
Di Mansion Sean, Sean terkejut karena Alex yang tiba-tiba muncul dan langsung jatuh tak sadarkan diri.
Sean membawa Alex ke salah satu kamar yang ada di Mansion, dan menidurkan Alex di kasur.
"Ha~… apa yang sebenarnya kau lakukan sampai tak sadarkan diri seperti ini…" gumam Sean setelah menidurkan tubuh Alex di atas kasur.
"Ayah!"
Sean terkejut karena tiba-tiba Floria berteriak.
"Ada apa?!" teriak Sean yang masih di dalam kamar.
Sean kemudian mendekati Floria yang berada di ruang tengah sedang menonton TV.
Sean sangat terkejut karena melihat berita tentang para pemimpin dunia yang menerima semua apa yang Alex katakan.
'Apa Alex benar-benar kelelahan karena ini? Menantang seluruh untuk menyatukan mereka dalam suatu aliansi? Alex, kau tidak harus mengorbankan dirimu sendiri untuk ini' pikir Sean.
Dia benar-benar shock saat melihat Alex yang tidak sadarkan diri, Vampire sepertinya yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan dunia ini dalam sekali jentikan jari, tapi sekarang dia sedang terbaring tak sadarkan diri.
Alex, satu-satunya Vampire yang dia percayai, sekarang dia tak sadarkan diri, apa yang harus dirinya lakukan?
Sean sudah bertahun-tahun menjadi seorang pemimpin di dalam Pack miliknya, Pack yang dia pimpin.
Tapi, sekarang dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Sean tidak sekuat Alex yang bisa menantang dunia dengan mudahnya, dia adalah seorang Werewolf yang sedikit lebih kuat dibanding Werewolf lainnya karena dia adalah seorang Alpha.
"Alex, kuharap apa yang kau lakukan tidak akan berbalik padamu" gumam Sean.
Sean kemudian berjalan, membuka ruang rahasia menuju perpustakaan bawah tanah untuk menenangkan pikiran.
Floria dan Leo juga hanya bisa diam, mereka tidak bisa berbuat apapun, bahkan mereka tidak memiliki pengalaman apapun dalam perang dan pertempuran apapun.
Di dimensi mereka sangat damai, karena Para Penjaga Dimensi yang menjada dimensi mereka tidak tertidur membuat mereka bisa bernapas lega karena tidak akan ada penyerangan oleh para Hunter.
Semua ras di sana juga hanya mementingkan ras dan Pack mereka, dan mereka semua melakukan kerjasama karena semua pengaruh dari Alex.
Dunia manusia sedang kacau saat ini karena kedatangan ras yang lebih kuat dari mereka, bahkan nuklir sekalipun tidak akan bisa menggoresnya.
Jadi, mereka memutuskan untuk membuat aliansi dan menyetujui semua syarat yang Alex berikan, walaupun itu membuat mereka rugi sekalipun.
Alex, seorang Kaisar Vampire yang baru saja kembali setelah 20 tahun menghilang, apakah sekarang dia harus mengorbankan nyawanya untuk menyelesaikan misinya?
Meninggalkan kembali keluarganya yang masih menangis bahagia karena kepulangannya dan kembali menangis sedih? Atau dia bisa melakukan semuanya dengan menjadi pemimpin seluruh dunia?
Alex yang sebelumnya tinggal di dunia manusia sebagai seorang anak yang selalu mendapat kasih sayang orang tua, tapi berubah karena kebenaran yang dirahasiakan keluarganya.
Mengorbankan waktu remajanya hanya untuk melindungi orang-orang terdekatnya, apa dia akan kembali ke masa itu? Masa di mana dia harus berjuang sendiri.
...~•~...
1 bulan sudah terlewati, dan perlahan Alex membuka matanya.
Alex membutuhkan waktu lama untuk pulih karena kekuatan yang sebelumnya dia gunakan masih belum sempurna, dan masih bisa dikatakan itu adalah kekuatan yang cacat.
Bahkan setelah 1 bulan Alex tak sadarkan diri, energi tubuhnya belum pulih sepenuhnya.
Selama 1 bulan di alam bawah sadarnya, Alex terus-menerus diceramahi oleh Renz, sang Raja Neraka dulu.
