I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
63



Alex dan Anellia saat ini sedang berada di wilayah Silver Moon Pack, Anellia sedikit takut karena ada beberapa serigala yang terlihat berlarian di wilayah itu.


Serigala-serigala itu sedang berpatroli, untuk menjaga perbatasan jika ada yang menyerang tiba-tiba.


Serigala-serigala itu, hanya melewati Alex dan Anellia, karena mereka sudah tahu siapa Alex.


"Alex, apa ini tidak apa-apa?" tanya Anellia.


"Tidak, salah satu temanku adalah Alpha di sini" ucap Alex.


Anellia hanya bisa diam setelah mendengar ucapan Alex.


Alex membawa Anellia menuju rumah Fero


Setelah sampai di depan rumah Fero, Alex langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu.


"Fero! Yuna!" teriak Alex.


Fero yang terkejut karena Alex yang tiba-tiba berteriak di rumahnya, langsung muncul dan menendang Alex.


Tapi Alex langsung menangkap kaki Fero.


"Fero, apa kau ingin aku mematahkan kakimu?" tanya Alex datar.


"Alex, kau sudah mempertemukan Sean dengan mate-nya, kapan giliran ku?" tanya Fero.


"Oh, aku melupakan Zeana" ucap Alex.


Fero hanya menatap datar ke arah Alex, dan menghela napasnya.


Fero kemudian mengalihkan pandangannya kepada seorang perempuan dibelakang Alex.


"Alex, kau menculik anak kecil di mana? apalagi dia itu manusia" ucap Fero.


"Fero, usianya 17 tahun, apa kau buta?" tanya Alex.


'Sebelumnya aku juga tidak tahu jika dia berusia 17 tahun' pikir Alex.


"Eh, 17 tahun? Apa kau bercanda!" teriak Fero.


Anellia kesal karena Fero menyebut dia anak kecil.


"Usiaku 17 tahun! Dan aku bukan anak kecil!" teriak Anellia, yang suaranya lebih kencang dari Fero.


Teriakan Anellia membuat Alex dan Fero menutup telinga mereka masing-masing.


"Dasar cebol!" teriak Fero.


Anellia semakin marah kepada Fero, terlihat dari rambutnya yang berubah warna dari putih menjadi merah.


[Author note : Anellia punya rambut yang aneh, jika dia marah rambutnya jadi merah, kalau sedih rambutnya jadi hitam, kalau kesepian rambutnya jadi abu cerah, kalau dia sedang sakit rambutnya jadi abu tua (sakit ringan, kayak pilek, batuk, dll) rambut ungu tua (sakitnya parah/bisa saja dia keracunan). Rambutnya sakti (・∀・), karena rambutnya itu juga orang-orang bisa tahu keadaan Anellia]


"Rambutnya berubah warna" ucap Fero.


"Fero, semoga beruntung" ucap Alex kemudian keluar dari rumah Fero.


Fero hanya menatap heran ke arah Alex.


Alex tidak tahu kenapa rambut Anellia berubah warna, tapi Alex dapat mengetahui jika Anellia sedang marah karena Alex bisa merasakan aura Anellia yang menekannya.


"Auranya mengerikan" gumam Alex.


Fero hanya terdiam, udara disekitarnya berubah menjadi dingin.


Sent dan Yuna yang sedang berada di ruang latihan bawah tanah langsung naik ke dalam rumah karena merasakan aura yang kuat. Saat Sent dan Yuna sudah di dalam rumah, udaranya menjadi dingin.


Sent dan Yuna kemudian berjalan ke arah pintu depan, mereka melihat Fero dan seorang perempuan.


"Kau membuat wanita marah, aku hanya bisa mendoakan agar kau tidak mati" ucap Yuna, kemudian keluar dari rumah lewat jendela. Sedangkan Sent kembali ke tempat latihan bawah tanah.


Fero menjadi panik.


Anellia mendekat ke arah Fero, dan…


Buk! Bruak!


Anellia memukul Fero, dan membuat Fero terlempar menabrak dinding, sampai dindingnya retak.


'Oh, pukulannya lumayan' pikir Alex.


Alex melihat Anellia mendekati Fero, dan siap memukul Fero.


Alex langsung melesat ke arah Fero dan menghentikan Anellia dengan memegang pundaknya, tapi Anellia langsung menyerang Alex.


Tanpa pikir panjang, Alex langsung memukul leher Anellia sampai Anellia tak sadarkan diri. Perlahan rambutnya kembali berwarna putih.


Alex kemudian menidurkan Anellia di sofa panjang yang ada di sana.


