
Alex berada di sebuah ruangan besar, dan Alex melihat Cecyl yang sedang membereskan pakaiannya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Alex, yang membuat Cecyl terkejut.
"Hanya membereskan pakaian" ucap Cecyl.
"Untuk apa?" tanya Alex.
"Ibu menggadaikan rumah ini untuk pengobatan ayah, untuk sementara kami akan tidur di rumah sakit menemani ayah" ucap Cecyl.
"Bukankah aku sudah memberi uang padamu dan yang lainnya?" tanya Alex.
"Ibu mengira jika uang itu didapat dengan cara yang tidak baik, dan Ibuku juga mengira jika aku menjual tubuhku!" ucap Cecyl kesal.
"Bukankah memang begitu?" tanya Alex.
"Apa maksudmu?"
"Bukankah kau ingin mengikuti ku? Itu berarti seluruh tubuh dan jiwamu ada di tanganku" ucap Alex.
Cecyl yang mendengar itu langsung terdiam. Dan tanpa disadari, Ibu Cecyl masuk ke dalam kamar Cecyl.
"Cecyl, apa semuanya sudah sele…sai" Ibu Cecyl terdiam karena ada seorang laki-laki di kamar putrinya.
"I-Ibu, kapan Ibu datang?" tanya Cecyl kepada Ibunya.
"Siapa lelaki itu?" tanya Ibu Cecyl sambil menunjuk Alex.
"Ibu, dia temanku, namanya Alex" ucap Cecyl.
"Halo Bibi, namaku Alex, aku teman Cecyl" ucap Alex sambil sedikit membungkukkan badannya.
'Terlalu merepotkan jika menghadapi wanita yang sedang marah' pikir Alex.
"Kapan kalian saling kenal?" tanya Ibu Cecyl.
"Kami baru saja kenal" ucap Alex.
"Untuk apa kau berteman dengan putriku?" tanya Ibu Cecyl.
"Apakah berteman dengan seseorang perlu alasan?" Alex balik bertanya.
"Aku tidak ingin putriku berteman dengan seseorang yang tidak jelas asal-usulnya" ucap Ibu Cecyl.
"Maaf saja, walaupun mengatakan semua itu, aku tidak akan pernah mengungkapkan identitas ku" ucap Alex.
Ibu Cecyl yang mendengar itu langsung marah kepada Alex.
"Cecyl, kita pergi sekarang!" ucap Ibu Cecyl.
"Tidak bisa" ucap Alex.
"Kau tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga kami" ucap Ibu Cecyl.
"Aku tau itu, tapi aku harus mengatakan jika Cecyl akan ikut denganku" ucap Alex.
"Tidak akan pernah!" teriak Ibu Cecyl.
"Benarkah? Tapi, apa kau bisa mengajari putrimu cara mengendalikan kekuatan yang dia miliki?" tanya Alex.
Ibu Cecyl yang mendengar itu langsung terkejut karena Alex mengetahui kekuatan putrinya.
"Dari mana kau tau itu" ucap Ibu Cecyl semakin waspada terhadap Alex.
"Karena aku bukan manusia" ucap Alex sambil menyeringai, dan matanya berubah menjadi merah menyala.
Ibu Cecyl meningkatkan kewaspadaannya, bahkan mengeluarkan sebuah senjata.
"Ibu!" teriak Cecyl, dan langsung berlari ke hadapan Alex agar Ibunya tidak menyerang Alex.
"Cecyl kenapa kau memihaknya?" tanya Ibu Cecyl.
"Aku hanya menghentikan Ibu agar tidak menyerangnya! Ibu bukan tandingannya" ucap Cecyl.
"Cecyl, kau tau kan jika Ibumu ini dulunya adalah seorang Hunter" ucap Ibu Cecyl.
"Aku tau, tapi aku tidak ingin Ibu terluka" ucap Cecyl.
"Dia hanya Vampire, walaupun mereka memiliki kekuatan yang besar, tapi mereka akan langsung mati jika kita menusuk inti kehidupannya" ucap Ibu Cecyl.
"Ibu salah, dia bukan Vampire biasa, dia adalah seorang Demigod dan Penjaga Dimensi" ucap Cecyl.
"A-apa?" Ibu Cecyl terkejut dengan perkataan Cecyl.
"Cecyl, apa kau ikut dengan para Hunter?" tanya Ibu Cecyl.
"Aku tidak punya pilihan lain" ucap Cecyl.
"Bukankah Ibu mengatakan biar Ibu saja yang mencari uang? Kenapa kau tidak mendengarkan?!" tanya Ibu Cecyl, dia terlihat marah.
"A-aku hanya ingin membantu Ibu…hiks… aku tidak ingin Ibu melakukan semuanya sendirian…" ucap Cecyl sambil menangis.
Ibu Cecyl yang melihat Cecyl menangis langsung menghampirinya, dan memeluk Cecyl erat.
