
"Aku ditakdirkan bersamamu" balas naga itu yang hanya bisa dimengerti Sean.
Alis Sean terangkat sebelah "Apa kau menginginkan perjanjian darah denganku?" tanyanya.
Sang naga hanya menunduk. Dalam ingatan naga itu selama ratusan ribu tahun yang lalu sebelum ia tertidur, tuannya merupakan orang lemah dan hanya selalu mengandalkan dirinya. Bahkan tuannya juga tidak segan untuk menyakitinya. Sampai akhirnya setelah kaisar yang menjadi tuannya mati, ia memutuskan untuk tidur panjang. Dia tidak ingin memiliki tuan yang sama seperti sebelumnya. Naga itu juga tidak peduli dengan kelahiran kaisar setelahnya.
Sampai ia dibangunkan guntur yang bersahutan disertai angin yang sangat kencang, tak lupa tanah juga ikut bergetar. Sang naga hanya mengawasi calon kaisar yang membuat alam terguncang dengan kelahirannya. Dimatanya terlihat jelas setiap darah klan berada ditubuhnya. Kekuatan yang begitu besar terbelenggu didalam tubuh itu. Sang naga kembali tidur dan berusaha tidak peduli.
Tapi saat kebangkitan sang kaisar dan penobatan kaisar oleh alam membuatnya kembali terbangun. Kekuatan yang begitu dahsyat. Kekuatan yang tak pernah dimiliki oleh kaisar sebelumnya dan didalam tubuh itu juga memiliki jiwa lain, jiwa serigala. Ia juga melihat tatapan penuh kasih membuatnya memutuskan untuk memiliki tuan yang baru. Sang naga yakin jika kaisar baru itu merupakan kaisar yang sangat kuat, tangguh dan memiliki belas kasihan.
Sang naga sedikit ragu, akankah kaisar baru itu akan menerimanya. Apakah dia bisa mendampingi sang kaisar.
"Menunduklah!" titah Sean dan naga itu langsung menunduk agar Sean bisa meraih dirinya.
Sean membungkus tubuh Leyna dengan kekuatannya sehingga melayang diudara.
Mata Sean berubah warna merah darah. Sean menggores telapak tangan sebelah kanan sehingga mengeluarkan darah. Sean mengulurkan tangannya yang berdarah diarahkan ke kening sang naga.
"Mulai sekarang kau harus tunduk pada tuanMu! Jika kau menghianati tuanMu, darahku akan menghancurkan dirimu sampai tak bersisa!" setelah Sean berkata seperti itu, darah dikening sang naga menghilang, merasuk bercampur dengan darah naga.
"Hamba siap mengabdi pada tuan. Terimakasih sudah menerima hamba" sang naga memberi hormat pada tuan tuan barunya.
Sean mengangguk "Siapa namamu?" tanya Sean.
"Hamba tidak memiliki nama tuan. Jika tuan berkenan, tuan boleh memberikan hamba nama" ujar sang naga.
Sean mengamati naga yang sudah menjadi hewan spiritualnya. Besar dan tangguh dengan sisik berwarna emas hitam mengkilat. "Li Shen. Aku akan memanggilmu Li!"
"Terimakasih tuan. Hamba sangat menyukainya"
Sean berdehem "Masuklah kedalam tubuhku. Aku tidak mungkin membiarkanmu berkeliaran didunia luar" perintah Sean.
"Baik tuan" setelah itu Li masuk kedalam tubuh Sean, ia berada ditempat yang sama dengan Alex, alam bawah sadar Sean.
'Sebagai sesama hewan, sebaiknya kalian akur! Jika tidak aku akan menyegel kalian! Kalian dengar perkataanku bukan?' Sean mengirim mindlink pada kedua makhluk yang berbeda itu yang sekarang saling menatap tajam.
Sean melihat sekitar. Mansion milik orangtuanya hancur lebur. Tak ada yang tersisa. Sean terbang menggunakan sayap emasnya yang bisa merobohkan apapun dengan sekali kepak jika ia ingin. Tak lupa Sean juga membawa tubuh Leyna terbang keatas. Sean menatap kebawah. Kedua tangannya terulur kebawah. "Kembalikan seperti semula!" dengan sekali perintah, mansion itu berdiri kembali dengan sendirinya seakan tidak pernah terjadi apa apa.
