Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Kebahagiaan Sean, Kesedihan Leyna dan Penolakan Arga.



Sean berjalan cepat ke kamar orangtuanya dengan wajah berseri bahagia. Bibirnya terus mengembang sehingga membuat para pelayan dan prajurit terheran sekaligus terpesona dengan wajah tampan milik kaisar mereka. Baru kali ini mereka melihat kaisar tersenyum dengan wajah berseri! Sunggu hal yang jarang terjadi. Ada gerangan apa sampai membuat kaisar tersenyum.


Tok


Tok


Tak berselang lama pintu terbuka. Kenzie keluar dari kamar karena pintu kamarnya diketuk.


Grep


Tubuh Kenzie menegang saat putranya tiba-tiba memeluk dirinya dengan erat.


"Ayah! aku ingin bicara dengan ayah dan bunda!" seru Sean penuh semangat.


"Kita masuk dulu" ajak Kenzie kedalam kamarnya.


"Sean" Sapa Naira yang melihat putranya masuk bersama dengan suaminya.


"Bunda" ujar Sean yang memeluk Naira tiba-tiba. Yang dipeluk tersentak kaget.


"Aku ingin bicara penting dengan kalian" ucap Sean penuh semangat setelah melepas pelukan nya.


Kenzie membawa Sean untuk duduk ke sofa sedangkan Naira menyiapkan teh yang tersedia didalam kamar mereka. meskipun Naira menjadi seorang ratu, untuk membuat teh dia sama sekali tidak ingin dibuatkan oleh orang lain apa lagi pelayan. Menurut Kenzie, teh buatan Naira lebih nikmat ketimbang buatan pelayan. itu sebabnya Naira lebih memilih untuk membuat teh sendiri.


Sean dan Kenzie membicarakan perihal kerajaan sebelum Sean bicara apa yang ingin ia sampaikan.


"Tehnya diminum dulu" ucap Naira sembari meletakkan nampan di atas meja dan juga memberikannya pada suami dan putranya serta untuk dirinya sendiri. didalam nampan juga terdapat beberapa potong kue buatannya.


"Terimakasih sayang" ucap Kenzie.


"Terimakasih bunda" ucap Sean.


Kedua nya meminum teh nya sedikit sambil memakan kue buatan Naira. "Kue buatan bunda selalu enak" puji Sean setelah menelan kue dimulutnya.


"Benarkah?" tanya Naira basa-basi. Dalam hati dia sangat bahagia melihat putranya bersikap hangat kembali. Kali ini Sean tak segan untuk bersikap hangat secara terang-terangan.


Sean mengangguk antusias "Benar bunda! Aku iri dengan kedua adikku yang selalu menikmati kue buatanmu sejak kecil" ucap Sean diakhiri dengan kekehan.


Lain Sean beda dengan Naira dan Kenzie. Sepasang suami istri itu justru saling pandang dengan tatapan sendu, tersirat akan penyesalan karena mereka sudah menelantarkan putra mereka.


Sean terus menikmati kue kering buatan bundanya tanpa menyadari perubahan wajah dari kedua orangtua nya yang menatapnya sedih.


Ketika Sean mengangkat kepalanya untuk menatap sang bunda, dirinya terkejut melihat ibundanya menangis. "Mengapa bunda menangis?" panik Sean mendekati Naira. Jari tangannya yang panjang mengusap air mata sang bunda.


"Sean mohon jangan menangis" mohon Sean menatap bundanya sendu.


Naira menggeleng "Tidak Sean. Maafkan bunda yang selama ini tidak mengetahui keberadaan kamu"


"Apa yang bunda katakan?" tanya Sean tidak mengerti.


"Sean sebenarnya bundamu tidak tahu jika kamu masih hidup. Yang dia tahu bahwa kamu itu sudah tiada setelah dilahirkan" Jelas Kenzie agar tidak terjadi salah paham lagi. Sudah cukup Kenzie menderita karena kesalahpahaman dan membuat istrinya menderita karena menyembunyikan keberadaan putra mereka.


"Maksud Ayah?" Tanya Sean menatap Kenzie datar.


"Hah... Setelah kamu lahir, kami harus menyembunyikan kamu dari para makhluk immortal agar keselamatan mu terjamin. Untuk itu Richard menawarkan diri untuk menjagamu didunia manusia, akan tetapi hal itu harus disembunyikan dari bundamu"


"Sudahlah lupakan saja. Semua sudah selesai, tidak perlu dibahas lagi" putus Sean tidak ingin mengingat lagi. Baginya masa lalu tidak perlu untuk dikenang lagi. Kebahagiaan sudah menanti dimasa depan, untuk apa masih terjebak pada masa lalu yang menyakitkan? lebih baik menjemput masa depan yang membawa kebahagiaan bukan. itu yang dipikirkan Sean dan Alex.


