
Ketika Alex membuka pintu kamar itu, Di luar terlihat seorang pria berusia 40 tahunan dengan beberapa pelayan di belakangnya.
"Yang Mulia, saya akan mengganti pakaian anda" ucap Kasim Nam.
Ketika Alex melihat ke belakang Kasim Nam, Beberapa pelayan terlihat membawa pakaian.
Alex kemudian melihat ke arah Zen.
"Saat ini aku sedang bersama seseorang, kalian tunggu di sini sebentar" ucap Alex, kemudian menutup pintu.
"Aku kira aku akan ketahuan" ucap Zen sambil menghela napas.
"Jika kau ketahuan, apa yang akan terjadi?" tanya Alex kepada Zen.
"Kau ingin aku mati?" tanya Zen kesal.
"Tidak, aku hanya bercanda…" ucap Alex.
"Yang Mulia, Yang Mulia Kaisar ingin bertemu dengan anda sekarang!" Teriak Kasim Nam dari luar.
"Alex, sebaiknya kau pergi saja, aku akan baik-baik saja, dan aku akan berkeliling sebentar, jika ada sesuatu yang aneh aku akan memberitahu mu" ucap Zen, kemudian menghilang dari pandangan Alex.
Alex membuka pintu perlahan.
"Yang Mulia, anda harus mengganti pakaian anda sekarang" ucap Kasim Nam, kemudian beberapa pelayan masuk ke kamar itu.
"Simpan saja pakaian itu di atas meja, aku akan memakainya sendiri, kalian keluarlah!" ucap Alex.
Kasim Nam dan para pelayan pun keluar dari kamar itu.
Alex langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang tadi para pelayan bawa.
"Apa aku ikat rambutku saja?" gumam Alex.
Alex kemudian mengikat rambutnya.
'Apa wajahku ini memang akan menjadi rebutan para wanita?' pikir Alex.
Alex memutuskan untuk memakai sebuah topeng setengah wajah. Topeng itu tergantung di dinding kamar.
Setelah Alex selesai berpakaian, Alex langsung keluar dari kamar.
"Yang Mulia, silakan" ucap Kasim Nam memberi jalan untuk Alex.
Alex hanya mengangguk, dan berjalan pergi.
"Kasim Nam, apa kau tahu putri dari Kasim Lan?" tanya Alex.
"Putri Kasim Lan? Kalau tidak salah, namanya Lan Shian, dia adalah gadis yang cantik" ucap Kasim Nam.
"Kasim Nam, kenapa Kaisar ingin bertemu denganku?" tanya Alex.
"Yang Mulia Kaisar sedang menyiapkan perjodohan untuk anda" ucap Kasim Nam.
"Apa?!" Alex terkejut, baru saja dia bermain game, dia sudah dihadapkan dengan perjodohan.
"Itu benar Yang Mulia, dan salah satu gadis yang terpilih adalah Lan Shian" ucap Kasim Nam.
"Aku tidak ingin menikah muda" ucap Alex.
"Yang Mulia, usia anda sudah cukup untuk menikah" ucap Kasim Nam.
"Aku tetap akan menolak, aku tidak ingin menikah dulu" ucap Alex.
"Ini untuk kebaikan anda sendiri" ucap Kasim Nam.
"Bukan untuk kebaikanku, tapi Kaisar hanya mementingkan dirinya sendiri!" ucap Alex kesal.
"Yang Mulia, mohon jangan marah" ucap Kasin Nam.
'Apa aku coba menjahilinya?' pikir Alex.
Alex yang sebelumnya sedang berjalan, langsung berhenti, membuat Kasim Nam dan para pelayan yang ada di belakang Alex ikut berhenti.
Alex kemudian mengeluarkan sebuah Pedang, Pedang itu adalah Xeran.
'Xeran, apa kau bisa menjadi berat ketika mereka mengangkat mu?' ucap Alex bertelepati dengan Xeran.
Kasim Nam dan para pelayan yang melihat Alex mengeluarkan Pedang, langsung ketakutan dan bersujud.
"Yang Mulia, saya bersalah membuat anda marah, saya pantas dihukum!" ucap Kasim Nam.
'Alex, dia sudah tua, jangan terlalu berlebihan' ucap Gazardiel.
"Berdiri…" ucap Alex.
Kasim Nam dan para pelayan langsung berdiri.
"Kasim Nam… tolong bawakan Pedang-ku ini…" ucap Alex dingin.
"Dan ingat, jangan sampai lecet" lanjut Alex.
