
Selama empat hari aku terkurung di sel ini, aku selalu memikirkan apa saja yang ia katakan padaku, hal yang ku anggap hanya sebuah mitos belaka.
Tidak mungkin dia sedang sekarat karena ku. Dua hari yang lalu ia mengatakan kalau dia akan lepas kendali bila malam hari dan dia akan terlihat sangat letih saat siang hari dan pria gila itu menyalahkan kalau semua itu adalah kesalahanku? Yang benar saja. Aku tidak percaya makhluk seperti itu ada didunia ini.
Pria itu bilang, Kenzie akan mati bila aku tidak melakukan pengikatan darah dan penyatuan mate saat bulan purnama merah.
Aku bingung antara percaya tidak percaya. Saat aku menatap matanya dengan memberanikan diri, aku melihat matanya berkata jujur. Dan kalau setelah Red full moon yang akan terjadi dua hari lagi maka ia akan mati dan dunia immortal akan terpecah belah. Peperangan antar kaum akan terjadi memperebutkan posisi di kerajaan utama, di dunia immortal. Dan jika semua itu terjadi maka aku yang akan disalahkan oleh semua kaum.
Awalnya aku masih bersikeras kalau semua yang dikatakan pria itu hanya lelucon renyah untuk menakutiku.
Tapi kenapa ada perasaan takut bila semua itu terjadi nanti. Aku takut kehilangan dia dan aku takut kalau akan ada perang besar terjadi dan itu karena aku!.
Dan semua ketakutanku semakin nyata saat kedatangan seseorang setelah kusebut namanya. Kak Rafael! Dia tiba tiba berdiri di belakang pria itu dengan wajah dinginnya yang membuat ruangan di sekitar serasa membeku.
Dalam hati aku merasa lega dan tenang karena kakakku sudah datang untuk membawaku pulang.
Kenapa tidak dari awal waktu aku diculik tidak memanggil namanya.
Kakak dan pria itu berbicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Tapi aku merasa pernah mendengar bahasa itu dan aku dengan lancar berbicara dengan menggunakan bahasa itu.
Saat aku melamun, aku merasa berada digendongan seseorang. Dan saat aku sadar, siapa orangnya, membuatku tercengang, bagaimana mungkin aku bisa berada di gendongan kakak dalam sekejap dan posisi kakak masih tetap sama ditempatnya tanpa berpindah dan itu membuatku mulai mengakui kalau semua yang di katakan pria itu benar adanya.
"Terimakasih karena kau sudah memudahkan kami untuk menjelaskan pada adikku jika makhluk seperti kita itu memang ada, Vano" ujar kak Rafa sebelum kami menghilang. Ralat, kakak lah yang membawaku menghilang bersamanya. Dan dalam hitungan menit kami sudah di rumah yang aku tinggalkan empat hari lamanya.
Ayah dan bunda memelukku penuh kerinduan dan aku membalas pelukan mereka. Aku juga sangat merindukan rumah terutama ayah dan bunda.
Saat aku masih berada dalam pelukan ayah dan bunda, aku mendengar suara kak Kean yang turun dari atas dan terjadi perbincangan sebentar dengan kak Rafael.
Mereka melepaskan pelukannya setelah aku berujar "Apa Kenzie baik-baik saja?!" tanyaku saat aku mengingat semua cerita yang pria berjubah itu katakan.
Naira pov end
Mereka ber-empat hanya diam saja saat Naira melontarkan pertanyaan itu.
»---♡---«
*Seseorang pov*
Aku tidak menyangka! kalau perbuatanku dulu membuat raja kaum immortal seperti ini.
Aku amat sangat menyesal telah melakukan hal bodoh itu!. Mencintai mate dari saudaraku sendiri dan dengan kejinya aku memisahkan mereka dengan cara membunuh gadis yang ku cintai. Mate saudaraku.
Aku sudah di butakan oleh cinta, tidak! Bukan cinta, melainkan hanya sebuah obsesi semata sampai aku tidak sadar kalau aku sudah membunuh gadis itu!. Aku sangat menyesal, karena perbuatanku saudaraku menjadi salah paham dan ingin balas dendam pada Lord dengan membunuh Queen, mate Lord.
Aku pria pecundang yang sampai sekarang tidak berani mengakui kesalahanku dulu dan membuat Lord tersiksa.
Dan aku tahu kalau Lord sudah tahu kalau yang sudah membunuh mate saudaraku itu aku.
Sebelum Lord mulai mendapatkan hukuman karena tidak juga melakukan pengikatan mate setelah bertemu dengan Queen, karena Lord tidak ingin Queen pergi darinya lagi.
Aku ingin mengakui semuanya, tapi aku tidak berani. Aku begitu pengecut.
Saat red full moon nanti datang aku akan mengatakan semuanya dan aku rela dihukum atas perbuatanku dulu. Meskipun itu hukuman mati sekalipun aku tidak peduli! Karena aku, semua kekacauan ini terjadi.
Pov End
...»---♡---«...
Di dunia immortal
"Yang mulia, red full moon akan terjadi besok malam" ujar Alvian ke Kenzie.
Kenzie menatap Alvian datar kemudian ia tersenyum tipis "Sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya?" tanyanya penuh kerinduan.
"Satu tahun lebih, yang mulia" jawab Alvian menunduk.
Kenzie menghela napas lelah. Ia lelah dengan semua yang telah ia alami dan besok malam semuanya akan berakhir.
Besok malam dia akan kembali mendapatkan matenya yang pernah lepas darinya.
Kenzie akan menjaga mate ya, ratunya dengan segenap nyawanya. Kenzie tidak ingin kehilangan mate nya lagi untuk yang kedua kalinya. Tidak akan!
Dia tidak akan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti matenya nanti.
Jika ada yang berani menyakiti matenya, maka dia akan membalaskan rasa sakit yang di alami oleh matenya dua kali lipat!
Itu janji Kenzie.
Sumpah seorang Lord dari seluruh kaum immortal Kenzie Alexis Maximus!
Kenzie menutup kedua matanya yang telah terjaga semalaman dan ia hanya bisa istirahat saat matahari berada di langit.
'Maafkan kesalahan saya, yang mulia'
...»---♡---«...
...T.B.C...
...Jangan lupa Like and follow ...
...Terimakasih ...