
Di Mansion milik Sean, tepatnya di ruangan kerja milik Sean.
"Sean kenapa Black Moon Pack menyerang wilayah mu?" tanya Alex.
"Entahlah, aku tidak tahu. Saat aku baru saja kembali, mereka tiba-tiba menyerang" ucal Sean.
"Apa kau dulu mempunyai masalah dengan mereka?" tanya Alex pura-pura tidak tahu.
"Bukan apa-apa, hanya kesalahpahaman saja" ucap Sean.
"Apa itu semua ada hubungannya dengan kematian Kakakmu dan orang tua mu yang menghilang?" tanya Alex kembali.
Sean terkejut dengan pertanyaan Alex, karena tidak ada satupun yang mengetahui jika dia mempunyai seorang Kakak, karena di rahasiakan.
Kakak Sean memiliki tubuh khusus dari dia lahir, energi di tubuhnya sangat besar dan melimpah, bahkan dia sudah ter-connect dengan jiwa Serigalanya ketika dia berumur 3 tahun.
Seorang Werewolf biasanya akan ter-connect dengan jiwa Serigalanya ketika dia berumur 8 tahun.
"Alpha Sean, kau baik-baik saja?" tanya Gyren melihat Sean terdiam.
"Yuna, tolong panggilkan Fero dan juga ayahmu untuk datang kemari" perintah Sean kepada Yuna.
Yuna hanya mengangguk kemudian keluar dari ruang kera Sean untuk memanggil Fero dan ayahnya.
"Alex kau tahu tentang Kakak ku? Bahkan orang lain, selain para Tetua dan Paman Sent, tidak ada lagi yang tahu tentang Kakak ku" ucap Sean.
Gyren hanya terdiam mendengarkan pembicaraan Alex dan Sean.
"Ah itu… waktu di Mansion mu yang ada di dunia manusia, aku melihat sebuah foto di laci meja dekat kasur" ucap Alex.
"Apa kau membongkar seluruh isi kamar itu?" tanya Sean.
"Tidak, aku hanya bosan, jadi aku hanya melihat ada apa saja di kamar itu" ucap Sean.
Sean hanya menatap datar Alex.
"Sean, apa kau berniat membalas dendam kepada Black Moon Pack?" tanya Alex..
"Aku memang ingin membalas dendam, tapo energi ku sudah terkuras banyak" ucao Sean.
"Biar aku saja yang melakukannya" ucap Alex enteng.
"Aku juga akan membantu" ucap Gyren.
"Kalian tidak takut mati ya?" tanya Sean.
"Tidak, lagi pula aku tidak akan mati walau menusuk jantungku, aku akan mati jika aku di musnahkan" ucap Alex.
"Alex lebih baik kau tidak melakukan apapun, kau adalah Lord Vampire selanjutnya" ucap Sean.
Gyren hanya terdiam, dia memang merasakan jika Alex memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi dia tidak menyangka jika Alex adalah Lord Vampire selanjutnya.
"Jadi kau yang dipilih sebagai Lord Vampire selanjutnya?" tanya Gyren kepada Alex.
"Ya, apa ada masalah?" Alex malah bertanya balik.
"Tidak, aku hanya tidak menyangka bahwa seorang yang akan menjadi Lord Vampire berteman dengan Alpha Werewolf" ucap Gyren.
"Lagipula, pertemanan kami adalah pertemanan yang tidak di sengaja" ucap Alex.
"Pertemanan yang tidak di sengaja?" tanya Gyren bingung.
"Ya, dulu aku tidak mengetahui jika aku adalah seorang Vampire. Sean, Fero, dan Yuna, mereka bertiga mengajarkanku untuk mengendalikan kekuatan Vampire yang aku miliki" ucap Alex.
"Darah bangsawan Vampire mana yang kau miliki?" tanya Gyren.
"Aku berasal dari bangsawan Laksan, tapi ayahku melakukan eksperimen pada tubuhku, dan sekarang aku memiliki seluruh darah dari bangsawan Vampire, bahkan aku memiliki darah bangsawan Vampire terdahulu" ucap Alex.
""Seluruh darah bangsawan Vampire!"" Sean dan Gyren terkejut secara bersamaan.
