Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
Penyesalan Kenzie



•Alvian pov•


Aku sampai di Istana dan langsung disambut dengan panik oleh penghuni istana. Tak lama kemudian Kean keluar dengan wajah paniknya.


"Kenapa dengan kakak?" tanyanya.


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Aku harus segera pergi menemui Rafael dan kamu tolong bawa lord kekamarnya" kataku menyerahkan Kenzie yang masih tidak sadarkan diri.


"Selama aku pergi kamu jaga lord jangan sampai lepas kendali" pesanku.


"Dan untuk kalian. Kalian perketat penjagaan jangan sampai musuh mengambil kesempatan untuk merebut kekuasaan lord yang sekarang ini sedang tidak memungkinkan untuk memimpin" lanjutku pada para prajurit.


Para prajurit membungkuk "Akan kami laksanakan, tuan." kata mereka bersamaan.


"Aku pergi" ujarku lalu melesat terbang ke dunia manusia menemui Rafael.


"Kamu membawanya?" tanyaku pada Rafael yang saat ini di dunia manusia. Ia


"Ini" katanya menyerahkan sekantong darah segar milik Naira.


Selama perjalanan menuju dunia manusia aku me-mindlink Rafael untuk mengambilkan darah dari tubuh Naira dan aku juga menjelaskan soal yang di alami Kenzie.


Dan entah dengan cara dan alasan apa Rafael bisa mendapatkan darah Naira secepat itu. Hanya Rafael dan tuhan yang tahu.


•Alvian pov end•


"Sudah waktunya ya" gumam Rafael yang tidak di mengerti Alvian.


"Apa maksudmu?"


"Sudahlah. Cepat berikan darah itu ke kak Kenzie sebelum hal buruk terjadi" bukannya menjawab Rafael malah menyuruh Alvian kembali.


Rafael terbang menjauhi Alvian yang masih bingung dengan gumamannya.


Dengan penuh perasaan tanda tanya Alvian melesat kembali ke dunia immortal untuk segera memberikan sekantung darah yang ia bawa itu. Sial, darah ini membuatku tambah haus saja. Rutuk Alvian membatin.


Alvian yang memang sejak berburu tadi sudah haus dan sekarang di suruh untuk mengambilkan darah milik Naira di dunia manusia lagi. Dan lebih sialnya lagi mata Alvian memerah menahan haus yang tak terkirakan lagi akibat mencium bau harum dari darah milik Naira.


Alvian dengan pelan mendarat sempurna di depan istana.


Dan dengan cepat menghiraukan sekelilingnya Alvian berlari di dalam istana dengan menggunakan kekuatannya yang membuat siapa saja yang berada di depannya terjatuh tapi tidak memberhentikan langkah nya berlari.


"Ambilkan aku minuman" suruh Alvian dengan mata merah menyalahnya pada pelayan yang berada di depan pintu kamar Kenzie. Dengan cepat pelayan itu mengangguk dan segera pergi mengambilkan minuman yang di minta tuannya.


"Berikan ini cepat" ujar Alvian saat di depan Kean yang dari awal kepergiannya ke dunia manusia tidak beranjak dari sisi kenzie sedikit pun.


"Apa dia baik baik saja?" tanya Kean mengambil segelas darah milik Naira.


"Dia baik baik saja selama kakaknya selalu ada di sampingnya" jawab Alvian mengerti pertanyaan Kean.


Alvian membantu Kean mendudukkan Kenzie dan Kean pun meminumkan darah segar milik Naira sampai tandas rak tersisa lalu membaringkan Kenzie kembali.


Kean sangat menyayangi Naira meskipun ia hanyalah adik ipar Naira di masa lalu dan akan menjadi calon kakak iparnya di masa depan yang Naira anggap sebagai kakaknya itu. Tapi kakak Naira yang sesungguhnya adalah Rafael Louis Efron di dunia manusia atau Rafael Beckham Devender di dunia immortal nama yang sebenarnya.


Tak selang beberapa lama setelah Kenzie menelan cairan itu. perlahan Kenzie membuka mata hitam legamnya itu.


"Kean" panggil Kenzie lirih tapi masih terdengar.


"Ada apa kak. Apa kakak membutuhkan sesuatu?"


"Tidak. Sebelum super red moon datang, aku ingin kamu memimpin menggantikan aku sementara" pinta Kenzie dan yang pasti akan di tolak mentah mentah oleh Kean "Tidak. Aku tidak mau" tolak Kean.


"Kalau dunia ini tidak ada yang memimpinnya maka dunia ini akan berantakan, Kean"


"Kakak tahu kan kalau aku...-"


"Aku tahu. Sangat tahu" potong Kenzie sambil tersenyum tipis. "Adikku ini tidak akan pernah menginginkan tahta yang akan membuat siapa saja gelap mata" lanjut Kenzie.


"Aku mohon adikku! Tolong pimpin dunia immortal ini sampai saat itu tiba aku akan kembali memimpin ... Bersama dengan Ratuku" pinta Kenzie berharap dan diakhiri dengan suaranya yang memelan.


"Sekarang ini dan kedepannya aku tidak memungkinkan memimpin dunia immortal karena setiap malam aku akan merasa tersiksa dan siangnya aku harus istirahat mengisi tenagaku kembali sebelum malam tiba" jelas Kenzie lemah yang untungnya hanya ada Kean dan Alvian di dalam.


"Brengs*k. Kalau saja si bodoh itu dulu tidak melakukan hal bodoh semua ini tidak akan pernah terjadi" umpat Kean tiba tiba.


