Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Pernikahan



Pernikahan dilaksanakan di istana dengan suka cita. Permaisuri akan diperkenalkan pada publik saat acara perayaan pernikahan di istana.


Rakyat ikut merayakan pernikahan kaisar tanpa melihat kasta dan kelompok klan mana.


Klan Lucifer disambut dengan baik setelah kaisar memberi pengumuman jika klan lucifer dinyatakan tidak bersalah.


Arga menatap adiknya yang dibalut gaun putih yang menjuntai dengan indahnya. Wajah cantiknya terlihat semakin cantik tak kalah dirias sedemikian rupa oleh kedua adik kaisar sendiri.


Senyum manis merekah dibibir ranum yang dipoles lipstik merah darah. Bisa dipastikan betapa bahagianya ia ketika sudah sah menjadi istri kaisar satu-satunya.


Arga pergi tanpa berkata. Ia memilih untuk beristirahat di mansion milik adiknya, Richard. Yang sekarang dihuni oleh Damian sebagai pemimpin baru disana.


Untuk Arion dan Gavin, mereka lebih memilih tinggal didunia manusia. Karena mereka sudah mendapatkan kembali ingatan mereka tentang kehidupan mereka sebelumnya. Berbeda dengan Damian yang mungkin baru menjalani kehidupan.


Sesekali Arion dan Gavin mengunjungi adiknya di mansion milik ayah mereka atau bisa dibilang, seseorang yang sudah membunuh mereka dikehidupan lalu. Tapi itu semua bukan kesalahan Richard sepenuhnya. Mereka berdua juga ikut andil dalam kekacauan waktu itu. Sebab itulah Arion dan Gavin jarang pergi kedunia immortal karena mereka pasti akan mengingat kejadian kelam tersebut. Keduanya juga tak menyangka jika sosok yang pernah mereka hancurkan dan yang membunuh mereka akan menjadi ayah keduanya dikehidupan mereka saat ini. Seakan takdir mempermainkan mereka.


Beberapa menit kemudian Arga sudah sampai dimansion milik Richard. Bangunan itu tetap sama dari waktu kewaktu, hanya ada sedikit perubahan saja dibeberapa tempat dan beberapa barang ada yang sudah modern. Seperti bioskop yang sudah dipasang oleh Richard.


Arga berjalan dengan santai. Disetiap jalur yang dia lewati mengingatkannya kembali pada beberapa ribu tahun silam. Ia bisa melihat dan mendengar beberapa kejadian dengan jelas saat dirinya mengunjungi sang adik.


"Kakak! Aku sangat merindukanmu" teriak Richard remaja menghampiri Arga yang berdiri kaku. Bibir Arga tersenyum kecil saat melihat ilusi yang dia buat ketika dirinya berkunjung kesana.


"Kakak juga merindukan mu adikku" gumam Arga dengan tangan yang menembus tubuh ilusi adiknya. Hatinya sangat sakit saat dirinya sudah tidak dapat menyentuh adiknya lagi.


"Ayo kak. Kita latihan bersama" Ajak Richard ilusi itu. Melangkahkan kakinya duluan menuju tempat dimana biasanya mereka berlatih bersama.


"Kak Derick, aku ingin tahu apa yang selalu kakak inginkan!"


"Kakak hanya ingin selalu bersamamu!"


"Benarkah?" tanya Richard ilusi memastikan dan dia menoleh kearah Arga.


Arga mengangguk lemah sebagai balasan.


"Aku senang sekali jika kakak berkata demikian! Aku juga ingin terus bersama dengan kakak! Tapi kita juga akan bertemu dengan mate kita dan akan menikah! Kita tidak mungkin bersama selalu! Apa lagi jika kematian sudah menyusul salah satu dari kita"


"Maskipun kematian menyusul salah satu diantara kita, kakak ingin setelah kematian akan tetap berada disamping kamu" lirih Arga menatap sendu tubuh ilusi adiknya yang transparan.


"Baiklah! Aku juga ingin makam kita nanti bersebelahan agar kakak selalu bersama dengan ku!"


"Aku mau menjadi putra kakak jika bereingkarnasi!"


"Aku janji!"


Perkataan terakhir membawanya ketempat dimana Richard dimakamkan tepat disebelah makam dirinya yang pernah hidup dikehidupan sebelumnya.


Semua percakapannya dengan Richard terus terngiang dalam benaknya.


Kakinya lemas tak bertenaga setelah sampai didepan makam sang adik. Ia berteriak sangat keras. Tangisannya terdengar pilu. Tempat yang sunyi dan sepi.


Setiap kali dia datang berkunjung semua pelayan dan prajurit disana akan pergi membiarkan kakak dari majikan mereka sendiri. Setiap kali Arga berkunjung, mereka pasti akan mendengar suara teriakan keras.


"Maaf... Maafkan kakak yang gagal menjagamu dengan baik. Maaf... Karena kakak tidak bisa mendidikmu dengan benar" lirih Arga setelah bisa menenangkan dirinya.