"Ayah Bunda, Sean ingin melamar seorang gadis" ucap Sean mengalihkan pembicaraan.


"Melamar siapa?" tanya Kenzie.


"Leyna! Aku ingin melamarnya untuk menjadi istri serta permaisuri satu-satunya!" jawab Sean diakhiri senyuman lebar.


"Apa gadis itu sudah siap?" tanya Naira meyakinkan.


Sean mengangguk cepat "Bahkan dia sendiri yang memintaku untuk membawa kalian kerumahnya untuk menemui kakaknya"


Mendengar hal itu senyum Naira terbit diwajah cantiknya. "Bunda sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putri bunda yang satu itu" ucapnya dengan penuh kerinduan.


"Jadi kapan kita akan kesana? maksud ayah melamar gadismu"


"Sekarang bagaimana?" tanya Sean begitu antusias sampai mendapat jitakan dikening dari ayahnya.


Sean mengaduh sakit sambil memgusap bekas jitakan ayahnya sambil cemberut "Mengapa memukulku"


"Iya iya Sean paham" ucap Sean mencebikkan bibirnya.


Sang bunda yang melihat hanya geleng-geleng kepala. Putranya yang dingin ternyata bisa bersikap manja. Semua itu terjadi karena cinta. Cinta bisa melelehkan gunung es sedingin apapun. Akhirnya si gunung es mulai meleleh.


......»---♡---«......


Didunia manusia.


Setelah Leyna kembali disore harinya. Leyna ditodong beberapa pertanyaan oleh keponakannya siapa lagi jika bukan Alea yang membuatnya meringis bingung bagaimana harus menjelaskannya.


Mengingat pertemuannya dengan pria yang dia cintai membuat pipinya bersemu. Prianya sangat romantis dan begitu perhatian dengannya. Ternyata dibalik sifat kerasnya Sean memiliki alasan tersendiri.


Menghilangnya Leyna membuat Sean membangun tembok yang sangat kokoh agar tidak ada yang bisa memilikinya selain gadisnya, Leyna. Sifat dingin, keras kepala dan arogannya hanya untuk menutupi rasa sakit yang dialaminya pada tubuhnya.


Sebelum pulang Leyna bertanya pada Sean. Kapan pria itu akan datang menjemputnya dengan membawa keluarga besarnya. Mendengar hal itu Sean tersenyum semringah dan tanpa ia sangka pria itu malah memeluknya sambil memutar tubuh mereka tak lupa dengan tawa bahagia yang keluar dari bibir pria itu.


Malam ini Leyna akan mengatakan pada kakaknya bahwa Sean akan datang bersama keluarga besar untuk melamar dirinya.


"Ada apa Nana?" tanya Arga pernasaran. Disampingnya duduk istrinya, Liora. Sedangkan putrinya sudah masuk kekamar untuk tidur.


Leyna gugup. Lidahnya kelu saat ingin mengatakan.


Menyadari adiknya yang gugup, Arga menghampiri Leyna dan duduk disampingnya. "Ada apa adikku? apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Arga dengan lembut agar adiknya tidak gugup lagi.


"Aku... Aku mau menikah kak" ucap Leyna Menunduk karena pipinya merona malu.


"Menikah? Apa kamu sudah siap untuk menikah adikku?" tanya Arga memastikan.


Leyna mengangguk pelan. Ingatannya kembali mengingat sosok pria yang sebelumnya bersikap arogan berubah lembut setelah menunjukkan apa yang pria itu alami. Leyna tidak ingin membuat prianya menderita lebih jauh lagi. Apa lagi di dalam tubuh itu terdapat dua jiwa. Akan sangat egois jika Leyna masih ingin menikmati hidup dalam kesendirian.


Arga menatap istrinya sejenak. Liora yang menangkap maksud dari tatapan suaminya Liora mengangguk pelan dengan bibir tersenyum lembut.


Di usapnya kepala sang adik dengan lembut. "Adikku sudah besar ya? Sekarang sudah berani meminta hal yang sangat jauh. Apa mungkin kakakmu ini menolak permintaanmu? Kakak tidak bisa menolak keinginanmu adikku" ucap Arga dengan lembut.


Leyna menatap kakak nya penuh binar. Bibirnya tersenyum bahagia mendengar hal itu.


"Kalau boleh kakak tahu, siapa yang berani melamar adik dari seorang Arga Frederick? Ku harap dia bukan pria yang tak memiliki hati" ucap Arga membuat Leyna terdiam.


