
"Lord Regmus, kenapa para Iblis ingin memusnahkan keluarga Falez?" tanya Alex kepada Lord Regmus.
"Aku tidak bisa memberi tahumu sekarang, nanti juga kau tahu" jawab Lord Regmus.
Alex kemudian terdiam, dan hening beberapa saat.
Lord Regmus yang tidak menyukai keheningan yang sedang terjadi langsung angkat bicara.
"Lebih baik kita ke Aula sekarang, apa kau sudah siap, Alex?" tanya Lord Regmus kepada Alex.
Alex terdiam kemudian menjawab pertanyaan Lord Regmus.
"Ya" jawab Alex sambil menundukkan kepalanya.
Lord Regmus hanya menghela napasnya saat melihat ke arah Alex.
"Alex, kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu, aku menunggumu di Aula. Jika kau sudah tenang, kau bisa langsung pergi ke sana" ucap Lord Regmus sambil melangkah keluar ruangan.
"Tunggu!" teriak Alex.
Lord Regmus kemudian menghentikan langkahnya, dia melihat ke arah Alex yang sudah berada di sampingnya.
Lord Regmus hanya mengernyitkan dahinya sebentar dan kembali melangkahkan kakinya keluar ruangan dan berjalan menuju Aula Kastil, Alex hanya mengekor di belakang Lord Regmus.
"Kau sulit ditebak, Alex" ucap Lord Regmus sambil melihat ke arah Alex.
Alex hanya terdiam dan terus mengekor di belakang Lord Regmus, sambil menundukkan kepalanya.
Alex menuju ke Aula Kastil dengan Lord Regmus bukan tanpa alasan, Alex hanya tidak ingin pergi sendirian dan menjadi perhatian Vampire lain.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka akhirnya sampai di pintu besar Aula Kastil.
Lord Regmus melihat ke arah Alex, Alex hanya menganggukkan kepalanya.
Lord Regmus mendorong pintu besar yang ada di depannya, semua pasang mata yang ada di sana langsung melihat ke arah pintu dan langsung bersujud.
Lord Regmus melangkah masuk di ikuti oleh Alex.
Mereka yang awalnya menghalangi jalan, langsung bergerak ke arah samping untuk memberi jalan kepada Lord Regmus.
Semua pasang mata mengarah ke arah Alex, dengan tatapan penasaran.
Sebelum Alex memasuki Aula, Alex membuat sebuah tudung di jubahnya untuk menyembunyikan identitasnya.
Semua yang ada di sana terus menatap Alex, Alex hanya diam dan menatap lurus ke arah depan.
Hanya rambut hitam Alex yang terlihat di balik tudung itu.
'Kenapa kau malah menutupi kepalamu?' Lord Regmus bertelepati kepada Akex.
'Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin menarik perhatian' jawab Alex bertelepati kepada Lord Regmus, dan menggelengkan kepalanya.
Saat ini mereka sudah berada di depan kursi tahta.
Alex kemudian berdiri di samping Lord Regmus.
Lord Regmus berbalik menghadap ke arah para Vampir yang ada di Aula itu.
"Bangunlah" ucap Lord Regmus, dan semua Vampir yang ada di sana langsung berdiri.
"Alex, berbaliklah dan buka tudungmu" ucap lord Regmus.
Alex diam, dia berbalik dan perlahan membuka tudung yang menutupi kepalanya.
Semua pasang mata terus menatap Alex, mereka penasaran Vampire seperti apa yang di pilih oleh Lord Regmus.
Alex langsung membuka tudungnya ketika dia bisa melihat semua yang berkumpul di Aula itu melihat ke arahnya.
Semua yang ada di sana langsung terkejut melihat mata Alex.
Warna mata yang hanya di miliki keluarga Laksan.
"Itu tidak mungkin…" ucap salah satu yang berasal dari keluarga Laksan.
Aula mulai berisik oleh bisikan-bisikan Syaiton, eh salah, maksudnya bisikan para Vampire.
Ada yang memuji ketampanan Alex, yang berujung amarah dari Anna yang mendengar itu.
Lord Regmus hanya diam dan melihat ke arah Alex.
'Sepertinya dia tidak terganggu' pikir Lord Regmus sambil melihat Alex.
