
"Paman Alex, apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Floria.
"Bukankah sekarang kau sedang bertanya?" jahil Alex.
"Ih, bukan itu!" kesal Floria.
Alex hanya terkekeh melihat Floria yang sedang kesal.
"Hm, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Alex.
"Ibu bilang jika dulu Paman menyelamatkan Ibu dari seseorang, apa Paman sangat kuat?" tanya Floria dengan mata yang berbinar.
"Floria, dia adalah Kaisar Vampire, dia lebih kuat dari yang kita bayangkan" ucap Leon.
"Kalau begitu aku akan menikah dengan Paman jika sudah dewasa nanti!" ucap Floria bersemangat.
Alex dan Leon diam mematung ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Floria.
"Floria, kau tidak bisa menikahi Pamanmu sendiri" ucap Leon yang juga diangguki oleh Alex.
Floria yang mendengar itu hanya cemberut, dan pergi dari sana dan memutuskan untuk kembali ke atas (Mansion).
"Maaf, adikku memang seperti itu" ucap Leon.
"Ya, mirip dengan Ibunya, Lasilia" ucap Alex.
Leon hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Alex.
Ruangan itu kembali hening karena kepergian Floria, hanya terlihat dua orang pria yang berbeda umur sedang membaca buku dengan tenang.
Di sisi lain…
Sean sedang berada di restoran miliknya, dua sedang mencari informasi tentang video mereka yang tersebar di dunia manusia, Sean merasa sakit kepala ketika dia melihat banyak situs dan media yang memberitakan tentang yang terjadi sebelumnya.
Bahkan banyak yang mengatakan jika ras seperti mereka sangat berbahaya dan harus dimusnahkan, tapi ada juga yang mengatakan jika mereka juga makhluk hidup, jika mereka tidak menggangu kenapa tidak mencoba membaur dengan mereka?
Sean menyandarkan punggungnya di kursi.
Dia memang bisa meredam semua media dan menghilangkan video itu dengan kekuasaan yang dia miliki di dunia manusia, tapi itu juga akan membutuhkan waktu.
Saat Sean sedang berpikir cara untuk menghilangkan semua video itu, Alex menghubungi Sean lewat telepati.
'Sean!'
'Apa?'
'Mungkin lebih baik kita mengadakan suatu hal agar kita diterima di dunia manusia ini daripada menghapus video itu'
Sean yang mendengar itu hanya diam, memang benar jika video itu sudah tidak ada, tapi semua orang sudah mengetahui tentang mereka, walaupun kebanyakan berpikir itu sebuah editan.
'Maksud mu seperti melakukan konferensi pers?'
'Ya, mungkin itu lebih baik dan cepat daripada harus meredam media dan seluruh dunia'
'Ha~, baiklah, aku juga akan menghubungi Cecyl untuk membantu'
Sean memutuskan telepatinya dengan Alex, dan langsung pergi ke Mansion miliknya.
Saat tiba di Mansion, Sean hanya melihat putrinya yang sedang duduk di sebuah sofa dengan berbagai camilan di atas meja.
"Floria" panggil Sean.
"Ayah!" teriak Floria, dan langsung melompat ke pelukan Sean.
"Ayah, ada Paman Alex di perpustakaan" ucap Floria.
Alex hanya menganggukkan kepalanya.
"Floria, bisa kamu panggil kan paman Alex dan Kakakmu?"
Floria langsung berlari ke perpustakaan bawah tanah di Mansion untuk memanggil Alex dan Leon.
Beberapa saat kemudian, Alex, Leon, dan Floria mendatangi Sean.
"Ada apa, Sean?" tanya Alex.
"Kau yakin dengan keputusan mu?" tanya Sean kepada Alex.
"Yah~, mungkin kita tidak akan bisa diterima dengan baik, tapi kita juga harus sebisa mungkin untuk mencegah perang antar dimensi lagi" ucap Alex.
"Kau tau Alex, beberapa ras dari dimensi kita yang tertangkap oleh manusia atau Hunter selalu dijadikan penelitian oleh para ilmuwan" ucap Sean.
"Alex, kita memiliki umur yang panjang, dan manusia yang memiliki sifat serakah selalu menjadikan ras yang berumur panjang sebagai penelitian mereka untuk membuat manusia memiliki umur yang panjang" lanjut Sean.
"Dan kebanyakan yang tertangkap adalah ras Werewolf dan Vampire?" tebal Alex.
