
Alex terkejut ketika dia melihat hampir semua rumah di sana hancur, dan rata dengan tanah.
"Apa semua ini ulah para Hunter itu?" tanya Alex kepada Zen.
"Ya, untungnya kami bisa membuat para Hunter mundur, jika tidak… aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada Pack-ku" ucap Zen.
Di sana Alex juga bisa melihat banyak Werewolf yang terluka.
Alex kemudian menggunakan kekuatan penyembuhan dari api putih, dan seketika para Werewolf dikelilingi oleh api putih itu, dan luka mereka perlahan tertutup.
Zen terkejut karena api putih mengelilingi para Werewolf di Pack-nya.
"Api apa itu?" tanya Zen penasaran.
"Ini adalah api penyembuhan" ucap Alex.
Setelah itu Alex menggunakan kekuatan api silver miliknya untuk menyerap rumah-rumah yang hancur.
"Apa yang kau lakukan? Itu bisa di bangun kembali" ucap Zen.
Alex tidak menjawab pertanyaan Zen, dan menggunakan kekuatan api silver miliknya untuk membangun rumah dari material yang tadi di serap oleh api silver miliknya.
Lagi-lagi Zen dibuat terkejut dengan kekuatan yang Alex miliki, dengan mudahnya dia membuat banyak rumah sekaligus.
Para Werewolf lainnya juga terkejut, rumah mereka yang awalnya hancur berdiri kembali seperti tidak pernah hancur.
Tekstur rumah itu sangat halus meskipun terbuat dari kayu.
Alex kemudian membuat kasur di semua rumah yang dia bangun sebelumnya.
"Aku hanya bisa membuat rumah dan tempat tidur untuk kalian" ucap Alex kepada para Werewolf.
"Tidak apa-apa, ini sudah cukup. Jika kami yang membangun rumah, pasti akan membutuhkan waktu berhari-hari" ucap salah satu Werewolf.
"Itu benar, kami sangat berterima kasih, apa anda juga yang menyembuhkan luka kami?" tanya Werewolf lain.
"Ya, itu aku" ucap Alex.
Para Werewolf pun membungkuk dan berterima kasih kepada Alex.
"Alpha, anda memiliki teman yang sangat hebat" ucap Beta dari Red Moon Pack.
"Aku tidak tahu apakah dia temanku atau bukan, karena dia adalah Lord Vampire" ucap Zen.
Para Werewolf langsung terdiam karena terkejut mengetahui Alex adalah seorang Vampire, bahkan dia adalah Lord Vampire.
"Itu tidak benar, pengangkatan ku sebagai Lord Vampire masih lama" ucap Alex.
Para Werewolf menjadi sangat hati-hati di depan Alex.
Para Werewolf sadar jika mereka bukan tandingan Alex, walaupun dia bukan Lord Vampire, tapi dia akan menjadi Lord Vampire di masa depan.
"Kakak!"
Alex mendengar suara seorang wanita berteriak.
Dari kejauhan, Alex melihat seorang gadis berambut merah gelap, tingginya sekitar 165 cm, bertubuh langsing dan berkulit putih bersih.
Kemudian gadis itu berhenti dihadapan Zen.
"Kakak, syukurlah kau baik-baik saja" ucap gadis itu.
Zen hanya tersenyum menanggapi ucapan adiknya itu.
"Alex, dia adalah adikku, Zeana Gillan" ucap Zen memperkenalkan adiknya.
"Halo, namaku Zeana Gillan" ucap Zeana, sambil mengulurkan tangannya kepada Alex.
"Alexander, kau bisa memanggilku Alex" ucap Alex, dan menyalami tangan Zeana.
Zeana kemudian menganggukkan kepalanya, dan melepaskan salamannya dengan Alex.
"Zeana, apa kau ingin menemui mate-mu?" tanya Zen kepada Zeana.
"Apa aku benar-benar bisa bertemu dengan Fero?" tanya Zeana.
"Ya, kau bisa menemuinya, tapi aku tetap tidak akan mengizinkan mu tinggal dengannya" ucap Zen tegas.
Zeana terlihat sedih, dia sangat ingin tinggal bersama mate-nya.
"Zen, kau tidak boleh mengekang adikmu" ucap Alex.
"Itu benar!" Zeana menyetujui perkataan Alex.
"Aku tahu, tapi aku tidak ingin kehilangan lagi" ucap Zen sedih.
Alex tidak mengerti ucapan Zen.
Zeana kemudian mendekati Alex dan membisikan sesuatu.
"Alex, Kak Zen memiliki mate bernama Adelia Flores, Kak Adelia adalah seorang manusia, dan dia meninggal ketika melahirkan" bisik Zeana.
