Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Darah Iblis



Peringatan!


Ada sedikit adegan 17+ dan bahasa kasar! Harap bijak dalam membaca!


Terimakasih.


...»---♡---«...


Api biru yang sangat panas diarahkan ke Naira yang terus mundur berusaha menghindar.


Aaaaarghhh....


Darah segar keluar dari bibir itu setelah mendapat serangan dari Leyna.


"Sean!" teriak Naira melihat putranya menjadikan tubuhnya sebagai perisai.


"Apa bunda baik-baik saja?" tanya Sean khawatir.


"Bunda baik-baik saja. Tapi Leyna tidak baik-baik saja, Sean! Sekarang kamu terluka karena melindungi bunda."


"Sean tidak apa bunda. Jangan mengkhawatirkan Sean. Sebaiknya bunda pergi kemansion paman Richard" setelah mengatakan itu, Sean mengirim Naira kerumah Richard menggunakan teleportasi.


"Ckck. Akhirnya pria b*jing*an datang juga. Kau yang sudah membuatku seperti ini dan kau juga yang membuatku tersiksa!" ujar Leyna dengan nada dingin penuh permusuhan.


Sean menatap tajam Leyna. Sebelum Leyna mengedipkan mata, Sean sudah berada didepannya. Mencekik leher jenjang gadis itu, meskipun tidak terlalu erat. Hanya menakut-nakuti saja.


"Aku tidak pernah mengajarimu berkata kasar, Leyna!. Berani sekali kau!" geram Sean dengan mata berkilat merah dan Emas, pertanda Alex juga ikut mengambil alih tubuh Sean.


Leyna menelan ludah kasar ketika matanya melihat bekas noda darah milik Sean dibibir pria itu.


Sean yang melihat pandangan Leyna kearah mana dan merasakan pergerakan kasar dileher leyna lantas menyeringai licik.


"Jika kamu berani berkata kasar lagi, aku akan menghukum kamu. Tak peduli kamu akan merasa tersiksa atau tidak! Aku juga tidak akan memberikan darahku padamu lagi!" ancam Sean agar Leyna tidak menjadi pribadi yang jahat. Sean hanya ingin gadisnya tetap sama seperti sebelumnya! Ramah, ceria, lembut dan polos secara bersamaan.


"Panas!" cicit Leyna, ia merasakan tenggorokan nya terasa sangat panas dari sebelumnya.


"Sebelumnya aku melarangmu untuk kembali bersekolah karena kamu masih belum bisa mengendalikan darahku, Leyna! Lihatlah sekarang keadaanmu! Aku melarangmu bukan karena kejam dengan mengurungmu ditempat ini! Semua itu kulakukan agar kamu tetap aman dan terkendali!" kata Sean dingin.


"Persetan dengan kau tidak mengizinkan aku keluar dari hutan ini. Setelah aku bebas, aku akan pergi meninggalkanmu!"


"Leyna Jeslyn! Sekali lagi kau mengatakan itu, aku akan membuat tubuhmu lumpuh! Kau tidak boleh pergi tanpa izin dariku" teriak Sean murka dan tanpa sadar ia mengeratkan cekikannya.


Leyna yang masih setengah manusia tidak bisa bernapas dan mulai kehabisan napas.


Sean tersadar saat melihat wajah Leyna memerah karena tidak bisa bernapas, akhirnya melepaskan cekikannya.


Leyna terbatuk dan dengan rakus bernapas mengisi paru-paru nya yang hampir kosong.


"Bunuh aku, sial*n! Bunuh aku!" Teriak Leyna.


Sean menatap tajam Leyna. Tangannya terulur kearah Leyna, dalam sekejap Leyna sudah diatas tempat tidur. Kedua tangan dan kakinya diborgol dengan sihir khusus, agar Leyna tidak bisa melepaskan diri.


"Lepaskan aku! Lebih baik kau membunuhku dari pada membuatku tersiksa!" teriak Leyna penuh amarah.


Tubuh Sean menegang, apakah ia sudah melakukan kesalahan dengan membangkitkan belahan jiwanya dari kematian? Sean tidak tahu jika bangkitnya darah Sean membuat gadisnya tersiksa.


