I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
28. Pertemuan Dengan Raja Iblis [2]



Di ruangan Raja Iblis terlihat berbagai hidangan tertata rapi di sebuah meja makan.


Saat ini Raja Iblis, Lord Regmus, Alex, dan Sean sedang menyantap hidangan yang sudah disajikan di atas meja makan itu.


'Ini cukup enak' pikir Alex.


Mereka berempat makan dengan tenang.


Setelah selesai makan, mereka berpindah tempat ke sebuah ruangan yang cukup besar.


Di ruangan itu terlihat sofa panjang yang di tana membentuk persegi panjang dengan meja panjang yang di simpan di tengah.


Beberapa buku terlihat di tata rapi di rak buku.


Buku itu di tata berdasarkan tahun.


Alex merasa takjub dengan ruangan itu karena dia suka membaca buku.


"Berapa banyak buku di ruangan ini?" tanya Alex kepada Raja Iblis.


"Ada 3000 buku. Jika kau ingin membaca buku, kau bisa pergi ke perpustakaan yang ada di ruang bawah tanah. Ada lebih dari sejuta buku di sana"


Alex menjadi bersemangat ketika mendengar buku, bahkan buku sebanyak itu.


Mereka berempat kemudian duduk di sofa, dan mulai membicarakan kembali tentang perjanjian yang mereka buat.


"Baiklah, kita mulai saja" ucap Lord Regmus.


"Karena kita sudah melakukan perjanjian, kita juga harus melakukan kerja sama" ucap Alex.


"Setiap ras harus membantu ras lain yang membutuhkan sesuatu, apalagi jika mereka dalam kesulitan" lanjut Alex.


"Kita juga harus saling membantu agar ketiga ras mengalami perkembangan dalam berbagai sektor"


"Ya, tapi sebelum itu, kita harus tahu dulu masing-masing kelemahan dari wilayah kita" ucap Lord Regmus.


"Itu benar, tapi…" ucapan Sean terhenti.


Raja Iblis juga mengetahui apa yang ingin Sean katakan.


Jika seseorang mengetahui kelemahanmu, maka orang lain bisa membuat mu jatuh dan bahkan menghancurkan mu.


"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, tapi kita akan menyebutkan kelemahan di antara masing-masing wilayah, jadi tidak ada yang akan di rugikan" ucap Lord Regmus meyakinkan.


"Begitu ya… Wilayah Iblis dari dulu memiliki wilayah yang lebih panas dari wilayah lain, apa lagi sangat sulit untuk pohon tumbuh di wilayah ini, itu karena energi kegelapan yang kami miliki. Apalagi untuk wilayah barat yang memiliki tanah yang sangat kering dan rapuh, itu mengakibatkan mudahnya terjadi retakan di sana dan itu bisa menyebar ke sini jika tidak di tangani dengan cepat" ucap Raja Iblis.


"Untuk wilayah Silver Moon Pack, tidak ada kekurangan apapun, hanya saja banyak Rogue di perbatasan, itu membuat beberapa werewolf di Pack-ku tidak berani untuk pergi terlalu jauh" ucap Sean.


"Untuk wilayah bangsa Vampire sendiri juga tidak perlu di cemaskan tentang sumber daya yang ada, hanya saja ada beberapa Vampire yang selalu kehilangan kendali, ataupun keluar dari wilayah, dan juga banyak Vampire yang tidak ingin terikat dengan aturan akhirnya menyerang rasnya sendiri" ucap Lord Regmus.


Raja Iblis, Alex, dan Sean terkejut mendengar bahwa Vampire menyerang rasnya sendiri karena tidak ingin terikat dengan aturan yang ada.


"Aku tidak tahu tentang hal itu" ucap Raja Iblis.


"Semua itu dirahasiakan dari luar" ucap Lord Regmus.


Semua pembicaraan terus berlanjut, dan mereka memutuskan untuk saling membantu.


Bahkan, karena wilayah Iblis mengalami kekeringan yang sangat parah, para Iblis mencari wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah, maka dari itu mereka pergi ke wilayah Vampire, tapi itu dapat diketahui oleh Lord Regmus.


~•~


Saat ini adalah waktu tengah malam, Alex terlihat sedang menyusuri wilayah Iblis bagian barat.


"Tanah di sini benar-benar kering, bahkan ketika aku melangkah akan terdengar suara retakan"


"Nithael, Gazardiel, apa kalian tahu tentang kondisi tanah yang ada di sini?" tanya Alex kepada Nithael dan Gazardiel.


