
Sean dan Lasilia terkejut ketika Alex tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.
"Ini salah ku, karena menyembuhkan lukaku…"
"Ini bukan salah mu, energi milik Alex tak sebesar milik Vampire lainnya" ucap Sean memotong ucapan Lasilia.
"Kenapa?" tanya Lasilia bingung.
"Alex baru mengetahui jati dirinya, dan dia baru berlatih beberapa bulan saja untuk mengontrol energinya" ucap Sean.
"Tapi, kenapa Alex bisa memiliki kekuatan sebesar itu?" tanya Lasilia.
"Apa kau tahu tentang Jiwa Phoenix?" tanya Sean kepada Lasilia.
"Tentu saja aku tahu, semua ras juga tahu itu… tunggu, apa jangan-jangan, Alex…"
"Ya, Alex adalah pemilik Jiwa Phoenix" ucap Sean.
"Jiwa Phoenix Putih?" tanya Lasilia penasaran.
"Entahlah, aku juga tidak tahu pasti" ucap Sean.
'Eh, bukannya Alex waktu itu memberitahu jika dia memiliki seluruh Jiwa Phoenix… Kenapa aku bisa lupa ya? Ha~, ya sudahlah…' pikir Sean.
"Oh ya, Sean…" panggil Lasilia.
"Apa?" Sean melirik ke arah Lasilia.
"Sebaiknya kita menidurkan Alex di kasur" ucap Lasilia.
Sean kemudian memandang Alex yang masih terbaring di lantai, kemudian mengangkat tubuh Alex dan menidurkannya di kasurnya.
"Lasilia bisa kau keluar sebentar?"
"Baiklah…"
Lasilia kemudian keluar dari kamar.
"Gazardiel, Nithael, apa kalian ada di sini?" tanya Sean.
Gazardiel dan Nithael kemudian muncul di hadapan Sean.
"Kenapa kau memanggil kami?" tanya Nithael.
"Apa salah satu di antara kalian mengajari Alex kekuatan malaikat?" tanya Sean.
"Tidak, energi milik Alex saat ini tidak akan bisa mengontrol kekuatan milik malaikat" ucap Gazardiel.
"Lalu kekuatan penyembuhan itu…"
"Itu kekuatan milikku, Alex meminjam kekuatan ku untuk menyembuhkan pasanganmu" ucap Gazardiel.
"Meminjam?" tanya Sean bingung.
"Ya, aku adalah sebuah senjata, dan Alex adalah tuanku" ucap Gazardiel kemudian merubah wujudnya kembali menjadi sebuah busur putih.
"Ini…… apa kau juga senjata?" tanya Sean kepada Nithael.
Nithael hanya menganggukkan kepalanya, kemudian merubah wujudnya menjadi pedang.
Gazardiel dan Nithael kemudian merubah kembali wujudnya menjadi manusia.
"Alex juga mempunyai senjata tambahan ketika dia pergi ke wilayah Black Moon Pack" ucap Nithael.
"Senjata apa?" tanya Sean.
"Pedang Neraka dan Pedang Element" ucap Nithael.
"Pedang Neraka!" ucap Sean terkejut.
"Ya, pedang itu juga yang membangkitkan Jiwa Phoenix milik Alex" ucap Gazardiel.
"Apa warna Jiwa Phoenix milik Alex?" tanya Sean.
"Alex memiliki seluruh Jiwa Phoenix, dan satu Jiwa Phoenix lain yang terbentuk"
"Jiwa Phoenix lain?"
"Berwarna Silver, aku juga tidak tahu kekuatan Jiwa Phoenix itu" ucap Gazardiel.
Sean hanya bisa menghela napasnya, dia tidak tahu berapa banyak rahasia Alex yang belum terbongkar.
"Apa kalian tahu, kapan Alex akan sadar?" tanya Sean.
"Sebentar lagi dia akan sadar…" ucap Gazardiel.
Setelah itu mereka bertiga mendengar pergerakan dari Alex.
"Ugh! Kepalaku sakit…" gumam Alex, tapi masih bisa di dengar oleh Sean, Gazardiel, dan Nithael.
"Sean, apa kau bisa menyediakan darah untuk Alex?" tanya Gazardiel.
"Darah?"
"Akan lebih baik jika itu adalah darah manusia" ucap Nithael.
Duak!
Brak!
Gazardiel memukul Nithael sampai menabrak pintu dan menghancurkan pintunya.
"Nithael… Ini bukan zaman dulu lagi, Alex hanya membutuhkan darah, tapi bukan darah manusia" ucap Gazardiel.
"Apa darahku bisa?" tanya Lasilia kepada Gazardiel.
"Bisa saja" ucap Gazardiel.
