Immortal Reingcarnation

Immortal Reingcarnation
P.D.2#13



Setelah mendapatkan undangan dari tangan kanan raja mereka yang tak lain ialah Vian. seluruh para peminpin klan sekarang berkumpul didalam aula kerajaan yang biasa dipakai untuk rapat para pemimpin.


Mereka yang diundang dalam rapat itu saling berbicara mengenai hal apa yang akan dibahas dalam pertemuan kali ini.


Pintu aula terbuka membuat para pemimpin klan berdiri dan menunduk hormat pada pemimpin mereka.


Masuklah Kenzie dan Naira dengan pakaian kebesaran mereka diikuti dengan Kean, Rafael, Vian, Vano dan Richard yang memakai pakaian kebesaran mereka juga. mereka berjalan dibelakang dengan wajah dingin khas mereka membuat aura mereka menjadi terasa mengerikan.


Para pemimpin klan bisa merasakan kekuatan kelima orang dibelakang Kenzie dan Naira memiliki kekuatan yang tak kalah hebat dari Kenzie.


Naira berjalan dengan anggun dan senyum manis terpampang diwajah cantiknya. Sedangkan Kenzie berjalan dengan gagah dan tegas serta memasang wajah dingin nan tajam.


Sesampainya di tempat singgasana berada kelima pria itu berdiri disamping Kenzie dan Naira dengan pandangan yang semakin tajam.


"Salam hormat kami pada Yang Mulia Lord, semoga keabadian bersama dengan anda. Salam hormat kami pada Yang Mulia Permaisuri, semoga Keabadian bersama dengan anda" seru para pemimpin klan bersamaan dengan tubuh membungkuk hormat.


"Berdirilah" Titah Kenzie yang langsung dituruti oleh para pemimpin klan.


"Silahkan duduk" kali ini suara lembut menyapa pendengaran mereka dan mereka langsung duduk dikursi yang mereka tempati sebelumnya sesuai dengan tempat klan masing-masing.


"Baiklah, karena semua nya sudah berkumpul disini, kita langsung ke inti yang akan kita bahas kali ini" ujar Kenzie.


"Mohon maaf atas kelancaran hamba Yang Mulia, izinkan hamba bertanya" ucap pemimpin klan vampir.


"Tanyakan lah" ucap Kenzie.


"Mohon maaf atas kelancangan hamba. mengapa Yang Mulia Permaisuri kali ini mengikuti pertemuan hari ini?" tanya nya.


"Karena yang akan kita bahas berhubungan dengan Permaisuri juga" jawab Kenzie membuat semua Orang yang berada diruangan itu bertanya-tanya.


"Jika tidak ada lagi yang mau dikatakan akan aku lanjutkan"


"Apa kalian sudah tahu tentang pembantaian tetua klan penyihir dan juga kejadian alam setelah nya?" tanya Kenzie.


"Benar Yang Mulia, kami mendengar jika ada seorang pemuda yang menghabisi tetua kerajaan penyihir dan juga kejadian alam dihari yang sama" jawab salah satu klan mermaid diangguki oleh yang lainnya. Karena klan mermaid lah yang lebih merasakan bencana itu.


"Mohon ampun Yang Mulia, apa alasan pemuda itu menghabisi para tetua klan penyihir? dan pemuda itu seperti bagian dari kami" tanya pemimpin klan Werewolf.


"Para tetua klan penyihir berusaha untuk menangkap pemuda itu dan mengambil darahnya dengan memancingnya keluar menggunakan cara menculik mate nya yang berada didunia manusia lalu membunuh mate nya itu" terang Kenzie menjelaskan.


Para peminpin klan terdiam kecuali klan Fairy yang memang dipimpin oleh Rafael jadi yang mengikuti pertemuan kali ini hanya Rafael dan tangan kanannya saja yang duduk seorang diri di tempat khusus klan Fairy. Mereka semua tahu jika mate merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam perjalanan hidup mereka. Jadi apa yang dilakukan pemuda itu tidak salah juga. batin mereka.


