I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
72



Alex terbangun tepat saat matahari mulai terbenam.


Saat Alex membuka matanya, cahaya senja masuk melalui jendela yang terbuka.


Alex kemudian duduk di samping kasurnya. Alex terlihat belum sadar sepenuhnya karena matanya masih setengah tertutup.


"Ugh… aku tidur terlalu lama" gumam Alex.


Alex kemudian pergi membersihkan dirinya. Tak butuh waktu lama, Alex kembali ke kamarnya, dan memakai pakaian biasa karena masih lama waktu pernikahannya.


"Kenapa aku sekarang menyesal untuk menjadi Lord Vampire" ucap Alex.


Alex pergi ke dalam hutan untuk mengisi sisa waktu kebebasan miliknya.


Alex mendudukkan dirinya di atas sebuah batu besar, dan perlahan seluruh Jiwa Phoenix muncul satu-persatu, dimulai dari Phoenix Putih, Hitam, Merah, Biru, Ungu, dan terakhir Phoenix Silver.


Keenam Jiwa Phoenix memutari tubuh Alex, dan Alex mencoba kekuatan Jiwa Phoenix satu-persatu.


Alex juga menggabungkan dua Jiwa Phoenix, yaitu Jiwa Phoenix Hitam dan Jiwa Phoenix Putih.


Perlahan api dari kedua Jiwa Phoenix itu menyatu tapi tidak sampai berubah menjadi Api Silver, api itu berubah menjadi warna hitam dan putih.


Alex melempar api itu ke sebuah pohon, dan pohon itu langsung terbakar, setengah pohon hangus terbakar, dan setengah lagi dari pohonnya tumbuh daun lebat.


Setelah beberapa saat, pohon itu kembali tumbuh karena api putih langsung mendominasi, dan api hitam langsung menghilang.


Alex terkejut melihat pohon itu, Alex selama ini hanya melatih untuk menggabungkan dua Api Jiwa Phoenix yang berbeda, tapi Alex belum pernah menggunakan api gabungan itu.


Alex membuat sebuah rantai dari api silver miliknya, dan langsung menggabungkan api biru di rantai itu, dan perlahan rantai itu di selimuti api biru.


"Mungkin ini bisa menjadi kartu truf ku ketika sedang bertarung" ucap Alex.


Rantai milik Alex bisa menjadi sebuah pelindung, dan api yang menyelimuti rantai itu bisa digunakan sebagai pelindung bagian luar ataupun untuk pertarungan.


Alex mencoba rantai itu untuk membuat sebuah pelindung, rantai itu mengelilingi Alex, dan api biru juga menyebar mengikuti rantai.


Alex juga mengeluarkan semua Api Jiwa Phoenix, dan api itu berada di bagian liar rantai.


Alex tidak menduga jika dia kehilangan kendali dan semua api itu menyebar ke semua arah dan membakar hutan.


Api hitam membakar banyak pohon satu persatu dengan cepat, api putih melebatkan pohon bahkan tidak ada celah cahaya untuk masuk, api merah membakar hutan seperti api biasa, api ungu membuat kabut racun yang membuat pohon-pohon perlahan menjadi layu.


Alex mencoba untuk menghilangkan semua apinya, dan setelah hilang, Alex menggunakan api putih untuk mengembalikan hutan seperti semula.


"Aku hampir membakar seluruh hutan" ucap Alex menatap hutan dengan tatapan tidak percaya.


Di sisi lain, Ras lain terkejut dengan asap yang lebat dari dalam hutan.


Sean mengetahui jika itu adalah kekuatan milik Alex karena Sean merasakan energi milik Alex.


Sean hanya mengira jika Alex tidak sengaja kehilangan kendali kekuatannya, karena setelah itu hutan kembali seperti semula seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


Sedangkan untuk yang lainnya, mereka mengira jika ada serangan dari Hunter, bahkan mereka mengumpulkan para petarung dari ras masing-masing untuk berjaga dan bersiap jika ada serangan datang.


Alex masih terdiam karena hampir saja dia membakar seluruh hutan, dan untung saja Alex langsung menghentikan semua api itu.


Setelah Alex mengembalikan hutan seperti semula, Alex langsung menghela napas lega.