"Sean kau juga tidak tahu?"
Sean kemudian menggelengkan kepalanya.
"Jadi karena itulah kau bisa mengendalikan kekuatan dan energi mu dengan cepat?" tanya Sean.
"Mungkin? Aku tidak tahu" ucap Alex.
"Jadi, apa kau benar-benar akan pergi ke wilayah Black Moon Pack?" tanya Sean.
"Ya aku akan ke sana nanti, tapi sekarang aku lapar!" ucap Alex.
Sean dan Gyren hanya menghela napasnya.
Alex langsung pergi ke dapur dan mulai memasak.
Saat tiba di dapur, Alex langsung membuka lemari es, dan melihat tumpukan daging mentah.
"Kenapa semuanya daging?"
Alex melihat jika semua bumbu masakan lengkap, tapi tidak ada sayuran atau nasi.
"Benar-benar tidak ada apa-apa di sini"
Alex kemudian memutuskan untuk membuat steak daging menggunakan daging yang ada di lemari es.
Alex menyiapkan 6 steak daging karena Alex mendengar suara langkah kaki mendekat ke Mansion.
Setelah selesai membuat, Alex membawa steak itu kembali ke ruangan kerja milik Sean.
Alex menggunakan kekuatan gravitasi nya untuk membuat semuanya melayang.
"Aku sudah selesai, aku juga membuatnya untuk kalian" ucap Alex saat dia membuka pintu ruang kerja milik Sean.
Alex melihat jika Paman Sent, Yuna, dan Fero juga sudah tiba.
Alex kemudian menaruh semua steak itu di atas meja.
"Aku tidak bisa membuat apa-apa lagi karena hanya ada daging di dapur"
"Alex, sejak kapan kau bisa masak?" tanya Yuna.
"Ya, dulu saat kau tinggal di rumah kami, kami semua bahkan tidak pernah melihat mu memasak sesuatu" ucap Fero.
"Dari kecil aku selalu membantu ibuku memasak makanan untuk keluarga ku" ucap Alex.
"Ini tidak beracun kan?" tanya Fero.
Alex mulai kesal dengan ucapan Fero.
Brak!
Alex langsung memukul Fero, membuatnya terlempar menabrak tembok.
"Ugh! Ini sangat sakit, kau tahu…" ucap Fero sambil meringis kesakitan dan memegang pipinya yang bengkak akibat pukulan Alex yang sangat keras.
"Sebentar lagi juga kau akan sembuh" ucap Alex kemudian duduk di kursinya.
"Tapi ini sakit sekali!" teriak Fero, kemudian dia bangkit dan berjalan menuju kursinya.
"Sean, Fero, ada ingin kutanyakan pada kalian"
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Sean, Fero hanya diam saja karena menahan sakit di pipinya.
"Apa kalian sudah menemukan mate kalian?" tanya Alex.
""Sudah"" ucap Sean dan Fero bersamaan.
"Lalu di mana mate kalian sekarang?" tanya Alex kembali.
Sean dan Fero hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan dari Alex.
"Wilayah Red Moon Pack dan Black Moon Pack…" ucap Yuna.
"Apa maksudmu?" tanya Alex tidak mengerti.
"Red Moon Pack menculik mate kakak ku, dan wilayah Black Moon Pack menculik mate Sean, atau Luna dari Pack ini" ucap Yuna menjawab pertanyaan Alex.
"Begitu ya… aku bisa membantu kalian, tapi…"
"Tapi apa?!" teriak Fero.
Alex hanya diam, kemudian memanggil, Nithael, Gazardiel, Xeran dan Mofsi.
Mereka berempat kemudian muncul dalam wujud manusia.
"Siapa mereka?" tanya Sent kepada Alex.
"Senjata rahasia milik ku" ucap Alex sambil menyeringai.
Alex juga tidak sengaja mengeluarkan aura miliknya, membuat Sean, Sent, Fero, Yuna, dan Gyren merinding merasakan aura yang terpancar dari tubuh Alex.
"Alex, sejak kapan kau memiliki aura yang mengerikan seperti itu?" tanya Yuna.
Seringaian Alex semakin lebar, semua yang ada di ruangan kerja Sean menatap Alex Horror.