Mata tajam itu mulai meredup. Tubuh Sean meluruh kebawah. "Aaargh...—" Teriak Sean sambil menjambak rambutnya. Suara burung berhamburan dan hewan lainnya juga menghindar karena teriakan mengerikan milik Sean.


Leyna terdiam melihat Sean yang tak berdaya. Ia melihat Sean memejamkan matanya dan deru napasnya terdengar kasar. Terlihat darah keluar dari kedua matanya, saat ini Sean benar-benar marah dan bersedih.


Mata tajam Sean berkilat merah darah terbuka menatap tubuh Leyna yang terbaring diatas tempat tidur. Sean berdiri kemudian berjalan pelan mendekati ranjang dengan tatapan predator yang siap menerkam mangsanya.


Leyna meringsut takut dengan perilaku Sean yang sangat berbeda! Dikening Sean muncul gambar seekor naga dengan bulan sabit dikening naga itu yang melilit sebuah pedang.


Samar Leyna melihat penampakan seekor naga raksasa yang melilit tubuh Sean. Semakin membuat Sean tampak mengerikan.


Sean mencengkram dagu Leyna. Lalu berkata dengan aura pemimpin yang sangat agung, perkataannya seakan tak terbantahkan. "Dengarkan aku, Leyna Jeslyn! Apapun yang terjadi aku tidak akan membuatmu pergi meninggalkanku! Jika kamu mati, maka aku akan menghancurkan seluruh makhluk immortal kemudian aku!" suara petir terdengar bersahutan dengan sangat keras, seakan alam mendengar perkataannya adalah sebuah perintah mutlak.


Dihutan tak jauh dari Mansion. Kenzie dan yang lainnya menyaksikan perubahan alam yang secara tiba-tiba gelap diikuti suara petir saling bersahutan. Mereka teringat kembali saat setelah putra mahkota yang merupakan calon kaisar lahir. Peristiwa alam itu terulang kembali. Seakan kaisar sejati telah dibangkitkan.


"Lihat diatas mansion!" teriak Damian saat ia melihat sosok hewan raksasa sedang berputar diatas mansion.


(absen dulu 😅)


"Naga?!" gumam mereka.


Richard mengirim mindlink ke Kenzie 'Mungkinkah Sean seorang Kaisar Naga yang hanya terlahir seratus ribu tahun sekali?!'


'Yang kau katakan benar. Aku sendiri setelah mencaritahu fakta seorang kaisar yang dipilih sendiri oleh alam masih belum terlalu percaya jika kaisar yang dipilih alam merupakan kaisar naga!' balas Kenzie.


'Sekarang kita menyaksikan secara langsung! Kaisar naga bukan hanya sebuah legenda!' timpal Richard.


Suara ledakan dari mansion. Ledakan besar itu membuat seluruh mansion hancur berkeping-keping. Bahkan tanah ikut terguncang.


Kepulan debu yang tebal menghalangi penglihatan mereka.


Boom...


Sebuah kekuatan mengarah pada mereka, tapi untungnya mereka tidak terluka karena barrir yang dibuat Sean sangat kuat.


Dalam hati mereka bersyukur karena tidak mencoba untuk menghilangkan barrir yang dibuat Sean. Jika tidak, mereka bisa dipastikan akan hangus menjadi abu!.


"Mereka bertarung!" Seru Damian. Penglihatan serigalanya sangat tajam meskipun debu masih tebal disekitar mansion.


"Jika kau tidak membunuhku, maka aku akan membuatmu membunuhku!" teriak Leyna membahana sambil mengarahkan kekuayannya menyerang Sean.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mati, Leyna! Serahkan dirimu padaku!" balas Sean.


Pertarungan mereka semakin sengit dan mematikan. Sean harus membuat Leyna kehabisan tenaga, setelahnya ia bisa mengendalikan Leyna.


"Cepat hentikan mereka hiks..." kata Naira yang menangis dipelukan Kenzie.


