I'M Lord Vampire

I'M Lord Vampire
54. Identitas Jiwa Lain Alex



Setelah semua cahaya merah itu memasuki tubuh Alex, para Penjaga Dimensi terkejut melihat Alex berbeda dari sebelumnya.


Alex terlihat seperti Jiwa lain miliknya, dengan rambut putih panjang selutut, tanduk di dahinya, dan sepasang sayap yang berbeda warna.


"Alex, apa ini wujud aslimu?" tanya Asra terkejut.


"wujud asli?" Alex bingung dengan ucapan Asra.


"Alex, wujud mu ini mengingatkan ku dengan penguasa dunia bawah yang sebelumnya" ucap Caine.


"Dunia bawah? Neraka?" tanya Alex.


"Bisa dibilang begitu" ucap Jein.


'Tunggu, apa Jiwa lain yang ada di tubuhku ini adalah Jiwa dari Raja Neraka sebelumnya?' pikir Alex.


"Berarti dia adalah Raja Neraka yang sebelumnya?" tanya Alex.


"Ya, namanya adalah Renz Kin Houran" ucap Zill.


"Ketika dia masih menjadi Raja Neraka, dunia ini sangat damai, tidak ada perselisihan antara dua dunia. Tapi, tidak sedikit juga yang membenci Raja Renz, karena itu banyak yang menginginkan kematiannya…" ucap Caine.


"Ketika dia dibunuh oleh saudaranya sendiri, dia adalah Raja Neraka yang sekarang, Lorn Kin Houran. Para Dewa memutuskan untuk memberi kesempatan pada Renz untuk bisa reinkarnasi, bahkan Para Dewa berharap agar dia mendamaikan kembali kedua dunia" lanjut Caine.


"Alex, apa kau adalah reinkarnasi dari Raja Neraka Renz?" tanya Jein.


"Aku… tidak tahu" ucap Alex.


"Alex, mungkin kau memang adalah reinkarnasi dari dirinya, kau memiliki energi yang tidak terbatas, kau juga adalah pemilik Jiwa Phoenix" ucap Zill.


"Itu tidak mungkin!" ucap Alex.


'Al, apa kau bisa mengambil alih tubuhku dulu, mereka mengatakan jika aku adalah reinkarnasi dari Raja Neraka' ucap Alex kepada Al.


[Baiklah] ucap Al, kemudian mengambil alih tubuh Alex.


Para Penjaga Dimensi sedikit bingung karena sorot mata Alex berubah, terlihat sangat dingin.


"Alex?" tanya Jein.


"aku bukan Alex, aku hanya mengambil alih tubuhnya untuk sementara" ucap Al.


(note : selanjutnya nama Al akan aku ubah menjadi Renz)


"Bukan Alex? Lalu kau siapa?" tanya Rui.


"Seperti yang kalian ucapkan tadi, aku adalah Raja Neraka sebelumnya, dan juga Jiwaku sudah menyatu dengan Alex" ucap Renz.


"Kau benar-benar Raja Neraka sebelumnya?" tanya Caine.


"Ya… Caine, aku kira kau sudah mati karena saat itu energi mu tidak bisa kurasakan lagi" ucap Renz.


Caine sedikit kesal dengan ucapan Renz.


"Kau memang tidak berubah, Renz" ucap Caine.


"Kau juga, dan terima kasih karena waktu itu sudah membantu ku, walaupun akhirnya aku mati juga" ucap Renz.


Dulu, Renz dan Caine adalah sahabat, mereka saling mengenal saat kecil. Tapi, karena Renz adalah yang terpilih sebagai Raja Neraka selanjutnya, membuat mereka tidak bisa bertemu lagi.


Walaupun begitu, karena Caine berasal dari ras Naga membuatnya mudah berpergian ke Neraka, dan mereka berdua bisa bertemu kembali walau tidak sesering dulu saat Renz belum terpilih menjadi Raja Neraka.


Bahkan Caine membantu Renz untuk menghentikan rencana pembunuhan yang direncanakan oleh Lorn.


Tapi, karena kekuatan Lorn dan pasukannya lebih kuat dari Caine, membuat Caine kehabisan energi miliknya, bahkan dengan menggunakan energi kehidupan miliknya masih tidak bisa menghentikan Lorn.


Saat itu, Renz yang melihat Caine terjatuh tak sadarkan diri, Renz langsung mengamuk, energi miliknya berlipat ganda, bahkan karena tekanan dari kekuatan miliknya Neraka berguncang hebat.


Neraka menjadi kacau ketika Renz dalam mode Dewa, bahkan pasukan yang ada di pihak Lorn, satu persatu lenyap tanpa sisa.