"Mengapa kau disini? Adikmu sedang mencarimu" ucap seseorang dari belakang Arga.


Arga kenal dengan suara ini. Tanpa balik badan dia sudah mengenalnya. "Untuk apa kaisar kemari? Apa kaisar membuntutiku?!"


Ya dia adalah kaisar.


Kaisar terkekeh mendengar perkataan yang terdengar sedikit kasar ditelinganya.


"Bisa dibilang begitu. Aku mengkhawatirkan kakak iparku, takutnya kakak iparku melakukan tindakan bo*doh"


Arga berdiri dari duduk bersimpuhnya didepan makam Richard.


"Jika kau hanya datang untuk mengejekku lebih baik pergilah!" usir Arga yang tidak suka dengan perkataan adik iparnya.


Sean tersenyum kecil. Mata tajamnya melirik dua gundukan tanah didepan.


"Apa kau tak merinding melihat makam mu sendiri?" ucap Sean menyeringai.


"Pergilah!" usir Arga mulai marah.


Sean kembali tersenyum kecil. Menggoda kakak iparnya sangat menyenangkan baginya. "Aku baru saja datang. Mengapa kakak ipar mengusirku?"


"Aku tak peduli! Pergilah!" ketus Arga yang masih membelakangi Sean.


"Baiklah. Aku akan pergi. Cepatlah kembali atau adikmu akan terus mencari keberadaan dirimu. Kau tidak mau bukan, jika adikmu tahu, kau sedang bersedih diacara bahagianya!" ucap Sean lalu membalik badan hendak pergi.


"Ah iya. Aku hampir lupa mengenai ini. Paman Richard memberi pesan untukmu. Dia bersedia menjadi putramu! Dan berhentilah bersedih serta menyalahkan diri sendiri!" setelah berkata demikian Sean menghilang, ia berteleport kembali ke istana. Meninggalkan Arga yang mematung karena perkataan nya.


"Itu artinya... " bibir Arga terangkat. Ia menunduk menatap gundukan dibawahnya. Kembali berjongkok dan menyentuh nisan adiknya. "Terimakasih karena kamu masih ingat. Aku akan menantikan kehadiranmu, adikku" gumam Arga dengan kebahagiaan yang sangat kentara. Kesedihannya langsung sirna seketika.


Namun dalam benaknya bertanya-tanya, apa yang diucapkan kaisar benar adanya? Bagaimana kaisar melakukannya? Bukankah jika seseorang sudah menjual jiwanya, maka dia tidak akan bisa terlahir kembali?!


Entahlah, Arga akan menanyakan hal itu pada kaisar nanti setelah acara selesai.


Arga pergi dari sana hendak ke kamarnya dimansion tersebut dan ternyata kamarnya selalu disegel oleh adiknya yang hanya bisa dimasuki olehnya dan juga Richard.


Di istana


Acara perayaan pernikahan dilaksanakan diaula kerajaan dengan mengundang para raja dan bangsawan.


Kaisar dan calon permaisuri masih belum datang. Para Raja dan para bangsawan membicarakan siapa calon permaisuri. Apakah dari salah satu kalangan klan. Apakah dari kaum bangsawan atau kaum biasa.


Para bangsawan berspekulasi jika calon permaisuri berasal dari kalangan biasa, sebab seluruh para bangsawan berkumpul di aula. Sedangkan para Raja sudah mengetahui siapa calon permaisuri dunia immortal. Mereka memiliki sedikit keraguan dihati dan pikiran mereka terhadap sang calon permaisuri.


Suara prajurit yang berjaga diluar berteriak dengan keras "Yang Mulia Kaisar dan calon Permaisuri memasuki ruangan"


Seluruh orang didalamnya terdiam menatap ke pintu besar yang terbuat dari emas murni.


Pintu terbuka lebar. Masuklah ketiga anak kecil. Dua laki-laki dan seorang gadis kecil ditengah mereka. Mereka adalah Zhuang Li Maximus sebelah kanan, Alea Frederick berada ditengah, dan Pietro Hemsworth Maximus disebelah kiri Alea.


Ketiganya memakai pakaian yang disiapkan secara khusus untuk acara hari ini. Alea memakai gaun sampai dibawah lutut berwarna merah muda dilengkapi dengan mahkota bunga berwarna senada pada rambutnya yang digerai.


Sedangkan Zhuang Li dan Pietro memakai pakaian bangsawan berwarna putih lengkap dengan mahkota kecil dikepala mereka.


Ketiganya berjalan bersamaan diikuti Kaisar dan calon permaisuri dibelakang mereka yang memakai pakaian kebesaran kaisar dan permaisuri berwarna merah.


Semua orang terpesona melihat penampilan Leyna yang sangat menawan ditambah dengan wajahnya yang cantik bagai dewi yang turun kebumi. Senyumannya terlihat begitu manis dan tulus. Sorot mata yang lembut tapi terkesan tajam. Bahkan para wanita didalam aula ikut terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Leyna. Dalam benak mereka, terselip kecemburuan terhadap calon permaisuri. Mereka berpikir bahwasannya mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kaisar meskipun hanya menjadi selir.