"Jangan salahkan dia, Kean. Karena dia hanya salah paham. Aku tahu ini semua berawal dari siapa, tapi aku tidak akan pernah beritahu siapa pun sebelum waktunya tiba"


"Kakak tahu siapa dalang di balik penderitaan kakak?!" tanya Kean tidak percaya. Kakaknya tahu siapa dalangnya tapi kenapa ia tidak mencari dalang dari semua penderitaan yang ia alami itu.


Kenzie hanya tersenyum tipis "ya"


'dan dia juga yang pernah menyelamatkan kakakmu ini Kean' lanjut Kenzie dalam hati.


"Kamu sudah tahu kan hukum di dunia immortal ini?!" tanya Kenzie.


"Siapa saja yang telah bertemu dengan mate nya lalu mate mereka mati dan bereinkarnasi maka mereka harus mengikatnya kembali meskipun dulunya mereka sudah dalam ikatan" jelas Kenzie.


"TAPI KENAPA KAKAK MALAH HARUS MENUNGGU DIA INGAT KEMBALI INGATAN KEHIDUPANNYA YANG SEBELUMNYA JIKA KAKAK HARUS MENANGGUNG RASA SAKIT ITU" teriak Kean dengan mata merahnya.


"Karena aku tidak ingin menyakitinya" Kenzie menjawab teriakan kean dengan santai seolah tidak akan terjadi apa pun.


Kean yang mendengar geram sendiri. Tidak ingin menyakitinya?! Yang benar saja!.


"Kean kamu tahu kan, kalau Naira adalah istri yang selalu menuruti permintaan suaminya bila itu baik menurutnya. Bagiku Naira adalah istri terbaik yang tidak akan pernah tergantikan."


Kenzie berhenti sejenak lalu tersenyum sambil melihat lukisan Naira yang tersenyum bahagia itu "Aku menjadi orang yang beruntung karena mendapat mate yang baik sepertinya dan aku malah tidak bisa menjaganya dengan baik saat dia sedang membutuhkanku" lanjut Kenzie di akhiri dengan air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Satu kata yang ada di hatinya yaitu 'penyesalan' dia menyesal karena sebagai pria tidak becus menjaga istrinya, apa lagi dia seorang raja seluruh kaum immortal.


Ia tidak peduli siapa pun akan mengejeknya karena ia lemah dan menangis. Kenyataannya ia memang lemah tanpa matenya tapi ia tutupi dengan sikap dinginnya agar orang lain tidak mengetahuinya tapi kenapa ia perlihatkan pada Kean dan Alvian? Bagi Kenzie, Kean memang berhak tahu apa yang di alaminya karena Kean saudaranya yang sangat menyayanginya. Sedangkan Alvian, ia sudah anggap sebagai adiknya sendiri seperti Kean.


"Super red moon akan terjadi satu tahun lagi dan sebelum super red moon tiba aku akan lepas kendali" ujar Kenzie lalu ia menghela napas lelah.


"Kakak, lord" lirih Kean dan Alvian bersamaan, prihatin dengan keadaan Kenzie sekarang ini.


"Tolong... Setiap matahari akan tenggelam, ikat aku dengan rantai pengikat demon" ujar Kenzie sedih.


"Kalau tidak aku akan melakukan yang membuatku menyesal seumur hidup nantinya" lanjut Kenzie saat melihat keduanya tidak mengerti.


*flashback off*


Dan sejak saat itulah setiap matahari akan tenggelam Kenzie akan di ikat dengan rantai demon kalau rantai biasa dengan mudah Kenzie akan bisa melepaskan diri.


Dan benar saja setiap malam istana di penuhi dengan teriakan kesakitan Kenzie meskipun ruangan yang digunakan sudah di buat kedap suara. Dan bagi siapa pun yang mendengar akan merasakan apa yang dirasakan lord mereka tapi tidak secara langsung.


Kean menatap bulan yang belum penuh dilangit yang gelap tanpa di terangi cahaya bintang. Bukan hanya penghuni istana saja yang sedih, alam juga merasakannya karena malam pertama Kenzie merasakan rasa sakit itu alam menjadi sedikit gelap. Kalau siang hari hanya ada mendung, awan seakan tidak mengijinkan cahaya matahari masuk ke dunia immortal mungkin agar lord dunia immortal bisa istirahat dengan nyenyak tanpa terganggu sinar matahari. Dan kalau malam, hanya ada rembulan tidak ada bintang di langit.


"Dua minggu lagi" gumamnya.


Apa Naira mau menerima kakak yang bukan manusia itu? Toh dia juga bukan manusia kan?! Batin Kean khawatir.


'Vian, aku akan menemui Naira dan mengajaknya ketempat upacara nanti saat super red moon akan dimulai. Tolong jaga kakakku selama aku pergi.' mindlink Kean pada Alvian.


Kean melompat dari balkon ke bawah lalu berlari menuju pintu portal dunia kaum immortal dan kaum manusia. Kenapa tidak terbang saja? Kata Kean 'lebih sehat kalau lari'


Kean memasuki mobil sport hitam milik kakaknya lalu menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gas secara perlahan membuat mobil melaju dengan pelan ketika sudah berada di dunia manusia.


Setalah keluar dari pekarangan mansion, Kean melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Kean bisa saja berlari tapi ini dunia manusia. Dia bisa dianggap monster jika berlari secepat itu, dan Kean tidak mau mengambil resiko itu. Bisa repot nantinya.


...TBC...


...Jangan lupa vote and comment nya ya :)...


...Terimakasih 😇...