I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
10. Kembali



"Hei! Apa kalian melupakanku!" terdengar suara anak kecil berteriak.


Alex, Nithael dan Gazardiel yang mendengar suara anak kecil itu langsung melihat ke arah sumber suara.


"Oh, Sang Alpha Serigala Bulan berubah!" Nithael berbicara dengan nada mengejek.


"Oi! Berikan aku nama!" teriak anak kecil itu sambil menunjuk ke arah Alex, dan menghiraukan ejekan Nithael.


"Nithael apa dia pedang itu?" tanya Alex kepada Nithael.


"Ya, itu benar" jawab Nithael.


"Apa kalian bisa menyarankan sebuah nama?" Alex menatap Nithael, lalu arah tatapannya menuju Gazardiel.


"Bagaimana dengan nama Xeran?" ucap Gazardiel.


"Xeran?" Alex berpikir sejenak.


"Nama yang bagus" Alex kemudian berjalan ke arah anak kecil itu.


"Sekarang namamu adalah Xeran Paschar" Alex membelai rambut anak kecil itu sambil tersenyum.


"Hei! Kenapa dia juga diberi nama Paschar?!" Nithael sedikit kesal kepada Alex.


"Entahlah…tapi, dia mirip dengan kalian" Alex berbicara sambil menunjuk Nithael dan Gazardiel.


Memang benar bahwa Xeran mirip dengan Nithael dan Gazardiel. Dia memiliki warna kulit putih seperti Gazardiel, warna rambutnya hitam dan memiliki pupil mata berwarna merah, bisa dibilang dia adalah Gazardiel versi kecilnya, hanya saja dengan warna rambut hitam dan pupil mata merah.


"Hei! Aku mirip dengan mereka, karena aku mengambil DNA mereka berdua untuk mengubah bentukku!…hmph!" Xeran kesal sambil menggembungkan pipinya.


Mofsi hanya diam saja melihat mereka semua.


"Lebih baik kita segera kembali, Alex!" ucap Gazardiel.


"Bagaimana caranya?" tanya Alex kepada Gazardiel.


"Kau hanya perlu memikirkan sebuah portal dengan bentuk oval, dan pikirkan jika warnanya berwarna ungu gelap" ucap Xeran kepada Alex.


"Sebelum itu… Alex, buka dulu bajumu!" perintah Nithael.


"APA?!" Alex terkejut dengan perkataan Nithael dan menyilangkan tangannya di dadanya.


"Aku hanya ingin tahu jika kau memiliki tanda portal itu atau tidak!" ucap Nithael dengan wajah memerah.


"Ba-bagaimana jika aku tidak memilikinya?" tanya Alex.


"Jika kau tidak memilikinya, maka kita tidak akan bisa keluar dari sini" ucap Gazardiel.


"Ugh! Baiklah akan kubuka…" Alex membuka pakaian bagian atasnya dengan ragu.


Alex mengungkapkan tubuh bagian atasnya pada mereka yang ada di sana.


"Wow! Aku tidak percaya bahwa tubuh kecilmu menyembunyikan bentuk tubuh aslimu" ucap Xeran tak berkedip melihat tubuh Alex.


"Jika aku tahu bahwa kau memiliki tubuh seperti itu, maka aku akan mengambil DNA-mu saja" lanjut Xeran.


Tak!


Alex memukul Xeran karena ucapannya sangat tidak sesuai dengan tubuh kecilnya.


"Bocah tidak perlu mengatakan hal yang tidak-tidak!"


"Oi! Siapa yang bocah?! Saat sebelum kau menjadi tuanku, itu sudah lewat 10.000 tahun dari tuanku sebelumnya!" Xeran marah dan berteriak.


#(Author note : Sebelumnya saya pernah tulis 3700 tahun, itu adalah waktu di mana Xeran dalam bentuk pedang tersimpan di ruang bawah tanah keluarga Valcon)


Mereka yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Xeran.


"Berapa usiamu sekarang?" Nithael penasaran.


"Entahlah, itu sudah lewat 50.000 tahun" Xeran berbicara dengan nada datar.


"Wu~ah, berarti kau sudah tua!" semua yang ada disana tertawa dengan ucapan Nithael, termasuk mofsi.


"Diam!" Xeran berteriak, dan hutan di sekitar bergemuruh, mereka berhenti tertawa dan menatap Xeran.


"Tidak ada kata tua untuk sebuah senjata Legenda" Xeran berbicara sambil mendekati mofsi dan naik ke atas punggungnya.


"Alex, lihatlah dada kananmu, itu adalah tanda portal ruang-waktu, cepat lakukan yang ku katakan sebelumnya, setelah itu naik ke atas sini!" Alex menuruti kata Xeran.


Sebelum melakukannya, Alex memakai bajunya kembali.


