Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Pergi



Semua orang berkumpul di aula utama dan halaman kerajaan immortal.


Semua orang membungkuk hormat tak kala sang kaisar dan Lord terdahulu memasuki aula dengan gagah dan wibawa serta diselimuti aura dingin yang mengerikan. Tak lupa naga agung itu juga ikut berjalan dibelakang kaisar dengan aura tak kalah mengerikan.


Kaisar duduk diatas singgasana. Lord terdahulu duduk ditempat yang sudah disediakan. Sedangkan sang naga agung berdiri disamping singgasana kaisar. Memastikan keselamatan kaisar tetap aman.


"Salam hormat kepada kaisar sang matahari immortal. Semoga  kaisar diberikan umur panjang"


"Aku menerima penghormatan kalian. Bangunlah semua" kata kaisar.


"Terimakasih atas kebaikan kaisar"


"Kalian semua yang ada disini adalah untuk mengantarkan kepergian salah satu anggota kerajaan yang disegani untuk yang terakhir kalinya. Selama dia hidup, dirinya selalu memberikan kontribusi untuk keberlangsungan kerajaan immortal." ucap kaisar penuh wibawa.


"Kami menerima titah dari kaisar" seru mereka sambil membungkukkan badan sedikit.


Kaisar memandang dengan puas kemudian berkata "Mulai ritual pemakamannya"


Sebuah peti mati diangkat oleh beberapa prajurit dan diiringi prajurit dibelakang peti.


Kaisar turun dari singgasana menuju peti mati dihadapannya. Pandangannya terus mengarah kearah peti mati tersebut.


Disentuhnya peti mati yang berisi mayat Richard.


"Maafkan aku karena tidak bisa mengantarmu ke peristirahatan terakhir mu paman" gumam kaisar.


"Laksanakan" titah kaisar setelah kaisar kembali keatas singgasananya.


"Siap menerima perintah kaisar" ucap semua.


Acara pemakaman Richard berlangsung tanpa kaisar, hanya beberapa anggota kerajaan saja yang ikut mengantar kepergian Richard. Kenzie, Kean, Rafael, Alvian, Vano, Arthur, Arion, Gavin, dan Damian serta Arga ikut mengantar kepergian Richard.


Ketiga pemuda itu ikut mengantarkan kepergian ayah mereka. Sedangkan Kenzie dan yang lainnya ikut mengantar karena Richard pernah mengisi hidup mereka meskipun pada akhirnya Richard adalah seorang penjahat yang ditutupi dengan seribu kebaikan yang ditampakkan. Sedangkan Arga memaksa untuk ikut meskipun Rafael melarang Arga pergi tapi Arga tetap keras kepala untuk ikut. Rafael melarang Arga ikut karena kondisi pria itu masih belum pulih benar.


Sedangkan sisanya yang tidak ikut masih berada didalam aula.


"Li, ikutlah kau dengan mereka. Awasi mereka" perintah kaisar pada sang naga agung.


Naga itu menghadap didepan kaisar lalu membungkuk hormat dengan tangan kanan diletakkan diperut. "Li siap menerima titah kaisar"


"Pergilah"


Di aula tersisa Naira, Eshal, dan Zeline. Sedangkan Leyna masih disembunyikan oleh kaisar dikamar kaisar.


Kaisar masih belum memperkenalkan Leyna ke khalayak umum, dikhawatirkan karena kekuatan Leyna masih belum dikendalikan secara sempurna. Kaisar sendiri yang akan membantu Leyna berlatih mengendalikan kekuatannya. Setelah Leyna bisa mengendalikan kekuatannya, kaisar akan mengangkat Leyna sebagai permaisuri kerajaan immortal.


"Kalian kembalilah kekamar masing-masing. Aku masih ada urusan yang tertunda" kata kaisar sambil menoleh ke tiga orang perempuan di ruangan khusus perempuan anggota kerajaan.


"Sean, jangan terlalu memberatkan diri. Biarkan tubuhmu istirahat sejenak" seru Naira menatap putranya sendu. Semenjak Richard berkhianat, sikap Sean semakin dingin tak tersentuh termasuk pada keluarganya terkecuali pada gadis kecilnya.


"Terimakasih sudah mengingatkan, ibunda. Tapi aku tidak lelah. Seorang kaisar harus siap sedia selama 24 jam penuh." balas Sean dengan dingin.


"Tapi kamu bukan robot Sean" timpal Naira sedih.


Sean memalingkan muka "Istirahatlah. Aku tidak ingin mendengar kalian jatuh sakit" setelah berkata demikian, Sean pergi meninggalkan aula.


Tujuannya sekarang adalah menemui gadisnya.


"Mom yang sabar ya. Emosi kak Sean masih terguncang. Setelah baikan, kak Sean pasti akan kembali seperti dulu" ucap Zeline sembari memeluk Naira.


"Yang dikatakan kak Zeline benar Mom. Saat ini emosi kak Sean sedang terguncang" sahut Eshal ikut memeluk Naira juga.


...»---♡---«...


Sean memasuki kamarnya dengan tergesa. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan gadis kecilnya.


Mata tajamnya menangkap seorang gadis tengah berdiri dibalkon kamarnya. Pandangan gadis itu terus menatap kebawah.


"Kak Sean disini? Tidak ikut mereka?" tanya Leyna yang masih lihat kebawah.