Alex kemudian memberikan Pedang yang ada di tangannya kepada Kasim Nam.
Saat Kasim Nam memegang Pedang itu, Pedang itu terasa sangat berat, dan tidak sengaja menjatuhkan Pedang yang itu.
Kasim Nam langsung kembali bersujud dihadapan Alex.
"Yang Mulia, hamba salah karena menjatuhkan Pedang anda, hamba pantas dihukum!" ucap Kasim Nam.
'Aku tidak mengira jika Pedang milik Pangeran kedua sangat berat, aku sangat ceroboh menganggap jika Pedang itu ringan. Aku sudah melakukan kesalahan karena menjatuhkan Pedangnya' pikir Kasim Nam.
Alex bisa mendengar suara pikiran orang-orang di dalam permainan, semua itu karena sistem.
Alex kemudian mengambil Pedang yang terjatuh di lantai.
"Berdirilah! Jika kau terus seperti itu, aku akan langsung memenggal kepalamu!" ucap Alex.
Kasim Nam langsung berdiri ketika mendengar ancaman dari Alex.
Alex kemudian kembali berjalan ke tempat Kaisar.
'Aku harus menyelesaikan misi dengan cepat, terlalu merepotkan jika terkena penalti di dalam permainan ini, aku bahkan tidak tahu apa hukuman yang akan diberikan oleh sistem jika gagal menjalankan misi' pikir Alex.
Setelah beberapa saat Alex berjalan, Alex berhenti di depan sebuah pintu besar, terlihat para penjaga membukakan pintu itu.
Alex langsung masuk, dan melihat beberapa wanita duduk berjajar.
Dalam game, Pangeran kedua Kerajaan An terkenal berhati dingin dan kejam, dan tidak ada yang berani menolak semua perintahnya.
Kepintarannya dalam ilmu beladiri, ilmu pengetahuan dan politik, membuatnya terpilih menjadi kandidat Putra Mahkota.
Tapi, Pangeran kedua menolaknya dengan alasan dia masih muda untuk mengambil posisi itu.
Semua orang dari Kerajaan An sangat berharap jika Pangeran kedua menjadi Kaisar selanjutnya, mereka ingin Kerajaan mereka menjadi Kerajaan terkuat ketika Pangeran kedua menjadi Kaisar.
Walaupun mereka tidak menyukai sifat Pangeran kedua yang kejam, mereka sangat berharap jika Kerajaan An menjadi lebih makmur dan tidak ada Kerajaan lain yang berani untuk menyerang.
Meski sifatnya yang dingin dan kejam, tapi karena wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang tinggi membuat para wanita takluk dengan ketampanan yang dimiliki Pangeran kedua Kerajaan An.
Para wanita yang dipilih oleh Raja untuk dijadikan istri dari Pangeran kedua langsung tersipu ketika melihat Alex masuk ke ruangan itu.
"Putraku, ayah sudah memilih wanita yang cocok untuk dijadikan sebagai istrimu" ucap Kaisar Kerajaan An.
"Ayahanda, aku tidak ingin menikah dulu, lagipula aku ingin memilih istriku sendiri, aku tidak mungkin menikah dengan orang yang tidak aku cintai" ucap Alex.
'Wah, wah, aktingmu lumayan juga, Alex' ucap Nithael bertelepati dengan Alex.
'Aku banyak membaca buku tentang sejarah, jadi aku tahu cara bicara zaman dulu' ucap Alex.
'Dasar kutu buku!' ucap Nithael.
'Tapi, buku memberikanku lebih banyak ilmu pengetahuan dan semua yang aku tidak ketahui di dunia ini , itu yang membuatku menyukai buku' ucap Alex.
'Tapi aku membenci buku! tulisan di dalamnya membuatku pusing!' teriak Nithael, membuat Alex mengernyitkan dahinya.
"Putraku, kau baik-baik saja, kan?" tanya Kaisar Kerajaan An.
"Aku baik-baik saja, ayahanda" ucap Alex.
"Putraku, ayah ingin seseorang berada di dekatmu untuk menjaga dan merawatmu, jadi terimalah pernikahan ini" ucap Kaisar Kerajaan An.
"Ayahanda, aku tetap akan menolak. Aku tahu ayahanda memikirkan ku, tapi ayahanda tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Alex, kemudian berbalik dan pergi dari ruangan itu.
Semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Kaisar hanya bisa terdiam mendengar ucapan Alex, dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka tahu, mereka bukanlah lawan dari Alex.