"Kita tidak bisa menghentikan mereka. Bahkan kita juga tidak bisa masuk kedalam sana" jawab Kenzie.


"Tenanglah. Sean hanya mengulur waktu! Setelah beberapa saat nanti, Sean pasti bisa mengendalikan Leyna" ujar Richard yang paling mengerti Sean.


"Menjadi permaisuri sang kaisar tidak lah mudah! Permaisuri harus sama kuatnya dengan kaisar agar mampu mengimbangi kaisar dalam memimpin." lanjut Richard.


"Saat ini pikiran Leyna dikendalikan oleh darah iblis milik Sean. Setelah Sean menundukkan darah iblis ditubuh Leyna, maka Leyna dapat mengendalikan kekuatannya. Dan dia juga bukan manusia lagi!" lanjutnya.


Arion bergidik ngeri. Ia sudah ngeri melihat buasnya Leyna menyerang Sean dan sekarang ditambah dengan penjelasan Richard. Arion bersyukur karena tidak mengusik Leyna terlalu jauh dan untungnya gadis itu waktu ia dekati juga sangat polos.


Sean menatap sekilas sosok naga raksasa dengan sisik emas hitam mengkilat, seakan ia memiliki ikatan dengan naga itu. Melihat Leyna yang mulai lengah, Sean memerintahkan naga itu untuk melilit tubuh Leyna. "Lilit dia!"


Sang naga mematuhi perintah Sean. Didalam lilitan naga, Leyna memberontak berusaha melepaskan diri. Tapi lilitan dari naga sangat kuat bahkan ia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya, seolah ia terkunci didalamnya.


Sean terbang mendekati Leyna yang didalam lilitan naga. Diangkatnya dagu Leyna. "Kau hanya setetes darah iblis! Beraninya kau tidak patuh dan menyerang pemilikmu!" desisnya.


Leyna hanya diam menatap dengan tatapan membunuh kearah Sean.


"Aku Sean Alexis Maximus kaisar naga pilihan alam, memerintakan kau darah iblis dalam tubuh belahan jiwaku untuk tunduk padaku! Jika tidak, aku akan menyegelmu selamanya sampai maut menjemput!" petir kembali bersahutan mendukung kaisar untuk menundukkan darah iblis yang mengalir ditubuh Leyna.


Sean menggigit bibir bawahnya hingga mengeluarkan darah. Setelah darah itu terkumpul dimulutnya, Sean memajukan kepalanya. Menempelkan bibirnya dengan bibir Leyna, Sean membuka paksa mulut Leyna. Setelah terbuka, Sean langsung memindahkan darah yang berada di mulutnya ke mulut Leyna dan darah itu sudah ditelan habis oleh Leyna. Bahkan Leyna dengan berani menggigit lidah Sean yang berada didalam mulutnya hungga berdarah kemudian menyecap habis sampai luka dilidah Sean menutup.


Diluar Barrir Kenzie menutup mata Naira meskipun yang ia saksikan putra dan calon menantunya sendiri. Tapi Kenzie tidak ingin menodai mata istrinya.


Sama halnya dengan Eshal dan Zeline, mata mereka ditutup oleh Richard dan Vano, mate mereka. Richard maupun Vano juga tidak ingin mata suci mereka ternodai dan tidak akan membuat kedua gadis itu polos lagi.


Arion, Gavin dan Damian memilih menoleh kearah lain karena mereka masih remaja tak ingin menodai mata mereka.


Sean melepaskan tautan bibir mereka. Leyna menatap Sean lemas tak bertenaga. Mata Leyna kembali berwarna hijau za. Zamrud dan emas, tidak ada lagi perpaduan warna merah. Darah iblis Leyna sudah dikendalikan oleh Sean.


"Kak Sean" bisik Leyna sebelum akhirnya pingsan yang masih didalam lilitan naga.


Naga itu melepaskan lilitannya dan menyerahkan tubuh Leyna ke Sean.


Sean membawa Leyna kedalam gendongannya bridal style. Ia menatap naga didepannya. "Mengapa kamu masih disini?" tanyanya heran.


...T.B.C...