Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Amarah Alex



•Sean Pov•


Setelah kepergian gadis kecil itu. Aku selalu melatih kekuatan tubuhku maupun kekuatan spiritualku ditempat yang sudah dirancang sedetail dan sekuat mungkin oleh paman Richard agar kekuatanku tidak dapat menembus keluar.


Setiap kali bayangan gadis kecil itu terlintas, aku akan selalu menghabiskan waktuku dengan bekerja dan berlatih tanpa henti agar keinginan untuk membawanya kembali tidak bertambah besar.


Aku tidak pernah melihat paman Richard setelah kepergian mateku dan mate Alex. Entah kemana ia pergi.


'Aku sangat merindukan gadis kecil kita, sean' ujar Alex.


'Kamu kira aku mati-matian kerja dan berlatih itu untuk apa? Hartaku sudah banyak bahkan bisa sampai tujuh turunan masih banyak' balasku kesal dan dengan sedikit sombong.


'Cih... Sombong sekali kau' umpat Alex.


'Bukan sombong, Al. Aku hanya berbicara sesuai fakta' sahutku membenarkan.


'Terserah. Kapan aku akan mengambil alih tubuhmu saat kita keluar dari rumah ini?' ujar Alex.


'Belum saatnya, Al! Jika kita terlalu buru-buru, yang ada nanti akan kacau. Kamu tidak mau bukan? jika mate kita terluka! Paman Richard mengirim mate kita pergi agar dia aman' balasku memberikan Alex pengertian.


'Aku sudah tidak sabar untuk mengambil alih tubuhmu'


'Aku tahu, Al. Tapi kita harus bersabar dahulu. Dan kita tidak boleh sampai terpancing sampai usiaku menginjak dua puluh lima tahun. Sebentar lagi penantian kita akan berakhir'


...»---♡---«...


Di dunia immortal


Seorang gadis berjalan menelusuri lorong mansion dengan pencahayaan yang remang-remang. 'Kenapa firasatku tiba-tiba tidak enak begini?' gumamnya dalam hati tapi ia tepis dan terus berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Eshal membersihkan wajah, tangan serta kaki nya kemudian ia keluar dan mengambil pakaian ganti lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mengganti pakaian, Eshal berjalan ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang Queen size yang berada di tengah kamar yang luas itu.


Tak berapa lama Eshal sudah terlelap ke alam mimpi tanpa mengetahui bahwa ia sedang di intai sedari tadi oleh seseorang didalam kamarnya dengan tubuh dan aroma yang sudah disamarkan sehingga siapapun tidak akan ada yang bisa menemukan nya.


...»---♡---«...


Vano berjalan memasuki aula pertemuan. Disana sudah ada Kenzie, Kean, Rafael, Vian bahkan Richard masih belum kembali ke dunia manusia karena ia harus memantau dunia immortal agar tidak terjadi kekacauan.


"Bagaimana keadaan diluar? Apa keberadaan pangeran sudah diketahui oleh klan yang lainnya?" Tanya Kean ke Vano.


Kening Vano sedikit mengernyit "Yang lain masih belum mengetahui jika pangeran masih hidup"


Alis Rafael terangkat sebelah "Lalu mengapa wajahmu seperti itu?" Tanyanya heran.


Vano diam sejenak "Aku merasa jika klan penyihir merahasiakan keberadaan pangeran berada agar yang lainnya tidak akan ada kesempatan untuk mengambil darah pangeran setelah itu mereka pasti akan membunuh pangeran agar pangeran tidak bisa menggantikan kak Kenzie" jelasnya.


Kenzie menghela napas pelan "Aku merasa akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi" gumamnya yang langsung semua mata menatapnya bingung.


Tak berapa lama setelah Kenzie berujar, seorang prajurit datang dengan terburu-buru dengan napas yang tersenggal.


"Ampun Yang Mulia, ini keadaan darurat. Putri Eshal tiba-tiba menghilang dari kamarnya saat Yang Mulia Ratu mengecek kamar putri, putri tidak ada ditempat!"


"Apa kau sudah mencari ke semua penjuru mansion?" Tanya Kenzie berusaha tenang.


"Kami sudah mencari sampai ke hutan Lord!"