"Kau benar, ras Werewolf memiliki ciri fisik yang sama seperti manusia, tapi mereka bisa berubah menjadi Serigala dan juga memiliki umur panjang, ras Vampire juga memiliki fisik yang sama dengan manusia, yang membedakan hanya kulit mereka yang pucat, dan sebagian Vampire memiliki telinga yang sedikit runcing, sama sepertimu dan Anna, dan juga Vampire memiliki umur panjang bahkan mendekati abadi" ucap Sean.
Ponsel Sean tiba-tiba berbunyi.
Sean langsung membuka ponselnya, dan melihat sesuatu yang membuat Sean terdiam.
"Ada apa?" tanya Alex.
"Dunia menyatakan perang kepada kita" ucap Sean yang membuat Alex terdiam.
"Perang, hal yang paling kita hindari" gumam Alex, tapi masih busa di dengar oleh Sean.
"Leon, Floria, kalian pergilah temui Ratu Vampire, dan beritahu dia untuk-" ucapan Sean berhenti karena Alex tiba-tiba berbicara.
"Tunggu, jangan sekarang" ucap Alex.
"Apa maksudmu!"
"Sean, kau pergilah dengan anak-anakmu, aku yang akan menghadapi mereka" ucap Alex.
"Tidak, kau ingin bunuh diri? Manusia memang lemah, tapi mereka unggul dalam jumlah, kau tidak akan bisa menghadapi mereka sendiri"
"Sean, ini tugasku, bahkan aku memiliki perintah darinya, tenanglah, selama ini aku selalu dilatih oleh seorang Dewa, jadi aku tidak akan mudah mati" ucap Alex.
Sean yang mendengar Alex dilatih oleh Dewa hanya bisa terdiam.
"Oh ya Sean, kau belum menghubungi Cecyl kan?" tanya Alex.
Sean hanya menggelengkan kepalanya.
"Bagus!"
Sean yang mendengar itu hanya menatap Alex bingung.
Sebuah hologram muncul dihadapan Alex, membuat Sean, Leon, dan Floria terkejut.
"Apa ini?" tanya Sean.
"Layar hologram" ucap Alex, membuat Sean kesal.
"Maksudku, bagaimana bisa ini tiba-tiba muncul?"
"Oh, ini pemberian dari Dewa itu, katanya sebagai tanda perpisahan, jadi dia memberiku kekuatan untuk menciptakan sebuah hologram, bahkan aku bisa meretas keamanan sebuah negara dengan pikiranku, dan itu tidak akan bisa dilacak" ucap Alex.
"Kau memiliki kekuatan yang tidak masuk akal, Alex… tidak, dari dulu kekuatanmu memang tidak masuk akal" ucap Sean.
Alex hanya terkekeh melihat Sean yang memijat keningnya.
"Tapi menurutku kekuatan ini biasa saja" ucap Alex.
"Apa maksudmu biasa saja! Kau terlahir sebagai Vampire campuran tapi memiliki darah murni, memiliki seluruh Jiwa Phoenix yang bahkan satu Jiwa Phoenix bisa menghancurkan sebuah pulau! Memiliki senjata yang memiliki kekuatan untuk membunuh ribuan nyawa! Menjadi Penjaga Dimensi! Menjadi Kaisar Vampire dan kekuatannya! Bahkan kau sekarang memiliki kekuatan pemberian Dewa! Apa itu maksudmu biasa saja?!!" teriak Sean kesal, dia sangat ingin memukul Alex sekarang, bahkan Sean tidak sengaja mengeluarkan hawa pembunuh yang ditujukan kepada Alex.
"Haha~, aku hanya bercanda Sean, tapi jika mungkin, aku lebih memilih untuk tidak memiliki semua kekuatan itu, karena itu aku memiliki tanggung jawab besar, jika bisa aku hanya ingin hidup normal, memiliki keluarga yang hangat" ucap Alex.
Sean yang mendengar itu terdiam, dia baru pertama kali melihat wajah Alex yang terlihat sedih.
.......
.............
.......
.......
.......
.......
.......
...________________________________________________...
...Hola! I'm back! baru update karena aink males mikir + ngetik, nanti bakal ada perang, tapi aku masih mikir, bunuh Alex gak ya~, dia baru aja ketemu Anna ama anaknya tapi langsung mati, kan gak lucu🗿…...