
"Jadi... apa kemampuan kakak?" Tanya Leyna penasaran ketika mereka berada didalam kamar Sean dikediaman Richard yang berada didunia manusia.
Sean tersenyum lembut lalu menarik Leyna kedalam pelukannya. "Apa kamu begitu penasaran sayang?" godanya.
Leyna memukul dada Sean pelan. Ia dibuat tersipu. Senyum yang selama ini tidak pernah hadir diwajah Sean sekarang senyum itu akan selalu terbit untuk kekasih kecilnya itu.
Diangkatnya dagu Leyna agar dapat melihat wajah Sean.
'Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Aku tidak menyangka jika aku akan memiliki suami setampan ini' puji Leyna dalam hati memuji ketampanan milik Sean.
senyum Sean semakin merekah mendengar pujian yang dilontarkan sang kekasih walau hanya dalam hati. "Aku tahu kalau aku memang tampan sayang. Kamu akan segera memiliki suami tampanmu ini" Goda Sean membuat wajah Leyna merona.
"Ka-kapan aku mengatakan kalau kamu tampan" ujar Leyna gelagapan.
Sean terkekeh gemas dengan tingkah kekasih kecilnya. "Baru saja kamu memujiku"
mata Leyna membulat "Dasar menyebalkan" ujarnya sambil melepas pelukan Sean lalu berdiri dan hendak keluar kamar. Namun sebelum ia menyentuh pintu "Kau sangat menggemaskan baby" ucap Alex dengan suara beratnya yang sudah menguasai tubuh Sean. Leyna memutar tubuhnya menghadap ke arah Alex. Betapa terkejutnya ia ketika mata hitam itu berubah menjadi berwarna emas. Tapi dengan cepat Leyna mengendalikan rasa takutnya.
"Siapa kamu?" Tanya Leyna dengan hati-hati.
Alex berjalan mendekati Leyna. Dibawanya tubuh mungil itu dalam pelukannya. Alex menikmati aroma memabukkan yang ditubuh leyna dengan mengendus leher jenjang putih milik Leyna. kelakuan Alex membuat Leyna merinding sekaligus geli.
Dikecupnya leher Leyna dengan sensual membuat tubuh Leyna menegang. Alex yang merasa gadisnya hanya diam saja melanjutkan aksinya dengan memasukkan tangannya kedalam kaos Leyna dan ingin meraih pengait bra Leyna. tapi sebelum hal itu terjadi Sean berteriak keras didalam pikiran Alex 'Jika kau menyentuhnya sekarang maka aku akan menyegelmu agar tidak dapat keluar Alex' ancam Sean.
Alex hanya mendengus kesal lalu ia berganti shift dengan Sean yang lagi-lagi membuat Sean menggerutu kesal dalam hati karena kelakuan serigalanya. Sebelum semuanya makin kacau Sean menyuruh Leyna keluar.
"Keluarlah. Maaf karena sudah berkelakuan seperti tadi" ucapnya dengan suara serak milik Sean kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang dibangunkan oleh Alex.
Leyna menatap punggung tegap itu dengan wajah merona sampai menghilang dibalik pintu kamar mandi. Akhirnya Leyna keluar dari kamar menuju kamar nya dulu dibangunan khusus pelayan sebelum ia akan berangkat melanjutkan pendidikannya dan kejadian itu terjadi, tapi Sean sudah menghapus ingatan mengerikan itu agar gadis kecilnya tidak terbayang-bayang kejadian mengerikan yang sudah menimpanya sekaligus agar gadisnya tidak takut padanya.
Sesampainya dibangunan khusus para pelayan Leyna dihadang oleh beberapa pelayan yang menatapnya dengan penuh kebencian. Gadis kecil yang baru sehari masuk kedalam kediaman Alcander sudah mendapat sesuatu yang tak diberikan oleh pelayan lainnya.
"Kenapa kalian disini?" tanya Leyna polos. karena Leyna yang memang sangat polos Leyna tidak bisa melihat tatapan kebencian yang dilayangkan oleh beberapa pelayan senior itu. Tapi berbeda jika berhadapan dengan Sean dan dia juga tidak mengerti kenapa sikapnya sedikit berubah jika dihadapan pria itu.
"Halah jangan pura-pura sok polos ya" cecar salah satu pelayan.
"Maksudnya?" tanya Leyna tidak mengerti.
"Kau pasti menggoda tuan bukan?! kenapa disaat semua pelayan tidak bisa masuk kedalam kediaman ketika ada tuan besar, kau malah bisa dengan mudah masuk kedalam sana. kalau tidak menggoda tuan lalu apa?!" ujar yang lainnya sampil mendorong Leyna keras tapi untungnya Leyna seperti memiliki energi yang kuat hingga ia tidak sampai terjatuh ketika didorong bahkan tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Aku tidak menggoda siapapun ataupun menggoda tuan. aku..."