Dibelakang kaisar di ikuti Arga dan Liora yang memakai gaun berwarna biru langit serta Arga memakai pakaian bangsawan dengan warna yang senada.


Dibelakangnya lagi ada Li Shen dan Eshal yang memakai pakaian yang sama dengan Arga dan Liora. Lalu dibelakang sendiri Vano dan Zeline dengan pakaian yang sama juga. Ketiga pasangan itu berjalan dengan bergandengan bersama pasangan masing-masing.


Kaisar dan calon permaisuri duduk disinggasana yang sudah disiapkan. Ketiga pasangan itu duduk ditempat yang sudah disiapkan khusus untuk mereka dan anak mereka.


Semua tamu undangan menghadap kaisar lalu dengan serentak membungkuk hormat "Kami memberi salam pada Yang Mulia Kaisar sang matahari kaum immortal  dan Yang Mulia calon permaisuri, semoga kebahagiaan selalu bersama kalian"


Kaisar mengangguk "Bangunlah. Salam kalian kuterima" ucap kaisar dengan nada dingin dan tegas.


"Terimakasih atas kebaikan Yang Mulia"


"Kaisar ini ucapkan terimakasih pada kalian semua yang sudah hadir dalam acara perayaan pernikahan kaisar." ucap Kaisar sambil berdiri dan melihat kesegala penjuru.


"Kaisar akan mengenalkan istri sekaligus calon permaisuri kepada kalian semua" sambung kaisar lalu mengulurkan tangan pada permaisuri untuk bangun dari duduknya.


Permaisuri menyambut uluran tangan kaisar dan berdiri disamping kaisar. "Perkenalkan dia adalah istri sekaligus calon permaisuri kerajaan immortal. Dia yang akan menjadi pendamping kaisar satu-satunya yang merupakan mate kaisar sendiri" ucap Kaisar dengan lantang tanpa bisa diganggu gugat.


Permaisuri membungkuk sedikit dengan anggun sebagai balasan perkenalannya.


Kekuatan Sean yang menyelimuti Leyna lenyap, seketika diruangan itu berubah menjadi riuh karena calon permaisuri mereka adalah manusia biasa.


"Maaf Yang Mulia, kami tidak terima jika calon permaisuri kami adalah manusia biasa!" ucap salah satu bangsawan dengan lancang.


"Lancang!" Teriak Li yang sudah berdiri disamping Leyna untuk berjaga.


Bukannya takut, bangsawan itu yang bernama Rudolf Einspanner malah menantang Li karena ketidak sukaannya.


Li menjadi geram dengan keberanian Rudolf yang tak kenal takut. Dengan cepat dia mengacungkan sebilah pedang yang amat tajam ke arah Rudolf.


Leyna yang melihat itu lantas meminta Li untuk menurunkan pedangnya.


"Apa kalian meragukanku karena aku hanyalah manusia biasa?" ucap Leyna membuat aula menjadi sunyi kembali.


Leyna terseyum kecil lalu kembali berkata "Mungkin aku terlahir menjadi manusia biasa. Namun kalian tidak berhak meragukan kemampuanku" seketika kekuatan yang ditahan Leyna keluar dan menyebar ke seluruh ruangan.


Semua orang yang berada didalam aula kecuali keluarga kerajaan menahan napas dan berusaha untuk tetap berdiri tegak karena tekanan yang diberikan Leyna begitu kuat.


Kekuatan yang sangat mengerikan! Hampir setara dengan kekuatan kaisar! Atau bisa dibilang kekuatannya seimbang dengan milik kaisar!.


"Apakah sekarang kalian masih meragukan kemampuanku?!" ucap Leyna tajam menatap para bangsawan dengan pandangan dingin yang menusuk.


Semua bangsawan berlutut memohon ampun pada calon permaisuri mereka.


"Bangunlah. Aku tidak akan menyakiti orang yang tidak berbuat salah." titah Leyna yang langsung dituruti para bangsawan.


Bukan hanya nemiliki kecantikan mematikan bagai dewi, calon permaisuri kerajaan immortal juga memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.


Perayaan pernikahan digabungkan dengan pengangkatan permaisuri.


Setelah pengangkatan permaisuri berlangsung dengan lancar dilanjutkan dengan acara jamuan dan pesta dansa.


Hari Ketiga dilanjutkan dengan acara pertunjukan bakat para pangeran serta para bangsawan muda.


Hari ke empat dilanjut dengan pertunjukan bakat para putri raja dan putri bangsawan.


Hari kelima diisi dengan pemberian hadiah pernikahan dan hadiah kepada permaisuri baru. Dilanjut dengan pembagian hadiah bagi yang memenangkan penampilan bakat mereka.


...»---♡---«...


...Tamat!...


Terimakasih sudah membaca sampai selesai. Jangan lupa vote, ikuti saya dan hadiah dari kalian sebagai dukungan untuk saya agar tetap bisa berkarya.


Sekian