
Alex terlihat sedang duduk di lantai tempat pelatihan sambil melamun. Terlihat di tangannya dua buah senjata yang warnanya bertolak belakang.
****Flashback on****
"Alex, aku akan pergi sekarang, jaga baik-baik kedua senjata itu. Kedua senjata itu akan membantumu dalam mengasah kemampuanmu sebagai Vampire. Sampai jumpa lagi, Alex…"
*Sshaaassssh…
Sebuah asap putih mengelilingi tubuh Gabriel. Seiring asap itu menipis, tubuh Gabriel perlahan menghilang*.
"Kak Riel… apa kita bisa bertemu kembali? Bagaimana jika aku mati dalam pertarungan pemilihan kandidat?"
"Kita akan bertemu lagi Alex, dan semua itu tidak akan terjadi Alex, itu pasti… Alex"
Setelah itu, Gabriel menghilang seutuhnya.
"Apa itu mungkin?...ha~ sudahlah, jangan terlalu di pikirkan!"
[Oi bocah!]
"Siapa yang bicara?"
[Aku ada di genggamanmu bocah]
"Genggaman? Yang mana? Aku memegang dua senjata tahu!"
[Kau bodoh Yin, dia mana mungkin tahu kau ini senjata apa!] -Yang.
[Ha~aku lupa, karena sudah lama tidak ada orang yang kekuatannya cocok denganku!] -Yin.
"Apa kalian Pedang Hitam dan Busur Putih yang aku genggam?"
[Ya, itu kami] -Yang.
[Cepat buat ikatan dengan kami berdua!] -Yin.
"Bagaimana caranya?"
[Kau hanya harus meneteskan darahmu pada kami, bocah!] -Yin.
"Akan kupikirkan dulu"
*Flashback off*
[Oi bocah! Kenapa lama sekali mikirnya!] -Yin.
"Huft… baiklah, akan ku lakukan"
Alex menyimpan kedua senjata yang ada di genggamannya di lantai.
Alex perlahan berdiri, dan pergi mengambil pedangnya yang pertama.
Alex perlahan mengiris tangannya, dan membiarkan darahnya menetes di atas Pedang Yin dan Busur Yang.
"Sudah kulakukan!"
[Berikan kami berdua nama!] -Yang.
"Aku orang yang buruk jika memberi nama!"
[Kalau begitu pikirkan saja dulu, carikan nama yang bagus untukku!] -Yin
"Ha~h...baiklah!"
*(Author note : Yin suaranya mirip cewek, dan Yang suaranya mirip cowok)
Alex mengambil kedua senjata itu dari lantai dan membawanya ke dalam rumah keluarga Valcon.
Sekarang Alex memiliki 3 senjata, 2 pedang dan 1 busur.
Alex membuka pintu dan naik ke atas untuk kembali ke dalam rumah, karena dia sudah lama berlatih di tempat pelatihan bawah tanah keluarga Valcon.
"Aku kembali!" ucap Alex.
"Alex! Apa yang dilakukan Kakakmu tadi? Apa dia melukaimu?" tanya Yuna.
"Tidak, dia hanya datang untuk memberiku kedua senjata ini" jawab Alex kepada Yuna.
"Oh ya Alex, aku ada sebuah baju untukmu, mungkin itu akan cocok untukmu! Aku sudah menyiapkannya dikamarmu!"
"Baiklah, aku akan mandi sekarang. Aku pergi ke kamarku dulu"
"Oke!"
Alex langsung pergi ke kamarnya, dan langsung melesat ke kamar mandi.
~•~
Pakaian yang Alex kenakan mirip sebuah jubah berwarna hitam dengan bagian depan hanya sampai pinggang, dan bagian belakang menutupi sampai mata kaki, dan sebuah garis berwarna putih yang menyilang di bagian dadanya.
Setelah selesai melihat pakaian yang dia pakai dengan melihat cermin yang ada di kamar, Alex mengganti bajunya dengan baju yang biasa dia pakai. Alex lalu keluar dari kamar dan menuju dapur.
"Alex! Kenapa kau tidak memakai baju yang aku berikan!" Yuna kesal karena melihat Alex dengan baju biasyang dia pakai.
"Aku tidak terbiasa memakai baju seperti itu, jadi aku mengganti bajuku kembali… maaf"
"Sudahlah, tapi kau harus selalu memakainya ketika pemilihan calon kandidat pengganti Lord Regmus!"