"Untuk apa? Lebih baik aku bersama dengan Ratu ku saja disini"


Tak ada pembicaraan diantara mereka saat Sean usai berkata demikian. Meskipun terdengar romantis ditelinga mendengar panggilan dari Sean, Leyna hanya bergeming, kata-kata yang diucapkan Sean terasa menyakitkan. Leyna bisa merasakan perasaan yang di alami kekasihnya itu.


"Kita akan menikah setelah kamu sudah menguasai kekuatanmu. Aku sendiri yang akan melatihmu berlatih"


"Aku masih belum siap menikah" jawab Leyna sambil mengurai pelukan Sean.


Ia mendongak menatap wajah Sean yang menatap Leyna dingin karena penolakan dari gadisnya secara tidak langsung "Aku masih ingin tinggal dengan kakak ku"


"Dia bisa tinggal di istana"


Leyna menggeleng "Kak Arga pasti tidak akan mau tinggal disini lebih lama. Perusahaan tidak bisa ditinggal begitu saja"


"Baiklah. Jika itu keputusan mu. Kamu lebih memilih kakakmu dari pada aku" ungkap Sean membalik badan hendak pergi.


"Bukan begitu maksudku. Dengarkan penjelasanku dulu" seru Leyna panik berusaha menghentikan Sean.


"Aku tidak butuh penjelasan lagi. Kamu lebih memilihnya dari pada aku" Sean menghempaskan tangan Leyna kasar dan tanpa sadar ia menggunakan kekuatannya hingga Leyna terpental menabrak dinding.


Menyadari hal itu, Sean melihat ke arah Leyna yang berusaha untuk duduk sambil memegangi dadanya sesak menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya menahan tubuhnya untuk duduk.


"Sa-yang kamu baik.... " Leyna menepis tangan Sean ketika ingin membantunya.


"Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sesak saja"


Pandangan Sean menyendu, dia sangat menyesal sudah bersikap kasar pada gadisnya walaupun itu dia tidak sengaja melakukannya.


"Maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukannya"


Leyna menggeleng sambil tersenyum.


"Kamu tidak salah. Seharusnya aku tidak menghentikan kamu."


"Tidak" seru Leyna ketika Sean ingin menyentuhnya sehingga Sean menurunkan tangannya kembali sambil mengepalkan tangan menahan amarah.


"Dengarkan saja penjelasanku. Aku ingin kembali kedunia asalku dengan kak Arga karena aku ingin membantu dia agar bisa dekat dengan matenya yang sangat pemalu dan selalu kabur darinya. Sekarang kamu puas!" Leyna berdiri setelah merasa sudah baikan.


Hanya diam membisu, tak ada yang terucap dibibir Sean. Jadi itu alasan gadisnya tidak ingin menikah cepat dan ingin segera pulang.


"Aku tahu bahwa kamu sedih, kecewa dan marah. Tapi sikap kakak yang berubah membuat keluarga kakak bersedih. Meskipun diluar kakak terlihat dingin pada siapa pun, tapi kakak masih peduli dengan keluarga kakak. Tapi sekarang kakak bahkan tidak peduli lagi dengan mereka"


Mendengar hal itu, Sean berkata dengan dingin "Kamu tahu apa hah! Bahkan kamu tidak tahu penderitaan ku! Kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan! Mengerti apa kau soal aku hah!" teriakan Sean menggema diruangan besar itu.


Setetes air mata menetes dari pelupuk mata indah milik Leyna menyadarkan Sean.


Leyna menggeleng "Aku mungkin tidak mengerti kakak yang sekarang. Mungkin dihadapanku ini bukan kak Seanku yang dulu! Tetapi seorang Kaisar yang kejam!" menghentikan perkataan nya sejenak untuk mengambil napas karena dadanya kembali terasa sesak mendengar perkataan Sean yang menyakiti hatinya.


Sebelum berkata lagi Leyna mengambil napas dalam kemudian ia berujar "Ketika kak Sean sedang terluka, aku juga merasakan sakit yang ia rasakan. Selama dia terbaring diatas tempat tidur, aku juga merasakan bagaimana rasa sakit yang dideritanya. Aku bahkan jarang makan. Ketika aku berusaha untuk makan, tapi saat aku sudah melihat makanan didepanku, aku tidak berselera lagi."


Sean terperangah melihat gadis didepannya berbicara seolah tengah membicarakan orang lain, pada hal yang dia bicarakan adalah dirinya.


Setelah mengusap air matanya Leyna menatap Sean sendu. "Apa kaisar tahu siapa orangnya? Kak Sean. Kak Seanku! Aku merasakan apa yang kak Seanku rasakan! Aku tidak pernah merasakan apa yang kaisar rasakan! Dia selalu memperlakukan aku dengan lembut dan dia juga masih peduli pada keluarganya"


"Tolong katakan padanya, aku hanya ingin dijemput oleh kak Seanku! Bukan kaisar! Aku sangat merindukan dirinya, bukan kaisar! Izinkan aku untuk kembali keduniaku kaisar, aku akan menunggu kak Seanku disana. Jika kaisar datang untuk menjemputku aku tidak ingin kembali kesini. Aku percaya jika kak Sean pasti akan kembali dan melindungiku seperti sebelumnya"


"Leyna... Aku... "


Leyna mengangkat tangan menghentikan ucapan Sean. "Maaf. Tapi hamba tidak ingin mendengarkan perkataan kaisar. Hamba pamit" Leyna berjalan meninggalkan kaisar yang menatap punggungnya sendu.


...»---♡---«...


...TBC...