
Setelah para guru keluar tinggal Naira yang tengah menatap Rafa meminta penjelasan.
"Hahhh...kakak akan jelaskan nanti di rumah . Sekarang kita ke kantor guru saja. Ayo" Rafa tahu jika adiknya sudah penasaran maka Naira harus mendapat jawaban dari rasa penasaran nya itu bagaimana pun caranya.
Mereka pun keluar dari ruang rapat.
Lorong sekolah saat ini sepi karena memang waktu nya jam pelajaran.
...»---♡---«...
«Rafael pov»
Hari ini hari pertama ku ke sekolah yang ku dirikan untuk Naira. Memangnya untuk siapa lagi kalau bukan Naira adikku tercinta.
Flashback on
Saat itu aku mendengar percakapan nya dengan bunda yang merupakan bukan ibu kandungku. Aku hanya menganggapnya sebagai ibuku tapi tidak akan pernah menggantikan posisi Mom!.
Saat itu Naira masih kecil sedang di kamarnya ingin tidur bersama dengan Bunda.
Mereka sedang berbincang. Sedangkan aku berada di balkon kamarnya yang sudah tertutup gorden dari dalam sehingga mereka tidak dapat menyadari keberadaan ku.
"Bunda, Nai ingin kalau sudah besar sekolah di tempat yang bagus seperti kerajaan kayak di buku cerita yang bunda bacakan setiap Nai mau tidur. Sekolah di sekolah mirip kerajaan dan nanti kalau sudah lulus Nai ingin jadi guru di sana" oceh nya panjang lebar.
Ternyata adik ku ini ingin sekolah dan mengajar di sekolah yang mirip dengan kerajaan seperti dalam dongeng?!
Baiklah, adikku sayang. Kakakmu ini akan mewujudkan keinginanmu itu! Batinku.
"Benarkah? Wah jadi putri bunda ini ingin jadi guru ya kalau sudah besar nanti?!" wanita yang Naira panggil bunda itu menyahut.
"Iya bunda. Bolehkan" suara Naira kecil terdengar lagi. Aku dengar nada suara memohonnya. tenang adikku, tanpa kamu memohon pun akan kakak kabulkan.
"Boleh sayang. Asal Naira belajar dengan giat pasti bisa jadi guru. Dan kalau sudah jadi guru Nai harus bersikap baik pada orang lain seperti menyapanya atau paling mudah tersenyum saja. Sikap Nai juga harus tegas dan berwibawa agar tidak di pandang sebelah mata oleh orang lain" jelasnya panjang lebar yang aku tebak pastinya mengangguk saja. Anak kecil kalau di nasehati pasti mangut mangut saja kan?.
"Baiklah sayang, sekarang waktunya bobo. Besok kan Nai sekolah dan nggak boleh telat kalau nggak mau di hukum sama bu guru" setelah wanita itu selesai bicara tidak ada lagi perbincangan yang ku dengar hanya deru napas yang teratur. Cepat sekali tidurnya?!
Aku menatap langit yang penuh dengan taburan bintang. Sayap putih di belakang punggungku muncul dan aku langsung terbang tinggi membelah angkasa.
Flashback off
Setelah aku mendengar pecakapan Naira kecil dan bunda dulu aku langsung mendirikan sebuah Sekolah Menengah Atas atau SMA dan Universitas Devender.
Untuk SMA aku memasukkan sebagian manusia untuk mengajar di sekolah itu sedangkan untuk Universitas aku tidak memasukkan manusia untuk jadi dosen di sana. Lalu siapa yang jadi dosennya? Kaum immortal lah yang jadi dosen di universitas setelah meminta izin pada Lord Kenzie atau Adik iparku yang sering aku panggil kakak karena umurnya lebih tua dariku.
Dan yahh....
Sma dan Universitas Devender berjalan dengan lancar karena apa? Aku hanya menerima guru maupun dosen yang cerdas, pandai, jenius, sopan dan jangan lupa berwibawa. Bukan hanya itu di Sma maupun Universitas Devender hanya menerima murid dan mahasiswa terbaik. Dari kelas atas sampai kelas terbawah sekalipun asal mereka mau menjadikan otak mereka berguna bagi masa depan para manusia.
