberian penghargaan, tak ada yang mendampinginya. Dari awal acara wajahnya hanya berekspresi datar. Tak ada senyum diwajahnya. Tak heran semua orang mengenal Leyna sebagai gadis dingin.
Seusai acara selesai semua orang membubarkan diri. Ada juga yang masih menetap di aula hanya untuk melihat dua orang pria yang sangat tampan. Mereka bertingkah untuk mendapatkan perhatian dua orang itu. Tapi Leyna hanya asik dengan ponselnya. Sampai ia tidak sadar, dirinya sedang didekati oleh dua pria itu.
Seluruh wanita di aula histeris karena dua pria tampan itu. Sayangnya, mereka melewati para wanita itu.
Keduanya berhenti disamping Leyna yang masih fokus pada ponselnya. Perhatiannya teralihkan ketika mendengar suara orang berdehem. "Ehemm..." membuat Leyna menoleh ke asal suara itu.
Leyna berdiri dengan mata membulat. Ia mundur dua langkah menjauhi kedua pria itu. "Kamu!"
"Apa kabar Leyna?" tanya pria dengan setelan serba putih sekedar basa-basi.
"Aku baik-baik saja" jawab Leyna dengan dingin. Ingatannya kembali pada enam tahun yang lalu. Dimana ia diusir dari rumah itu! Meskipun ia tahu jika pria yang menyapanya tidak ikut andil dalam mengusirnya.
"Permisi" pamit Leyna kemudian pergi dari hadapan mereka.
"Apa kamu tidak berniat untuk kembali?!" tanya pria itu dengan suara yang keras sehingga semua orang yang sudah memperhatikan dari awal menjadi lebih memperhatikan Leyna. Dalam benak mereka, mereka bertanya-tanya, ada hubungan apa pria berpakaian serba putih itu dengan Leyna.
Langkah Leyna terhenti, ia menoleh sedikit kemudian berkata denhan dingin "Tidak! Dan tidak akan pernah!" setelahnya ia kembali melangkah.
Lagi-lagi Leyna berhenti melangkah, kali ini bukan pria itu, melainkan pria yang satunya dengan setelan pakaian serba hitam "Nona Leyna Jeslyn F!"
Tubuh Leyna membeku, bagaimana mungkin orang lain bisa mengetahui satu huruf dibelakang namanya!.
Pria itu mendekati Leyna yang masih berdiri ditempatnya. Semua orang dan seluruh kamera mengarah pada keduanya. Tayangan langsung kembali dinyalakan, seorang presdir muda dari perusahaan terbesar ketiga didunia menghampiri seorang gadis, sebelumnya presdir muda itu tidak pernah berhubungan dengan lawan jenis.
Ia amati wajah gadis itu lamat ketika berada didepan Leyna. Wajahnya hampir menyerupai wajah ibunya ketika masih muda, tapi kecantikan gadis didepannya lebih sempurna dari ibunya.
"Dari mana anda mengetahui nama lengkap saya, tuan Arga?!" tanya Leyna dingin tapi pria didepannya tidak menjawabnya.
Pandangan Arga turun ke tangan gadis di depannya. Terpasang sebuah gelang berbandul huruf A. Ia mengambil tangan kiri Leyna lalu menyentuh gelang berbandul huruf A itu dengan tangan gemetaran.
"Bisakah kamu melepas kalungmu itu? Ku mohon!" pintanya sambil menatap gadis didepannya dengan tatapan memohon.
Leyna yang tak mengerti dengan pria didepannya yang merupakan seorang presiden direktur disalah satu perusahaan terbesar didunia menghampirinya. Ia menuruti keinginan pria itu. Melepaskan kalungnya dan memberikan kalungnya pada pria didepannya dengan perasaan bingung.
Arga langsung melihat dibalik bandul kupu-kupu itu setelah Leyna memberikan kalungnya pada Arga. "Leyna Jeslyn F" gumamnya sambil berkaca-kaca. Nafasnya sedikit memburu serta jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
Arga menatap Leyna dengan penuh kerinduan lalu berkata memanggil gadis itu "Leyna Jeslyn F. Apakah itu benar nama aslimu?"
Dengan perasaan bingung Leyna mengangguk.
"Leyna Jeslyn Frederick! Aku menemukanmu!" ujar Arga menggenggam kalung itu kemudian memeluk Leyna penuh kerinduan. Arga yang selama ini terkenal dingin, sekarang menangis sambil memeluk seorang gadis. Sedari tadi saat ia sedang memberikan sekata dua kata sampai akhirnya mata tajamnya berhenti pada sebuah kalung di leher seorang gadis yang selama ini dekat dengannya. Ingin sekali Arga berlari dan memeluk gadis itu. Tapi Arga harus profesional. Jadi setelah acara selesai, Arga mendapat kesempatan untuk mendekati gadis itu.
Tubuh Leyna membeku. Apa huruf F dibelakang namanya adalah Frederick?! Selama ini ia hanya menggunakan nama depan dan tengah, ia tak pernah menggunakan nama belakangnya karena nama belakang Leyna hanya satu huruf yang tak diketahui kepanjangan dari huruf itu.