"Jangan banyak alasan kau! kau pasti menggoda tuan besar dan tuan muda!" ujar yang lainnya.
"Ternyata disini ada j*l*ng kecil" ujar pelayan pertama membuat yang lainnya tertawa keras.
plakkk
Suara tamparan yang sangat kuat dilayangkan oleh Leyna kepada pelayan yang sudah menghinanya barusan. tamparan yang sangat kuat hingga sudut bibir pelayan tersebut robek dan mengeluarkan banyak darah. Bahkan telapak tangan mungilnya membekas dipipi putih pelayan tadi.
"Beraninya kau menghinaku dengan sebutan j*l*ng. Jika diriku seorang j*l*ng dengan pakaian tertutup seperti ini bagaimana denganmu dengan pakaian kekurangan bahan ini. Setahuku kediaman ini hanya menyediakan pakaian yang tertutup! Tidak kekurangan bahan seperti yang kau pakai ini" desis Leyna dingin sambil menatap tajam pelayan tersebut.
"Menyingkir dari hadapanku" ujarnya dingin membuat siapa saja yang mendengarnya merinding.
Sean yang hanya menyaksikan kejadian tersebut dibalik jendela tersenyum puas dengan keberanian gadis kecilnya. tak lama senyum itu menjadi seringaian yang mengerikan ketika mendengar perkataan ancaman dari mulut pelayan yang ditampar oleh Leyna.
"Pelayan tidak tahu diri! Sudah diberikan kenyamanan ditempat ini malah tidak tahu diri!" desisnya geram. ingin sekali ia menghancurkan mulut kotor itu. tapi Sean tahan karena ingin melihat gadis kecilnya lah yang menghukum pelayan tidak tahu diri itu.
"Apa tidak masalah membiarkan pelayan itu?" Tanya Arthur disamping Sean.
"Aku ingin melihat bagaimana gadisku menghukum pelayan menjijikkan itu" jawab sean. Bagaimana tidak jijik melihat pelayan itu, pakaian yang seharusnya tertutup malah kekurangan bahan dan pakaian itu merupakan seragam para pelayan untuk membersihkan kediaman Alcander.
...»---♡---«...
Didunia Immortal tepatnya di mansion Kenzie.
Semua orang berkumpul setelah kejadian Sean yang mengamuk kecuali Richard tentunya.
"Jadi putraku masih hidup?!" Tanya Naira dengan mata berkaca-kaca setelah mendengar semua yang diceritakan oleh Kenzie.
"Benar putra kita masih hidup" jawab Kenzie membawa istrinya kedalam pelukannya.
"Hiks... Mengapa kamu menyembunyikan semua ini" ucap Naira sambil memukul dada Kenzie.
"Maafkan aku. Aku terpaksa melakukannya agar putra kita aman sayang"
Naira mendongak menatap Kenzie "Lalu dimana dia sekarang?"
"Dia aman bersama Richard sayang" jawab Kenzie sambil mengusap air mata yang mengalir dipipi istrinya.
"Dia akan segera kesini untuk peresmian pengangkatan Lord baru. Jadi kamu bisa bertemu dengannya"
"Baiklah" kata Naira tersenyum lega akhirnya ia akan bertemu dengan sosok yang sudah bertahun-tahun menghilang. Ikatan batin seorang ibu sangat kuat pada anaknya, itulah mengapa Naira selalu menganggap jika putranya masih hidup dan ia tidak tahu keberadaan putranya itu.
"Bagaimana Vian? Apa kau sudah memberitahu semua pemimpin klan?" tanya Kenzie pada Vian yang baru saja masuk.
Vian menunduk hormat "Salam Lord. Aku sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan"
Kenzie mengangguk puas.
"Perketat disetiap sudut tempat acara nanti. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada saat pengangkatan putraku" titah Kenzie yang langsung dilaksanakan oleh pengawal setianya.
"Perintah diterima Yang Mulia" ujar Vian, Vano, Kean dan Rafael bersamaan dengan posisi kaki tertekuk dengan satu lutut sebagai tumpuan serta tangan kanan didepan dada dan tangan kiri di belakang punggung dengan pandangan menatap kebawah.
Zeline dan Eshal dibuat takjub melihat rasa hormat yang diberikan oleh mereka kepada ayah mereka. meskipun Kean dan Rafael yang merupakan keluarga Kenzie dan Naira, tapi mereka tetap menghormati Kenzie. Begitupun dengan Vian dan Vano yang sudah dianggap sebagai keluarga.
Mereka yang masih menunduk hormat sebelum Kenzie memerintahkan untuk bangun terdengar suara yang membuat mereka dibuat jengkel "Tidak perlu menyambutku seperti itu. Tapi terimakasih karena sudah menyambutku dengan seperti itu" ujarnya diakhiri dengan kekehan.
Gerald yang setia mengikuti kemanapun tuannya pergi hanya tersenyum tipis saat merasakan rasa jengkel keempat orang itu.
...»---♡---«...
...T.B.C...