
Alex dan Zen saat ini sedang berada di sebuah ruangan yang gelap, dan hanya ada obor yang menerangi ruangan itu.
Semakin dalam mereka masuk, semakin dingin suhu di ruangan itu.
"Aku sudah lama tidak kemari" ucap Zen.
"Suhunya semakin rendah" gumam Alex.
setelah beberapa menit berjalan memasuki ruangan itu, Alex melihat sebuah pintu besar.
"Sangat dingin" ucap Alex saat menyentuh pintu yang ada dihadapannya.
Zen kemudian membuka pintu itu, dan mereka berdua masuk ke dalam.
Alex melihat sebuah peti mati tepat di tengah-tengah ruangan itu.
Alex bisa melihat seorang wanita terbaring di dalam peti mati itu, karena peti mati itu tidak di tutup.
Alex kemudian mendekati peti mati.
'Xeran, bagaimana cara menghidupkannya?' tanya Alex menggunakan telepati.
'Gunakan Api Suci Pembangkitan' ucap Xeran di pikiran Alex.
"Api Suci Pembangkitan, ya…" gumam Alex.
Alex kemudian memfokuskan energi Jiwa Phoenix Putih di tangannya, perlahan energi berwarna putih muncul di tangan Alex, dan energi itu berubah menjadi api berwarna putih.
Alex mengarahkan tangannya kepada wanita yang ada di dalam peti mati.
"Api Suci Pembangkitan!" ucap Alex.
Tiba-tiba tubuh wanita yang ada di dalam peti mati itu terbakar api putih dari Jiwa Phoenix putih, dan perlahan api itu berubah menjadi warna emas.
Zen takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh Alex.
"Zen, bisa kau turunkan suhu di ruangan ini?" tanya Alex.
Zen mengangguk kemudian menurunkan suhu ruangan itu menjadi normal kembali.
Alex kembali fokus dengan energi yang keluar dari tubuhnya.
"Zen, lebih baik kau kembali, aku takut ada apa-apa dengan Pack-mu" ucap Alex.
Dengan tidak rela Zen menganggukkan kepalanya, dan keluar dari ruangan itu.
Selama 6 jam penuh, api emas itu perlahan berubah warna menjadi putih kembali.
Alex melihat jika wanita di dalam peti itu mulai terbatuk, dan menggerakkan tangannya.
Wanita itu mulai membuka matanya dan melihat ke sekeliling.
"Ini… di mana? Bukankah aku sudah mati…" ucap wanita itu bingung.
"Api penyembuhan" gumam Alex.
Wanita itu kemudian terkejut ketika melihat tubuhnya terbakar oleh api berwarna putih.
Wanita itu mulai panik dan tidak sengaja melihat Alex yang berdiri di sampingnya.
"Tenanglah, api itu tidak akan menyakitimu" ucap Alex menenangkan wanita yang ada dihadapannya.
Wanita itu mulai tenang, api yang di tubuhnya itu tidak terasa panas, tapi terasa sejuk.
"Sudah selesai" ucap Alex langsung menghilangkan api putihnya.
Alex merasakan jika tubuhnya mulai mati rasa, dan sulit digerakkan.
"Kau baik-baik saja?" tanya wanita itu, dan mulai berdiri mendekati Alex.
Saat wanita itu mulai mendekati Alex, Alex berjalan menjauh, dan membuka pintu.
"Apa kau akan meninggal ku?" tanya wanita itu.
"Jika kau ingin keluar, ikuti saja aku" ucap Alex langsung keluar dari ruangan itu.
Wanita itu kemudian mengikuti Alex dari belakang.
"Ini di mana?"
"Masih di wilayah Red Moon Pack" ucap Alex.
"Di mana Zen?" tanya Wanita itu.
"Dia ada di luar"
"Si-siapa kamu?" tanya wanita itu lagi.
"Kau sendiri tidak memperkenalkan diri" ucap Alex, dan terus berjalan.
"Eh, nama ku Adelia Flores" ucap wanita bernama Adelia itu.
"Kau bisa memanggilku Alex" ucap Alex.
Saat Alex ingin membuka pintu keluar, pintu itu tiba-tiba terbuka sendiri.
Alex dan Adelia bisa melihat Zen yang terdiam menatap Adelia.
"Zen?" ucap Adelia.
Zen langsung memeluk Adelia dan mencium pipinya.