Fero terlihat kesakitan, tapi dia bersyukur karena Alex menghentikan Anellia.


"Alex, siapa dia sebenarnya?" tanya Fero, saat ini dia sedang memulihkan lukanya.


"Anellia, seorang manusia yang memiliki jiwa murni" ucap Alex.


"Huft, pantas saja pukulannya sangat sakit" ucap Fero.


"Oh ya, apa kau tau tentang Dewa Semesta?" tanya Alex kepada Fero.


"Kenapa kau bertanya tentang itu?" tanya Fero.


Alex kemudian mengubah wujud dan pakaiannya, rambut dan pakaian Alex berubah.


"Lambang di dahimu itu… bukankah itu lambang keturunan Dewa Semesta?" tanya Fero.


"Itu benar, tapi aku tidak mengetahui kekuatan apa yang aku dapatkan dari wujud ku ini" ucap Alex.


"Penciptaan, Ketiadaan, Kehampaan… aku hanya mengetahui ketiga kekuatan itu saja, di buku tidak menjelaskan banyak kekuatan dari Dewa Semesta" ucap Fero.


"Bisa kau memberitahu ku kegunaan kekuatan itu?" tanya Alex.


"Penciptaan, kekuatan ini memungkinkan mu untuk menciptakan apapun, itu termasuk makhluk hidup atau benda mati… Ketiadaan, kau bisa membunuh seseorang dengan kekuatan ini, kau bisa langsung melenyapkan targetmu, bahkan jiwanya akan ikut menghilang… Kehampaan, kekuatan ini hampir sama dengan ketiadaan, tapi ini hanya bisa digunakan kepada benda mati saja, kau bisa melenyapkan sesuatu dengan cepat, dan itu akan lenyap selamanya. Hanya itu yang aku tau" ucap Fero.


'Penciptaan, itu seperti pengendalian energi milikku, aku bisa membuat apapun dengan energi itu. Tapi, kenapa Gazardiel, Nithael, dan Xeran juga bisa melakukannya, apa itu memang bisa dilakukan oleh semua orang?' pikir Alex.


'Kau salah Alex, kami tidak bisa melakukan itu, kami menggunakan energi milikmu untuk membuat semua itu' ucap Gazardiel di dalam pikiran Alex.


'Eh? menggunakan energi ku?' Alex bingung.


'Kami terhubung dengan mu, jadi otomatis kami bisa menggunakan energi milikmu' ucap Xeran.


Alex hanya mengangguk.


"Fero, apa kau bisa membuat apapun menggunakan energi milikmu?" tanya Alex kepada Fero.


"Itu tidak mungkin, energi hanya bisa digunakan untuk memperkuat tubuh atau mengeluarkan kekuatan kita masing-masing, bagaimana mungkin bisa digunakan untuk membuat sesuatu seperti itu" ucap Alex.


"Benarkah? Tapi, kenapa aku bisa membuat sesuatu menggunakan energi milikku?" tanya Alex.


"Untuk apa kau bingung, kau diangkat menjadi anak seorang Dewa Semesta, jadi kau bisa menggunakan kekuatan dari Dewa Semesta, walaupun itu terbatas" ucap Fero.


"Tapi aku bisa melakukannya dari dulu, sebelum aku diangkat menjadi Demigod" ucap Alex.


"Berhenti bertanya! Aku tidak tau itu, jika kau ingin tau kenapa tidak bertanya kepada Dewa Semesta!" teriak Fero.


"Hmm, kau benar" ucap Alex.


"Lalu, kapan kau akan membawa mate-ku?" tanya Fero.


"Aku bisa membawa Zeana sekarang, tapi aku akan menitipkan Anellia padamu" ucap Alex.


"Baiklah, tapi jangan lama, aku takut dia memukulku lagi" ucap Fero.


Alex tidak menjawab, dan langsung berteleport ke wilayah Red Moon Pack.


Zen terkejut karena Alex tiba-tiba muncul di hadapannya, dan otomatis Zen melompat mundur.


"Alex?" panggil Zen.


Alex hanya menatap datar ke arah Zen.


"Di mana Zeana?" tanya Alex.


"Dia ada di kamarnya" ucap Zen.


Alex kemudian berteleport ke kamar Zeana.


Dan di dalam kamar Zeana, Alex melihat Zeana hanya memakai handuk, dan hendak melepas handuk itu.


"Hei" ucap Alex.


"Eh?…UWAAAAAAAAAAHHH!" Zeana terkejut dan langsung berteriak karena ada yang masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu.


Suara teriakan Zeana membuat telinga Alex berdengung.