"Dan inti dari pembahasan kali ini adalah Aku bukan lagi Lord kalian" seru Kenzie.


semua orang terbelalak tak percaya kecuali orang-orang Kenzie. Seketika ruangan menjadi ramai "Maksud Yang Mulia? Kami tidak mengerti" ujar salah satu pemimpin klan.


"Alam sudah memilih pemimpin kaum immortal yang baru, pemimpin baru kalian"


mereka semua bungkam. Jika alam sendiri yang memutuskan maka mereka tidak bisa bertindak apapun. Kecuali jika pemimpin mereka adalah manusia biasa maka mereka bisa melakukan protes mereka pada alam dengan cara membunuh manusia itu yang akan menjadi pemimpin baru mereka.


"Dan untuk siapa pemimpin baru kita, kalian akan tahu saat acara penobatannya nanti.


Setelah rombongan Kenzie tak terlihat, ruangan kembali ramai membicarakan apa yang sudah dibahas kali ini.


"Tapi mengapa para tetua klan penyihir ingin mengambil darah pemuda itu?" itu yang dipikiran mereka semua.


Dimansion Kenzie


setelah berganti pakaian yang lebih nyaman merek berkumpul ditempat biasa.


"Ada yang ingin aku bicarakan" ujar Richard membuat semua orang menoleh kearahnya termasuk Zeline dan Eshal.


"Ada apa?" Tanya Kenzie.


"Setelah penobatan Sean, aku ingin membawa putrimu Eshal kedunia manusia"


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan pada putriku untuk menikmati waktu nya bersama keluarganya?" Tanya Kenzie dengan kening sedikit berkerut.


"Hahhh... bocah keras kepala itu tidak mengizinkan matenya untuk melanjutkan pendidikannya"


"Jadi?" sahut Kean.


"Aku membujuknya dengan cara mengajak Eshal bersekolah juga di Sma Devender bersama dengan mate Sean. dan sean pun setuju"


"Aku sendiri yang akan menjaga mereka. Bukankah aku tak ada pekerjaan disini? aku hanya sibuk mengurus perusahaan saja. Dari pagi sampai siang aku berada dirumah karena sekarang Sean sudah menggantikan aku memimpin perusahaan" seru Richard agar Kenzie dan Naira mengizinkan agar ia bisa membawa Eshal bersamanya.


Naira menatap Kenzie. "Suamiku, aku rasa dengan membawa Eshal kesana tidak ada ruginya. Putri kita bisa bersekolah disana dan bisa hidup dengan normal"


"Hahhh baiklah. Bawa juga Zeline bersamamu" putus Kenzie dengan senyum misterius nya. Naira yang mengerti senyum itu lantas menelan ludahnya. Bersiaplah sayang. mindlink Kenzie ke Naira. tebakan Naira benar.


"Apa? tidak! Eve akan tetap disini!" protes Vano.


"Memangnya kau siapa? Ayahnya?" sela Rafael membuat Vano melotot kearahnya tapi dibalas dengan tatapan tajam.


"Aku calon suaminya" sungut Vano sambil mengangkat wajahnya.


"Cih masih calon. Belum tentu kak Kenzie memberi restu" Ejek Kean membuat Vano terdiam.


"Sudah jangan menggoda kak Vano terus. Kak Vano kalau mau bisa ikut ke dunia manusia" sela Naira.


"Apa? tidak! Vano akan tetap disini. Enak saja dia lepas tanggung jawab dan memberikan tanggung jawab nya padaku" kali ini Vian protes.


Naira menghela napas lelah.


"Vano akan tetap menjalankan tugasnya. Dia boleh pergi kedunia manusia setelah tugasnya ia selesaikan" putus Kenzie.


Vano menatap ke arah kakak kembarannya itu dengan memeletkan lidahnya mengejek Vian. Vian hanya mendengus saja. Awas saja kau. batin Vian sambil memikirkan rencana bagaimana agar kembarannya itu selalu sibuk. mereka yang mengetahui apa yang akan direncanakan Vian hanya menggelengkan kepala kecuali Eshal, Zeline dan Vano tentunya. Karena Vian sudah menyegel agar Vano tidak mengetahui apa yang ia rencanakan.


...###...


...Tbc...