
Alex yang hanya berbaring di kasurnya mulai merasa bosan, dan memutuskan untuk berkeliling Kastil.
Alex beberapa kali menjahili para Vampire penjaga yang sedang berjaga di beberapa tempat di Kastil.
Dan tak terasa jika matahari sudah menjulang tinggi, dan Alex memutuskan kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Setelah itu, Alex pergi dari Kastil menuju hutan secara diam-diam.
~•~
Saat ini Alex sudah berada di sebuah hutan, dan Mofsi berada di sampingnya, sudah terlihat bahwa Mofsi sudah tumbuh banyak, dan bulunya sedikit tebal.
"Mofsi! Panjat pohon itu!" Alex berteriak sambil menunjuk sebuah pohon besar dan tinggi.
"Woof!"
Mofsi menuruti perintah Alex dan langsung memanjat pohon yang ditunjuk oleh Alex.
Alex terus memperhatikan Mofsi yang sedang memanjat pohon besar yang ada di depannya.
"MOFSI! PANJAT SAMPAI BAGIAN PALING ATAS POHON"
Alex berteriak, lalu tiba-tiba Alex melayang ke atas.
Alex baru mengetahui jika kekuatan yang dia miliki adalah manipulasi gravitasi dan manipulasi angin, jadi Alex bisa mengubah gravitasi yang menjadi pijakannya dan melayang ke udara.
Alex terus melayang, dia menyusul Mofsi yang sudah sampai setengah jalan, karena pohon yang dia panjat memiliki tinggi 20 m.
"Kaing!" Mofsu terkejut karena Alex menariknya
"Mofsu, kau sangat lambat" ucap Alex.
Setelah Alex mensejajarkan tubuhnya dengan Mofsi, Alex menarik punggung leher Mofsi yang menyebabkan Mofsi tertarik oleh Alex, dan Alex langsung mendorong tubuhnya dengan dengan memanipulasi angin di sekitarnya.
Setelah sampai di atas pohon, Alex menurunkan Mofsi di atas pucuk pohon itu.
"Ha~h, setelah ini… selanjutnya melakukan apa, ya?"
Tanya Alex kepada diri sendiri sambil melihat ke arah Mofsi.
"Ah! Bagaimana jika aku ke kota? Sudah lama aku tidak melihat gedung-gedung dan kendaraan yang ada disana"
Setelah mengatakan itu, Alex menarik Mofsi kembali dan terbang ke arah Kastil.
~•~
Setelah sampai di kastil…
Brakkh!
Alex mendorong pintu utama kastil dengan keras menggunakan satu tangan, karena tangannya yang satu lagi digunakan untuk menyeret Mofsi.
Alex menghiraukan beberapa Vampire yang ditugaskan untuk menjaga Kastil yang membungkukkan badannya untuk memberi hormat padanya.
Mofsi yang tadinya diam saja, dia mulai memberontak karena tubuhnya mulai sakit.
Alex yang merasakan pergerakan dari Mofsi langsung melepaskan tarikannya.
"Maaf…" ucap Alex meminta maaf kepada Mofsi.
Mofsi hanya menatap Alex malas, dan langsung menghilang dari pandangan Alex.
Alex menghela napasnya dan kembali menyusuri lorong Kastil, dia menuju ke tempat Lord Regmus.
Tok! Tok! Tok!
Alex langsung mengetuk pintu saat dia sampai di depan pintu ruangan yang biasa digunakan Lord Regmus untuk bersantai.
"Masuklah…"
Setelah menerima izin dari pemilik ruangan, Alex langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Ada apa? Tidak biasanya kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk kesini"
Mendengar perkataan Lord Regmus, Alex langsung mengusap leher belakangnya.
Alex biasanya langsung masuk ke dalam ruangan itu, bahkan kadang menggunakan teleport jika dia malas untuk berjalan kaki.
"Aku hanya ingin meminta izin untuk pergi ke kota" ucap Alex kembali ke sikap dinginnya, bahkan kata-katanya sangat datar.
"Baiklah, tapi bawalah Anna bersamamu"
Alex mengernyitkan dahinya.
"Kenapa aku harus membawa Anna?"
Alex mengingat kembali ketika mendengar perkataan Lord Regmus.