Renz benar-benar menceramahinya seperti Ibu-Ibu yang menceramahi anaknya ketika berbuat salah atau berbahaya.
Sebelumnya Renz masuk dalam mode tidur panjang, dan dia terbangun karena guncangan dari jiwa Alex yang tidak stabil.
Saat Alex bangun, dia hanya melihat jika dia sedang berbaring di sebuah kamar yang luas.
Energi Alex yang bisa dibilang hampir tidak terbatas itu sekarang hanya tinggal 10% dari energi penuhnya.
Perlahan bangun dari tempat tidur, Alex hanya duduk diam di sisi tempat tidur itu.
Seluruh tubuhnya menjerit, setiap tulang dan selnya terasa sakit.
'Mulai sekarang aku tidak akan pernah menggunakan Tubuh Kekosongan kecuali keadaan mendesak saja' batin Alex yang meratapi keadaan tubuhnya saat ini.
Alex bangun perlahan, dan mulai berjalan pelan keluar kamar.
Saat keluar, Alex mendengar suara dari arah dapur, dan langsung mendekati suara itu.
Di dapur, terlihat Leo yang sedang memasak dengan Floria yang duduk santai di meja makan.
'Peran mereka sepertinya terbalik' pikir Alex yang melihat pemandangan di depannya.
Seorang lelaki memasak, dan seorang perempuan yang menunggu di meja makan.
"Peran kalian terbalik ya?" tanya Alex dengan suara yang sedikit keras, mengagetkan Leo yang sedang memasak.
Floria juga menjatuhkan gelas yang sebelumnya ingin dia minum, karena terkejut gelas itu jatuh dan pecah.
"Paman Alex, kau sudah sadar?" tanya Leo.
"Ya, kau bisa melihatnya kan?"
Floria hanya melamun sambil menatap Alex.
Matanya perlahan memerah dan air mata langsung jatuh dari matanya.
Floria langsung berlari ke arah Alex dan memeluknya erat.
Alex hanya menepuk kepala Floria pelan.
"Maaf, membuat kalian khawatir, mungkin di masa depan akan lebih buruk dari ini" gumam Alex yang masih bisa di dengar oleh Leo dan Floria.
Tangis Floria semakin pecah ketika mendengar itu, bahkan Leo juga terkejut mendengar itu.
"Paman, jika Bibi Anna mendengar itu, kau akan benar-benar mati" ucap Leo yang membuat Alex merinding sekaligus merindukan Anna.
"Kau benar, dia itu pemarah, aku merindukan omelannya seperti dulu" ucap Alex.
Alex kemudian menggendong Floria, lalu duduk di salah satu kursi meja makan, dan mendudukkan Floria di pangkuannya.
"Paman, aku sudah besar" ucap Floria ketika tahu jika dirinya dipangkuan Alex.
"Benarkah? Tapi tangisan mu itu seperti anak kecil kehilangan mainannya" ucap Alex jahil.
Floria yang mendengar itu langsung kesal dan menggembungkan pipinya, itu terlihat imut di mata Alex.
"Paman, jika kau macam-macam dengan adikku, aku akan membunuhmu" ucap Leo dengan tatapan tajam ke arah Alex.
"Tenanglah Leo, lagipula aku sudah memiliki tiga anak, mana mungkin aku memiliki istri lagi yang usianya lebih muda dari anakku" ucap Alex yang membuat salah paham.
"Kau berniat memiliki istri lagi?" tanya Leo, dan Floria hanya menatapnya.
"Tidak, lagipula Anna sudah cukup untukku"
"Baguslah, jika kau menyakiti Bibi Anna, aku akan membunuhmu, memotong tubuh mu menjadi potongan kecil dan memberikannya kepada tikus" ucap Leo.
Ya, Leo itu menyayangi Anna seperti Ibunya sendiri, dan Anna juga menganggap Leo seperti anaknya sendiri. Karena dulu Sean dan Lasilia sering menjenguk Anna setelah Alex menghilang, tentunya Leo saat masih anak-anak selalu ikut Ayah dan Ibunya.
Leo sangat menyayangi Anna dan selalu berpikir Anna itu seorang malaikat karena senyuman Anna dan perilaku Anna padanya, dan dia juga selalu bermain dengan Zach, Luke, dan Nivia, bisa dibilang mereka sudah seperti keluarga.