
Lord Regmus bangun dari posisi berbaringnya, di ikuti oleh Alex yang juga bangun dari posisinya.
"Kita kembali ke Kastil sekarang" ucap Lord Regmus.
"Ya" ucap Alex.
Alex melihat ke arah Mofsi, Xeran, Nithael dan Gazardiel.
Gazardiel terlihat bersandar ke tubuh Mofsi, sedangkan ketiga lainnya tertidur pulas.
"Gazardiel, apa kau ingin ikut denganku atau kembali?" tanya Alex kepada Gazardiel.
"Lebih baik kau mambawanya bersamamu, Alex" ucap Lord Regmus.
"Eh? Aku tidak ingin memaksa Gazardiel" ucap Alex sambil memandangi Gazardiel.
"tidak apa-apa, aku u akan ikut denganmu" ucap Gazardiel yang sudah berada di samping Alex.
"Baiklah" ucap Alex, lalu merentangkan tangannya dan membawa Mofsi, Xeran dan Nithael ke ruang dimensinya.
"Alex, apa kau masih memiliki sisa energi untuk membuka portal teleport?" tanya Lord Regmus kepada Alex.
"Ya, aku masih bisa membuka sebuah portal" ucap Alex.
"Kalau begitu, bukalah" perintah Lord Regmus kepada Alex.
"Baiklah" ucap Alex.
Alex memikirkan sebuah portal teleport, lalu sebuah portal transparan muncul di hadapan Alex.
"Kau memiliki kekuatan pikiran yang sangat kuat" ucap Lord Regmus.
Alex hanya diam, tak mengatakan sepatah katapun.
"Mm… lebih baik kita kembali sekarang" ucap Alex sambil menunjuk ke arah portal.
"Aku tidak bisa menahannya lebih lama" sambung Alex.
"Ya" ucap Lord Regmus yang berjalan ke arah portal dan di ikuti oleh Alex dan Gazardiel di belakangnya.
Swoosh!
Lord Regmus, Alex dan Gazardiel sekarang sudah berada di depan pintu utama Kastil.
"Ah! Kalian darimana saja? Dan kenapa baju kalian berdua kotor?" ucap Verin (putri ke-2 Lord Regmus) melihat ke arah Alex dan Lord Regmus secara bergantian. Zyerin (putri pertama Lord Regmus) yang berada di samping Verin hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah katapun, hanya melirik Lord Regmus, lalu menatap tajam ke arah Alex.
Alex memalingkan pandangannya ke arah lain, untuk menghindari tatapan Zyerin.
Verin saat ini memakai gaun berwarna ungu tua, dan rambutnya di biarkan tergerai.
Sedangkan Zyerin, dia memakai baju hitam tanpa lengan dengan bawahan celana pendek berwarna biru tua, dia mengikat rambutnya, dan mamakai boots selutut yang pas di kakinya.
"Er, Zyerin… bukankah tidak sopan jika kamu memakai baju seperti itu?" tanya Lord Regmus menggaruk leher bagian belakangnya yang tidak gatal.
"Aku tidak suka memakai gaun, itu merepotkan" ucap Zyerin datar, lalu masuk ke dalam kastil.
"Ah! Kalian sudah kembali!" ucap Anna yang baru muncul, dia melompat dari jendela lantai 3.
"Anna! Jangan pernah melompat lagi dari jendela, kamu bisa terluka!" ucap Lord Regmus yang menangkap Anna yang melompat agar dia tidak terluka.
"Hehe…" Anna hanya menampilkan taringnya yang masih belum tumbuh sepenuhnya.
Lord Regmus menurunkan Anna, dan Anna langsung berlari mendekati Alex.
"Kenapa aku tidak melihatmu selama beberapa hari? Apakah kamu pergi keluar untuk bersenang-senang?" tanya Anna, dia melipat kedua tangannya di depan dadanya, dan menggembungkan pipinya.
"Aku hanya pergi untuk mengurus sesuatu, itu tidak bisa dikatakan bersenang-senang" ucap Alex kaku, lalu mengusap kepala Anna.
"Hmph!" Anna hanya memalingkan wajahnya, wajahnya sedikit memerah.
"Maaf…" ucap Alex menundukkan kepalanya.
"Ubah dirimu!" ucap Anna.
"Eh?" Alex bingung.
"Aku ingin melihat tubuh kecilmu!" ucap Anna sambil menarik baju Alex.
