
"Apa ini akan baik-baik saja?" tanya Jkelry.
"Aku tidak tahu, tapi jika mereka tetap menyerang… aku tidak akan segan menghancurkan mereka" ucap Alex tegas.
"Kau memanggilku untuk ini saja?" tanya Jkelry kesal.
"Iya, aku memanggilmu hanya untuk membuat para Hunter mundur… jika kau mau, kau bisa ikut aku menemui Alpha dari Red Moon Pack" ucap Alex.
"Tidak bisa… ada beberapa bawahanku yang menyerang beberapa ras lain tanpa se-izin ku, dan aku harus menangani masalah ini" ucap Jkelry kemudian menghilang dari hadapan Alex.
"Apa saat aku menjadi Lord nanti, aku akan sibuk sepertinya?" tanya Alex pada dirinya sendiri.
Alex kemudian kembali masuk ke wilayah Red Moon Pack, dan menemui Zen.
~•~
Alex saat ini berada di Mansion milik Zen.
Alex mengikuti Zen untuk pergi ke suatu ruangan yang ada di Mansion itu.
Banyak sekali lukisan yang terpajang di dinding Mansion.
"Zen, sebenarnya kau ingin membawa ku kemana?" tanya Alex kepada Zen.
"Penjara ruang bawah tanah" ucap Zen.
Alex terkejut mendengar ucapan Zen.
'Ruang bawah tanah? Kenapa belakang ini aku sering berhubungan dengan ruang bawah tanah?' pikir Alex.
Saat mereka berdua sudah sampai, Alex dapat melihat para Hunter yang tadi menyerang wilayah Red Moon Pack.
"Cepat lepaskan kami! Jika tidak, kalian semua akan mati!" teriak salah satu Hunter.
"Itu tidak akan terjadi… bukan kami yang akan mati, tapi organisasi kalian yang akan musnah" ucap Alex.
"Kau tidak akan bisa memusnahkan kami para Hunter" teriak kembali Hunter itu.
"Oh… bukan aku yang akan memusnahkan organisasi kalian, tapi Raja Iblis" ucap Alex.
Para Hunter gemetar ketakutan ketika mendengar kata 'Raja Iblis'.
"Haha… Kau mana mungkin memiliki hubungan dengan Raja Iblis!"
"Apakah tanda ini sudah cukup untuk meyakinkan kalian?" tanya Alex sambil memperlihatkan segel perjanjiannya dengan Raja Iblis.
""Segel perjanjian!"" teriak para Hunter.
Zen juga ikut terkejut mengetahui jika Alex membuat perjanjian dengan Raja Iblis.
"Ras Vampire dan ras Iblis sekarang adalah sekutu, kami bisa menghancurkan organisasi kalian jika kami mau!" ucap Alex tegas.
"Alex, tanda itu bukan hanya antara dua ras, kan?" tanya Zen.
"Memang ada satu ras lagi yang ikut serta, makanya warna segel ini warnanya tidak terlalu gelap" ucap Alex.
"Ras mana?" tanya Zen kembali.
"Werewolf" ucap Alex.
Zen sangat terkejut.
"Pack mana yang memiliki segel lainnya?" tanya Zen.
"Silver Moon Pack" ucap Alex.
"Apa hubunganmu dengan Silver Moon Pack?" tanya Zen.
"Bukankah aku pernah memberitahu mu, aku berteman dengan Alpha dari Silver Moon Pack" ucap Alex.
"Apa kau berniat membuat aliansi?!" teriak salah satu Hunter.
"Aliansi, ya… boleh juga, dengan membuat aliansi, kami bisa menghancurkan kalian, para Hunter" ucap Alex menyeringai.
Alex tidak sengaja mengeluarkan aura miliknya, membuat para Hunter ketakutan.
"Alex, apa kau berniat membunuh mereka dengan aura milikmu?" tanya Zen.
"Oh, kekuatan ku lepas kendali lagi…" ucap Alex kemudian menghilangkan auranya.
Alex dan Zen kemudian memutuskan untuk kembali, dan mereka masuk ke sebuah ruangan.
Di ruangan itu sudah ada Zeana, Adelia, dan seorang anak kecil yang duduk dipangkuan Adelia.
Alex dan Zen langsung duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.
"Entahlah, aku juga tidak tahu… mungkin aku akan mengirim mereka kembali ke dunia manusia" ucap Zen.