"Lalu, di mana anak mereka sekarang?" tanya Alex sambil berbisik kepada Zeana.
"Nathan ada di Mansion bersama Alice" bisik Zeana.
Suasana kemudian menjadi canggung akibat teriakan Zen yang menangkap basah Alex dan Zeana sedang membicarakan mate Zen.
"A-aku harus kembali ke Mansion, Nathan pasti mencari ku" ucap Zeana langsung berlari menjauh.
Alex hanya terdiam melihat kepergian Zeana.
"Ekhem!" Alex mencoba mencairkan suasana.
Zen hanya melirik ke arah Alex.
"Apa semua itu benar?" tanya Alex.
"Ya, mate-ku sudah tiada" ucap Zen.
"Apa kau membekukan mayat mate-mu?" tanya Alex.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Zen.
'Semua orang juga akan tahu saat melihat kau sangat protektif kepada adikmu!' teriak Alex dalam batinnya.
"Hanya menebak saja" ucap Alex.
"Aku berharap dia hidup kembali" ucap Zen sedih.
Alex kemudian teringat dengan kekuatan Jiwa Phoenix Putih, yaitu membangkitkan seseorang yang sudah mati.
'Hei! Apa aku bisa membangkitkan orang yang sudah mati dengan kekuatan Jiwa Phoenix Putih' Alex mencoba bertelepati dengan Gazardiel, Nithael, dan yang lainnya.
'Bisa saja… tapi, ada harga yang harus kau bayar setiap kali membangkitkan seseorang yang sudah mati' ucap Xeran bertelepati dengan Alex.
'Harga? Apa harus ada pengorbanan?' tanya Alex.
'Bisa dibilang begitu… setiap kali kau membangkitkan orang yang sudah mati, usiamu akan berkurang 5 tahun, itu juga jika kau membangkitkan seorang manusia' ucap Xeran.
'Bagaimana dengan ras lain?'tanya Alex kembali.
'Kau akan kehilangan sepuluh sampai seratus tahun usiamu, tergantung dari ras mana, dan sekuat apa dia' ucap Xeran.
'Jika kau tidak ingin mengorbankan nyawamu, kau bisa mengorbankan nyawa orang lain sebagai bayarannya' ucap Nithael bertelepati dengan Alex.
'Begitu ya…' Alex kemudian langsung memutuskan telepatinya.
"Lex…Alex!" teriak Zen.
"Eh, ya?"
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Zen.
"Aku baik-baik saja… oh ya, Zen…"
"Apa?" tanya Zen.
"Apa kau ingin mate-mu hidup kembali?" tanya Alex.
"Tentu saja, jika aku bisa aku akan menghidupkannya kembali, walupun harus mengorbankan nyawaku" ucap Zen.
"Aku bisa melakukan itu" ucap Alex.
Zen terkejut mendengar perkataan Alex.
"Alex, sebenarnya kau sekuat apa?" tanya Zen kepada Alex.
"Aku juga tidak tahu" ucap Alex.
"Ku yakin bisa menghidupkan kembali mate-ku?" tanya Zen.
"Ya, tapi ada harga yang harus dibayar" ucap Alex.
"Aku akan melakukan apapun, kau bisa menggunakan ku sebagai medianya" ucap Zen.
Alex kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengorbankan siapapun" ucap Alex.
"Kau akan mengorbankan dirimu sendiri?" tanya Zen.
"Iya, lagipula jika aku menghidupkan kembali seorang manusia, usiaku hanya akan berkurang 5 tahun, jadi tidak perlu khawatir" ucap Alex.
"Keu mengucapkan itu seperti kau memiliki banyak nyawa" ucap Zen.
"Aku hanya mempunyai tujuh nyawa" ucap Alex.
'Sebenernya bukan nyawa, tapi Jiwa Phoenix, aku memiliki enam Jiwa Phoenix ditambah dengan ku Jiwa milikku… tunggu, bukankah aku memiliki jiwa lain di tubuhku? Jadi, aku seharusnya aku menyebutkan delapan nyawa, kan?' pikir Alex.
"Hah? Kau memiliki tujuh nyawa?" tanya Zen terkejut.
"Tidak, lebih tepatnya Aku memiliki enam jiwa lain di tubuhku" ucap Alex.
Zen benar-benar terkejut ketika mendengar apa yang Alex ucapkan.
'Maksimal Vampire akan memiliki dua nyawa karena memiliki jiwa lain di tubuhnya, itupun sangat jarang untuk Vampire yang memiliki dua jiwa dalam satu tubuh… tapi, Alex memiliki enam jiwa lain di tubuhnya, apa dia bercanda?' pikir Zen.