I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
80



Saat sampai di perbatasan, Alex melihat jika rantai miliknya sedang mengurung para Hunter di dalam.


Alex kemudian menarik kembali rantai miliknya, dan terlihat para Hunter yang kebingungan dan waspada karena rantai yang mengurung mereka tiba-tiba terbuka dan menghilang.


"Mereka benar-benar ingin berperang dengan kita" ucap Zen.


Mereka semua melihat para Hunter menggunakan zirah, dan senjata yang sangat banyak dan komplit dari senjata jarak jauh sampai jarak dekat seperti sebuah pedang.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Alex" ucap Sean.


"Kalian bisa melakukan apapun, tapi jangan sampai membunuh mereka, karena aku memiliki misi khusus dari Dewa" ucap Alex membuat para pemimpin ras terdiam.


"Apa misimu?" tanya Sean.


"Menyatukan seluruh ras termasuk manusia, aku tidak tau apa itu bisa aku lakukan atau tidak, karena ego manusia yang tinggi" ucap Alex.


"Kau benar, manusia adalah makhluk yang memiliki energi terang dan gelap yang seimbang, dimana mereka bisa menjadi jahat ataupun baik" ucap Raja Naga.


"Kau benar, manusia memiliki energi Yin Yang ditubuh mereka, kebanyakan wanita memiliki energi Yin lebih banyak, dan pria memiliki energi Yang yang lebih banyak, kadang juga ada manusia yang memiliki energi Yin atau Yang yang murni, dan kadang ada yang memiliki energi Yin Yang seimbang" ucap Raja Phoenix.


Alex hanya diam mendengarkan, kemudian berjalan keluar mendekati para Hunter dengan cara menembus penghalang.


"Kalian tunggu disini, aku akan mencoba berbicara dengan mereka" ucap Alex.


Alex kemudian mengeluarkan aura Dewa miliknya, membuat para Hunter terdiam, bahkan hampir seluruh Hunter sedikit membungkukkan tubuhnya kepada Alex.


"Apa yang kalian inginkan sebenarnya?" tanya Alex dingin.


"Kami hanya ingin membalaskan dendam teman kami yang sebelumnya telah dibunuh oleh mereka" ucap seorang pria yang Alex yakini jika dia adalah pemimpin dari para Hunter.


"Yang membunuh mereka adalah Penjaga Dimensi, dan lagi sebelum mereka terbunuh, aku sudah memperingatkan mereka, tapi mereka tidak mendengarkan dan langsung menyerang. Jika aku mati, entah apa yang dilakukan oleh Ayahku kepada kalian semua" ucap Alex, membuat para Hunter merinding memikirkan jika mereka semua dilenyapkan oleh Dewa.


Saat suasana di sana tegang, sebuah cahaya berwarna emas muncul di atas langit hanya sepersekian detik dan sesosok makhluk terlihat ketika cahaya itu menghilang.


Seekor Griffin berwarna hitam putih yang memiliki tubuh sangat besar mendarat di depan Alex, dan langsung menunduk kepada Alex.



"Salam Putra Sang Dewa Semesta, saya diciptakan untuk menjaga anda" ucap Griffin yang ada di depan Alex.


Semua orang terkejut melihat seekor hewan legenda, yaitu Griffin muncul tepat dihadapan mereka.


"Apa kau memiliki nama?" tanya Alex.


"Dewa Semesta menamai saya Laxer, Tuan" ucap Griffin yang bernama Laxer.


Alex menganggukkan kepalanya, suasana di sana yang awalnya tegang semakin mencekam setelah kedatangan Griffin, salah satu hewan legenda, walaupun Griffin tidak terlalu terkenal seperti hewan legenda lain yaitu Naga dan Phoenix. Ras Naga dan ras Phoenix yang ada saat ini hanya memiliki darah sekitar 50% dari ras mereka, jadi mereka hanya memiliki wujud setengah ras mereka.


Naga memiliki tubuh seperti manusia tetapi memiliki ekor dan sayap Naga, sedangkan Phoenix memiliki tubuh manusia dan sayap seperti api yang berkobar dan kakinya seperti burung, wujud mereka sama seperti manusia burung hanya berbeda dari bentuk dan warna sayapnya saja.


"Bangunlah Laxer, karena kau diciptakan untukku, apa kau akan mendengarkan perintahku?" tanya Alex tegas.


