I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
71



3 minggu terakhir, Alex memutuskan untuk melatih kekuatannya dan berkumpul dengan keluarganya yang masih berada di Mansion milik Sean.


"Ayah, Ibu, Kak Riel, apa kalian akan tetap di dimensi ini atau kembali ke dunia manusia?" tanya Alex kepada keluarganya.


"Kami akan kembali ke dunia manusia, mungkin tiga hari setelah pengangkatanmu" ucap Roland.


"Apa aku bisa membatalkan pengangkatan ku" gumam Alex putus asa, karena dia sebenarnya tidak ingin menjadi seorang Lord Vampire.


"Bukankah kau sendiri yang memutuskan untuk pergi" ucap Gabriel.


"Tapi aku tidak tau jika aku yang akan terpilih, karena selama ini aku selalu bersantai karena pengangkatan ku masih lama. Tapi, waktu berlalu dengan cepat" ucap Alex kesal


"Mungkin karena eksperimen ku juga kau bisa seperti ini" ucap Roland.


"Itu benar, lagi pula orang tua mana yang akan menggunakan anaknya sendiri sebagai objek eksperimen" ucap Alex sedikit mengeluarkan aura miliknya yang menekan.


"Tapi untung saja itu berhasil, jika gagal…" Roland menghentikan perkataannya.


"Apa aku akan mati?" tanya Alex datar.


"Tidak, lebih buruk dari itu. Kau akan mendapatkan keabadian"


"Abadi?" tanya Alex.


"Ya, kau akan abadi, tapi di sisi lain karena kau tidak bisa menampung kekuatan yang kau terima kau akan menderita seumur hidupmu" ucap Roland.


'Gila! Kenapa aku memiliki ayah sepertinya!' teriak Alex di dalam pikirannya.


"Oh ya ayah, bagaimana dengan segel keluarga Laksan?" tanya Alex, membuat Ayah dan Ibunya menatap Alex.


Gabriel hanya diam karena dia yang memberitahu Alex tentang segel itu.


"Dari mana kau tau itu?" tanya Roland.


"Kak Riel" ucap Alex polos sambil menunjuk Kakaknya, Gabriel.


'Adik setan! kenapa kau memberitahu ayah dan ibu!' umpat Gabriel kesal.


"Dan juga…" Alex mengeluarkan Gazardiel dan Nithael dalam bentuk senjata.


Hal itu membuat Roland sangat terkejut.


"Pantas saja aku tidak bisa menemukannya, dari mana kau dapatkan itu?" tanya Roland.


"Kak Riel" ucap Alex lagi, sambil menunjuk Gabriel.


Gabriel kesal karena dia melihat Alex menyeringai.


"Gabriel…" panggil Lexa.


Gabriel yang mendengar suara Ibunya hanya tertunduk, aura yang dikeluarkan oleh Ibunya itu sangat mengerikan.


"Gabriel, kenapa kau langsung memberikan kedua senjata itu tanpa memberitahu Ayah dan Ibu terlebih dahulu?" tanya Lexa.


"Bukankah Ayah bilang, jika Alex sudah bisa mengendalikan kekuatannya maka senjata itu harus diberikan kepada Alex?" tanya Gabriel.


"Itu memang benar, tapi saat ini kekuatan Alex yang sesungguhnya bahkan belum bangkit" ucap Roland.


"Belum bangkit?" tanya Gabriel bingung.


"Aku belum mengatakan apapun padamu ya?" tanya Roland.


'Kekuatanku sudah sangat besar, tapi Ayah bilang kekuatanku yang sebenarnya belum bangkit, apa kau bercanda!' teriak Alex di dalam pikirannya.


"Ayah, ada berapa banyak darah Vampire yang ada ditubuh ku?" tanya Alex.


"Mungkin empat atau lima, belum ditambah dengan darah Bangsawan Vampire Laksan, dan Falez" ucap Roland.


Wajah Alex menggelap, Alex berpikir dia dilahirkan hanya untuk menjadi bahan eksperimen Ayahnya sendiri.


'Apa mungkin aku bukan anak kandung mereka' pikir Alex.


"Alex, darah Bangsawan Vampire yang ada di tubuhmu adalah Bangsawan Vampire terdahulu" ucap Roland.


"Alex tenang saja, jika kau terluka karena kekuatan itu, Ibu akan membunuh Ayahmu" ucap Lexa.


Roland hanya bisa terdiam, apalagi saat ini kekuatannya sangat lemah, sangat mudah bagi Istrinya untuk membunuhnya.


"Ayah, apa segel di tubuhmu bisa dihilangkan?" tanya Alex.