Mungkin benar yang dikatakan Lord Regmus. Karena setiap Alex akan tidur, Anna pasti akan menyelinap ke dalam kamarnya dan menyuruh Alex untuk kembali ke dalam wujud manusia serigala kecilnya, kemudian Anna akan menyentuh telinga Alex, dan kadang menarik ekor Alex.
Semua itu berakhir ketika Alex sudah kesal dengan acara sentuh-menyentuh yang dilakukan Anna dan langsung berteleport ke Padang rumput yang luas.
Alex tidur di padang rumput itu dengan di temani oleh rumput yang bergeyang diterpa angin malam yang menyentuh kulitnya, bulan dan bintang di langit dan kunang-kunang yang menyinari malmnya di padang rumput itu.
"Aku tidak bisa membawa Anna bersamaku" Alex mengatakan itu dan langsung pergi dari ruangan itu tanpa berpamitan.
Alex menteleport dirinya ke rumahnya sendiri.
Dia sekarang berada di ruangannya, dan saat keluar, dia melihat Ibunya (Lexa) sedang mencuci piring.
"Mom…" Alex berkata pelan, bahkan itu terdengar seperti bisikan.
Lexa yang memiliki pendengaran yang tajam langsung menengok ke arah sumber suara.
"Alex…"
Lexa menghentikan acara mencuci piringnya dan langsung memeluk Alex yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan Alex juga langsung memeluk Ibunya itu.
Lexa terlihat menangis dalam pelukan Alex, karena sudah cukup lama Alex pergi.
"Mom…"
"Ya, ada apa Alex?"
"Dad dan Kak Riel mana?" Alex bertanya sambil kembali memeluk Ibunya.
"Dad sedang ada urusan di sekolah dan Kakakmu sedang mengurus restorannya yang baru dia bangun"
Alex terheran, kenapa Kakaknya itu bisa memiliki sebuah restoran? Padahal Kakaknya itu tidak suka sesuatu yang merepotkan.
"Oh ya Mom, bisakah aku kembali bersekolah?" Alex bertanya kepada Ibunya sambil melepaskan pelukannya dan memohon kepada Ibunya dengan tatapan memelas.
Lexa bahkan terheran dengan kelakuan anaknya yang satu ini, Alex yang jika di depan orang lain akan memiliki sikap dingin dan tidak peduli, bahkan auranya dewasa. Tapi…
Ketika dia hanya berdua dengan ibunya, sifat manjanya akan keluar dan kelakuannya seperti anak kecil bahkan jika saat makan, Alex selalu ingin disuapi jika ketika di rumah hanya ada dia dan Ibunya.
Lexa yang memikirkan perbedaan sikap Alex ketika dengan dirinya dan ketika di deoan orang lain, itu berubah drastis 180°.
Lexa hanya menggelengkan kepalanya pelan ketika mengingat sikap Alex yang bersikap manja hanya kepadanya.
"Ya, tapi tanyakan lagi kepada Dad-mu nanti"
Lexa mengusap pucuk kepala Alex, dan kembali melanjutkan acara mencuci piringnya yang tadi sempat tertunda.
~•~
Saat ini Alex sedang berada di kamarnya
Alex sudah berbicara kepada ayahnya tentang dua ingin bersekolah kembali.
Roland membiarkan Alex untuk kembali bersekolah walaupun dia akan menjadi Lord nantinya, karena itu untuk masa depan Alex sendiri.
Alex mengganti pakaiannya menjadi pakaian kasual.
Alex memakai celana hitam panjang yang pas di kakinya yang panjang, kaos berwarna abu gelap, tak lupa dia juga memakai jaket berwarna biru dongker.
Alex kemudian keluar dari kamarnya dan meminta izin untuk pergi keluar sebentar.
"Mom! Dad! Aku izin untuk keluar sebentar!"
Alex meminta izin sambil berlari keluar rumah.
Jdak!
Alex tiba-tiba seperti menabrak sesuatu, dan saat melihat ke depan, Alex tidak sengaja menabrak Kakaknya sendiri.
"Kak Riel!"
Tak!
Gabriel menjentikkan jarinya di dahi Alex, membuat Alex meringis kesakitan.
"Aw!"
"Jika ingin meminta izin untuk pergi, minta izin lah yang benar" ucap Gabriel lalu masuk ke dalam rumah.
Alex kemudian melanjutkan kegiatannya untuk berkeliling sebentar.