"Baiklah, tapi bisakah kau jangan terus menarik bajuku?" tanya Alex
"Ah!" Anna langsung melepaskan tangannya.
Wush…
Alex dikelilingi kabut putih dan langsung berubah.
Anna yang melihat Alex sudah berubah langsung memeluknya dan menggendong Alex, lalu berlari ke dalam Kastil.
"Oi! Jangan jadikan aku bonekamu, kau seenaknya menggendongku dan langsung berlari!" Anna terus berlari dan tidak peduli dengan teriakan Alex.
Gazardiel hanya diam dan mengikuti Alex dan Anna di belakang.
"Kenapa kamu terus mengikutiku?" tanya Anna yang berhenti tiba-tiba dan berbalik.
"Alex adalah Tuanku, aku harus selalu berada di dekatnya" ucap Gazardiel membungkukkan badannya dengan satu tangan di depan dadanya, dan yang lain berada di belakang.
Gazardiel tidak terbiasa menggunakan bahasa sopan, jadi dia agak kaku ketika berbicara.
"Turunkan aku!" Alex berteriak.
Anna hanya diam dan menuruti kata Alex.
Setelah turun dari gendongan Anna, Alex berubah ke wujud semulanya.
Alex memang jembali ke bentuk semulanya, tapi pupil matanya berwarna putih keunguan.
"Alex! Matamu!" teriak Anna.
Alex terkejut dengan teriakan Anna, dan membuat cermin di depan wajahnya.
Alex terkejut karena warna matanya menjadi putih keunguan.
'Ini sedikit aneh' ucap batin Alex.
Alex lalu mengubah warna matanya ke warna semula.
Setelah itu, Lord Regmus memasuki Kastil dan memdekati Alex yang cukup jauh dari pintu utama Kastil.
"Alex, pertahankan penampilanmu. Jika bisa, tunjukan dirimu sebagai keluarga Laksan…" ucap Lord Regmus sambil menepuk pundak Alex
"Jika ada yang ingin kau tanyakan, datanglah ke ruang kerjaku" Lord Regmus melanjutkan katanya dan langsung menghilang dari hadapan mereka bertiga.
"Anna, aku akan mengganti pakaianku dulu…" ucap Alex kepada Anna, lalu menghilang bersamaan dengan Gazardiel.
~•~
Waktu menunjukkan pukul 23.45, tengah malam tinggal 15 menit lagi.
Semua keluarga Bangsawan Vampir yang di undang berada di aula Kastil.
Saat ini Alex berada di ruang kerja Lord Regmus.
Alex terlihat menggunakan pakaian Bangsawan abad pertengahan.
Berbagai hiasan tergantung di baju dan celananya.
Dia memakai baju berwarna hitam, dan celana berwarna biru tua dengan polet putih.
Alex memakai jubah berwarna merah kehitaman dengan gambar Phoenix emas di punggungnya.
"Alex, mungkin dari sekarang kau harus berhati-hati" ucap Lord Regmus yang sedang duduk di sebuah sofa.
"Yang harus kau waspadai adalah keluarga dari ayahmu" ucap Lord Regmus kembali.
"Kenapa?" tanya Alex.
"Keluarga ayahmu sedang mengalami krisis kepemimpinan selama 17 tahun, sejak ayahmu meninggalkan posisi sebagai kepala keluarga Bangsawan Laksan"
Alex terkejut mendengar bahwa ayahnya dulu adalah kepala dari keluarga Laksan.
"Hari ini kau akan menunjukkan bahwa dirimu berasal dari keluarga Laksan" ucap Lord Regmus, dia berdiri dan mendekati Alex.
"Apakah aku tidak bisa menggunakan Marga ibuku?" tanya Alex.
"Tidak… jika kau menggunakan marga Falez, maka kau akan kehilangan nyawamu hari ini"
"Apa?! Kenapa bisa?" tanya Alex kembali.
"Karena keluarga Bangsawan Falez diambang kemusnahan"
Alex semakin terkejut mendengar bahwa keluarga ibunya akan musnah.
"Kenapa itu bisa terjadi?" tanya Alex kepada Lord Regmus.
"Iblis" jawab Lord Regmus singkat.
Alex menggertakan giginya menahan amarah.
Alex terkejut mendengar bahwa keluarga ibunya hancur karena ulah iblis, tekadnya semakin kuat untuk mengalahkan raja Iblis untuk mengambil darahnya sekaligus membalaskan dendam atas kehancuran keluarga Falez.