Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Rahasia Yang Terungkap



Tiba-tiba saja tubuh Sean terpental menjauh lalu menghantam tembok mansion dengan keras.


"Kak Sean!" teriak Leyna dengan mata berkaca-kaca.


Kenzie mengarahkan tangannya kearah Sean, lalu muncul lah barrir yang mengelilingi Sean, agar ia tidak bisa keluar.


...»---♡---«...


"Apa yang ayah lakukan! Keluarkan aku ayah!" teriak Sean sambil memukul barir buatan ayahnya.


"Kamu tidak akan bisa menghancurkan barrir itu Sean. Aku membuat barrir itu menggunakan darahku sendiri. Jika kamu menghancurkan barrirnya, kamu sama saja membunuh ayah" ucap Kenzie menyeringai.


Tubuh Sean membeku. Ia berhenti untuk menghancurkan barrir itu.


"Ikut denganku" ajak Kenzie menarik lengan Leyna kesebuah ruangan. Jika Kenzie tidak menarik lengannya, Kenzie bisa menebak jika gadis itu akan menghampiri putranya.


"Ayah mau membawanya kemana" teriak Sean geram. Ia tidak ingin kehilangan kekasihnya untuk yang kedua kalinya.


"Jangan berteriak! Atau ayah akan mengurungmu dipenjara bawah tanah nanti!" Ancam Kenzie yang kesal dengan teriakan putranya.


Setelah memasuki ruangan, Kenzie juga membuat barrir agar tak ada yang menguping pembicaraan mereka.


Leyna ketakutan dengan Kenzie. Pasalnya wajah tampan milik Kenzie tak ada ramah-ramahnya sama sekali.


"Duduk!" titah Kenzie yang dengan spontan langsung dituruti oleh Leyna.


"Kak Sean?" gumam Leyna.


"Dia baik-baik saja. Anak itu juga perlu diberikan pelajaran!" Geram Kenzie terhadap Sean yang begitu posesif pada mate nya.


"Nama kamu Leyna, bukan?" Tanya Kenzie mengalihkan perhatian.


Leyna mengangguk singkat.


"Berapa usiamu?"


"15 tahun" jawab Leyna pelan.


"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu" ucap Kenzie yang sadar bahwa calon menantunya takut padanya.


"Aku dulu juga memiliki kekasih yang bahkan masih balita. Aku menjaga dia dari kejauhan. Setelah dia cukup umur, aku datang padanya"


Leyna mendongak "Benarkah" tanyanya polos.


Kenzie tersenyum hangat. "Benar. Jika aku tidak menemuinya, Sean tidak akan ada didunia ini" katanya lalu tertawa pelan.


"Tapi takdir berkehendak lain. Aku harus berpisah dengan putraku, Sean. Dan istriku harus mendengar jika putranya tiada setelah dilahirkan" Kenzie menunduk sedih.


"Selama 25 tahun kami berpisah darinya. Aku memberikan perintah pada semua kaum untuk kembali ke dunia immortal bagi yang berada didunia manusia. Aku melakukan itu untuk melindungi putraku. Agar ia tetap hidup. Setelah semua makhluk immortal berada didunia immortal, aku menyegel pintu masuk antara dunia immortal ke dunia manusia. Karena aku menempatkan putraku didunia manusia bersama dengan Richard dan pangeran Arthur untuk menjaga dan melatihnya" jelas Kenzie panjang lebar.


"Kenapa harus berpisah?" tanya Leyna heran.


Kenzie tertawa sedih "Putraku memiliki darah dari seluruh makhluk, dan darahnya bisa membuat siapa saja yang meminumnya menjadi sangat kuat. Dan dia juga membawa malapetaka bagi kaum immortal. Itu sebabnya, kami menyembunyikan Sean didunia manusia agar bisa berlatih tanpa ada gangguan dan juga agar Sean bisa mengendalikan kekuatannya jika tidak Sean lah yang akan dikendalikan oleh kekuatannya sendiri."


"Benarkah? Jadi jika aku meminum darah kak Sean maka aku.. "


"Ya Leyna. Kamu setara dengan Sean. Tapi Sean bisa mengendalikan kamu jika kamu tidak bisa mengendalikan kekuatan besar yang ada ditubuhmu"


"Lalu jika aku terbunuh? Apa akan ada malapetaka yang akan menghampiri dunia immortal, tuan?" tanya Leyna hati-hati.


"Panggil aku ayah. Bukankah kamu calon menantuku?"


"Iya a-ayah" jawab Leyna kaku. Pasalnya ia sudah lama tidak pernah menyebut kata itu. Dan lagi, bagi Leyna, Kenzie masih terlihat sangat muda jika dianggil ayah.