Gadis itu bingung sekaligus ragu untuk mengatakan siapa pria itu. Tapi sepertinya kakak nya sudah mengetahui siapa pria yang berani melamarnya kalau bukan Sean sang kaisar!.


"Kakak sudah tahu orangnya" cicit Leyna takut.


Melihat sang adik yang menunduk takut, diangkatnya dagu sang adik agar kembali menatapnya. "Mengapa kamu takut adikku? dia bukan pria tak berhati kan? Memangnya siapa pria itu?"


"Kaisar!" ucap Leyna lirih.


Tubuh Arga menegang. "Apa kaisar memaksamu Leyna?" tanya Arga serius.


"Tidak. Kaisar tidak memaksaku. Kali ini aku sendiri yang memintanya untuk menjemputku!" jawab Leyna dengan tegas. Di hati kecilnya Leyna sangat takut jika kakaknya melarangnya untuk menikah dengan kaisar.


"Kamu lupa jika dia sudah menyakitimu sebelum kembali kedunia manusia?!" ucap Arga dingin.


"Aku tidak lupa kak. Dia tidak sengaja melakukannya. Dia tidak pernah menyakitiku"


"Naif sekali kamu. kamu lupa jika kaisar sudah menyakitimu meskipun tidak disengaja. Menyakiti tetap menyakiti. Kamu lupa jika seorang kaisar tidak akan hanya hidup dengan satu wanita saja. Kaisar ditakdirkan untuk memiliki banyak selir! Apa kamu ingin berbagi suami dengan wanita lain?" Arga berdiri dari duduknya berniat meninggalkan adiknya.


"Kak Sean tidak akan pernah menikah lagi! Dia hanya akan menjadikan aku istri satu-satunya! Aku akan tetap menikah dengannya! Sudah cukup selama ini kak Sean menderita!" tukas Leyna tak terima penolakan kakaknya.


Langkah Arga terhenti mendengar perkataan keras kepala sang adik. Arga membalik badan menghadap Leyna. "Dia menderita? Apa kamu lupa jika dia yang sudah membuatmu menderita!"


"Kak Sean tidak pernah membuatku menderita! Justru dia yang menderita karena aku! Dia harus menanggung rasa sakit yang dialaminya setiap hari!"


"Dia tidak akan menderita Leyna! Dia itu kaisar! Kaisar tidak pernah merasakan rasa sakit!"


Perdebatan keduanya semakin memanas. Liora yang melihat pertengkaran kakak beradik itu sedikit panik. Lantaran Liora tak pernah melihat keduanya berdebat. Sekarang mereka berdebat karena seorang pria!.


"Apa yang kakak tahu tentang kaisar? Aku bisa merasakan rasa sakit yang dialaminya!"


"Apa maksudmu" ucap Arga dingin. Tidak mungkin bukan jika adiknya dan kaisar sudah melakukan pertukaran darah atau yang lebih parah adiknya sudah direnggut kesuciannya oleh kaisar?.


"Kak Sean sebelum menjadi kaisar sudah menandaiku! Sebelum aku kembali hidup dia sudah menandaiku! Kak Sean memberikan darahnya padaku agar aku hidup kembali! Dia berbagi nyawanya denganku! Dia memberikan separuh nyawanya padaku! Dia tidak pernah menyentuhku lebih dari sekedar mencium pipi dan kening. Dia tidak pernah memaksaku! Bahkan dia tidak pernah mencari keberadaan ku karena dia ingin aku bisa menikmati hidup dengan tenang dan hidup bersama dengan kakak! Dan sekarang ketika dia kembali, kakak menolak kehadirannya? Kakak lupa jika bukan karena dia yang menculikku dan menggantikan aku dengan tubuh palsunya, aku pasti sudah mati saat itu! Kakak tidak akan pernah melihatku lagi, bahkan kakak juga akan mati!"Leyna berteriak mengeluarkan isi hatinya dan setelah itu dia berlari keluar mansion. Tujuannya sekarang untuk menenangkan diri di mansion milik Kenzie. untung saja pria itu mempersilahkan Leyna menggunakan mansion miliknya sesuka hati Leyna.


Tanpa disadari. Ada sosok yang menyamar menjadi bodyguard dirumah itu. sosok itu menunduk sedih melihat sang pujaan hati pergi dalam keadaan marah dan bersedih. Ingin sekali dia mengikuti gadisnya. tapi dia tahan sekuat mungkin. Biarkan saja gadisnya menenangkan diri dulu. Dalam hatinya terdapat rasa penyesalan yang sangat dalam karena sudah menyakiti kekasihnya. Karena perbuatannya yang tak disengaja itu sekarang berdampak dengan kakak kekasihnya menolak pernikahan mereka!.