Saat semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing untuk membicarakan tentang Alex.
Dari arah pintu Aula itu terlihat Roland, Lexa, dan Gabriel memasuki ruangan.
"Akhirnya kalian datang" ucap Lord Regmus sembari duduk di kursi tahta.
Semua Vampir yang awalnya sibuk, langsung melirik ke arah pintu.
Alex langsung terkejut melihat keluarganya memasuki Aula.
"Kau yang mengundang kami, kami tidak bisa menolak" ucap Roland menatap Lord Regmus.
Lord Regmus langsung menyunggingkan senyumannya, lebih tepatnya seringai.
Alex hanya diam di tempat dan menundukan kepalanya.
"Kenapa kau muncul kembali saat semuanya sibuk untuk memperebutkan kepemimpinan yang kau tinggalkan!" terlihat seorang wanita yang tiba-tiba berteriak.
Roland kemudian melihat ke arah sumber suara.
"Maaf Kiran, aku tidak bermaksud untuk memecah belah keluarga Laksan" ucap Roland kepada wanita tadi yang berteriak yaitu Kiran Laksan.
Kiran Laksan adalah seorang bangsawan Vampir berdarah campuran, dan adik dari Roland Laksan. Kiran memiliki kekuatan untuk menghentikan waktu selama 5 menit, hanya dia dan orang yang dia kehendaki yang bisa terus bergerak dan berbicara dalam waktu yang berhenti itu.
Roland mendekat ke arah Kiran, saat sudah berada di depan Kiran, dia mengusap kepala Kiran dan berkata.
"Aku sudah merepotkanmu selama ini, dan aku benar-benar minta maaf. Apakah kamu bisa memaafkan Kakakmu yang tidak berguna ini?" ucap Roland mencoba untuk berkontak mata dengan Kiran.
Kiran hanya terdiam mendengar ucapan Kakaknya, Roland, dan kemudian Kiran menundukkan kepalanya.
Kiran kemudian mengaktifkan kekuatannya dan perlahan matanya berubah menjadi hitam keseluruhan.
Semua yang ada di sana langsung berhenti bergerak, Kiran kemudian menyentuh Roland yang awalnya tak bergerak, tapi di sisi lain Alex dan Lord Regmus tidak terpengaruh dengan kekuatan itu.
Kiran mengangkat kepalanya dan sekarang dia bertatapan dengan Roland.
"Aku tidak bisa benci padamu, Kak" ucap Kiran kepada Roland.
"Tapi…" Kiran menghentikan kata-katanya dan mengumpulkan energi di tangannya, Roland hanya diam walau dia tahu jika Kiran akan memukulnya.
Alex yang melihat bahwa Kiran siap untuk memukul Roland, dia langsung menghilang dan menghentikan serangan Kiran yang di arahkan pada Roland.
Dagh!
Kiran terkejut karena ada yang menahan serangannya yang dia tujukan pada Kakaknya.
"Siapa kamu?" tanya kiran yang langsung melangkah mundur dan menjaga jarak dari Alex.
"Ma-mata itu…" Kiran terkejut karena yang menahan serangannya adalah Vampire yang akan menjadi Lord selanjutnya, pengganti Lord Regmus.
"Kau benar-benar dari keluarga Laksan?" tanya Kiran kepada Alex.
"Ya, itu benar. Aku Alexander Laksan…" Alex menjawabnya dengan wajah yang datar.
"Itu tidak mungkin! Kau tidak mungkin dari ke…"
"Dia adalah putra kedua-ku, sekaligus keponakanmu Kiran" ucap Roland yang memotong ucapan Kiran.
"A-apa?!" Kiran lebih terkejut karena Alex adalah keponakannya.
"Bu-bukannya putramu hanya Gabriel?" Kiran bertanya kepada Roland.
"Itu… bisakah kita membicarakannya nanti?" ucap Roland yang kemudian menunjuk ke arah Lord Regmus yang melihat mereka dengan tatapan tajam.
"Apa kalian sudah selesai?" ucap Lord Regmus yang mengejutkan Kiran.
Kiran hanya mengangguk, lalu terdiam.
Lord Regmus menjentikkan jarinya, waktu pun berjalan kembali, dan mata Kiran kembali ke semula.