Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
S2 - Pergi



"Eshal apa kamu tahu kak Sean kemana?" tanya Leyna. Sudah hampir sebulan ia menahan untuk bertanya dimana Sean berada karena Sean masih belum juga kembali. Mumpung ada kesempatan hanya berdua dengan Eshal, Leyna akan mencari kebenaran dari ingatan samarnya.


Eshal diam sejenak sebelum berkata "Bukankah Kak Sean sedang ada urusan?"


"Memangnya urusan apa sampai selama ini? Sudah hampir dua bulan Kak Sean belum pulang"


Eshal gelagapan dengan perkataan Leyna. "Emmm... Mungkin kak Sean sedang melakukan perjalanan bisnis" katanya berbohong.


"Perjalanan bisnis?" tanya Leyna mengulang.


"Ya! Kak Sean sedang melakukan perjalanan bisnis!"


"Tapi kenapa tidak pernah memberi kabar?" tanya Leyna mulai memancing.


"Emm...  Mungkin ponsel kak Sean hilang." Eshal berusaha mencari alasan.


Mata Leyna memicing menyelidik "Hilang? Kalau hilang, kak Sean bisa beli ponsel baru. Kak Sean juga hafal nomor ponselku"


Gawat! Sepertinya Leyna ingin memancingku. Batin Eshal. Dia mulai gelagapan panas dingin.


"Eshal kamu terlihat pucat" tutur Leyna semakin membuat Eshal berkeringat dingin.


"Kamu juga mulai berkeringat. Lihat tangn kamu sangat dingin" lanjut Leyna dengan memegang tangan Eshal.


"A-aku... —" perkataan Eshal terhenti karena Leyna mencekik leher Eshal.


Mata Leyna berubah warna merah darah, matanya berkilat marah karena merasa dibohongi. "Dimana dia berada! Jangan berbohong lagi!" ucap Leyna dengan menekan setiap katanya.


"Leyna lepaskan dia!" teriak Richard yang tanpa sengaja melihat kearah mereka berdua ditaman samping saat hendak pergi kekantornya.


Leyna melirik Richard sinis. "Dimana dia berada!" desis Leyna ketika Richard sudah didepannya.


"Lepaskan dia dulu Leyna!" Richard mengulangi perkataannya, tapi kali ini ia berusaha melembutkan suaranya. Jika ia berteriak bisa dipastikan Leyna akan bertindak diluar batas.


"Katakan dimana dia! Jangan lagi berbohong padaku!" Teriak Leyna kemudian menghempaskan tubuh Eshal kesamping. Richard segera menangkap tubuh mate nya. Napas Leyna naik turun.


Semua orang yang berada dikediaman Alcander keluar saat mendengar teriakan Leyna, terkecuali pelayan. Meskipun para pelayan penasaran tapi mereka tidak bisa keluar dari daerah mereka.


Kuku jari Leyna memanjang dengan ujung runcing yang sangat tajam. Ia arahkan pada lehernya dan menempelkan tangannya dileher dia sendiri seperti ingin mencekik.


"Apa yang kamu lakukan Leyna! Jangan lakukan itu!" teriak Naira kaget dengan apa yang dilakukan Leyna.


"Kamu lupa jika Sean sedang ada urusan mendadak Leyna" ucap Kenzie  berusaha untuk menenangkan gadis itu.


"Urusan mendadak? Urusan apa?" tanya Leyna.


"Sean ada didunia immortal menangani masalah disana" jawab Kenzie.


"Jika kak Sean disana sedang menangani masalah, kenapa kalian semua ada disini! Didunia manusia tanpa ada yang membantunya?! Sedangkan kak Sean berjuang sendirian disana! Eshal bilang jika kak Sean sedang ada urusn bisnis dan ponselnya hilang! Kak Sean bukan orang miskin sepertiku dulu! Kak Sean bukan orang bodoh! Bahkan setiap dua jam sekali dia akan menghubungi aku jika dia tidak melihatku! Dia yang selalu mengkhawatirkan aku! Dia yang selalu menjagaku! Dia yang paling mengerti aku! Bagaimana mungkin dia tidak peduli denganku dan menghilang tanpa mengabariku! Kalian semua pembohong! Aku ingat dengan jelas saat aku bertarung dengan kak Sean meskipun waktu itu aku diluar kendali! Aku ingat semuanya! Sekarang dimana dia atau aku akan mengakhiri hidupku!" Teriak Leyna mengeluarkan seluruh isi hatinya yang ia pendam selama hampir sebulan.


Semua orang menegang, mereka tidk tahu harus berkata seperti apa. Bahkan Richard yang bisa melihat masa depan meskipun samar juga tidak bisa menemukan solusinya.


Kenyataan bahwa keadaan Sean semakin memburuk. Bahkan jiwa Alex dialam bawah sadarnya juga ikut memburuk. Ditambah Li juga ikut memburuk karena seluruh energinya ia gunakan untuk menyelamatkan dua jiwa itu.


