
Alex mengirim sebuah pesan kepada seluruh dunia jika dia menerima perang dari mereka, bahkan saat ini Alex sedang berada di sebuah pulau tak berpenghuni.
Alex memasang sebuah pelindung, dimana pelindung itu bertujuan untuk mencegah serangan agar tidak menghancurkan suatu tempat, bahkan tanah pulau itu juga Alex tanamkan energi agar tidak hancur saat perang terjadi, lebih tepatnya pembantaian yang akan dilakukan oleh Alex.
Saat Alex sedang bersantai, Alex dapat melihat puluhan pesawat dan kapal perang, dan alat perang lainnya yang digunakan oleh para manusia.
"Hoo~ menggunakan senjata ya~" gumam Alex sambil menyeringai.
Alex kemudian memunculkan Nithael, Gazardiel, Xeran, dan Rin.
Alex memanggil mereka dalam wujud senjata, dan tidak lupa Pedang neraka yang saat ini ada di tangan kirinya, Xeran ditangan kanan, dan tiga lainnya terbang mengelilingi Alex.
Saat para manusia sampai di pulau itu, Alex menciptakan ratusan tombak, pedang, dan anak panah.
Para manusia yang awalnya percaya diri dengan senjata modern yang mereka miliki langsung mematung ditempat ketika melihat ratusan senjata dihadapan mereka.
Ratusan senjata itu mengelilingi Alex seperti melindunginya.
"Kenapa kalian terkejut seperti itu, kalian menggunakan senjata, aku hanya mengikuti kalian saja" ucap Alex dengan penuh penekanan.
Alex melepaskan auranya yang berat, bahkan pulau itu bergetar ketika Alex melepaskan auranya.
Udara disekitar menjadi berat, dan para manusia bergetar ketakutan ketika merasakan tekanan yang keluar dari Alex.
"Kembalilah jika kalian ingin hidup, dan kemarilah jika kalian ingin bertemu Malaikat Maut"
Alex menyeringai, ratusan senjata disekelilingnya mengarah kepada para manusia, atau lebih tepatnya para tentara dan Hunter di seluruh dunia.
Saat Alex melihat para manusia didepannya tidak ada yang pergi, Alex menyeringai lebar, gigi taringnya yang panjang menambah kesan menyeramkan di mata para manusia itu.
"AYO KITA MULAI!!!"
Alex melemparkan Pedang Neraka ke arah jutaan manusia di hadapannya.
(A/N : Jika kalian nanya pulau itu muat untuk mereka atau tidak, jawabannya muat, karena Alex memperbesar pulau itu saat menciptakan pelindung :v)
Pedang itu melesat lurus ke depan, seluruh tempat berjarak 10 meter dari Pedang Neraka itu hangus terbakar menjadi abu,
Api merah dan hitam yang mengelilingi Pedang Neraka menghanguskan sekitarnya.
Saat pedang itu mencapai para manusia itu, ratusan orang langsung manjadi abu.
Semua manusia di sana mencoba menjauh dari Pedang Neraka, tapi pedang itu mengeluarkan hawa yang sangat panas dan memusnahkan hampir seperempat manusia yang ada di pulau itu.
Alex merentangkan tangannya, dan Pedang Neraka kembali ke genggamannya.
"Kalian sudah mengerti perbedaan kekuatan kalian dengan ku saat ini!"
Para manusia itu memborbardir Alex dengan ribuan peluru dan peledak, bahkan mereka sudah menyiapkan bom nuklir untuk membunuh Alex.
Peluru, peledak dan bom nuklir yang di tujukan kepada Alex dicampur dengan bahan khusus yang bisa membunuh ras immortal seperti Alex dan yang lainnya.
Tapi semua itu tidak akan melukai Alex, mungkin dulu Alex akan terluka dengan bahan khusus itu, tapi tidak dengan Alex yang sekarang, yang sudah menerima siksaan fisik dan batin dari Dewa Semesta. (. ❛ ᴗ ❛.)
Regenerasi yang dimiliki Alex sangat cepat, hanya satu kedipan mata, seluruh luka yang Alex alami akan langsung sembuh.
Bahkan semua peluru dan peledak tidak menggores kulit Alex sedikitpun.
'Semua peluru dan peledak itu mengenai tubuhku, tapi aku tidak merasakan apapun, kulitku bahkan tidak tergores' pikir Alex.
Alex merasa jika mereka berhenti menembaknya, dan melihat para manusia yang menurunkan senjata.
"Sudah selesai?" tanya Alex santai.
"Peluru khusus tidak mempan padanya?!"
"Tidak mungkin!"
Alex dapat melihat jika para manusia dihadapannya itu terlihat putus asa.
'Senjata yang ku buat dari energi ku jadi sia-sia, jika aku tau mereka sangat lemah, mungkin aku hanya akan menggunakan Nithael, Gazardiel, Xeran dan Rin saja' pikir Alex.