"Ze-Zen berhenti" ucap Adelia, dia malu karena Alex masih ada di sana.
"Maafkan aku, aku senang melihatmu kembali" ucap Zen.
Zen langsung melepaskan pelukannya kepada Adelia ketika dia ingat jika Alex masih ada di sana.
Alex kemudian berjalan keluar, baru beberapa langkah, Alex langsung berhenti dan membuat Zen waspada.
"Ada yang memasuki zona yang sudah ku buat"
"Siapa?" tanya Zen.
"Manusia" ucap Alex.
"Berapa banyak?"
"Tiga ratus orang" ucap Alex.
Zen dan Adelia terkejut.
"Zen, bawa Adelia pergi, dan lindungi Pack-mu, dan juga… pakai ini"
Alex kemudian melemparkan sebuah kantung berisi bros berbentuk Phoenix berwarna abu berjumlah 300 kepada Zen dan Adelia.
"Berikan itu kepada yang lainnya, perintahkan mereka untuk memakainya!" teriak Alex, dan langsung pergi.
Saat Zen mengambil salah satu bros itu, bros itu langsung menempel di tangannya dan menjadi sebuah tato.
~•~
Dari kejauhan, Alex melihat para manusia yang membawa senjata.
"Hunter…" gumam Alex.
Salah seorang dari Hunter itu menyuruh semua orang untuk berhenti, Alex meyakini jika dia adalah pemimpin kelompok itu.
Alex kemudian berhenti tepat 3 meter dihadapan pemimpin kelompok Hunter itu.
"Siapa kau?" tanya pemimpin Hunter.
Alex tidak menjawab dan hanya memperlihatkan tanda Lord di tangannya.
"Lord Vampire!"
Para Hunter menjadi waspada terhadap Alex.
"Siapkan senjata!" teriak pemimpin Hunter.
Tanpa sepengetahuan para Hunter, Alex menggunakan teknik pengendalian darah.
"A-apa ini? Tubuhku tidak bisa digerakkan!" ucap pemimpin Hunter.
Para Hunter menjadi panik karena tubuh mereka tidak bisa digerakkan.
"Dasar Iblis! Apa yang kau lakukan pada kami!" teriak salah satu Hunter.
"Aku Vampire, bukan Iblis" ucap Alex dingin.
"Tapi, jika kalian ingin bertemu dengan Iblis, aku bisa mengabulkannya" lanjut Alex.
para Hunter bergetar ketakutan, karena mereka tidak akan bisa melawan Iblis, senjata yang mereka gunakan tidak akan bisa melukai Iblis.
'Raja Iblis, kau mendengarku?' tanya Alex bertelepati kepada Raja Iblis.
'Ada apa?' tanya Jkelry kepada Alex.
'Bisa kau datang kemari sekarang?'
'Baiklah, tunggu sebentar' Jkelry langsung memutuskan telepatinya.
Sebuah asap hitam tiba-tiba muncul di samping Alex, dan Raja Iblis keluar dari asap hitam itu.
Alex melepaskan teknik pengendalian darahnya, dan para Hunter langsung jatuh terduduk, bahkan ada beberapa orang yang tak sadarkan diri ketika merasakan tekanan dari Raja Iblis.
"Ra-Raja Iblis…" ucap pemimpin Hunter bergetar ketakutan.
"Oh, para Hunter… sudah lama aku tidak bermain dengan kalian" ucap Jkelry menampilkan senyuman menakutkan.
Jkelry menambahkan tekanannya, membuat hampir seluruh Hunter itu tak sadarkan diri.
"Aku sudah mengabulkan keinginanmu untuk bertemu dengan Iblis, bahkan dengan Raja Iblis" ucap Alex sambil menyeringai.
"To-tolong ampuni kami, kami tidak akan menyerang wilayah ini…" ucap pemimpin Hunter.
"INGAT INI DAN SAMPAIKAN KEPADA KETUA KALIAN! JIKA KALIAN PARA HUNTER MENYERANG WILAYAH INI ATAU WILAYAH RAS LAINNYA! BERSIAPLAH UNTUK KAMI BERDUA MUSNAHKAN!" teriak Alex.
tekanan yang Alex gunakan tidak kalah besar dengan tekanan dari Jkelry.
Pemimpin dari para Hunter itu hampir kehilangan kesadarannya. Tapi, Alex langsung menggunakan kekuatan teleportasi miliknya untuk membawa para Hunter kembali ke dunia manusia.