"Bisa saja, tapi itu akan membutuhkan banyak energi untuk menghilangkannya" ucap Roland.


"Kau hanya perlu mengalirkan energimu, akan lebih mudah jika kau memiliki elemen cahaya, tapi itu sangat jarang untuk seorang Vampire" ucap Roland.


'Api Phoenix Putih milikku ini ber-elemen cahaya kan?' pikir Alex.


'Itu memang cahaya, mana mungkin itu bisa memiliki penyembuhan jika bukan elemen cahaya, kecuali kau memiliki elemen air. Apalagi itu api putih, pasti ber-elemen cahaya, mana mungkin itu bisa menjadi air' ucap Nithael kesal.


'Kenapa kalian selalu membaca pikiranku?' tanya Alex kepada Nithael dan yang lainnya.


'Alex, pikiran kita terhubung, jika kau memikirkan sesuatu, maka kami akan mengetahuinya' ucap Xeran.


'Itu benar' ucap Rin dan Gazardiel bersamaan.


Roland, Lexa, dan Gabriel melihat Alex melamun, Gabriel langsung magguncang tubuh Alex agar Alex sadar.


Alex terkejut ketika Gabriel tiba-tiba mengguncang tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Alex.


"Apa yang kau pikirkan sampai kau melamun seperti itu?" tanya Gabriel.


"Ada yang berbicara padaku, aku hanya sedang berbicara padanya" ucap Alex.


"Siapa?"


"Kedua senjata ini" ucap Alex sambil menunjuk Nithael dan Gazardiel yang dalam bentuk senjata.


"Apa kau bisa menceritakan semuanya?" tanya Roland.


Alex kemudian menceritakan semuanya, bagaimana dia mendapatkan Nithael dan Gazardiel, kemudian dia membuat kontrak, dan terus bersama mereka. Alex menceritakan semuanya kecuali tentang dua senjata lain dan juga Mofsi.


"… mungkin seperti itu" ucap Alex.


Alex kemudian berdiri.


"Aku harus pergi sekarang, apalagi malam ini…" perkataan Alex terhenti.


"Pergilah Alex, tapi kau harus memberikan cucu untuk kami secepatnya" ucap Lexa sambil memeluk Roland.


Alex hanya terdiam dan menatap datar.


"Oh ya, Kak Riel kapan kau akan menikah?" ucap Alex kepada Gabriel.


Ucapan Alex itu membuat Gabriel menatapnya tajam, dan Alex hanya terkekeh melihat Kakaknya itu.


"Kalau begitu aku pergi" ucap Alex dan langsung menghilang, kemudian muncul di Kastil Lord Regmus.


Pernikahan Alex dan Anna akan dilaksanakan pada pukul 9 malam, sedangkan pengangkatan Alex sebagai Lord Vampire tepat pada tengah malam.


Pernikahan Alex dan Anna dilaksanakan dihalaman belakang Kastil, bukan didalam Kastil, karena malam ini bertepatan dengan gerhana bulan merah, dimana kekuatan Alex dan juga Anna akan bangkit.


Alex kemudian berjalan ke arah halaman belakang Kastil, di sana terlihat para pelayan yang sedang mendekorasi dibantu oleh para penjaga.


"Aku benar-benar belum siap menikah muda" gumam Alex sambil menghela napasnya.


Apalagi Kakaknya yang sekarang berusia 25 tahun masih belum memiliki pasangan, ketika memikirkan itu Alex langsung kesal.


Saat memikirkan Gabriel, Alex malah mengutuk Gabriel agar menjadi jomblo abadi.


Saat Alex sedang mengutuk Kakaknya, tiba-tiba dekorasi lampu gantung yang ada cukup tinggi di atas kepalanya tiba-tiba jatuh, tapi Alex langsung menjauh dari sana.



(Author : Nah kan, jadi kualat wkwkwk)



Semua pelayan dan penjaga di sana terkejut dengan suara benda jatuh, dan ketika melihat Alex, mereka langsung meminta maaf karena tidak memasangnya dengan benar.


'Alex, kau kualat karena mengutuk Kakakmu sendiri' ucap Nithael sambil tertawa keras, Xeran dan Rin juga ikut tertawa.


'Makanya Alex, jangan jadi adik durhaka yang mengutuk Kakaknya sendiri" ucap Xeran yang masih tertawa.


Setelah Alex tidak mendengar suara mereka, Alex menghela napasnya dan menenangkan dirinya.


"Lebih baik aku istirahat saja" ucap Alex langsung masuk ke dalam Kastil dan menuju kamarnya.


Alex kemudian menjatuhkan dirinya di atas kasur dan langsung tertidur.