Nithael dan Gazardiel langsung muncul di hadapan Alex.


"Ini terjadi karena energi kegelapan yang para Iblis miliki" ucap Nithael.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Alex.


"Dulu tanah ini tidak seperti sekarang… wilayah ini dulunya sangat subur dan dipenuhi oleh pohon yang rindang. Tapi, karena Raja Iblis terdahulu membuat kesalahan yang sangat fatal, dan para Dewa-Dewi menghukum ras Iblis" ucap Gazardiel.


"Kesalahan apa? Dan apa hukumannya?" tanya Alex kembali.


"Apa kau pernah mendengar atau membaca tentang perang antara dua dimensi?" tanya Gazardiel kepada Alex.


Alex hanya menggelengkan kepalanya karena tidak tahu.


"Perang itu terjadi sekitar 7000 tahun yang lalu, dan yang memulai perang itu adalah para Iblis" ucap Gazardiel.


"Dulu kedua dimensi ini dengan dimensi manusia saling terhubung, bahkan saling bekerja sama. Tapi, di hati para Iblis mulai muncul kesombongan. Mereka berfikir bahwa mereka lebih kuat dari manusia, kenapa Iblis harus berdampingan dengan manusia yang memiliki umur yang pendek?. Karena itulah para Iblis memulai peperangan untuk mengambil alih dunia manusia" sambung Nithael.


Alex hanya mengangguk paham.


"Apa hukuman yang diberikan para Dewa?"


"Dewa membuat kekuatan dari para Iblis menjadi musuh untuk alam" ucap Gazardiel.


"Musuh alam?"


"Ya… karena Dewa membuat kekuatan para Iblis menjadi saling bertolak belakang dengan energi alam yang ada, itu membuat wilayah yang para Iblis tempati menjadi kekeringan dan rusak" ucap Gazardiel.


"Karena itulah, semakin besar kekuatan seorang Iblis, semakin besar pula kerusakan yang ada" ucap Nithael.


"Apa tidak ada cara untuk mengembalikan kembali wilayah ini seperti semula?"


"Ada, tapi itu membutuhkan energi netral" ucap Gazardiel.


"Energi netral adalah energi yang dimiliki oleh para Werewolf terdahulu, para ras Werewolf memiliki kekuatan dan energi yang berasal langsung dari alam dan mereka bisa mengubah energi alam menjadi energi netral. Energi netral bisa menetralkan segala jenis serangan ataupun energi yang bersifat merusak, jadi jika kau bisa menguasai energi netral, maka kau bisa mengembalikan tempat ini seperti dulu. Tapi, untuk bisa memiliki energi netral, para Ras Werewolf harus berlatih selama puluhan tahun" ucap Nithael.


"Selama itu ya, apa aku bisa memiliki energi netral?"


"Bisa saja, tapi kau harus membangkitkan jiwa Phoenix mu terlebih dahulu" ucap Gazardiel.


"Kenapa aku harus membangkitkan jiwa Phoenix ku dulu?" tanya Alex.


"Karena jika kau bisa membangkitkan jiwa phoenix mu, maka kau akan memiliki energi yang tak terbatas, dan juga kau bisa menyerap energi alam untuk dijadikan energimu. Dan jika kau bisa mengendalikan energi alam, kau bisa merubah energi alam menjadi energi netral"


Alex pasrah karena dia tidak mungkin bisa membangkitkan jiwa Phoenix-nya untuk saat ini, apalagi jiwa Phoenix hanya akan terbangkitkan jika bulan Purnama merah muncul.


"Apaka ada cara untuk membangkitkan jiwa Phoenix?" tanya Alex asal.


"Ada, yaitu dengan mencapai keabadian" ucap Gazardiel enteng.


"Itu tidak mungkin, lagipula alu tidak tahu bagaimana caranya menjadi abadi!" teriak Alex.


"Kau hanya harus memiliki darah dari seorang Dewa atau Dewi, atau kau juga bisa menjadi anak angkat dari mereka" ucap Nithael.


"Itu lebih tidak mungkin lagi!" teriak Alex kesal, karena semua itu mustahil untuk dia lakukan.


Alex kemudian memutuskan untuk kembali ke Kastil Raja Iblis.


Nithael dan Gazardiel juga kembali ke dimensi milik Alex.