Untuk kelas bawah aku berikan mereka kesempatan bagi mereka yang memiliki otak cemerlang dengan beasiswa sedangkan untuk kelas atas mereka tetap bayar lah dengan harga yang fantastis tapi dapat ilmu yang lebih tinggi dari sekolah maupun kampus lainnya.
Mau di apakan uang mereka kalau tidak di gunakan toh itu demi kebaikan anak mereka sendiri.
Bangkrut? Aku tidak akan bangkrut sekalipun aku membeli sebuah negara.
Uang ku sudah bertumpuk meskipun aku berulang kali memberikan uang ku pada orang yang lebih membutuhkan. Malahan hartaku semakin banyak dari sebelum nya.
Tuhan itu memang adil ya?! Aku berikan uang itu sebagai amal tidak seberapa tapi yang di berikan padaku malah lebih banyak lagi dari yang ku berikan.
Aku tidak butuh harta itu yang ku butuhkan hanyalah pendamping hidupku. Mate ku yang aku cari selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya.
Setelah aku memperkenalkan diri sebagai pemilik asli dari Sma Devender ini. Mereka saling lempar pandang ke guru lainnya lalu memandangku seolah aku sedang bercanda.
Sedangkan Naira menatapku meminta penjelasan.
Well... apa mereka tidak lihat wajahku yang super datar dengan suara dingin itu.?
Lupakan.
Sebelum aku menutup rapat dadakan ini aku mengancam mereka terlebih dahulu. Siapapun yang berani menyakiti adikku Naira meski hanya seujung kuku sekali pun aku akan membuat orang itu menderita seumur hidup mereka.
Ini sekolah ku. Aku yang mendirikannya. Dan aku yang menggaji mereka. Kalau mereka mau berhenti? Silahkan saja, tapi jangan harap mereka bisa menemukan pekerjaan dengan gaji fantastis seperti sekolah milikku ini.
Ah..aku lupa. Di sma ini aku sudah memperkerjakan manusia saja untuk mengajar saat Naira mulai mengajar di sana. Mereka, makhluk immortal yang mengajar di sana aku suruh mereka kerja di tempat asal mereka yang tak lain karyawan yang bekerja di perusahaan Devender.
Setelah mereka pergi aku mengajak Naira ke ruang guru juga.
Aku hanya memperkenalkan diri sebagai pemilik asli dari sma Devender ini hanya ke para guru saja untuk para siswa mereka hanya akan mengenal Alvian sebagai pemegang dari pemilik sekolah yang sebenarnya. Sekaligus kepala sekolahnya.
"Selamat pagi semua" sapa ku yang sudah di depan para murid ku ini.
Lihatlah! Bukan hanya guru wanita nya saja yang menatapku memuja begitu. Para murid perempuannya juga sama. Apa mereka tidak pernah melihat wajah pria tampan? Lalu, apa kak Kenzie juga mendapatkan tatapan yang sama?
"Perkenalkan nama saya Rafael Louis Efron. Kalian panggil saja Mr. Efron Saya disini meggantikan Mr. Alvian yang sekarang ini sedang ada urusan di luar negeri! Mr. Alvian juga meminta saya untuk mengajar kelas 12 untuk sementara waktu sampai urusan Mr. Alvian selesai" saat aku berkenalan dengan mereka. Mereka hanya diam memperhatikan aku yang bicara di depan. Kenapa aku tidak menyebut Rafael. B. D saja? Jawabannya karena nama itu sudah banyak di ketahui di sekolah maupun di kampus Devender yaitu si pemilik dua tempat menuntut ilmu itu. Dan nama Rafael Louis Efron, mereka tahu marga Efron siapa lagi kalau bukan Naira. Naira Efron Victoria. Jadi mereka bisa tahu kalau aku adalah kakaknya. Dan jika aku ingin berdekatan dengan Naira aku tidak perlu sungkan lagi dengan sekitar kami.
"Baiklah kita langsung mulai pelajarannya. Tidak perlu berkenalan karena saya sudah membaca berkas kalian." aku menggantikan Vian yang saat ini bersama dengan Kak Kenzie mencari orang yang ingin memisahkan Kak kenzie dan Naira dengan cara membunuh adikku. Karena aku masuk pada waktu yang tepat, waktunya Vian mengajar kelas dua belas jadi aku punya kesempatan untuk perkenalan diri.
Rafael pov end
...»---♡---«...
...T.B.C...
...Jangan lupa Vote and comment!...
...Terimakasih :)...