"Baiklah, aku akan selalu memakainya" ucap Alex pasrah.
"Alex! Aku menyimpan model baju yang sama dengan baju yang ku berikan. Jadi ada 3 baju dengan model yang sama"
Alex sedikit terkejut karena Yuna membeli baju yang cukup aneh untuknya.
"Baiklah, terima kasih Yuna" Alex sedikit tersenyum dan kembali menuju dapur untuk memasak makanan untuk dirinya.
~•~
Setelah 1 minggu Alex berlatih, akhirnya dia pergi untuk mencalonkan diri sebagai kandidat pengganti Lord Regmus.
Alex keluar dari wilayah Silver Moon Pack, dia mendapatkan beberapa hadiah dari Sean, dan salah satunya adalah sebuah jubah yang tidak akan pernah rusak.
Di perjalanan, Alex tidak menemukan hal yang menghalanginya, jadi Alex terus berlari dengan kecepatan tinggi.
[Oi bocah, kapan kau akan memberi kami nama?] -Yin
"Aku tidak tahu! Jika aku menemukan nama yang cocok, aku akan langsung memberitahu kalian! Sekarang aku hanya akan memanggil nama asli kalian, yaitu Yin dan Yang untuk sementara waktu!"
[Baiklah!]
Dalam perjalanannya, Alex melewati jurang, melompat dari pohon satu ke pohon yang lain. Menyeberangi lautan dengan berlari tanpa terlihat pakaian yang basah.
~•~
Alex menambah kecepatan larinya, karena dia melihat sebuah kastil yang besar.
Di sana sudah terlihat beberapa orang, dan mereka memiliki aura pembunuh yang sangat mengerikan, sedangkan Alex? Dia mungkin yang paling murni auranya.
Setelah sampai di tempat tujuan, Alex bergabung dengan kerumunan orang di sana.
Setelah itu, Terlihat seorang Pria datang dan duduk di atas sebuah kursi singgasana.
Semua yang ada di sana besujud dengan salah satu lutut menjadi tumpuan.
Semuanya bersujud kecuali Alex, semua yang ada di sana langsung melihat ke arah Alex.
'Aku tidak akan pernah bersujud pada siapapun, sekalipun itu adalah seorang Lord!' -batin Alex.
"Ternyata kau berani tidak bersujud di depan ku!" ucap Lord Regmus.
"Di dalam keluargaku ada sebuah peraturan, di mana itu bertuliskan 'tidak boleh bersujud pada siapapun, sekalipun dia adalah seorang Lord" jawab Alex.
'Aku tidak tahu itu kalimat dari mana, tapi aku memang tidak ingin bersujud!' -batin Alex.
"Apa margamu?!" tanya Lord Regmus.
"Aku tidak bisa memberitahumu Lord, maafkan aku!" jawab Alex kembali.
Lord Regmus terlihat sedikit kesal dan merentangkan tangan kanannya ke depan, dia mengeluarkan kekuatannya dan menekan kekuatan Alex untuk keluar.
Alex merasakan tubuhnya di terpa angin yang sangat kencang dari arah depan.
Warna rambut dan mata Alex perlahan berubah, menampakkan rambut seputih salju dan mata putih keunguan.
Tudung jubah yang Alex pakai perlahan tersibak ke belakang oleh angin itu, karena warna rambutnya mencolok, dia menjadi pusat perhatian semua yang ada di sana, termasuk Lord Regmus.
Setelah anginnya menghilang, Alex perlahan menurunkan tangannya dari depan matanya, dan memperlihatkan warna mata putih keunguannya.
Itu lebih mengejutkan semua orang daripada warna rambutnya.
"Dari mana kau mendapatkan mata itu!" Lord Regmus langsung berdiri dari duduknya.
"Aku tidak tahu..."
"Jangan berbohong! Mata itu hanya dimiliki oleh keluarga Zennan! Beritahu nama dan margamu sebenarnya!" Lord Regmus mengeluarkan aura yang sangat menekan semua orang disana, kecuali Alex.
"Namaku Alex... Alexander Zennan" setelah mengucapkan namanya, Alex melakukan hal yang sama dengan Lord Regmus, mengeluarkan aura miliknya yang putih dan murni, dan juga beberapa aura hitam yang bersatu dengan aura putihnya.
Kedua aura itu berasal dari pedang Yin dan busur Yang.