'Alex, kau tau jika kau masih belum kuat untuk mengendalikan api itu, kenapa malah mencoba mengendalikan semua api itu!" ucap Gazardiel di dalam pikiran Alex.


"Aku hanya mencoba saja, aku tidak menyangka jika semua ini akan terjadi" ucap Alex.


Alex memilih untuk langsung kembali menggunakan teleportasi, karena sudah cukup lama di dalam hutan.


Saat kembali, Alex melihat Lord Regmus ada di kamarnya.


"Aku pikir kau tidak akan kembali ke sini, jika itu terjadi dan membuat anakku sedih, aku akan langsung memusnahkan mu" ucap Lord Regmus yang membuat Alex merinding saat merasakan aura milik Lord Regmus.


"Aku hanya pergi berlatih sebentar untuk menyegarkan tubuhku" ucap Alex mencoba untuk tenang.


"Bersiaplah, sebentar lagi gerhana bulan merah akan muncul" ucap Lord Regmus, dan langsung melenggang pergi.


Setelah Lord Regmus pergi, Alex langsung mengganti pakaiannya, dan merapihkan rambutnya.


Setelah Alex selesai berpakaian, Alex melihat sebuah gelas kosong di rak meja, dan ada sebuah kertas dibatas gelas itu.


Kertas itu adalah sebuah surat, dimana Alex harus mengisi setengah gelas itu dengan darahnya.


"Darah? Untuk salah satu syarat pernikahan Vampire ya…" gumam Alex.


Alex kemudian melukai tangannya, dan perlahan darah mengalir dan tumpah di dalam gelas, setelah terisi setengahnya, Alex langsung menyembuhkan tangannya itu.


Alex membakar darahnya menggunakan api putih untuk menghilangkan racun yang ada di dalam darahnya, walaupun darah Alex di dalam gelas itu tidak mengandung racun, tapi Alex tetap mengantisipasi agar tidak terjadi apapun.


Setelah itu seorang pelayan Vampire datang dan mengambil gelas yang berisikan darah Alex.


Alex sedikit gugup dan mencoba menenangkan dirinya.


'Seberapa besar kekuatan ku saat gerhana bulan merah nanti?' pikir Alex.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Alex.


"Alex, apa kau sudah bersiap?" Alex dapat mendengar suara Ibunya dari luar.


"Ya" Alex langsung membuka pintu, dan melihat Ayah, Ibu, dan Kakaknya berada di depan pintu.


Alex dan keluarganya berjalan menuju tempat pernikahan Alex akan dilaksanakan.


Saat sudah sampai, Alex melihat banyak keluarga bangsawan Vampire yang datang, dan tentu saja keluarga bangsawan Laksan juga datang.


Alex kemudian berjalan ke atas altar pernikahan, dan menunggu kedatangan Anna.


Saat Anna tiba, Alex sedikit terpana. Alex melihat seorang gadis menggunakan gaun berwarna merah dengan hiasan bunga mawar berwarna hitam, rambut coklat panjangnya tergerai.


Anna berjalan dengan anggun ke arah Alex, sikap Anna sangat berbeda dengan waktu pertama kali bertemu Alex.


Anna yang dulunya bersikap kekanak-kanakan, sekarang sangat tenang.


'Apa dia mendapat pelatihan sikap? Sifat dan sikapnya sangat berbeda, mungkin saja itu benar karena setiap aku datang kemari aku tidak melihatnya' pikir Alex.


Anna berhenti setelah sampai di Altar pernikahan, Alex langsung berbalik ke arah Anna.


Mereka mulai mengucapkan janji dan ikrar, disaksikan oleh cahaya terang bulan yang perlahan berubah warna.


Setelah itu mereka saling meminum darah masing-masing dari gelas berlapis emas yang berisi darah Alex dan Anna.


Alex dan Anna hanya meminum seteguk saja, dan sisanya selalu di simpan sebagai kenangan, semua itu selalu dilakukan secara turun-temurun.


Saat semuanya selesai, warna dari bulan sepenuhnya telah berubah warna.


Gerhana bulan merah yang muncul membuat Alex dan Anna merasakan lonjakan energi yang besar di tubuh mereka, yang membuat mereka mengerang kesakitan secara bersamaan.