"Aku mengerti! Kau kembali lah. Ingat, jangan sampai kabar ini menyebar! Jika tidak kepalamu sebagai jaminannya" ujar Richard mengancam lalu menyuruh prajurit itu pergi.


"Sepertinya mereka ingin memancing Sean untuk masuk ke dunia immortal dengan sendirinya, dan sebagai umpannya Eshal mereka culik. Karena hanya Eshal saja yang saat ini kemampuannya bisa dikalahkan dengan mudah" kata Rafael setelah prajurit itu keluar.


"Untuk saat ini aku tidak bisa membantu kalian menemukan Eshal. Aku harus segera kembali untuk mencegah Sean memasuki portal menuju kemari" ujarnya datar lalu menghilang.


"Aku keluar mansion sekitar dua jam yang lalu setelah memastikan mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Itu berarti....-" ujar Kenzie menggantungkan kalimatnya.


"Kita pergi sekarang. Vano, aku tugaskan kau untuk menjaga Ratu dan Putri"


"Baik, Lord"


Kenzie, Kean, Rafael dan Vian segera keluar untuk mencari keberadaan Eshal.


Setelah satu jam mencari, mereka kembali berkumpul dititik yang sudah ditentukan sebelum menyebar mencari keberadaan Eshal.


"Aku tidak merasakan keberadaan Sean didunia manusia!" Ujar Richard yang tiba-tiba muncul.


"Aku merasakan aura yang besar" gumam Kenzie.


"Sean!" Ucap Richard setelah itu terdengar ledakan yang sangat keras sampai bumi yang mereka pijak bergetar hebat.


'Aaauuuuu' lolongan serigala terdengar begitu keras sampai beberapa pohon tumbang karena kekuatan yang keluar begitu dahsyat.


"Serigala?" Gumam Naira yang mendengar auman serigala yang terdengar pilu.


"Mom" ujar Zeline sambil memeluk ibunya dengan erat.


"Mereka berhasil membuatnya keluar" gumam Vano yang masih didengar Naira dan Zeline.


"Apa maksud kakak?"


"Aku tidak bisa mengatakannya pada kalian. Hanya Lord yang berhak untuk menjelaskan hal ini pada kalian"


Kembali ke Kenzie.


Rombongan Kenzie sudah sampai di tempat ledakan tadi. Disana terlihat seorang pemuda berdiri dengan tangan mengepal erat. Dimatanya terlihat jelas kebencian terhadap klan penyihir.


"Kalian sudah melakukan kesalahan besar! Aku akan menghabisi kaum kalian sampai tak tersisa karena sudah membunuh adikku dan juga mateku!" Teriaknya menggelegar sampai kepenjuru hutan.


"Sean hentikan! Apa yang kau lakukan!" Teriak Kenzie mencoba menghentikan Sean yang mulai mengamuk menghabisi klan penyihir.


Tubuh Sean berubah menjadi tubuh serigala berbulu perak dengan warna mata emas yang tampak menyala. Di kening serigala itu terdapat tato bulan sabit dan juga mawar dengan sebilah pedang ditengahnya. Tubuhnya begitu besar dari klan serigala pada umumnya.


Alex yang sudah mengambil tubuh Sean kemudian bertransformasi menjadi tubuh serigala nya dengan gesit mencakar, menggigit dan mengoyak tubuh kaum penyihir didepannya.


Setelah semua habis tak tersisa. Alex mengalihkan pandangannya kearah rombongan Kenzie yang masih mematung disana melihat buasnya seekor serigala yang menghabisi musuhnya tanpa ampun.


'gggrrrrr' geramnya memperlihatkan giginya yang tajam berlumuran darah sambil berjalan mendekat kearah mereka.


Richard maju kedepan agar pandangan Alex hanya tertuju ke arahnya. Dan benar saja, Alex menatap Richard dengan sangat tajam.


"Apa kau tahu? Aku juga kehilangan mateku yang tak lain adalah adikmu itu" ujar Richard pelan.


"Maafkan aku karena aku gagal menjaga matemu"


"Aku tidak menyangka, dengan mengirimnya untuk melanjutkan pendidikannya berujung seperti ini. Aku tidak tahu jika Leyna diculik saat ia berangkat"


...»---♡---«...


...T.B.C...