
Didunia manusia.
Waktu didunia manusia lebih lambat dari didunia immortal.
Seorang gadis sedang bermain dengan gadis kecil yang masih berusia tiga setengah tahun ditaman samping mansion.
Keduanya tertawa bersama menikmati permainan yang berupa ayunan gantung yang dibuatkan oleh papa gadis kecil itu.
"Waktunya makan siang semua. Ayo masuk dulu" seru seorang pria dengan setelan jas mahalnya.
"Papa!" seru gadis kecil tersebut setelah turun dari ayunan. Gadis itu berlari kecil menabrak tubuh sang papa.
Pria yang dipanggil papa itu tersenyum dengan kelakuan gadis kecilnya. Tangan besarnya mengacak rambut lembut yang dikepang dua dengan lembut. Tak lupa ia menggendong gadis kecilnya kemudian mengecup kening sang putri dan kedua pipi gembul dengan gemas.
"Nana sayang ayo masuk. Kita makan siang dulu" ajaknya pada gadis yang berdiri didepannya.
Mereka jalan bersamaan, dalam perjalanan kedalam mansion diselingi dengan candaan dan tawa riang milik gadis kecil itu.
"Mama Sayang aku sudah membawa kedua gadisku untuk makan siang bersama. Jika aku tidak memanggil mereka, mungkin saja keduanya akan melewati jam makan siang" ungkap pria itu pada sang istri tercinta dan pria itu mendapat senyum manis serta gelengan kepala dari sang istri.
"Kak Arga apa sih. Kita juga tidak akan melawatkan jam makan siang. Benar kan dek?" protes Leyna dan berkata pada gadis kecil itu yang hanya diangguki dengan gemas.
"Ayo makan siang dulu. Mama sudah masakin makanan kesukaan kalian nih" suara lembut melantun dengan indah ditelinga sang suami.
Mereka duduk dikursi kemudian memulai acara makannya. Setelah makan Leyna pamit mau ke kamarnya. Sedangkan Arga masih sibuk makan sambil menyuapi putri kecilnya.
Setiap mereka makan bersama Arga selalu menyuapi putrinya, dia ingin dekat dengan putrinya. Ditengah kesibukannya mengurus perusahaan Arga juga meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya.
Setelah kembali dari dunia immortal, Leyna membantu Arga untuk dekat dengan mate nya yang memiliki sikap pemalu dan enggan didekati lawan jenis. Mate Arga sangat cantik, tapi gadis itu menutupi kecantikannya dengan memakai kacamata bulat dan besar serta tompel pasangan dipipi kirinya agar laki-laki enggan mendekatinya.
Disuatu hari Leyna berusaha untuk dekat dan berusaha untuk menjadi teman gadis itu. Sangat sulit untuk dekat dengan gadis pemalu itu, sehingga Leyna harus mengubah penampilannya sama persis dengan gadis itu.
Hasil tidak menghianati usaha. Leyna berhasil dekat dengan gadis itu hampir sebulan ia berjuang mendekat. Pertemanan mereka semakin dekat dan menjadi sahabat.
Setahun setelah mereka bersahabat, Leyna akhirnya membawa gadis tersebut yang bernama Liora ke kediamannya. Leyna juga mengenalkan Liora pada kakaknya, Arga. Dan Leyna mengungkap identitas nya. Melepas kacamata bulatnya serta tompel didagu sebelah kanan.
Awalnya Liora kecewa dengan kebohongan sahabatnya. Ia merasa ditipu! Namun dia juga sudah membohongi sahabatnya dengan tampilan cupunya.
Selama seminggu Liora menghilang. Setelah berpikir panjang. Liora juga mengungkap identitasnya. Wajah aslinya.
Kala itu ia mengungkap wajah aslinya seperti apa dihadapan Leyna dan Arga. Leyna dan Arga sangat terkejut dan terpesona dengan kecantikan Liora yang tersembunyi, namun masih lebih cantik Leyna tentunya. Tanpa sadar Arga bergumam memuji Liora cantik dan Liora melihat senyum tipis dibibir pria tampan itu. Sekilas Liora tersipu mendengar pujian dari kakaknya Leyna serta melihat senyuman manawan pria itu.
Kedekatan Liora dengan kakak adik itu semakin dekat, bahkan Liora juga tidak merasa sungkan lagi dengan Arga. Sampai ketika Arga meminta pada Liora untuk dikenalkan dirinya pada kedua orangtua gadis itu.