Wuunnggg!


Terdengar suara dengungan yang memekakkan telinga, semua yang ada di sana langsung menutup telinga masing-masing.


Bwooosshhh!


Saat dengungan itu berhenti, muncul sebuah portal berwarna ungu tua.


"Kalian, cepat naiklah" Xeran berbicara.


Mofsi langsung memasuki portal itu ketika semua sudah menaiki punggungnya.


Wuusshhh!


Shiussss!


Portal yang tadi dilewati mereka langsung menghilang dan tercipta angin yang cukup kencang.


"Fhuh!" Alex menghela napasnya, karena dia sudah kembali.


"Berani juga kau keluar dari Kastil-ku!" Lord Regmus tiba-tiba berada dihadapan mereka.


"Aku hanya menyelamatkan mereka, apa itu salah?!" Alex berkata dengan nada yang bergetar.


"Menyelamatkan? Sungguh naif! Kau melanggar aturan hanya untuk menyelamatkan sampah seperti mereka?" Lord Regmus berbicara sambil mendekat ke arah Alex.


"Mereka bukan sampah! Kau bisa bertarung dengan salah satu dari mereka jika kau meragukannya!" Alex marah dan meninggikan suaranya.


Bam!


Lord Regmus langsung menyerang Gazardiel saat mendengar ucapan Alex.


Gazardiel terkejut dengan serangan mendadak itu, dia tidak sempat menghindar ataupun menahan serangan, tapi tubuhnya tidak terlihat mengalami luka, hanya memperlihatkan bajunya yang sedikit kotor oleh debu.


Lord Regmus terkejut karena melihat Gazardiel baik-baik saja ketika menerima serangannya.


"Kau kuat" Lord Regmus berbicara sambil menyeringai.


"Dasar kakek tua!" Xeran berteriak ke arah Lord Regmus, dia tidak memikirkan bahwa dirinya lebih tua dari Lord Regmus.


"Apa!!" Lord Regmus kesal dan melancarkan serangan ke arah Xeran.


Xeran tidak menghindar melah menyerang balik.


Dumm!


Suara ledakan terdengar di seluruh hutan, bahkan sampai ke Kastil.


"Walau kau memiliki tubuh yang kecil, tapi kekuatanmu hampir menyamaiku"


'Bodoh! Aku bahkan lebih kuat darimu 10 kali lipat tahu' Xeran berteriak di dalam hatinya.


"Kau bisa membawa mereka ke dalam Kastil sebagai bawahanmu"


'Kami memang sudah menjadi bawahannya dari dulu tahu!' teriak Nithael, Gazardiel dan Xeran di dalam hati


"Oh ya, apa serigala kecil itu juga milikmu?" Lord Regmus bertanya kepada Alex.


Alex melihat ke arah yang ditunjuk oleh Lord Regmus.


Dia melihat seekor serigala kecil dengan bulu berwarna perak sedang duduk diam di belakang Nithael.


"Ya, dia milikku juga" ucap Alex.


"Cepat kembali, aku akan pergi terlebih dahulu" Lord Regmus langsung menghilang setelah bicara.


Setelah beberapa saat.


"Akhirnya dia pergi juga!" ucap Alex sambil menghela napasnya.


"Alex, apa kau akan pergi ke Kastil sekarang juga?" tanya Nithael.


"Ya, aku tidak ingin mati muda"


Alex kemudian melesat menuju Kastil, meninggalkan Nithael, Gazardiel, Xeran, dan Mofsi yang masih berada di tempat itu.


"Oi, kau mau meninggalkan kita semua di sini?!"


Xeran berteriak, tapi dihiraukan oleh Alex.


Tak!


Nithael memukul kepala Xeran.


"Kenapa kau memukulku?!"


Xeran berteriak kepada Nithael.


"Berteriak sekeras apapun juga, Alex tidak akan mendengarmu! Dan lagi kita bisa masuk ke dimensi milik Alex, kenapa kau malah berteriak?"


Nithael kemudian kembali memukul kepala Xeran.


"Aw! Ini sakit tau!"


"Berhenti bertengkar, kita harus segera menyusul Alex"


"Ayo kembali ke dimensi!"


Saat Nithael akan menghilang, Gazardiel tiba-tiba menyentuh pundak Nithael.


"Kita berlari…"


"Hah? Aku tidak mau, itu melelahkan tau!"


Nithael mencoba melepaskan tangan Gazardiel dari pundaknya, dan Gazardiel langsung mendorong punggung Nithael.


"Ayo, jangan malas!"


"Ya, ya, ya… lepaskan aku!"


Setelah itu Gazardiel langsung melesat pergi menuju Kastil, kemudian diikuti oleh yang lainnya dibelakang Gazardiel.