Kenzie tersenyum hangat kemudian kembali melanjutkan ceritanya. "Jika kamu tiada, ayah tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin kehancuran seluruh makhluk?" katanya asal menebak.


Leyna terbelalak. Jika ia tiada maka seluruh kaum akan musnah! Terkecuali para manusia.


"Itu sebabnya, Sean sangat menjagamu, nak. Dan orang-orang yang datang dirumah itu juga akan menjagamu. Kami tidak tahu, siapa yang setia dan siapa yang akan berhianat nanti"


...»---♡---«...


Kenzie menghilangkan barrir nya. Sean berdiri dari duduknya lalu menghampiri kekasihnya.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Sean khawatir sambil melihat tubuh Leyna.


"Kamu kira ayah pria apaan heh?! Ayah tidak menyentuhnya."


Sean bernapas lega mendengar perkataan ayahnya.


"Sean, kamu harus menjaganya dengan sangat baik. Ingat! Dengan sangat baik! Mengerti!"


"Iya ayah"


...»---♡---«...


Keesokan harinya, Leyna berangkat sekolah diantar Sean dibarengi dengan rengekannya.


"Kak, kalau aku tidak mematuhi tugas yang diberikan oleh kakak osis, aku akan mendapatkan hukuman" rengeknya.


Sean berdecak "Jika ada yang berani menghukum kamu, nanti aku yang akan menghukum mereka!" ancamnya tidak peduli.


"Tapi kak"


Mobil berhenti karena lampu merah. Sean menatap Leyna dengan cepat  ia mengecup pipi Leyna.


Leyna spontan melihat kesamping tempat Sean berada sambil melotot.


"Kamu tenang saja. Nanti aku izinin kamu, kamu ikut aku ke ruanganku" putus Sean lalu menjalankan mobil.


"Tapi... "


"Tidak ada tapi-tapian sayang.  Lagi pula aku yang akan jadi wali kelas kamu. Aku dulu juga bilang sama kamu, kalau kamu langsung kelas 11 saja, tapi kamu bekerja sama dengan kedua gadis itu untuk memulai sekolah dari awal kelas 10" potong Sean. Leyna hanya bisa mengelus dada dengan sikap Sean yang begitu posesif padanya.


Tak berapa lama mobil berhenti diparkiran mobil khusus guru.


Leyna dibuat melotot lagi. Pipinya menggembung juga bibirnya manyun. Sangat menggemaskan bagi Sean.


"Jangan cemberut gitu dong sayang. Mereka tidak akan berani mengomentari kamu. Bukankah kamu punya dua bodyguard yang akan melindungi kamu" oceh Sean diakhiri dengan kekehan saat teringat dengan kedua adiknya yang  akan menjadi digarda depan saat matenya ini dalam bahaya.


Dengan sebal, Leyna keluar dan menutup pintu mobil  dengan sangat keras. Sedangkan Sean hanya tertawa geli didalam mobil. Sean berjalan ke ruangannya dengan wajah dinginnya.


Leyna sampai diaula, sudah banyak murid yang berkumpul di aula. Leyna menghampiri Zeline dam Eshal yang berada ditempat belakang sendiri. Dia bisa melihat mereka menyisakan tempat kosong di tengah mereka.


"Selamat pagi semua" Sapa Leyna dengan wajah lesu.


Zeline dan Eshal berdiri ketika Leyna datang. "Kakak ipar baik-baik saja kan?" ujar Eshal sambil memegang tangan Leyna.


"Kak Sean tidak menyakiti kamu kan?" sahut Zeline.


Leyna menatap mereka berdua "Aku baik-baik saja meskipun kak Sean melarangku untuk berjauhan darinya" jawabnya sambil duduk di ikuti oleh kedua bersaudara itu.


Pandangan mereka lurus ke podium, karena sebentar lagi acara penyambutan murid baru akan dimulai.


Dari tempat duduknya, Sean menatap Leyna, tak lupa tatapan tajam untuk kedua adiknya. Para murid perempuan merona merasa jika mereka tengah ditatap oleh guru tertampan menurut mereka.


Setelah selesai memberikan beberapa kata. Akhirnya acara dibubarkan. Mereka langsung diminta untuk ke kelas mereka masing-masing. Setiap tingkatan kelas memiliki 4 kelas, Kelas 10 A, 10 B, 10 C, dan 10 D. Begitupun juga dengan kelas 11 dan kelas 12 memiliki 4 kelas.


• Kelas A terdiri dari beberapa murid yang jenius atau nilai paling tinggi diatas rata-rata yang sudah ditentukan.


• Kelas B terdiri dari murid yang  berasal dari kalangan atas.


• Kelas C terdiri dari murid dengan nilai tinggi.


• Kelas D terdiri dari beberapa murid dengan nilai rata-rata.


...»---♡---«...


...T.B.C...