"Oh ya, Zen, Apa di sini ada penjaga dimensi?" tanya Alex.
"Ada, tapi karena peperangan yang dilakukan oleh Iblis, para Penjaga harus menggunakan kekuatan mereka untuk memperkuat segel dimensi agar tidak ada yang bisa keluar masuk dengan mudah" ucap Zen.
"Lalu, kemana para Penjaga sekarang?" tanya Alex.
"Mereka tertidur untuk memulihkan energi mereka, dan sekarang hanya ada satu Penjaga yang menjaga" ucap Zen.
"Apa ada cara untuk membangunkan mereka?" tanya Alex kembali.
"Ada, yaitu dengan cara memberikan energi kepada mereka" ucap Zeana.
"Di mana para Penjaga sekarang?" tanya Alex.
"Mereka tertidur di dimensi yang berbeda dengan kita… jika kau ingin mengetahuinya, kau harus menanyakannya kepada Penjaga yang masih menjaga dimensi ini… Alex, apa kau berniat untuk membangunkan para Penjaga yang tertidur?" ucap Zen.
"Aku memang berniat untuk membangunkan mereka, tapi aku harus tahu di mana posisi Penjaga yang masih ada" ucap Alex.
"Aku pernah mendengar jika Penjaga itu berada di wilayah ras Elf" ucap Zen.
"Elf? Bukankah wilayah mereka juga di serang oleh para Hunter?" tanya Alex.
"Itu benar, tapi mereka berhasil memukul mundur para Hunter, dan membuat sebuah pembatas" ucap Zen.
"Lalu bagaimana dengan wilayah Fairy?" tanya Alex penasaran.
"Para Hunter berhasil menghancurkan wilayah Fairy, tapi para Fairy berhasil melarikan diri ke wilayah Elf yang tak jauh dari wilayah mereka" ucap Zen.
"Memang tidak ada cara lain selain membangunkan para Penjaga, atau memperkuat dimensi" ucap Alex.
"Kau benar-benar akan pergi untuk menemui Penjaga dimensi?" tanya Zen.
Alex menganggukkan kepalanya.
"Tidak ada cara lain" ucap Alex, karena dia juga tidak tahu bagaimana memperkuat dimensi.
~•~
Alex saat ini sedang bersiap untuk pergi ke wilayah Elf.
"Alex, kau benar-benar akan pergi?" tanya Zeana.
"Ya, tenang saja, aku akan kembali ke sini dan membawa mu menemui Fero" ucap Alex.
"Kau janji?!" tanya Zeana.
"Aku janji, dan selama aku pergi, tetap kenakan bros berbentuk Burung Phoenix itu" ucap Alex kemudian pergi ke wilayah Elf.
Zeana menatap kepergian Alex, Zeana menganggap Alex sebagai Kakaknya sendiri walaupun usia mereka tidak jauh berbeda, dan Alex hanya lebih tua beberapa bulan dari Zeana.
Alex saat ini sedang menyusuri hutan dengan kecepatan yang mengerikan.
Bam!
Saat Alex menggunakan kecepatan penuhnya, Alex tiba-tiba menabrak sesuatu di depannya dan membuatnya terpental menabrak pohon, sampai pohon itu tumbang.
Alex meringis kesakitan.
Alex kemudian berdiri dan berjalan mendekat ke arah saat dia menabrak sesuatu, itu seperti sebuah penghalang tidak terlihat.
Alex kemudian seperti menyentuh sesuatu, dan ada sebuah suara dari dalam penghalang itu.
Dari kejauhan, Alex melihat puluhan anak panah mengarah padanya.
Dengan cepat, Alex berhasil menghindari semua anak panah itu.
"Siapa kau, dan apa tujuan mu datang kemari?"
Dari balik bayangan pohon, seorang wanita keluar dari tempat persembunyiannya.
Wanita itu memiliki kulit yang putih bersih, rambutnya berwarna hijau terang, dan matanya berwarna biru cerah, wanita itu juga memiliki telinga yang runcing.
Hanya satu kata yang mendeskripsikan wanita itu… Cantik.
Alex langsung terpana melihat wanita yang tiba-tiba muncul itu.
Alex langsung sadar ketika sebuah anak panah menggores pipinya.
"Siapa kau, dan apa tujuan mu?" tanya wanita itu lagi.