I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
50. Bermain Game [3]



'Alex, apa kau mendengarku?'


Alex tiba-tiba mendengar suara Zen di pikirannya.


'Zen, apa yang terjadi?' tanya Alex.


'Aku melihat pasukan Kerajaan Lian menuju ke Kerajaan An' ucap Zen.


'Berapa banyak?' tanya Alex.


'Sekitar 50.000 pasukan' ucap Zen.


'Jumlahnya terlalu besar, apa mereka berencana untuk perang?' tanya Alex.


'Mungkin mereka mencari ku, aku akan mencoba menghentikan mereka' ucap Zen.


'Tunggu aku, aku akan pergi bersamamu' ucap Alex, kemudian berteleportasi ke tempat Zen berada.


"Kita pergi sekarang?" tanya Zen, ketika Alex sudah


"Ya, ayo" ucap Alex.


Alex dan Zen kemudian pergi menemui para pasukan Kerajaan Lian.


Tidak butuh waktu lama, mereka berada tepat dihadapan pasukan Kerajaan Lian.


"BERHENTI!" teriak Zen.


""Itu Pangeran ketiga!"" ucap beberapa prajurit bersamaan.


Semua pasukan Kerajaan Lian kemudian memberi hormat kepada Zen.


"Ada apa ini?" tanya Zen kepada Jenderal pasukan Kerajaan Lian.


9


"Yang Mulia Kaisar mencari anda, dan Yang Mulia Kaisar mendapat kabar jika Pangeran ketiga berada di Kerajaan An, jadi Yang Mulia Kaisar berpendapat jika Pangeran ketiga ditahan oleh Kerajaan An" ucap Jenderal pasukan Kerajaan Lian.


"Jenderaxel Xin, anda bisa membawa kembali pasukan ke Kerajaan Lian, aku tidak ingin ada pertumpahan darah" ucap Zen kepada Jenderal Xin.


"Pangeran ketiga, anda juga harus ikut kami kembali, jika tidak Yang Mulia Kaisar akan memenggal kepala kami, para Jenderal" ucap Jenderal Xin.


Ada lima Jenderal di pasukan yang menuju ke Kerajaan An. Jenderal Xin (pria), Jenderal Lang (pria), Jenderal Ning (pria), Jenderal Wen (wanita), dan Jenderal Huan (wanita), setiap Jenderal memimpin 10.000 pasukan.


Di tangan Zen kemudian muncul sebuah kertas.


-Ayahanda, aku pergi ke Kerajaan An untuk bertemu dengan temanku, aku baik-baik saja di sini, lagipula tidak akan terjadi apa-apa karena temanku adalah Pangeran kedua Kerajaan An.


Dia akan menjagaku selama di sini, Yang Mulia tidak perlu khawatir, dan jangan menghukum siapapun karena mereka tidak bersalah.


Pangeran ketiga, Zen-


Itulah isi kertas yang berada di tangan Zen, Zen kemudian menyerahkan kertas itu kepada Jenderal Xin.


Jenderal Xin menerima kertas itu, dan menggulungnya.


Alex kemudian merasakan jika ada beberapa ratus orang yang menuju ke arah mereka.


"Ada yang menuju kemari!" ucap Alex, sambil berbalik.


Zen kemudian melihat ke arah Alex.


"Berapa banyak?" tanya Zen.


"Lima ratus orang, dari pergerakan mereka, sepertinya mereka adalah assassin" ucap Alex.


Dari kejauhan, Alex melihat para assassin itu, dan semua assassin itu memakai baju yang sama.


"Pakaian itu… mereka dari Kerajaan An, mereka pengawal bayangan milik Kaisar Kerajaan An" ucap Alex.


Saat para assassin itu mendekat , Alex langsung mengeluarkan sebuah plakat yang menandakan bahwa dia berasal dari Keluarga Kerajaan An.


Semua assassin langsung berhenti tepat di depan Alex, dan berlutut dihadapan Alex.


'Plakat berwarna hitam, itu adalah plakat yang dimiliki oleh Pangeran kedua, kenapa harus bertemu dengan Pangeran kedua?' pikir pemimpin assassin.


"Kalian semua kembalilah" ucap Alex.


"Yang Mulia, kami diperintahkan Yang Mulia Kaisar untuk membunuh semua pasukan Kerajaan Lian, kami tidak bisa menentang sebuah perintah dari Yang Mulia Kaisar" ucap pemimpin assassin.


"Jadi kalian tidak mempercayaiku, jika aku mengatasi pasukan dari Kerajaan Lian?" tanya Alex.