"Aku tidak apa-apa" ucap Alex.
Alex kemudian bangun dari posisi tidurnya, dan menggunakan teleport untuk pergi ke hutan.
"Energi ku pulih dengan cepat" gumam Alex.
Alex kemudian mengeluarkan kekuatan dari Jiwa Phoenix Silver, dan seketika sebuah api muncul di tangan Alex.
Perlahan api berwarna silver itu berubah menjadi rantai.
"Rantai?"
Alex kemudian mengarahkan rantai itu ke sebuah pohon, seketika rantai itu melilit dan menghancurkan pohon itu sampai tumbang.
"Sangat kuat, dan tidak memakan energi terlalu besar" ucap Alex.
Alex mengarahkan kembali rantai itu dan melilit beberapa pohon, semua pohon yang dililit oleh rantai itu langsung terbakar dan menjadi abu seketika.
"Apa rantai ini bisa dijadikan perisai?"
Alex mengarahkan rantai itu untuk mengelilingi tubuhnya.
"Ternyata bisa dijadikan sebagai perisai juga" ucap Alex.
Seharian penuh Alex gunakan untuk mencoba berbagai hal dengan rantai yang tercipta dari api Jiwa Phoenix silvernya.
~•~
Setelah Alex selesai mengontrol api Jiwa Phoenix-nya, Alex mulai menyerap energi alam.
Alex merasakan jika kapasitas energi di tubuhnya meningkat pesat.
Alex terus menyerap energi alam, tapi Alex merasakan jika energinya tidak akan penuh walaupun dia menyerap seluruh energi alam.
"Kenapa energi ku tidak pulih?"
Xeran tiba-tiba muncul di hadapan Alex.
"Alex, Jiwa Phoenix silver milikmu membuat energi di tubuhmu menjadi tidak terbatas" ucap Xeran.
"Energiku tidak akan pernah habis?" tanya Alex.
"Bisa di bilang begitu" ucap Xeran.
Setelah itu Xeran kembali ke dimensi milik Alex.
"Tunggu… bukankah Vyno Gailert masih di rantai, dan juga aku belum melepaskan rantai itu" ucap Alex, dia langsung pergi ke wilayah Black Moon Pack yang sudah hancur.
Dan benar saja, saat Alex tiba di wilayah itu, dia melihat Vyno masih terikat oleh rantai milik Xeran.
"Kau mau apa lagi setelah menghancurkan Pack-ku?" tanya Vyno kepada Alex.
Alex menghiraukan ucapan Vyno dan melepaskan rantai yang mengikat tubuh Vyno.
"Kenapa kau melepaskan ku?" tanya Vyno bingung.
"Aku masih membutuhkan mu, jika kau mau bekerja sama, aku akan menyediakan tempat untuk Werewolf yang ada di Pack-mu" ucap Alex.
"Kau ingin aku melakukan apa?" tanya Vyno.
"Bantu wilayah Blue Moon Pack dari serangan para Iblis" ucap Alex.
"Hah? Apa kau gila, selama puluhan tahun, Black Moon Pack dan Blue Moon Pack bermusuhan" ucap Vyno.
"Ambil ini, dan tunjukkan kepada para Iblis yang menyerang Blue Moon Pack. Katakan juga kepada Alpha dari Blue Moon Pack untuk menemuiku di wilayah Silver Moon Pack" ucap Alex, sambil melemparkan sebuah benda berbentuk oval berwarna perak dengan pinggiran berwarna ungu gelap.
"Ini tanda seorang Lord Vampire"
"Di belakangnya ada nama ku"
Setelah mengatakan itu, Alex menghilangkan teknik pengendalian darahnya.
"Kau masih bisa menggunakan wilayah ini, tapi kau juga harus ingat… Pack-mu berada di bawah perintah ku" ucap Alex tegas.
Alex merasakan, jika semua Werewolf dari Black Moon Pack menuju ke arah mereka berdua.
"Alpha!" teriak salah satu Werewolf yang tak jauh dari posisi Alex dan Vyno.
Beberapa Werewolf menyerang Alex secara bersamaan.
Alex kemudian membuat sebuah perisai dari rantai yang mengelilingi dirinya, memblokir serangan dari semua Werewolf yang menyerangnya.
"Kalian semua, hentikan!" teriak Vyno.
Para Werewolf langsung berhenti menyerang Alex.
"Black Moon Pack telah hancur, dan kalian bukan tandingannya, kita hanya harus menuruti perintahnya jika Pack ini ingin kembali berdiri" ucap Vyno.
Semua Werewolf yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Vyno.
Black Moon Pack sudah hancur, dan jika mereka ingin Pack itu berdiri kembali, mereka harus menuruti perintah Alex.