"Maaf, Ibu hanya tidak ingin kau kenapa-napa, Apalagi kau satu-satunya putriku… lagipula sudah ada kedua kakakmu yang membantu Ibu mencari uang" ucap Ibu Cecyl.
"Ibu, bagaimana dengan perusahaan?" tanya Cecyl.
"Perusahaan sedang mengalami krisis keuangan, jadi mungkin sebentar lagi akan bangkrut" ucap Ibu Cecyl.
"Aku bisa meminjamkan 1 milyar kepada kalian" ucap Alex.
"Kenapa kau ingin membantu kami" tanya Ibu Cecyl.
"Aku tidak memiliki alasan lain, tapi nanti aku akan membuat sebuah hotel, aku ingin keluargamu membantu mengelola hotel itu" ucap Alex.
"Apa hanya itu?" tanya Ibu Cecyl.
"Untuk saat ini hanya itu" ucap Alex.
"Baiklah, aku bisa melakukannya" ucap Ibu Cecyl.
"Dan satu hal lagi… aku akan membawa putrimu untuk membantunya mengendalikan kekuatannya, mungkin akan membutuhkan waktu beberapa bulan" ucap Alex.
"Walaupun kau tau dia memiliki kekuatan, tapi apa kau tau kekuatan apa yang dia miliki?" tanya Ibu Cecyl.
'Kekuatan cahaya' ucap Gazardiel.
'Eh, apa?'
'Alex, dia memiliki elemen cahaya, mungkin itu turun temurun dari keluarganya, atau dia adalah keturunan Dewi Cahaya' ucap Gazardiel.
'Dari mana kau tau jika dia memiliki elemen cahaya?' tanya Alex.
'Apa kau lupa jika aku juga memiliki elemen cahaya?' Gazardiel balik bertanya kepada Alex.
'Hmm, aku melupakan itu' ucap Alex, dan Gazardiel hanya menghela napasnya.
'Alex, aku sedikit bingung karena tidak biasanya Dewi Cahaya akan memberikan kekuatannya kepada seseorang, apalagi kepada manusia. Alex, tanyakan tentang identitas keluarga Roselia' ucap Gazardiel.
"Cecyl memiliki elemen cahaya, kan?" tanya Alex kepada Ibu Cecyl.
"Kau benar" ucap Ibu Cecyl.
"Tapi, bukankah Dewi Cahaya tidak pernah memberikan kekuatannya kepada seseorang? Apa keluarga Roselia adalah keturunan dari Dewi Cahaya?" tanya Alex.
Ibu Cecyl terdiam mendengar perkataan Alex.
"Keluarga Roselia memang keturunan Dewi Cahaya" ucap Ibu Cecyl, Alex dan Cecyl yang mendengar itu terkejut.
"Seluruh keluarga Roselia diberkahi elemen cahaya, tapi kekuatan elemen mereka berbeda-beda, ada yang lemah dan ada yang kuat. Cecyl adalah salah satu yang memiliki elemen cahaya yang kuat, jadi mungkin jika kekuatannya sudah bangkit itu akan sangat berbahaya jika tidak bisa mengendalikannya" ucap Ibu Cecyl.
'Kenapa hampir semua orang yang aku temui adalah keturunan dari seseorang yang kuat, apalagi sekarang adalah keturunan seorang Dewi' pikir Alex.
'Itu mungkin keberuntungan atau musibah bagimu' ucap Xeran.
'Oh, aku tidak pernah mendengar suaramu selama ini' ucap Alex.
'Karena aku sedang fokus meningkatkan kekuatan ku, sekarang aku memiliki wujud dewasa ku' ucap Xeran sombong.
'Aku tidak peduli' ucap Alex, dan membuat Xeran kesal.
"Jadi Bibi, apakah kedua Kakak Cecyl juga memiliki elemen cahaya?" tanya Alex.
"Ya, mereka mempunyainya, tapi elemen mereka tidak terlalu kuat juga tidak terlalu lemah, jadi masih bisa dikendalikan" ucap Alex.
"Lalu bagaimana dengan kepala keluarga Roselia?" tanya Alex.
"Sebenarnya, selain karena penyakitnya, ada hal lain yang memperburuk kondisinya" ucap Ibu Cecyl.
"Apa itu?" tanya Alex, dan Cecyl dari tadi hanya mendengarkan saja karena semua informasi tentang dirinya dan keluarganya membuat Cecyl pusing.
"Elemen cahaya yang dia miliki sangat besar, dan waktu itu dia tidak bisa mengendalikan kekuatan itu, membuatnya terluka parah. Aku takut jika putriku juga akan mengalami hal yang sama karena elemen cahaya miliknya lebih besar dari milik ayahnya" ucap Ibu Cecyl.
Ayah Cecyl memiliki elemen cahaya yang kuat, tapi elemen cahaya milik Cecyl lebih kuat, mungkin jika Cecyl tidak bisa mengendalikan kekuatannya, bisa saja dia akan kehilangan nyawanya.