Alex mengeluarkan sedikit auranya, dan seketika tanah disekitar Alex berguncang.


Para assassin terlihat ketakutan.


"Yang Mulia, kami tidak bermaksud untuk menyinggung anda" ucap pemimpin assassin.


Alex kemudian melempar plakat yang ada di tangannya, dan pemimpin assassin langsung menangkap plakat itu.


"Beritahu Kaisar jika aku yang akan mengatasi pasukan Kerajaan Lian" ucap Alex.


Para assassin hanya bisa mengangguk dan Menuruti perintah Alex, karena jika tidak mereka akan mati.


Setelah para assassin itu pergi, Alex melepaskan topengnya.


"Hanya tidak nyaman saja" ucap Alex.


Alex langsung berbalik ke arah pasukan Kerajaan Lian.


Jenderal Wen, dan Jenderal Huan terpana melihat wajah Alex.


"Kalian juga harus segera pergi" ucap Alex kepada para Jenderal.


"Apa kau benar-benarPangeran kedua Kerajaan An?" tanya Jenderal Wen.


"Ya, aku Pangeran kedua Kerajaan An, apa ada masalah?" tanya Alex.


"Tidak, bukan apa-apa" ucap Jenderal Wen.


"Seperti yang orang-orang katakan, kau memang tampan dan juga dingin terhadap siapapun" ucap Jenderal Huan.


Alex hanya menatap dingin Jenderal Huan, dan memasang kembali topengnya.


"Kenapa keu memakai lagi topengnya?" tanya Jenderal Wen.


Alex tidak menjawab pertanyaan Jenderal Wen, dan hanya melangkah pergi.


"Alex, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi… sifatmu berbeda-beda" ucap Zen.


Ketika mendengar ucapan Zen, Alex menghentikan langkahnya.


"Zen, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padamu, tapi ada seseorang yang memberi tahuku jika aku memiliki Jiwa lain di tubuhku, kau juga mengetahuinya" ucap Alex.


"Jadi, karena itu sifatmu berbeda-beda…" ucap Zen.


"Mungkin saja" ucap Alex.


'Kenapa gaya bicaraku malah seperti Kak Riel?' pikir Alex.


Alex kemudian meneruskan langkahnya menuju Istana.


"Alex kau mau kemana?" tanya Zen.


"Kembali ke Istana, kau juga ikut aku, Zen" ucap Alex.


"Ha~, baiklah" ucap Zen.


"Kalian segera kembali ke Kerajaan Lian" ucap Zen kepada para Jenderal.


Para Jenderal hanya mengangguk menanggapi ucapan Zen, kemudian mereka kembali ke Kerajaan Lian.


"Zen, sepertinya aku melupakan sesuatu…" ucap Alex.


"Lupa ap… Ah!"


""Misinya!"" ucap Alex dan Zen.


Alex kemudian menggunakan teleportasinya, membawa mereka berdua ke Istana.


Setelah sampai di Istana, di sana banyak orang yang berkumpul.


Alex dan Zen langsung menuju ke sana.


"Ada apa ini?" tanya Alex.


""Yang Mulia Pangeran kedua!""


"Aku bertanya kepada kalian!" ucap Alex.


"Yang Mulia, tadi ada penyusup yang menembakkan panah kepada Lan Shian, dan panah itu beracun" ucap salah satu pelayan.


"Di mana dia sekarang?" tanya Alex.


"Sudah dibawa kembali ke kamarnya, dan sedang diobati oleh Tabib" ucap pelayan itu.


Alex kemudian pergi ke kamar Lan Shian, Zen hanya mengikuti Alex dari belakang.


Brak!


Ketika sampai di depan pintu kamar Lan Shian, Alex membuka pintu itu dengan keras.


"Yang Mulia, kenapa anda kemari?" tanya Tabib Istana.


"menyingkirlah!" ucap Alex.


Mereka pun membiarkan Alex masuk.


Alex kemudian mendekati Lan Shian yang terbaring di atas kasur.


Alex menyentuh luka yang berada di tangan kiri Lan Shian, dan menggunakan energi miliknya untuk menarik keluar racun yang berada di tubuh Lan Shian.


"Yang Mulia, racun di tubuh nona Lan Shian sangat berbahaya, kenapa anda menyerap racun itu ke dalam tubuh anda?!" ucap Tabib Istana.


Alex mengacuhkan ucapan Tabib Istana. Setelah semua racun di dalam tubuh Lan Shian sudah tidak ada, Alex langsung menyuruh Tabib Istana untuk mengobati luka Lan Shian.


Alex langsung pergi, dan menuju ke kamarnya yang cukup jauh dari sana.