"Maafkan aku! Maafkan kakakmu ini adikku! Kakak sudah gagal menjagamu waktu itu!" sesal Arga dengan air mata yang terus mengalir keluar, dan itu semua disaksikan oleh semua orang di dalam aula! Bahkan disaksikan semua orang didunia.
Rasa haru membanjiri ruangan itu. Semua orang juga ikut meneteskan air matanya.
Sekali lagi Leyna dibuat terkejut. Mulai dari kedatangan Rafael, kemudian seorang presdir perusahaan besar menghampirinya dan mengaku sebagai kakak Leyna. Leyna tidak bisa berkata-kata lagi. Bibirnya seakan terkunci.
Arga mencium kening Leyna lembut, seakan tengah menyalurkan rasa rindu yang ia derita selama puluhan tahun. Air mata Arga menetes ke wajah Leyna dan membuat Leyna tersadar.
"Ka...kak?!" panggil Leyna ragu selepas Arga merenggangkan pelukannya dan menatap diri Leyna.
Arga mengangguk sambil tersenyum bahagia. "Ya! Kamu adikku yang sudah menghilang selama lebih dari dua puluh satu tahun yang lalu! Aku menghanyutkan kamu disungai yang gelap agar kamu tidak tertangkap dan dibunuh oleh mereka! Ketika kamu baru lahir selama satu hari! Tetapi aku gagal menemukan kamu" jelas Arga kemudian meletakkan kepalanya dibahu Leyna, ia kembali menangis terisak dalam diam.
"Itu berarti... Aku hilang sesaat setelah dilahirkan dan umurmu masih... " ucapan Leyna terpotong.
Arga menjawab dengan cepat sampai ia tak sadar bahwa Leyna masih belum selesai bicara "Lima tahun! Tahun itu dirumah sakit tempat kamu dilahirkan terjadi kebakaran yang disengaja. Aku yang sudah akan kembali dari menjagamu diruang inkubator ke ruangan mama dirawat, aku mendengar seseorang berencana untuk melenyapkan keluarga Frederick. Setelah aku mendengar perkataan mereka, aku langsung berlari ketempat kamu tidur lalu membawamu lari sejauh mungkin agar kita tidak ditemukan. Saat aku sudah berada diluar rumah sakit, lantai dimana kamu dan mama berada terbakar dan hampir menyebar kelantai yang lainnya."
Arga berhenti sejenak. "Aku terus berlari sambil menggendongmu sampai akhirnya aku tidak sadar telah berlari ketempat yang sepi, karena waktu itu sudah tengah malam dan orang-orang sudah tertidur. Aku terhenti dipinggiran sungai. Aku melihat sebuah perahu kecil disungai itu dan akhirnya aku menempatkan kamu didalam perahu itu kemudian membiarkan kamu pergi ditengah gelapnya sungai setelah memakaikan gelang yang kamu kenakan itu. Setelah memastikan kamu sudah tak terlihat, aku kembali berlari berlawanan dari sungai menghampiri para penculik yang mengejar kita. Aku tertangkap oleh mereka, tapi aku lega karena kamu pasti akan baik-baik saja! Saat aku tertangkap, ada seseorang yang menyelamatkan aku. Dia adalah bodyguard tuan Rafael. Aku akhirnya diselamatkan oleh dia."
"Dia juga membantuku mencari tahu apakah papa dan mama selamat atau tidak, dia berkata padaku jika semua orang yang terjebak dilantai itu meninggal. Termasuk kedua orang tua kita yang sudah meninggal diruang inkubator yang mungkin mencari kita" Arga menceritakan semua ingatan kelam yang ia simpan selama ini. Ia tidak peduli jika seluruh dunia mengetahuinya. Selama adiknya ditemukan, ia akan merasa beban yang ia rasakan berkurang. Meskipun Arga menceritakan semuanya, tetapi ada beberapa yang tidak ia ceritakan, kejadian ketika lengannya dipatahkn oleh salah satu penculik itu dan kejadian diluar akal. Kedua hal itu ia akan menyimpannya sendiri dan hanya Rafael seorang yang mengetahuinya.
Semua orang yang mendengar cerita kelam yang dialami seorang anak kecil juga ikut menangis.
Tanpa sadar air mata Leyna mengalir. Ia mengangkat kepala Arga dari atas bahunya. Leyna menatap pria itu dengan perasaan tak menentu. Antara bahagia dan marah. Bahagia karena ia masih memiliki keluarga dan kakaknya melindunginya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Marah karena kakaknya gagal menemukan dirinya.
"Aku terus mencarimu dengan meminta bantuan tuan Rafael. Tapi aku masih tidak dapat menemukanmu" Sesal Arga.
Leyna memeluk Arga dengan erat. Kemudian berbisik "Kakak. Ternyata aku tidak sendirian. Aku masih memiliki keluarga!"
Disisi Rafael, ia juga sangat terkejut menyaksikan haru biru pertemuan kakak adik itu yang sudah terpisah puluhan tahun! Ternyata gadis yang sedang ia jaga adalah adik dari orang yang pernah ia tolong. Itu sebabnya beberapa tahun yang lalu, Arga mengatakan bahwa dirinya merasakan perasaan yang berbeda pada gadis itu.
...T. B. C...