Uuurgh...
Sean memuntahkan seteguk darah segar. Wajahnya sangat pucat. Energinya benar-benar sudah terkuras habis, ditambah ia kehilangan banyak darah. Sean akhirnya pingsan, tetapi Sean masih berusaha untuk tetap mempertahankan sedikit kesadaran nya agar dia dan Leyna tidak jatuh dari ketinggian. Sayap emasnya masih mengepak pelan.
Sedangkan diluar barrir mereka berteriak memanggil Sean, tapi tidak mendapat sahutan apapu. Yang mereka lihat, Sean terbang diatas ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah. Sean menunduk dengan mata tertutup. Mereka yakin jika Sean kehilangan kesadaran karena Energinya terkuras habis.
'Bisakah kau mengambil alih tubuh Sean? Jika aku tetap memaksa, tubuh Sean akan kehilangan kesadaran dan kami akan jatuh kebawah! Sean juga masih belum menghilangkan barrir nya. Mereka yang diluar juga tidak akan bisa masuk kemari. Li, cepat ambil alih tubuh Sean. Sean tidak akan keberatan jika kau mengambil alih tubuhnya' pinta Alex.
'Baiklah. Aku akan ambil alih tubuh tuan'
'Terimakasih Li!' ucap Alex yang kemudian Alex juga tidak sadarkan diri.
Sepertinya dia jiwa yang baik. Batin li.
Mata yang terpejam itu kembali terbuka memperlihatkan manik mata berwarna emas, kebetulan naga itu juga memiliki manik mata emas.
Li yang sudah mengambil alih tubuh tuannya menoleh kearah tubuh seorang gadis yang melayang disampingnya. Diraihnya tubuh Leyna dan dibawa ke gendongannya. Ia terbang mendekati sekumpulan orang yang sepertinya keluarga tuannya. Setelah sampai Li membawa tubuh mereka menapak ditanah. Ia berjalan mendekati keluarga tuannya dengan aura yang agung.
"Sean kamu baik-baik saja, sayang?" ujar Naira ketika putranya mendekat.
Naira melihat Leyna yang masih memejamkan matanya. "Apa putri bunda juga baik-baik saja? Bunda sangat mengkhawatirkan kalian" lanjut Naira ketika ia tidak mendapat balasan putranya. Naira membelai wajah putranya yang hanya diam saja. "Ada apa Sean? Kamu... —" Naira berhenti berkata ketika ia menatap mata Sean yang berwarna emas.
"Alex, Sean baik-baik saja bukan?!" tanya Kenzie yang sadar jika didepannya bukan Sean melainkan Alex, wolf putranya.
Li menggeleng pelan kemudian berujar dengan tenang "Mereka hanya perlu beristirahat beberapa hari"
Richard sadar jika didepannya bukan Sean maupun Alex! "Siapa kamu?!" tanya nya dengan menatap tajam sosok yang mengambil alih tubuh Sean.
Li yang mendapatkan tatapan tajam hanya berkata dengan tenang seolah ia terbiasa dengan tatapan itu "Aku bukanlah Alex maupun tuan Sean! Tuan Sean memanggilku dengan sebutan Li!" setiap kata yang keluar terdengar begitu anggun.
"Kau... Sang naga?!" ujar Richard.
Li hanya mengangguk.
Naira yang mendengar lantas memundurkan tubuhnya dan kembali ke Kenzie.
"Mereka berdua kehabisan energi" Li masih tetap berbicara dengan tenang.
'Naga ini terlihat tenang, bagai air yang mengalir dengan tenang tapi tersimpan bahaya' mindlink Richard ke Kenzie.
'Yang kau katakan benar. Kita harus tetap waspada padanya. Sean dan Alex tidak bisa mengambil alih tubuh Sean saat ini dan beberapa hari kedepan' balas Kenzie.
Li merasa jika semua orang sedang waspada padanya hanya bisa berkata dengan tenang. "Kalian tidak perlu waspada terhadap ku. Jika aku berkhianat pada tuan Sean, maka aku akan musnah!"
...T.B.C...