I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
76



Info : Maaf baru update, banyak tugas apalagi aku sekarang lagi ngumpulin tugas+portofolio buat kelulusan nanti ಥ_ಥ, do'akan aku semoga lulus ya, and cepet dapet pekerjaan setelah lulus nanti, See You~


Yang masih tidak terbiasa dengan Alex yang terlihat lebih tua dari umurnya tenang aja, Alex masih bisa berubah ke wujudnya yang sebelumnya, jadi Alex akan menggunakan wujud Kaisar Vampire saat dibutuhkan saja.


.......


.......


...~•~•~...


.......


.......


Alex pergi keluar menggunakan teleportasi untuk melihat kenapa langit mengeluarkan warna emas.


Saat Alex di luar, Alex melihat awan berwarna emas, dan terlihat petir berwarna emas yang keluar dari awan itu.


Saat Alex sedang menatap langit, petir tiba-tiba menyambar ke arah Alex, Alex berhasil menghindarinya, tapi petir lain terus menyambar ke arahnya, petir itu menyambar Alex terus-menerus, dan saat petir terakhir muncul, Alex tidak dapat menghindarinya dan terkena petir itu.


Semua Vampire terkejut karena Alex tersambar petir emas itu, dan saat debu menghilang, Alex juga menghilang dari tempat itu, membuat semuanya khawatir dan panik, termasuk Anna yang langsung pergi ke tempat Alex tersambar petir.


Anna tidak merasakan kehadiran Alex, dan saat melihat sekitar, Anna hanya menemukan 2 gelang dengan warna berbeda, satu berwarna hitam dan satu lagi berwarna putih.


Di gelang berwarna hitam tertulis nama Alexander menggunakan warna putih, sedangkan yang putih terdapat nama Anna Xerin Zennan dengan namanya berwarna hitam.


Kedua gelang itu adalah buatan Alex, Alex selalu membuat sesuatu jika sedang bosan.


Anna langsung menangis karena tidak melihat Alex dimana pun.


Sedangkan Alex saat ini berada di suatu tempat yang tidak diketahui, tempat itu seperti sebuah perpustakaan karena terlihat banyak buku.


Saat sedang melihat sekitar, seorang pria mendekati Alex.



.


.


.


"Kau sepertinya sudah siap mewarisi kekuatanku" ucap pria itu.


"Siapa kau?" tanya Alex waspada.


"Aku adalah Dewa Semesta" ucap pria itu.


'Dewa Semesta!'


"Haha, kau tidak perlu terkejut seperti itu" ucap Dewa Semesta.


"Ah, tapi ku pikir Dewa Semesta itu seorang Kakek tua" ucap Alex yang membuat Dewa Semesta sweet drop.


"Ahaha-, kenapa banyak yang berpikir wujud ku seperti itu…" ucap Dewa Semesta sambil menunduk.


Alex hanya mengedikkan bahunya, lalu bertanya…


"Kenapa memilihku sebagai pewaris mu?" tanya Alex.


"Entahlah, mungkin karena kau memiliki sesuatu yang menarik" ucap Dewa Semesta.


"Sesuatu yang menarik?" tanya Alex bingung.


"Ya, aku tertarik dengan Jiwamu yang dapat menampung kekuatan dari Jiwa Phoenix, bahkan seluruh Jiwa Phoenix" ucap Dewa Semesta.


"Bukankah kau yang menciptakan seluruh makhluk hidup? Kenapa kau bersikap seperti tidak tau apapun?" tanya Alex.


"Aku memang yang menciptakan tubuh kalian, tapi tidak dengan jiwa kalian"


"Apa maksudmu?"


"Aku yang menciptakan kalian semua, tapi Dia yang menanamkan jiwa kepada tubuh kalian"


"Dia?"


"Tuhan" ucap Dewa Semesta sambil tersenyum.


Alex yang mendengar itu hanya terdiam.


"Aku hanya diminta olehnya untuk menciptakan kalian sesuai apa yang dia inginkan, dan Dia sendiri yang akan menanamkan jiwa kepada kalian. Aku hanyalah salah satu bawahannya, bahkan ada yang lebih tinggi dari tingkatan kami, yaitu para Malaikat" ucap Dewa Semesta.


"Kenapa kau menolak?"


"Aku tidak ingin menjadi sesuatu yang disebut Dewa, aku hanya ingin hidup seperti biasa, tapi karena sekarang aku juga memiliki kekuatan Kaisar Vampire membuatku memiliki tanggung jawab yang besar" ucap Alex.