Walaupun Renz sangat marah, tapi dia tidak bisa membunuh saudaranya sendiri, dan memutuskan untuk mengorbankan energi kehidupan miliknya untuk ditukar dengan kehidupan Caine.


Tapi, sebelum seluruh kehidupan milik Renz sepenuhnya diberikan kepada Caine, Lorn langsung menusuk jantung Renz.


Renz kemudian menggunakan kekuatan teleportasi untuk memindahkan Caine ketempat yang sangat jauh, agar Lorn tidak bisa membunuh Caine.


Renz yang memiliki dua jantung, membuatnya masih bisa hidup walaupun satu jantung miliknya hancur.


Lorn tidak memberikan kesempatan kepada Renz untuk menyerang balik, dan menusuk satu jantung milik Renz yang tersisa, dan perlahan tubuh Renz menjadi abu.


Sebelum Jiwa Renz menghilang, para Dewa langsung mengambil Jiwa miliknya, untuk di reinkarnasi kan kembali.


Ren dan Caine masih mengingat semua tentang apa yang dilakukan oleh Lorn.


"Renz, apa kau berniat untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu?" tanya Caine.


"Aku memang berniat untuk mengambil alih Neraka kembali, tapi aku tidak memiliki kekuatan api neraka lagi. Tapi, sebagai ganti dari api neraka ku, para Dewa memberiku kekuatan es abadi, es yang tidak akan pernah bisa mencair dan hancur" ucap Renz.


"Aku bisa membantumu" ucap Caine.


"Tidak perlu, aku tidak ingin melihatmu dalam kondisi seperti dulu lagi hanya untuk menyelamatkanku" ucap Renz.


"Renz, aku tidak peduli dengan nyawaku, aku hanya ingin kita seperti dulu lagi, aku tahu jika aku saat ini sangat lemah, dan tidak berguna untukmu, tapi…"


"Caine, kau bisa membantuku, tapi untuk saat ini fokuslah kepada pekerjaan mu sebagai Penjaga Dimensi" ucap Renz memotong ucapan Caine.


"Baiklah" ucap Caine sambil tersenyum lembut kepada Renz.


Para Penjaga Dimensi terkejut melihat Caine tersenyum, karena selama ini mereka tidak bisa melihat senyuman Caine lagi setelah Renz menghilang.


"Woah~, kau bisa tersenyum seperti itu juga" ucap Rui setengah berteriak.


"Sopanlah sedikit, kau bisa mati terbunuh" ucap Zill sambil memukul kepala Rui.


"Aku tidak bisa lebih lama lagi mengambil alih tubuh Alex, dan juga Dimensi ini harus diperkuat dengan cepat" ucap Renz, kemudian Alex mengambil alih tubuhnya kembali.


Saat Alex kembali, Alex melihat semua Penjaga Dimensi menatapnya.


"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" tanya Alex bingung.


"Tidak, ternyata kau memang reinkarnasi dari Raja Neraka" ucap Jein.


"Eh?" Alex benar-benar bingung dengan ucapan Jein.


"Sudahlah, nanti aku jelaskan, untuk saat ini kita lanjutkan saja apa yang sebelumnya kita lakukan" ucap Jein.


Jein kemudian mendekati dinding yang ada dibelakangnya.


Saat Jein mengalirkan energi miliknya ke dinding itu, perlahan ruangan berubah, pola yang sebelumnya yang ada dilantai menghilang, diganti lantai yang seluruhnya berwarna putih, ruangan itu juga berubah menjadi warna putih.


Para Penjaga Dimensi kemudian duduk melingkar dengan Alex sebagai pusatnya.


"Alex, kau sudah membangkitkan kekuatan mu sepenuhnya, dan kau juga sudah menjadi salah satu Penjaga Dimensi. Dan ini adalah hal terakhir yang harus dilakukan untuk memperkuat dimensi, yaitu mengorbankan energi salah satu dari kita untuk memperkuat dimensi ini" ucap Caine.


"Sebelumnya kami juga kehabisan energi karena memperkuat dimensi ini sebelumnya, tapi kau berbeda, kau memiliki energi yang tidak terbatas, jadi tidak akan terjadi apa-apa padamu" ucap Kyale.


Para Penjaga Dimensi kemudian mengalirkan energi mereka kepada Alex, perlahan sebuah tanda sepasang sayap berwarna berbeda muncul di dahi Alex, itu mirip seperti warna sayap Renz.


Mata Alex keseluruhan berubah menjadi putih bersinar, dan kemudian sebuah energi yang besar keluar dari tubuh Alex.


Energi besar itu menyebar dan memperkuat dimensi, bahkan para ras lainnya juga bisa merasakan energi itu.


Butuh waktu selama tiga jam untuk memperkuat dimensi, dan setelah selesai, Alex langsung jatuh tak sadarkan diri.