Tubuh Leyna meluruh ketanah dengan tangan yang masih tetap dilehernya "Aku merasa dia semakin jauh padaku. Kenapa kalian hanya diam saja" lirihnya dengan pandangan kosong.


"Sean memang dalam keadaan tidak baik. Kami tidak hanya diam saja tanpa membantunya. Tapi semua usaha yang kami lakukan hanya sia-sia saja!" ucap Richard pada akhirnya karena yang lainnya hanya diam saja.


"Kak Richard!" seru Rafael tidak setuju dengan Richard mengatakan keadaan Sean pada Leyna.


Richard mengangkat tangan tanda disuruh diam. Richard menatap tajam Leyna. "Aku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis yang selalu diperhatikan dan dijaga oleh Sean. Apakah dia akan balas budi atau bertanggung jawab karena dia Sean jadi seperti itu!" sinis Richard yang muak dengan kata-kata Leyna tadi.


"Leyna Jeslyn! Kau sebelum datang kesini hanya seorang gadis miskin! Kau bukan apa-apa sebelum Sean menemukanmu! Didunia ini semua gadis memperebutkan Sean! Tapi Sean memilihmu dan bahkan membangkitkan mu dengan separuh nyawanya! Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Kau akan bilang kenapa kau dihidupkan kembali? Itu kan yang ingin kau ucapkan! Sean sangat menyayangi mu bahkan melebihi keluarga dan dirinya sendiri. Kau benar-benar ratu dihati Sean. Jika kau menyesal dihidupkan lagi dan bukan lagi seorang manusia, kau sungguh tidak bisa bersyukur karena bisa hidup kembali! Didunia sana semua orang yang diancam menghadapi kematian berusaha mati-matian untuk terus hidup. Sedangkan kau disini? Kau ingin mengakhiri hidup yang Sean berikan padamu?! Lucu sekali! Sekarang akhiri saja hidupmu"


"Kak Richard!" teriak Naira tidak ingin memperpanjang masalah lagi.


"Jangan hentikan aku. Aku hanya ingin lihat apa yang akan gadis itu lakukan! Bertindak kekanakan sekali! Dia kira harga sebuah nyawa itu murah apa!"


Leyna berdiri, ia melepaskan tangannya. Mengangguk sebentar kemudian berkata "Aku mengerti. Aku hanya seorang gadis miskin yatim piatu. Aku ikut kerumah ini karena diajak temanku untuk mengubah nasib hidupku. Aku tidak pernah membayangkan aku diterima dikeluarga yang sangat luar biasa ini. Aku tidak pernah membayangkan jika aku akan menjadi tunangan tuan muda dirumah ini. Dan aku juga tidak pernah membayangkan jika pendidikanku akan ditanggung orang lain. Seorang gadis miskin mana berani memiliki semua bayangan itu. Aku mati dan dihidupkan lagi aku juga tidak pernah membayangkannya sama sekali. Yang aku bayangkan hanya bekerja mengumpulkan uang kemudian melanjutkan pendidikan ku dengan uang hasil jerih payahku sendiri." lirih Leyna dengan berlinang air mata.


"Terimakasih karena sudah menerimaku, menerima segala kekuranganku. Maaf karena aku terlalu melayang merasakan apa yang belum pernah aku rasakan. Kasih sayang keluarga dan dilimpahi harta. Seharusnya aku harus tetap mengingatkan diriku, jika aku hanya seorang gadis miskin. Aku akan pergi dari rumah ini dan tidak akan pernah kembali kesini. Aku juga akan mengurus surat keluar dari sekolah elit itu, karena aku tidak pantas mendapatkannya. Aku juga akan mencari kak Sean. Setelah dia mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan, aku akan pergi jauh darinya. Aku juga tidak merasa layak menjadi ratunya." lanjut Leyna sambil menahan isak tangisnya.


"Tidak Leyna kamu pantas mendapatkan semua itu. Kamu jangan dengarkan Kak Richard ya" kata Naira juga ikut menangis.


Leyna hanya diam, ia mulai melepas semua perhiasan yang ada ditubuhnya dan juga melepas sepatunya. Perlahan gaun indah yang dipakai Leyna berganti menjadi pakaian lusuh miliknya. Leyna menatap cincin pertunangannya dengan Sean lamat "Aku akan mengembalikan cincin ini padanya nanti. Aku pergi" setelah berkata untuk yang terakhir kalinya Leyna menghilang dari hadapan mereka, menyisakan bau harum serta kelopak bunga mawar berwarna putih.


Semua orang yang melihat Leyna menghilang dengan cara teleportasi dengan meninggalkan bau harum dan kelopak mawar putih membelalak. Tidak ada dalam sejarah manapun seseorang yang menggunakan teleportasi meninggalkan jejak seperti itu. Hanya satu orang yang meninggalkan jejak seperti itu, tapi itu hanya sebuah legenda. Mungkinkah?.


T.B.C