"Makhluk rendahan ini siap melayani Putra Sang Dewa Semesta, dan akan terus melayaninya seperti pelayan yang melayani Tuannya" ucap Laxer.


"Aku menerima kesetiaan mu" ucap Alex.


Alex mengalirkan energinya kepada Laxer untuk mengikat kontrak dengannya seperti Mofsi.


Lambang sebuah pedang berwarna perak dengan sepasang sayap berwarna emas di setiap sisi pedang muncul di kepala Laxer.


Alex kemudian menyentuh bulu Laxer, bulunya terasa lembut walaupun bulunya itu sedikit berantakan, dan ketika Alex menyentuh bulu disayap Laxer, itu terasa sangat lembut, lebih lembut dari bulu ditubuh Laxer.


Alex menghentikan sentuhannya dibulu Laxer, dan beralih ke para Hunter yang masih setia diam ditempat mereka tanpa bergerak se-inci pun.


"Bagaimana jika kami tetap ingin menyerang?" tanya Pemimpin Hunter.


"Kami siap melayani kalian berperang" ucap Alex.


"Jika kami ingin mendengarkan mu?" tanya Pemimpin Hunter itu lagi.


"Aku tidak akan menyerang kalian, dan jika kalian ingin bekerjasama dengan kami, maka kita akan membuat kesepakatan" ucap Alex.


"Kesepakatan?"


"Ya, kesepakatan yang mungkin menguntungkan kedua belah pihak" ucap Alex masih dengan wajah dan nada yang dingin dan datar.


Pemimpin Hunter terdiam dan memikirkan apa yang akan dilakukan olehnya, jika berperang maka sudah dipastikan mereka akan mengalami kerugian besar karena akan banyak yang gugur, apalagi lawan mereka adalah seorang Demigod dan para pemimpin ras.


"Ketua, kita tidak bisa mundur begitu saja, mereka telah membunuh anggota kita waktu itu!" teriak seorang pria bertubuh besar yang ada dibelakang Pemimpin Hunter.


'Pasti dia manusia otak otot' pikir Alex, bagaimana Alex tidak memikirkan itu, ketika dia melihat pria yang memiliki tubuh besar dan berotot itu membuat Alex semakin yakin jika dia hanya otak otot, menyelesaikan semua masalah dengan ototnya atau bisa dibilang bertarung.


"Kita tidak bisa bertindak gegabah, salah langkah sedikit saja, ribuan nyawa akan melayang" ucap Pemimpin Hunter membuat pria berotot itu terdiam.


"Kau memang pantas menjadi seorang pemimpin, memikirkan segala sesuatu sebelum bertindak, bahkan ketika kau melihatku, kau tidak menyuruh yang lain menyerang ku, tapi kenapa kau menginginkan peperangan ini?" tanya Alex.


"Sebenarnya bukan aku yang menginginkannya, tapi aku hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh pemimpin kami sebelumnya" ucap Pemimpin Hunter.


"Apa kau bodoh? Kau adalah pemimpin mereka sekarang, tapi kau masih mendengarkan perintah dari mantan pemimpin kalian?" tanya Alex dengan nada menyindir membuat para Hunter marah dan kesal.


"Kau!" teriak pria berotot yang sebelumnya.


Pria berotot itu langsung berlari ke arah Alex sambil mengayunkan pedang besarnya, tapi sebelum pedang itu menyentuh Alex, Laxer langsung menahan pedang besar dengan cakar miliknya.


"Kau memilih lawan yang salah bocah!" ucap Laxer.


"Dia hanya seorang Demigod, mereka masih bisa mati tidak seperti Dewa yang abadi!" teriak Pria berotot itu.


"Itu jika dia adalah keturunan dari Dewa biasa, dia adalah Putra dari Raja para Dewa, Sang Dewa Semesta!" teriak Laxer yang menggelar di dalam hutan itu.


Semua Hunter langsung terdiam, tubuh mereka terasa kaku ketika mendengar kata Dewa Semesta, sekali kedipan matanya, seluruh dunia bisa hancur jika Dewa Semesta menginginkannya.


Dan dihadapan mereka saat ini adalah Putra dari Dewa Semesta, entah semengerikan apa kakuatannya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...________________________________________...


Oke, aku update lagi, chapter berikutnya ada pertarungannya atau nggak nih :v.


Terus lebih baik aku update kapan? pas sahur atau mau buka puasa, sekitar jam 5 sore, atau lebih baik jam berapa?. Udah gitu aja wkwkwkw.