Alex yang tidak tau harus diapakan semua senjata yang dia buat langsung melemparkannya ke arah para manusia itu, kan sayang kalo dihilangkan tanpa dipake dulu :v.
Debu berterbangan ketika semua senjata buatan Alex menyentuh tanah dengan keras.
terlihat ribuan manusia tergeletak tanpa nyawa.
'Oh, daya serangnya lumayan juga' pikir Alex ketika melihat ribuan manusia yang mati itu.
Bau anyir menyeruak di udara, dan tanah yang sebelumnya berwarna hijau oleh rerumputan sekarang berubah menjadi berwarna merah karena genangan darah dari ribuan manusia yang kehilangan nyawanya.
"Masih ingin menyerang?" tanya Alex.
"SEGEL" teriak seorang wanita yang menyentuh punggung Alex.
Ratusan huruf kuno melayang disekitar tubuh Alex, saat huruf kuno itu menyentuh tubuh Alex, sebuah cahaya mengelilinginya.
Cahaya itu mengecil diikuti tubuh Alex yang menyusut.
Saat cahaya itu menghilang, sebuah orb jatuh ke tanah.
"Apa kita berhasil?" tanya wanita yang menyegel Alex penuh harap.
Tapi, tak berselang lama, orb itu retak dan hancur, asap tebal keluar dari orb itu.
Terlihat sesosok makhluk yang seluruh tubuhnya seperti galaksi.
Mata ungunya menyala, aura membunuh mengguar dari tubuh itu.
Alex menggunakan salah satu kekuatan yang dia dapatkan saat menjalani siksaan dari Dewa Semesta.
Tubuh Kekosongan, ketika Alex menggunakan ini, Alex menggunakan energi sekitarnya sebagai kekuatannya, tubuhnya akan kebal terhadap kekuatan apapun termasuk kekuatan dewa sekalipun.
Kekurangan dari Tubuh Kekosongan adalah Alex tidak akan bisa mengontrol tubuh sepenuhnya, tubuhnya seperti dikendalikan oleh sesuatu, dan akan menyerang semua orang disekitarnya tanpa terkecuali.
Setelah menggunakan Tubuh Kekosongan, Alex akan langsung kehilangan kesadarannya, dan akan masuk dalam mode tidur untuk memulihkan energinya, Alex akan kehilangan kesadaran selama sebulan penuh.
Para manusia yang sebelumnya bernapas lega ketika melihat Alex disegel langsung bergetar ketakutan.
Tubuh mereka kaku ketika merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh Alex.
Dalam sekejap mata, ratusan orang kehilangan nyawa dengan bagian tubuh yang berceceran di tanah.
Tanah disekitar sekarang didominasi oleh warna merah darah.
Alex menghilang dari pandangan mata, dan sedetik kemudian tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi di pulau itu, bahkan air laut yang sebelumnya berwarna biru berubah menjadi merah.
Saat Alex sadar, Alex langsung menghidupkan kembali manusia yang sebelumnya dia bunuh.
Para manusia yang sudah dihidupkan oleh Alex, jiwanya terikat dengan Alex, hidup dan mati mereka berada di tangan Alex.
"Aku menghidupkan kalian kembali, tapi tidak ada kesempatan lagi jika kalian ingin membunuh kami, nyawa kalian berada di tanganku, aku bisa langsung mencabut nyawa kalian saat ini" ucap Alex yang membuat para manusia itu terdiam dengan tubuh bergetar dan tidak bisa digerakkan.
Alex kemudian memperlihatkan jutaan benang di tangannya, benang itu berwarna putih, dan itu langsung menuju jantung para manusia yang dihidupkan kembali oleh Alex.
"Ini adalah benang jiwa, jika benang ini putus, maka hidup kalian akan berakhir… Beritahu pemimpin kalian, jangan mengganggu kami, dan juga aku akan menemui mereka nanti" ucap Alex sambil menyeringai, setelah itu Alex menghilang dari hadapan mereka.
Alex menggunakan teleport menuju Mansion milik Sean yang ada di dunia manusia, setelah itu Alex langsung jatuh tak sadarkan diri.
...~•~...
Di sisi lain, Dewa Semesta yang melihat pertarungan- lebih tepatnya pembantaian oleh Alex hanya tersenyum, dia cukup puas dengan apa yang dilakukan Alex.
Tidak ada korban jiwa, dan mungkin Alex memang bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...__________________________________________...
...Ku update! Maafkeun jika pertarungannya tidak epic wkwkwk, ku tak punya kuota, jadi tidak bisa sering update :v, maafkeun jika ada typo....
...Aku udah lulus SMA, jadi jarang diberi uang jajan (。•́︿•̀。)....
...see you next…...