Awalnya Liora ragu untuk mengenalkan Arga pada orangtuanya. Status keluarganya dengan Arga seperti langit dan bumi. Namun setelah Arga menjelaskan serta meyakinkan gadis itu. Liora mau membawa Arga untuk bertemu kedua orangtua nya.
Satu minggu setelah Arga datang untuk pertama kali bertemu ayah dan ibunya Liora, Arga datang melamar Liora bersama dengan Rafael dan Kenzie serta Naira sebagai walinya, Leyna tidak ikut karena dia masih belum menikah.
Dua bulan setelah acara lamaran sederhana yang hanya didatangi oleh Arga dan keluarga besar dari Kenzie kecuali Sean sebagai pihak keluarga dari Arga. Pengesahan pernikahan dilaksanakan di rumah sederhana milik orangtua Liora. Dilanjut dengan acara pemberian selamat bagi kedua pengantin oleh sanak saudara, para tetangga dan teman-teman Liora.
Malam harinya dilanjutkan dengan acara mewah di hotel ternama milik keluarga Frederick yang didatangi mulai dari teman-teman Arga dan para kolega. Semuanya hadir kecuali Sean.
»---♡---«
"Papa mau kembali ke kantor. Alea jadi anak baik ya dirumah sama mama dan bunda" ucap Arga pada anaknya yang berada digendongannya yang bernama Alea Frederick.
"Baik papa. Alea akan jadi anak baik. Papa cepat pulang ya nanti" jawab Alea dengan suara menggemaskan.
Arga tersenyum gemas melihat putri kecilnya. "Papa akan segera pulang nanti. Sekarang Alea dengan mama dulu ya" Arga memberikan Alea pada istrinya yakni Liora Frederick.
"Papa berangkat dulu ya" ucap Arga lalu mengecup kening putrinya sayang lalu beralih mencium bibir istrinya cepat setelah menuntup mata putrinya menggunakan tangan besarnya. Setiap Arga akan pergi bekerja, Liora akan mengantar Arga sampai pintu. Terkadang Alea juga ikut mengantar papanya. Sebelum berangkat Arga akan mencium istri dan anaknya.
Arga keluar dari rumah besarnya hendak pergi menuju mobilnya. Liora sudah menutup pintu rumah dan pergi ke kamar Alea.
Langkah Arga terhenti ketika ia melihat sosok yang sudah lama tidak ia temui.
Seorang pria sedang berdiri di samping mobilnya. Pria itu memakai setelan berwarna hitam. Kedua mata pria itu berwarna merah darah tengah menatapnya datar.
"Kamu!" seru Arga pada pria itu.
"Apa kabarmu calon kakak ipar" sapa pria itu dengan dingin.
Arga mendengus pelan "Sapaan macam apa itu" sindirnya.
"Aku ingin bertemu dengan Leyna" ucap pria itu tak mendengarkan perkataan Arga.
"Untuk apa kau bertemu dengan nya"
"Leyna tidak terima kedatangan Kaisar yang arogan itu" cetus Arga dengan tatapan sinis.
"Dimana Leyna!" tekan kaisar.
"Aku tidak akan membiarkan adikku bertemu dengan kaisar!" tolak Arga langsung.
Kaisar geram karena Arga melarangnya untuk bertemu dengan gadisnya. Sekuat tenaga ia menahan amarah nya. Jika sampai kaisar lepas kendali dan menyakiti pria itu yang merupakan kakak dari mate nya maka mate nya itu akan membencinya. Kaisar tidak ingin itu terjadi.
"Jika kaisar lupa dengan perkataan Leyna waktu itu. Aku dengan senang hati mengingatkan kaisar. Dia tidak ingin bertemu dengan kaisar! Yang dia tunggu bukan kaisar! Melainkan kakak Seannya! Apa sekarang kaisar sudah ingat"
"Aku anggap jika kau sedang berusaha mengusirku. Aku baru kembali ke dunia manusia setelah sekian tahun. Apa ini sambutanmu?!" ujar Kaisar sinis.
"Jika demikian yang dipikirkan kaisar, sekarang saya minta kaisar untuk pergi" usir Arga santai.
"Jika kaisar tetap bersikeras bertemu dengan Leyna, dia pasti akan sangat membenci kaisar" lanjut Arga.
Dengan sangat terpaksa kaisar pergi tanpa menemui gadisnya. Sebelum pergi kaisar menatap ke sebuah jendela dilantai 3. Kaisar memandang dengan sendu kemudian menghilang.
...»---♡---«...
...Tbc...