Dewa Semesta yang mendengar itu sangat takjub dengan pemikiran Alex, memang benar jika saat ini beban yang dia tanggung sangat besar, apalagi jika dia menjadi Dewa, maka bebannya akan semakin besar.


"Baiklah jika kau tidak ingin melakukannya maka aku tidak akan memaksa, tapi aku akan melatih mu" ucap Dewa Semesta.


"Kenapa?"


"Perang besar antara kedua dimensi akan terjadi lagi, dan itu sekitar 50 tahun lagi jika di duniamu"


"Seberapa besar perbedaan waktu di sini dan di sana?"


"Seratus tahun disini sama dengan satu tahun di duniamu"


"Berapa lama aku akan berlatih?" tanya Alex.


"Paling cepat seribu tahun" ucap Dewa Semesta yang membuat Alex terkejut.


"Bisakah lebih cepat?" tanya Alex.


"Ada satu yang sudah pasti berapa lama kau akan berlatih, tapi itu berlatih selama dua ribu tahun" ucap Dewa Semesta.


"Aku memilih berlatih selama dua ribu tahun" ucap Alex.


Alex lebih memilih pelatihan yang waktunya sudah pasti, tidak mungkin jika dia memilih pelatihan yang pertama karena mungkin saja membutuhkan waktu ribuan atau bisa sampai ratusan ribu tahun.


......~•~•~......


Di tempat Anna, Anna terlihat duduk terdiam di atas kasurnya sambil menatap gelang ditangannya.


Saat Anna ingin berdiri, kepalanya terasa pusing, dan membuatnya tidak sadarkan diri.


......~•~•~......


Balik lagi ke tempat Alex yang saat ini sedang berlatih diruang hampa udara, walaupun sudah terbiasa, tapi Alex masih kesulitan karena kekuatan miliknya disegel oleh Dewa Semesta.


Dewa Semesta menyegel kekuatan Alex ketika sampai di ruang hampa udara, dan membiarkan Alex sendiri di sana.


"Aku benar-benar ditinggalkan" gumam Alex.


'Apa yang kau katakan? Aku masih di sini!' Nithael tiba-tiba berteriak di dalam pikiran Alex.


"Aku pikir kalian terlempar keluar ketika aku dibawa ke sini" ucap Alex.


'Kenapa kau berpikiran seperti itu, dasar bocah!' sikap Nithael kembali seperti saat Alex dan Nithael bertemu, karena sudah lama Nithael tidak memanggil Alex dengan sebutan bocah.


"Yah, aku tidak bisa menghubungi ataupun merasakan aura kalian, aku pikir kalian terlempar keluar saat aku tiba di sini" ucap Alex.


'Kau salah Alex, kami tiba-tiba tersegel dan tertidur ketika kau sampai di sini, dan lagi wujud ku yang saat ini masih sangat lemah karena masih banyak segel yang belum terbuka' - Gazardiel.


"Eh, kalian disegel? Kenapa tidak memberitahu ku?!" ucap Alex sedikit kesal.


'Karena kau tidak bertanya' - Xeran.


"Hah~, sudahlah"


Alex hanya mengambang di sana, terlihat seperti posisi duduk bersila.


Tiba-tiba ada yang menyerang Alex dari kejauhan. Alex yang tidak sempat bereaksi langsung terkejut karena lengan kirinya putus.


'Lenganku…'


Alex diam ditempatnya dengan tatapan mata yang tajam, mencoba melihat seseorang atau sesuatu yang menyerangnya.


Alex terkejut ketika melihat bola cahaya yang melayang dari kejauhan, tidak hanya satu, tapi ada empat, dan bola cahaya itu mengelilingi Alex dari semua arah.


Dua bola cahaya muncul lagi, dan itu tepat di atas dan bawah tubuh Alex.


Alex tidak sempat menghindar ketika keenam bola cahaya itu mulai menyerangnya, Alex sangat sulit bergerak, dan keenam bola cahaya itu menghantam tubuh Alex yang membuat Alex langsung meledak menjadi butiran cahaya.


Teriakan kesakitan menggelar ketika tubuh Alex mulai hancur.


Dalam sekejap, tubuh Alex kembali seperti semula, dan keenam bola cahaya itu masih mengelilingi Alex.


'Tidak, ini bukan lagi pelatihan… TAPI PENYIKSAAN!!!" teriak Alex dalam pikirannya.